
Seminggu setelah Alena dan keluarganya menemui kedua orang tua Arka, akhirnya Arka menghubungi Alena dan memberikan kepastian bahwa Arka dan keluarga besarnya akan menemui Alena di hati sabtu minggu depan.
Alena segera memberitahu hal itu pada Nenek juga Ibunya, Mereka pun mulai menyiapkan segala kebutuhannya.
Nenek Alena tampak terlihat sangat bersemangat, bahkan setelah mendapat kabar itu, Nenek Alena langsung membuat kue-kue yang akan Ia hidangkan saat keluarga Arka datang.
Selama satu minggu menunggu pun, Arka dan Alena sangat jarang bertemu. Hampir setiap hari, Arka harus bolak balik pulang ke rumahnya untuk keperluan lamaran.
Hari yang di tunggu-tunggu oleh Alena dan Arka pun tiba, hari ini Arka akan datang menemui keluarga Alena.
Ibu sambung dan keluarga Alena dari sang ayah tak dapat menghadiri acara lamaran karena sesuatu hal, namun Alena dapat memahami kesibukan keluarganya dan tak mempermasalahkan hal itu.
Pukul sepuluh pagi, Alena melihat keluarga Arka tiba.
Pintu rumah Alena terbuka lebar, sanak saudara dari sang Nenek pun hadir di rumah dan menyambut kedatangan Arka juga keluarganya.
Namun ada satu hal yang membuat Alena sedikit terheran yaitu, Arka datang bersama keluarganya yang semuanya laki-laki.
Sang Nenek mempersilahkan Arka dan keluarganya untuk masuk dan duduk di tempat yang telah di sediakan.
Seorang ustadz menjadi perwakilan keluarga Alena untuk memberi sambutan pada keluarga Arka, begitupula dengan Arka yang membawa juru bicara yang di tunjuk untuk menyampaikan niat Mereka.
__ADS_1
"Assalamu'allaikum warrahmatullohi wabarakatuh," salam dari pihak Alena.
"Wa'allaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh," jawab semua yang ada di sana.
"Puji syukur khadirat Allah SWT yang telah memberikan limpahan rahmat dan nikmat kepada kita semua.
Sehingga pada hari yang cerah ini kita bisa bertemu, berkumpul, dan bersilaturahmi dalam keadaan sehat wal’afiat.
Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW., kepada keluarga, para sahabat dan kepada kita selaku umatnya yang hingga saat ini masih istiqomah dalam mengamalkan risalahnya. Mudah-mudahan kita semua mendapatkan syafa’atnya di hari akhir kelak. Aamiin," lanjut Pak Ustadz.
"Pertama, Saya ucapkan selamat siang Bapak dan Ibu serta segenap keluarga yang kami hormati.
Pada kesempatan yang baik ini izinkan Saya atas nama keluarga Ibu Andini mengucapkan ahlan wa sahlan kepada keluarga Bapak Sunara selaku Ayah dari saudara Arka, Kami ucapkan selamat datang di gubuk kami.
"Kedua, terkait dengan permohonan untuk meminang atau melamar anak Kami Alena, Kami sebagai orang tua tidak bisa menjawab permohonan tersebut. Kami akan tanyakan langsung kepada anaknya apakah Dia berkenan menerima lamaran Ananda Arka. Mungkin Alenanya bisa di panggil dan ikut bergabung bersama Kita semua?" Tanya Pak Ustadz.
Ibu Alena pun memanggil putrinya yang sedari tadi menunggu di dalam kamar, Alena pun keluar dari kamar dan duduk di samping Ibu juga Neneknya.
"Nah, mungkin Ibunya bisa menanyakan langsung apakah Alena mau menerima lamaran dari Ananda Arka?"
Ibu Alena mengangguk, Ia pun menanyakan langsung pada Alena.
__ADS_1
Alena pun menjawab iya, dan mau menerima lamaran dari Arka.
"Alhamdulillah ternyata Alena berkenan menerima pinangan dari Ananda Arka, putra dari Bapak Sunara dan Ibu Yanti.
Selanjutnya, untuk menentukan hari, tanggal, dan waktu acara akad nikah dan resepsinya akan dibicarakan bersama-sama dengan kedua keluarga.
Ketiga, Saya atas nama keluarga besar Ibu Andini mengucapkan banyak terima kasih atas kedatangan keluarga besar Bapak-bapak sekalian.
Kami mohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya jika ada kata-kata, tindakan, sambutan, dan hidangan yang kurang berkenan di hati Bapak semua. Demikian yang dapat Kami sampaikan. Kurang dan lebihnya Saya atas nama pribadi mohon maaf yang seluas-luasnya. Dan mungkin selanjutnya bisa di lakukan prosesi tukar cincin," ucap Pak Ustadz.
Arka dan Alena pun di minta untuk saling berhadapan, dan Arka pun segera mengambil cincin yang di bawanya.
"Yuk ucapin dalam hati, Ku pinang Kau dengam bismillan!" Seru Pak Ustadz yang di susul gelak tawa dari tamu yang hadir.
Arka di minta untuk menyematkan cincin di jari manis Alena, Arka melakukan hal itu dengan rasa haru.
Setelah selesai saling menyematkan cincin, semua mengucap hamdallah.
"Alhamdulillah, proses khitbah telah selesai. Selanjutnya mungkin yang punya rumah boleh mempersilahkan tamunya untuk menikmati hidangan!" Seru Pak Ustadz.
"Oh, iya Pak Ustadz, dan semuanya. Silahkan di nikmati hidangannya, maaf kalau banyak kurangnya." Nenek Alena mempersilahkan keluarga Arka dan semua yang mengikuti acara untuk menikmati hidangan yang sudah di sediakan.
__ADS_1
Akhirnya, Arka meras lega karena acara lamarannya berjalan dengan lancar.
Kini status Alena dan Arka telah berubah dari berpacaran, menjadi bertunangan.