
Alena dan beberapa orang yang juga tengah akan melakukan interview di panggil untuk masuk ke ruang HRD, terlihat jelas raut wajah tegang dari semua pelamar.
Alena dna yang lainnya duduk di kursi yang tersedia, satu persatu mulai melakukan sesi wawancara.
Berbagai pertanyaan di lontarkan, dan jawaban setiap orangpun bervariasi.
Dan giliran Alena untuk melakukan sesi wawancara, Ia pun tampak bersiap dan menenangkan dirinya terlebih dulu.
"Alasan melamar kerja di perusahaan ini apa?" Tanya personalia pada Alena.
"Karena butuh pekerjaan, dan pengalaman." Alena menjawab.
"Kenapa perusahaan Kami yang Anda pilih?" Tanya Personalia lagi.
"Karena memang mungkin rezekinya di perusahaan ini," jawab Alena.
"Baik, pengalaman sebelumnya apa?" Tanya personalia lagi.
"Admin di gudang bahan baku dan accesoris." Alena kembali menjawab dengan singkat dan jelas.
"Baik. Sesi wawancara sudah cukup, semuanya beralih ke ruangan sebelah. Kita akan melakukan tes tulis!" Pinta personalia.
Semua menurut, dan beralih ke ruangan sebelah. Terdapat beberapa meja dan kursi, dan setiap orang menerima beberapa lembar soal untuk di isi.
"Waktu untuk menyelesaikan soal hanya lima belas menit, mulai dari sekarang!" Seru personalia.
__ADS_1
Alena dan pelamar lain langsung mengisi soal yang di berikan, semua tampak fokus dan berpacu dengan waktu.
Alena mengerjakan soal satu persatu dengan teliti, Ia tak ingin ada satu soal pun yang tak terisi olehnya.
Setelah waktu habis, semua di minta untuk berhenti mengisi soal.
"Berdiri tanpa menyentuh kertas soal, dan kembali ke ruangan sebelumnya!" Perintah berikutnya dari personalia.
Semua membubarkan diri, dan beralih ke ruangan sebelumnya.
"Kalian boleh keluar dulu, nanti akan Saya panggil pertiga orang!" Seru personalia.
Semua keluar dari ruangan HRD, dan kembali menunggu di pos satpam yang jaraknya tak jauh dari gedung khusus HRD.
Alena melihat sekelilingnya, para pelamar lain menyempatkan untuk memakan makanan yang Mereka bawa. Sementara Alena, Ia tak mempersiapkan hal itu, Alena hanya membawa sebotol air mineral dan Ia hanya meneguk air putih itu untuk mengisi perutnya.
Selang beberapa menit, tiga orang pertama keluar ruangan. Raut wajah ketiganya tampak kecewa, Mereka belum di terima kerja dan memutuskan untuk segera pulang. Alena merasa kasihan, namun Ia juga tak tahu bagaimana dengan nasibnya sendiri.
Tiga orang kedua masuk, Alena masih harus menunggu bersama dua orang yang belum di panggil.
"Kita kayaknya masuk terakhir," ucap salah satu pelamar.
"Iya. Gak apa-apa, setidaknya kalau gak keterima gak malu banget di liatin orang. Hehe," sahut pelamar lainnya.
"Kenapa pesimis gak akan keterima?" Tanya Alena.
__ADS_1
"Ya ini mah mikirin yang pahit-pahitnya dulu, Teh!" Seru pelamar tadi.
Tiga orang kedua keluar ruangan, dua orang tak di terima sementara satu orang kembali menunggu di pos satpam.
"Lulus?" Tanya Alena pada pelamar yang tak pulang.
"Alhamdulillah, Teh. Katanya nanti di panggil lagi," jawab pelamar yang lulus itu.
"Alhamdulillah, selamat Teh." Alena berucap. Kini gilirannya untuk masuk bersama dua orang lainnya, Alena berjalan dengan cepat dan masuk ke dalam ruangan.
"Iya, tiga orang terakhir. Tahu gak alasan kenapa Kalian di akhirkan?" Tanya Personalia itu.
Semua menggelengkan kepalanya, Mereka memang tak bisa mengira apapun saat itu.
"Ok, alasannya karena jawaban Kalian bertiga yang paling baik di antara semuanya. Dan otomatis Kalian di terima!" Seru personalia.
"Alhamdulillah," sahut semuanya.
"Kapan Kalian siap kerja?" Tanya personalia itu.
"Saya kapan pun siap, hari ini juga siap." Alena
"Kalau yang lainnya?" Tanya personalia.
"Siap kapanpun juga, Bu." Semuanya menyanggupi, dan akhirnya semua di minta untuk menunggu lagi di pos satpam.
__ADS_1
Alena keluar dengan sumringah, Ia bersyukur karena telah di terima bekerja di tempat baru. Alena segera memberi kabar pada Arka, dan memasukan lagi ponselnya tanpa menunggu balasan terlebih dulu.