
Setelah mendengar kejujuran dari Nur, Alena dan Alin tak bertegur sapa. Alena memberanikan diri untuk menemui Alin di tempatnya bekerja, Alena tak mau hanya karena laki-laki, Mereka harus bermusuhan.
"Lin. Aku mau bicara!" Seru Alena.
Alin mengangkat wajahnya, Ia mempersilahkan Alena untuk duduk di sampingnya.
"Sebelumnya Aku ikut sedih tentang hubungan Kamu sama Kak Arka," ucap Alena.
"Oh, soal itu. Udah gak udah di bahas, Len. Aku juga dari awal udah ngerasa kok kalau Kak Arka itu cuma jadiin Aku pelarian," ujar Alin.
Alena sempat terdiam," kenapa Kamu bertahan?" tanya Alena.
Alin tersenyum tipis, "emm, sebenernya Aku juga ngerasa sih kalau Arka itu terlalu baik buat Aku yang... yah Kalian juga tahu lah Aku gimana. Aku bertahan sama Arka itu cuma karena emang butuh orang yang bisa nganter jemput doang!" seru Alin.
Alena terkesiap, Ia hanya menanggapi perkataan Alin dengan senyuman.
"Dan pas Aku denger kalau Dia kayaknya nyimpan rasa sama Kamu, Aku sempet kecewa. Jelas karena Kita temenan, cuma setelah di pikir-pikir ya gak apa-apa juga kalau Arka dapetnya Kamu. Kamu emang orang baik, pantes banyak yang suka sama Kamu tapi pada gak berani bilang." Alin menuturkan.
__ADS_1
"Lin, Aku minta maaf. Aku gak tahu kenapa Arka kayak gitu," ucap Alena dengan rasa bersalah.
"Lagipula bisa jadi Arka juga bohong bicara soal gitu, mungkin Dia cuma cari alasan aja!" lanjut Alena.
"Nggak, Lin. Aku tahu persis kalau Arka itu suka sama Kamu, cuma ya gitu, Dia itu terlalu misterius. Dan Aku juga sempet miris sih pas denger Topan ngelakuin itu ke Arka, padahal Arka udah berusaha ngejaga perasaan Topan dengan cara ngejauh dari Kamu. Eh tapi si Topan kayaknya masih ngerasa kalah Arka itu penyebab Kamu dan Topan putus," ujar Alin.
Alena terdiam, Ia tak tahu harus menyikapi hal itu seperti apa. Pasalnya selama ini, Arka bersikap biasa saja padanya.
Memang ada hal-hal kecil yang membuat Alena merasa diistimewakan, namun selama ini Arka tak menunjukan gestur atau bahkan memberi kode jika Dia menyukai Alena.
Pada akhirnya, Alena bersyukur hubungannya dengan Alin kembali baik.
"Permisi," sapa seseorang.
"Iya." Alena menoleh, dan Ia terkejut ketika seseorang yang datang ke gudang adalah Arka.
"Mau minta barang," ucap Arka.
__ADS_1
Alena tak menjawab beberapa saat, Ia memperhatikan raut wajah Arka yang tampak ceria dan seperti tak merasa sedih karena hubungannya dengan Alin kandas.
"Oh, boleh. Mau ngambil apa?" tanya Alena.
"Mau ngambil benang," jawab Arka sembari tersenyum manis pada Alena.
Alena tak berani menatap Arka lebih lama, Ia mempersilahkan Arka untuk mengambil barang yang Ia butuhkan. Setelah mendapatkan apa yang di butuhkan, Arka segera menghampiri Alena untuk menunjukkan jumlah dan jenis barang yang di ambilnya.
"Aku catat dulu, ya!" seru Alena.
"Iya." Arka menjawab, tanpa Alena sadari sedari tadi Arka terus menatapnya.
"Ini surat jalannya," ucap Alena sembari memberikan selembar surat jalan barang pada Arka.
"Makasih. Aku permisi ya, selamat kerja Rindu."
Arka pun keluar dari gudang, sedangkan Alena Ia tengah di buat tercengang mendengar Arka yang memanggilnya dengan sebutan 'rindu'.
__ADS_1
"Rindu?" Alena memegang pipinya yang memanas, namun Ia segera menggelengkan kepala dan meminta kepada dirinya untuk tidak berharap apapun pada Arka.