Assalamu'allaikum Jodoh!

Assalamu'allaikum Jodoh!
Kejujuran Arka


__ADS_3

Setelah Arka mendengar pernyataan Alena tentang Alin, hal tak terduga Arka lakukan pada Alin.


Selain ktu, beberapa hari itu Alin tampak lebih banyak diam. Bahkan, tak pernah terdengar lagi Ia menceritakan Arka di depan Alena dan Nur.


Beberapa waktu lalu, Alena sempat melihat Alin tengah bercerita pada Nur dan raur wajah Alin tampak kecewa.


Alena merasa sikap Alin itu berhubungan dengan informasi yang Ia berikan pada Arka, Alena sempat merasa tak enak hati. Ia pun tak mengerti dan menyesal, seharusnya Ia tak memberitahukan apa yang di lakukan Alin di belakang Arka.


"Nur. Si Alin kenapa sih? Kok gak ikut gabung makan sama Kita?" Tanya Alena ketika melihat Alin yang lebih memilih makan di meja terpisah.


Nur terlihat gugup, namun pada akhirnya Ia pun memberitahukan hal apa yang di ucapkan Alin padanya.


"Gini, Len. Sebenarnya, Alin minta putus sama Arka." Nur menuturkan.

__ADS_1


"Hah? Alin minta putus ke Arka? Kenapa? Bukannya Dia kecintaan banget sama Arka?" Tanya Alena.


"Emm sebenernya, selama pacaran Arka tuh kayak yang gak cinta gitu sama Alin. Malah kalau lagi ngobrol sering nyebut sama ngomongin tentang..." Nur menghentikan kalimatnya.


"Tentang apa?" Tanya Alena.


"Maaf, Len. Sebenernya selama pacaran Arka tuh sering banget ngomongin Kamu ke Alin," lanjut Nur.


"Kok ngomongin Aku? Ngomongin apa?" Tanya Alena, Ia sempat mengira bahwa Arka memberitahukan kepada Alin perihal informasinya tempo hari.


"Iya segala macem, kayak ngomongin kelebihan Kamu. Gimana bedanya Kamu sama kebanyakan perempuan, pokoknya Alin menilai kalau Arka tuh suka sama Kamu." Nur menjelaskan.


Alena seakan tak habis pikir, mengapa Arka malah membicarakan wanita lain di depan pacarnya sendiri.

__ADS_1


"Suka, apa sih Nur? Gak mungkinlah, orang Kak Arka itu pernah bilang kalau sebenernya Dia gak mau pacaran sama temen kerja. Malahan nih, waktu pertama Kita kenal Dia ngakunya udah nikah, malah ngakunya udah punya anak dua. Aku juga sempet kaget kenapa tiba-tiba Arka pacaran sama Alin," ujar Alena.


"Ya tapi kenyataannya Arka selalu muji Kamu di depan Alin. Pernah waktu itu Alin nanya, mungkin Dia juga kesel. Ya wajarlah siapa sih yang gak kesel pacarnya sebut-sebut nama perempuan lain terus, Alin nanya ke Arka kenapa sampai sebegitunya muji Kamu. Terus Kamu mau tahu gak jawaban Arka apa?" Tanya Nur.


"Emm, apa emang?" Tanya Alena.


"Arka bilang, alasan Dia selalu muji Kamu karena emang di mata Dia Kamu itu istimewa! Reaksi Alin? Dia marah dong. Terus Alin lanjut nanya, kalau emang Arka ada rasa sama Kamu kenapa Dia nerima cintanya Alin? Terus yang bikin Aku gak nyangka itu karena, sebenarnya Arka itu menghindari perdebatan atau prasangka Topan sama Kakak sepupunya yang nuduh kalau Dia itu nikung!" Seru Nur.


Alena terkejut, "bentar. Maksudnya gimana?" Tanya Alena.


"Iya kata Arka semenjak Kamu sering ngobrol sama Arka, duduk di kursi samping meja Arka. Si Topan sama Kakak sepupunya itu suka nyindir-nyindir Arka. Pokoknya omongannya gak ngenakin aja, dan untuk meredam itu Arka mencoba buat ngalihin dengan cara pacaran sama Alin. Arka pikir dengan pacaran sama Alin, si Topan sama Kakaknya itu bakal berhenti nyindir Dia. Ternyata ngga, dan Arka bicara jujur sama Alin tentang semuanya. Alin kaget, marah, syok, kecewa, sedih, karena selama ini ternyata Arka gak ada rasa sama Alin." Nur bercerita panjang lebar, membuat Alena terdiam bahkan sempat menyangkal apa yang di ceritakan oleh Nur.


"Gak. Gak mungkin Arka punya rasa sama Aku? Selama ini Kita berkomunikasi sewajarnya," ucap Alena dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2