Assalamu'allaikum Jodoh!

Assalamu'allaikum Jodoh!
Wanti-Wanti


__ADS_3

Esok hari, Alena kembali datang ke tempat kerjanya. Ia mulai menikmati pekerjaan barunya, Alena juga sudah mulai mengenal semua teman-teman barunya.


Setiap harinya, selama satu minggu Alena bekerja di pabrik baru, Alena selalu menyempatkan untuk mengabari Arka.


Setiap pulang kerja, Alena juga menyempatkan untuk mampir ke tempat kerjanya yang dulu.


"Eh, iya. Besok ada acara makan-makan sama temen-temen, ngeramen deket pabrik kok. Boleh?" Tanya Alena.


"Emm, makan-makan dalam rangka apa?" Tanya Arka dengan perubahan raut wajahnya yang tiba-tiba.


"Emm, quality time aja sih. Gak lama kok, kan Aku bubar jam 4 setengah 5 Aku pulang deh. Kamu kan bubar jam 5, Aku nanti biasa mampir dulu. Gimana?" Tanya Alena lagi.


"Emm, terserah sih." Arka menjawab ambigu.


Alena mengerutkan keningnya, Ia merasa Arka tak setuju jika Ia pergi bersama teman-temannya.


"Kok terserah, gak boleh, ya?" Tebak Alena.


Arka memainkan jemarinya, Ia juga lebih banyak menunduk ketika berbicara dengan Alena.


"Engga, ya gimana Kamu we Aku mah." Arka kembali menjawab.


Alena terdiam, Ia paham apa yang tengah di pikirkan oleh Arka.


Sore itu Alena pun pulang, Ia juga telah membuat keputusan untuk acara besok bersama teman-temannya.

__ADS_1


***


Setelah pertemuannya dengan Arka tempo hari, semenjak itu Alena tak pernah ikut dalam acara apapun yang di adakan oleh teman-temannya di luar tempat kerja. Alena tahu jika Arka tak memperbolehkannya untuk banyak berkumpul dengan teman-teman barunya yang tak hanya perempuan saja, maka dari itu Alena tak pernah hadir setiap kali teman-temannya mengajaknya untuk ikut dalam setiap acara.


Selama bekerja di tempat baru, Alena hampir tak pernah ikut serta, kecuali acara yang di adakan di pabrik dan tidak melebihi jam pulang.


Hal itu berlangsung hingga selama Alena bekerja, satu tahun ini.


Alena sempat menanyakan alasan Arka selalu tak mengizinkannya untuk berkumpul dengan teman-temannya di luar jam kerja, yaitu Arka tak mau jika Alena berbaur apalagi dengan laki-laki. Arka pun melakukan hal yang sama terhadap dirinya sendiri, Ia hampir tak pernah ikut dalam acara yang bercampur dengan perempuan.


Arka juga tak pernah berbincang dengan teman lawan jenisnya di tempat bekerja, namun daya tarik Arka di mata para perempuan single memang tak bisa terbantahkan.


Seperti yang terjadi akhir-akhir ini, semenjak Alena keluar, banyak sekali karyawan perempuan baru.


Mereka bahkan ada yang di tempatkan di bagian yang berdekatan dengan mesin jahit Arka, salah satu karyawan baru itu juga tampaknya dibuat penasaran dengan sikap dingin Arka pada kebanyakan perempuan.


"Cup. Ayo dong kasih tahu Arka tuh sukanya apa, terus Dia tuh sukanya perempuan yang kaya gimana, terus..."


"Heh, Ratih. Nih Gua jawab! Si Arka sukanya sama cewe kalem, perhatian, manis, baik hati, kayak si Alena!" Seru Yusuf dengan sinis.


"Alena? Siapa tuh?" Tanya Ratih.


"Ya pacar si Arka atuh, ih Kamu mah." Yusuf menimpali.


"Pacar? Tapi Aku lihat sehari-hari Arka gak kelihatan ngobrol sama cewek, atau jalan sama pacarannya." Ratih menolak pernyataan Yusuf.

__ADS_1


"Ya kan si Alena udah gak kerja disini. Udahlah, Kamu cari yang lain aja jangan ke si Arka, mau caper gimanapun gak akan mempan!" Saran dari Yusuf.


Ratih tampaknya kesal, Ia masih tak percaya jika Arka sudah memiliki pacar.


"Pacarnya suka nyamperin kesini gak?" Tanya Ratih.


"Sukalah, pulang kerja si Alena suka mampir kesini. Nanti sore juga kayaknya kesini," ujar Yusuf.


Ratih terdiam, "ya udah nanti Aku mau tahu pacarnya yang mana," ujar Ratih.


Yusuf tak menggubris, Ia memilih kembali melanjutkan pekerjaannya.


Ratih keluar dari gudang, Ia hendak kembali ke tempatnya bekerja, namun saat keluar tak sengaja Ia berpapasan dengan Arka.


Ratih melempar senyum, Arka membalas namun tak menegur Ratih sama sekali.


Ratih bertambah kesal, Ia menghentakan kakinya ke lantai dan kembali melanjutkan pekerjaannya dengan perasaan jengkel.


Sementara di gudang, Yusuf menceritakan obrolannya dengan Ratih pada Arka.


Arka pun tampak tak menyangka bahwa akan ada perempuan yang diam-diam menyukainya, selama ini Arka sudah berusaha untuk tidak berinteraksi berlebihan dengan lawan jenis.


"Terus Dia ngomong apa lagi?" Tanya Arka.


"Iya katanya mau lihat si Alena nanti sore!" Seru Yusuf.

__ADS_1


Arka terdiam, Ia merogoh ponselnya dan tampak mengirim pesan pada Alena.


__ADS_2