Assalamu'allaikum Jodoh!

Assalamu'allaikum Jodoh!
Mampir


__ADS_3

Di depan gang, Alena meminta Arka untuk mampir. Arka pun mau, hal itu membuat Alena sempat terkejut.


"Serius mau?" Tanya Alena.


"Serius." Arka menjawab dengan pasti.


Alena merasa senang, Ia pun berjalan mendahuli Arka sedangankan Arka menyusul sembari mengendarai motornya dengan pelan.


Sesampainya di rumah, wajah Arka terlihat sedikit gugup.


"Yuk masuk!" Ajak Alena.


Arka mengangguk pelan, Mereka pun masuk ke dalam rumah.


"Asslamu'allaikum," ucap Arka.


"Wa'allaikumsalam. Eh ada tamu," sahut Nenek Alena.


Arka mengulum senyum, Ia pun mencium tangan nenek Alena.


"Temennya Alena di tempat kerja?" Tanya Nenek Alena.


Arka mengangguk, "Ia, Mah." Arka menjawab dengan gugup.


"Mah?" Alena menatap ke arah Arka, Arka pun terlihat canggung.


"Ya udah duduk, Nenek bikinkan minum dulu!" Seru Nenek Alena.


Arka mengangguk, Ia pun duduk di kursi di temani oleh Alena.


"Kenapa manggil Mamah?" Tanya Alena.

__ADS_1


"Habis manggil apa? Masa Nenek. Nenek Kamu masih muda gitu!" Seru Arka.


Alena tersenyum, tak lama Ibu Alena datang ke rumah. Hal itu membuat Arka semakin gugup, Ia pun menyalami Ibu Alena dengan sopan.


"Ini... Siapa?" Tanya Ibu Alena.


"Oh, Ini Arka, Mah. Pacar Alena," sahut Alena.


"Oh, pacar Alena. Kenal dimana? Baru pertama kali loh Alena bawa pacar ke rumah," ujar Ibu Alena.


Arka terseyum, Ia merasa beruntung mendengar penuturan Ibu Alena.


"Apa atuh ya gak di suguhin apa-apa sama Alena," ujar Ibu Alena.


"Ah gak apa-apa, Mah." Arka menjawab.


"Iya atuh, sok duduk dulu. Mamah mau ke dapur dulu ya!" Seru Ibu Alena.


"Gak ada kopi, soalnya gak ada yang ngopi di rumah. Maklum isinya perempuan semua," ujar Nenek Alena.


"Ah gak apa-apa, Mah. Ini juga Saya ngerepotin," sahut Arka.


"Nggak ngerepotin kok, ya udah sok di minum." Nenek Alena meminta.


"Iya." Arka pun mencicipi minuman yang di buatkan oleh Nenek Alena.


"Aa orang mana?" Tanya Nenek Alena.


"Oh, Saya dari Ciwidey, Mah." Arka menjawab.


"Wah, jauh yah. Disini kerja, ngontrak? Atau tinggal sama siapa?" Tanya Nenek Alena lagi.

__ADS_1


"Kan ada Mes, Nek buat karyawan di pabrik." Alena bantu menjawab.


"Oh, iya. Enak ya, ada Mes. Mamah, Bapak masih ada?" Tanya Nenek Alena lagi.


"Alhamdulillah, Ada, Nek." Arka menjawab seadanya.


"Alhamdulillah. Kalau Alena udah gak ada Bapak, disini tinggal sama Nenek. Ada Ibunya juga tinggal di rumah yang sebelah atas, tuh. Karena dari bayi Alena di asuh sama Nenek, jadi lebih deketnya ke Nenek." Nenek Alena bercerita tentang bagaimana kehidupan masa kecil Alena, hal itu membuat Arka simpati.


"Tinggal disini lagi juga belum lama ya, Len? Ada setahun?" Tanya Nenek pada Alena.


"Belum, lah, Nek. Baru juga beberapa bulan," jawab Alena.


"Makannya, Nenek titip Alena ya. Jagaun Alena, kalau ada salah tolong di maafin. Di nasihati baik-baik supaya Alena tetap jadi anak yang baik," pinta Nenek Alena.


Mendengar itu, Arka serasa di tersanjung karena di beri kepercayaan langsung oleh Nenek Alena.


"Pasti Saya jagain,Mah." Arka menjawab dengan tegas.


"Mamah sama Bapak kerja?" Tanya Nenek Alena lagi.


"Alhamdulillah, Mamah sama Bapak berkebun di kampung, Mah. Gak luas, tapi lumayan untuk menyambung hidup." Arka menjawab dengan tenang.


"Oh alhamdulillah kalau masih bisa kerja, kalau Nenek sama Ibunya Alena cuma bisa jadi beban buat Alena. Nenek punya suami, tapi gak serumah. Maklumlah udah sepuh, Suami Nenek gak mau tinggal disini karena Dia masih punya anak bungsu perempuan yang tinggal sendiri di rumah, khawatir kalau di tinggal apalagi remaja gitu. Ibunya Alena juga punya suami, tapi ya gitu. Ngasih nafkah seadanya, cukup untuk makan aja udab alhamdulillah. Alena itu terbiasa segala sendiri, selama sekolah juga Ibu Alena gak pernah mikirin biaya sekolahnya Alena bahkan sampai lulus. Nenek gak nyangka juga Alena bisa sekuat sampai sekarang," ujar Nenek Alena.


Arka terdiam, begitu perih kehidupan yang Alena jalani di usianya yang masih muda. Di mulai dari perceraian orang tuanya, hidup dengan Ibu sambung. Beruntungnya, Alena mendapatkan Ibu sambung yang teramat baik dan sayang padanya.


Lalu Ia harus berusaha bangkit setelah terpuruk karena di tinggal oleh Bapaknya, dan harus hidup numpang di rumah Bibinya.


Mencari kerja dengan modal seadanya, dan kini Alena bisa berdiri tegar sampai detik ini.


Ketika tengah asik berbincang dengan sang Nenek, kembali ponsel Alena berbunyi.

__ADS_1


Sebuah pesan masuk dari Elin, Alena sangat penasaran dengan isi chat dari Elin, namun Ia menahan untuk membukanya di depan Arka.


__ADS_2