Assalamu'allaikum Jodoh!

Assalamu'allaikum Jodoh!
Kembali Bertemu


__ADS_3

Pagi hari, Alena sudah bersiap hendak pergi bekerja.


Saat itu, Alena tengah memakai kerudungnya. Ya, cara berpakaian Alena cukup sederhana. Ia selalu memakai celana panjang yang tak terlalu ketat, di padupadankan dengan baju lengan panjang yang pastinya panjangnya dapat menutup bagian belakang tubuhnya. Alena juga memakai jilban yang simple namun terlihat cukup rapih, Ia juga lebih senang memakai flat shoes atau sepatu sneakers.


Ketika hendak berpamitan, Alena mendapati ponselnya berbunyi. Alena segera mengangkat telepon yang ternyata dari Arka.


"Halo." Alena menyapa.


"Halo. Kamu kerja?" Tanya Arka di balik ponsel.


"Kerja. Kamu sendiri, kerja gak?" Tanya Alena.


"Kerja, ini lagi ngisi bensin dulu di pom. Nanti Kamu tungguin di perempatan jalan raya, ya. Jangan naik angkot, Kita berangkat ke pabriknya bareng!" Pinta Arka.


"Oh, ya udah kalau gitu. Aku naik ojeg dari rumah ke perempatan," sahut Alena.


"Iya. Maaf ya, gak jemput ke rumah, soalnya di pom antri, takutnya kesiangan!" Seru Arka.


"Iya, gak apa-apa. Ya udah Aku nungguin ojeg sekarang, ya!" Seru Alena.


"Iya, hati-hati!" Arka pun menutup panggilan teleponnya.


Alena segera memasukan ponselnya ke dalam tas, dan berpamitan pada sang nenek untuk berangkat bekerja saat itu juga.


Tak butuh waktu lama, ketika Alena sampai di ujung gang dan berada di jalan desa. Seorang tukang ojeg melintas, Alena pun segera menghentikannya.


"Mang, ojeg!" Panggil Alena.


Alena segera menyeberang jalan, dan naik ke atas motor.

__ADS_1


"Cipatik, Mang!" Pinta Alena.


"Siap, Neng." Mamang ojeg pun segera melajukan motornya menuju perempatan yang di beri nama Cipatik.


Hanya butuh waktu sepuluh menit untuk Alena sampai di perempatan jalan raya, Alena pun segera turun ketika Ia telah sampai di tempat dimana Ia akan menunggu Arka.


"Lima ribu, Mang." Alena menyodorkan uang selembar senilai 5 ribu rupiah pada Mamang ojeg.


"Iya, nuhun Neng." Mamang ojeg membelokan motornya, dan kembali melajukan kendaraannya.


Alena berdiri di depan sebuah toko klontong yang masih tutup, sesekali Ia pun memperhatikan setiap kendaraan yang melintas di depannya.


Alena sudah menunggu hampir lima belas menit, namun Arka tak kunjung datang.


"Hemm, lama deh." Alena bergumam.


Saat tengah menunggu, Alena memainkan ponselnya agar tak merasa bosan.


"Ezra." Alena bergumam.


"Hey." Ezra menyapa.


Alena tak berkutik, Ia mematung di tempatnya.


Sementara itu, Ezra tampak tersenyum dan raut wajahnya menyiratkan sebuah kerinduan pada Alena.


Saat tengah terdiam, tiba-tiba sebuah bunyi klakson membuat Alena menoleh.


"Arka," ucap Alena.

__ADS_1


Tanpa melirik kearah Ezra, Alena segera berjalan menghampiri Arka yang berada tepat di belakang motor Ezra.


Alena pun segera naik ke atas motor, dan Arka pun kembali melajukan motornya.


Ketika Alena melewatinya, Ezra hanya bisa terdiam dengan berbagai pertanyaan di benaknya.


***


Aku tlah tahu kita memang tak mungkin Tapi mengapa kita selalu bertemu


Aku tlah tahu hati ini harus menghindar Namun kenyataan ku tak bisa


Maafkan aku terlanjur mencinta


Senyuman itu Hanyalah menunda luka Yang tak pernah ku duga


Dan bila akhirnya kau harus dengannya Mengapa kau dekati aku


Kau membuat semuanya indah


Seolah takkan terpisah


Aku tlah tahu kita memang tak mungkin Tapi mengapa kita selalu bertemu


Aku tlah tahu hati ini harus menghindar Namun kenyataan ku tak bisa


Maafkan aku terlanjur mencinta


Bila memang hatimu untuk aku Salahkah ku berharap

__ADS_1


Berharap kau memilih diriku cinta


Tapi mengapa kita selalu bertemu Aku tlah tahu hati ini harus menghindar Namun kenyataan ku tak bisa Maafkan aku terlanjur mencinta.


__ADS_2