Assalamu'allaikum Jodoh!

Assalamu'allaikum Jodoh!
Cemburu


__ADS_3

Di dalam kamar, Elin begitu kesal karena di bandingkan dengan Alena. Ia bahkan menyindir hal itu di status sosial medianya, Elin menuliskan kekesalannya.


"Kesel gak sih, Kalian di banding-bandingin sama bopak sendiri? Emang sih Gua tuh gak sebaik Dia, malah jauh. Tapi ya jangan begitu juga, emangnya enak apa di bandingin? Gini-gini juga, anak sendiri! Semenjak ada Dia, semua orang pada suka, pada lupa sama Gua. Kakak sendiri aja yang biasanya sering ngeluangin waktu, sering dengerin curhat malah jadi berubah cuek! Gak suka, benci!"


Begitulah status yang Elin tulis, tulisan Elin itu tak sengaja terbaca oleh Arka.


Arka mempertanyakan maksud dari status Elin itu, Ia pun membalas pesan Elin itu melalui aplikasi pesan yang ada di sosial media yang Ia gunakan.


"Maksud status Kamu itu apa, Lin? Di bandingin sama siapa? Terus Dia itu siapa?" Arka melontarkan pertanyaannya dan mengirimnya pada sosial media Elin.


Arka pun menaruh prasangka bahwa yang di maksud oleh Elin kemungkinan adalah Alena, maka Ia pun menanyakan langsung pada Alena yang saat itu baru saja sampai di rumah Alena.


"Lihat hp Kamu boleh?" Tanya Arka pada Alena.


"Buat apa?" Tanya Alena, pasalnya Arka tak biasa mengecek ponselnya.


"Pinjem aja, boleh?" Tanya Arka lagi.


Alena mengangguk, Ia tak keberatan ketika Arka meminjam ponselnya.

__ADS_1


Arka pun membuka aplikasi pesan yang ada di ponsel Alena, Ia membuka pesan yang di kirim Elin pada Alena.


Arka mencari pesan terlama yang di kirim oleh Alena, setelah sampai di pesan yang paling pertama, Arka langsung membaca setiap percakapan antara Alena dan Elin.


Arka menarik nafasnya dalam, ada rasa kesal pada diri Arka ketika membaca setiap pesan ketus yang Elin kirim setiap kali Alena menanyakan kabarnya.


"Kamu kenapa gak cerita kalau selama ini Elin balas pesannya kayak mau gak mau kayak gini?" Tanya Arka.


Alena terdiam, Ia tak tahu jika Arka akan mengecek pesan yang di kirim oleh Elin.


"Emm, emang kenapa? Kayaknya chatnya biasa aja deh," dalih Alena.


Alena mengerutkan keningnya, "status... Apa emangnya?" Tanya Alena.


Arka mengecek ponselnya, nyatanya sebuah pesan masuk ke sosial medianya.


"Nah, bales juga Dia."


Arka segera membuka pesan dari Elin, dan Arka begitu terkejut membaca kejujuran dari Elin.

__ADS_1


"Iya jujur aja, Aku tuh iri sama pacar Aa. Dia tuh selalu di sanjung, selalu di puji. Bapak juga sama aja, malah banding-bandingin Aku. Aku juga tahu Aku bukan anak yang baik, banyak kurangnya. Tapi ya gak gitu juga, gini-gini juga Aku tuh anaknya. Baik buruknya Aku harusnya di terima aja!" Elin menuturkan unek-unek di hatinya pada Arka.


"Lin, Bapak sama Mamah juga gak mungkin tiba-tiba kayak gitu. Semua juga tergantung Kamunya, tergantung apa yang Kamu tanam. Karena apa yang Kita tanam, itu yang Kita tuai. Coba deh Kamu belajar berubah jadi lebih baik!" Saran Arka.


"Ya Aku tahu, Aku jauh di banding pacar Aa itu. Tapi Aku juga sakit hati kalau di bandingin gitu, Aku tahu Aku salah. Aku merasa kehilangan, apalagi Aa. Semenjak ada Dia, Aa lupa sama Aku. Semua orang juga!" Elin membalas.


"Lin. Disini itu Aa kerja, bukan cuma ngurusin Alena. Kamu juga gak tahu gimana beban Aa selama disini, Aa haris ngirit, hidup sederhana makan seadanya. Gak kaya Kamu yang tiap hari di rumah, main. Aa bisa betah disini, karena Alena yang ikut andil ngejaga Aa. Makan Aa Dia merhatiin, Aa sakit Dia kasih obat langsung. Bukan cuma bisanya bilang cepet sembuh di hp aja!" Seru Arka.


Beberapa menit, Elin belum kunjung membalas pesan Arka. Sementara Alena, Ia merasa penasaran dengan apa yang di bahas oleh Arka dan Elin.


"Kenapa?" Tanya Alena.


Arka menghembuskan nafas kasarnya, Ia pun memperlihatkan isi percakapannya dengan Elin.


"Ya Allah, jadi Elin cemburu sama Aku?" Tanya Alena.


Arka mengangguk, "emang gak dewasa banget Dia!" Seru Arka dengan kesal.


Alena tampak sedih, Ia merasa menjadi penyebab kakak beradik bertengkar.

__ADS_1


__ADS_2