
Sepulang dari Villa, Arka langsung mengantarkan Alena ke rumah. Alena sempat menawarkan untuk mampir, namun Arka menolak dengan alasan belum siap. Alena mengerti, Ia juga tak memaksa Arka untuk segera menemui Ibu juga Neneknya.
"Aku langsung pulang, ya!" Seru Arka.
"Iya, Kamu hati-hati di jalan!" Pinta Alena.
"Siap. Nanti kalau udah sampai di daerah ciwidey, Aku kabarin. Soalnya kalau udah sampai rumah, suka gak ada sinyal. Oh iya, maaf juga selama di rumah Aku gak bisa sering ngabarin." Arka menuturkan.
"Iya gak apa-apa." Alena paham, kartu internet yang di pakai Arka memang sering tidak mendapat sinyal di rumahnya, Arka harus berjalan mencari tempat yang lebih tinggi atau tempat yang memang bisa menangkap sinyal.
Arka pun segera melajukan kembali motornya, dan Alena pun segera berjalan menuju rumahnya.
***
Sesampainya di rumah, Alena merebahkan tubuhnya. Ia tak berharap Arka akan menghubunginya, Ia sudah tahu bagaimana kondisi Arka selama di rumahnya.
Ketika itu, Alena membuka sosial medianya.
__ADS_1
Ia melihat ada sebuah pesan masuk ke akunnya, Alena segera membuka pesan itu yang di kirim oleh seorang yang tak di kenal olehnya.
"Erie Vie? Ini siapa?" Gumam Alena, seseorang itu tak menampilkam gambar di sosial medianya.
Alena membuka pesan itu, dan membaca isinya.
"Hay, Aku Erie. Oh Kamu pacar barunya Arka di Bandung, ya? Selamat, ya. Semoga hubungan Kalian langgeng." Alena terheran membaca pesan itu, Alena juga masih bingung siapa orang itu.
Alena melihat informasi di akun seseorang itu, dan melihat bahwa si pengirim pesan adalah seorang perempuan.
Begitu banyak hal yang mulai mencuat saat hubungannya dengan Arka di publikasikan, dan sedikit demi sedikit Alena mengetahui semua orang yang pernah ada di masa lalu Arka.
Hari minggu pagi, Alena berniat untuk lari pagi. Ia memilih tempat untuk melakukan olahraga santai itu di sebuah landasan pacu udara di daerahnya, pada hari minggu landasan pacu itu di gunakan masyarakat umum untuk sekadar berolahraga juga mencari kuliner yang dimana terdapat berbagai jajanan.
Alena berlari santai, sesekali Ia juga menepi untuk beristirahat.
Saat tengah duduk di tepi jalan, tanpa sengaja Alena melihat seseorang yang mirip dengan Ezra.
__ADS_1
"Itu... Ezra?" Alena masih menajamkan matanya untuk memastikan apakah yang di lihatnya adalah Ezra atau bukan.
"Tapi itu kayaknya beneran Ezra, deh." Alena bergumam. Ia bermaksud untuk berjalan mendekat, Alena pun melangkah di balik jajaran orang-orang yang juga tengah berjalan.
Saat jaraknya semakin dekat, tiba-tiba saja Alena melihat seorang perempuan datang menghampiri Ezra.
"Yang. Ini minumnya!" Seru perempuan itu pada Ezra.
"Yang?" Alena terdiam, menatap bagaimana Ezra yang terlihat begitu bahagia bersama perempuan yang memanggilnya dengan sebutan 'yang'
Alena tersenyum tipis, Ia bahkan segera kembali berlari ketika tanpa sengaja Ezra menoleh ke arahnya.
Alena berlari menjauh, dan berharap Ezra tak sempat mengetahui keberadaanya.
Ada perasaan yang tak bisa Alena mengerti, Ia seolah tak merasakan apapun ketika melihat Ezra bersama dengan perempuan lain.
"Rasanya aneh, semua terasa baik-baik aja. Apa ini artinya Aku benar-benar sudah move on dari Ezra?" Alena merasakan sedikit lega, karena dengan melihat Ezra setidaknya Alena paham mengapa Ezra tiba-tiba menghilang bak di telan bumi.
__ADS_1