Assalamu'allaikum Jodoh!

Assalamu'allaikum Jodoh!
Kali Pertama


__ADS_3

Setelah hubungan keduanya jelas, status keduanya di ketahui banyak karyawan. Berita itu sampai di telinga Topan, dimana Topan begitu tak menyangka dan seolah tak terima dengan hubungan Alena dan Arka.


Namun setelah berjalan beberapa hari, Topan melihat bagaimana perbedaan cara Arka memperlakukan Alena.


Dengan Arka, Topan melihat Alena yang lebih ceria. Hal itu membuat Topan semakin menyadari, memang Ia bukanlah apa yang di inginkan oleh Alena.


Sore itu, di hari sabtu. Ini adalah malam minggu pertama keduanya sebagai seorang sepasang kekasih, ketika itu Arka bermaksud untuk mengantarkan Alena pulang. Hari ith juga, jadwal dimana Arka pulang ke kampung halamannya. Ya, Arka pulang setiap dua minggu sekali setelah gajian.


"Malam minggu, Kamu suka kemana?" Tanya Arka sembari melajukan motornya dengan kecepatan sedang.


"Gak pernah kemana-mana," jawab Alena seadanya.


"Hemm, emang sama mantan yang dulu-dulu gak pernah malam mingguan?" Tanya Arka.


"Nggak. Mantan yang semasa sekolah, ketemunya kalau di sekolah. Mantan yang kemaren, sering ketemunya di tempat kerja. Malam minggu di rumah aja," ujar Alena.


"Oh, kalau semisal malam minggua. Kira-kira di kasih izin, gak?" Tanya Arka.


"Ya kalau izin dulu baik-baik, ngabarin, pulang gak larut malem. Di izinin, apalagi malam mingguannya di rumah Aku, haha." Alena menjawab dengan jawaban yang teramat jujur.


"Oh, kalau Aku pengen ngajak main sekarang, mau gak?" Tanya Arka.


"Emm, mau. Main kemana?" Tanya Alena.


"Kemana, ya? Kamu maunya kemana?" Tanya balik Arka.


"Kemana aja, Aku mah. Asal aman, terus pulangnya di anterin lagi." Alena menjawab.


"Ke ciwidey, gimana?" Tanya Arka.


"Ciwidey? Kemana?" Tanya Alena.


"Ke villa Kakak, Aku. Mau gak?" Tanya Arka.


Alena berpikir sejenak, ini kali pertamanya bepergian jauh dengan laki-laki yang statusnya pacar.


"Emang boleh, ya?" Tanya Alena.


"Kenapa, nggak. Jadi mau nih ke villa Kakak Aku?" Tanya Arka.


"Emm, mau." Alena menjawab, untuk pertama kalinya juga Ia berani datang ke rumah keluarga dari pacarnya.


"Ok, kalau gitu. Sekarang Kita OTW ke Ciwidey..."


Arka dan Alena begitu menikmati perjalanan Mereka, sepanjang perjalanan pun keduanya banyak bercerita tentang banyak hal.

__ADS_1


***


Sesampainya di Villa, Arka telah sampai di sebuah Villa kayu dimana sang Kakaklah yang menjadi penjaganya.


"Ini Villa siapa sebenernya?" Tanya Alena yang kini tengah duduk di teras Villa.


"Ini tuh Villa orang, tapi di jagain sama Kakak Aku. Udah lama, hampir 8 tahun." Arka menuturkan.


"Oh, gitu." Alena melihat sekitar area Villa, terdapat taman dan kolam ikan dimana terdapat gazebo di tengah-tengah kolam.


"Tunggu, bentar. Aku mau ke Kakak dulu!" Pinta Arka.


Alena mengangguk, Arka pun berjalan menemui sang kakak yang berada di rumahnya. Rumah kakak Arka berada di bagian belakang taman Villa, rumah itu di buat pemilik Villa untuk membuat kakak Arka nyaman dalam menjaga dan merawat Villa.


"Assalamu'allaikum, Teh." Arka menyapa sang kakak yang tengah bersantai.


"Wa'allaikumsalam, eh Ka. Kapan datang?" Tanya Teh Ani, kakak dari Arka.


"Barusan, Kak. Teh Ani gimana sehat?" Tanya Arka pada sang kakak yang pada saat itu tengah hamil besar.


"Alhamdulillah, Kak. Ini udah bulannya, makin engap." Teh Ani menjawab.


"Oh, bentar lagi lahiran dong, ya. Semoga lancar lahirannya!" Seru Arka.


"Aamiin. Hayu atuh sini, mau makan?" Tanya Teh Ani.


"Loh, sama siapa? Kenapa gak di bawa kesini?" Tanya Teh Ani.


"Lagi duduk di teras Villa. Aku kesini sama... Pacar," ujar Arka dengan malu-malu.


"Walah, Kamu kenapa gak bilang dari tadi. Ya udah yuk!" Teh Ani pun beranjak dari tempatnya, dan bermaksud untuk menemui Alena.


Sembari memakai sarung batik dan kaos pendek, Teh Ani berjalan menemui Alena.


"Ini Teh Ani pakai baju gini gak malu gitu ketemu pacar Kamu?" Tanya Teh Ani.


"Ya enggaklah, ngapain malu!" Seru Arka.


Alena pun tampak berdiri, ketika melihat Arka datang bersama sang kakak.


"Hey, Neng." Teh Ani menyapa.


Alena pun membalas dengan seyum, sembari mencium tangan Kakak Arka.


"Udah lama? Si Arka gak ngasih tahu kalau kesini sama pacarnya, malah ngobrol tadi di rumah. Siapa namanya?" Tanya Teh Ani.

__ADS_1


"Oh, Saya Alena, Teh." Alena memperkenalkan diri.


"Oh, iya. Panggil Teteh, Teh Ani aja! Hayu atuh di rumah, yuk! Disini dingin!" Pinta Teh Ani.


"Oh, iya. Nanti aja, Teh. Disini dulu," jawab Alena dengan sungkan.


"Oh, iya Teh. Ini tadi Arka beli makanan kesukaan Teteh," ujar Arka sembari memberi bungkusan berisi makanan kesukaan sang kakak, pisang molen mini.


"Eleuh, pisang molen. Favorit banget ini mah, sok atuh ambil piring Kita makan bareng!" Pinta Teh Ani pada Arka.


"Gak usah. Ini buat Teh Ani aja, Aku ada beli makanan juga kok." Arka menuturkan.


"Oh, gitu. Ya udah atuh makasih, ya. Gak mau di rumah aja?" Tanya Teh Ani.


"Disini aja, Teh. Tadi lihat Alvin takut ganggu," ujar Arka.


Alvin adalah anak dari sang kakak.


"Oh, ya udah atuh. Teteh ke rumah dulu, Kamu kalau mau minum ada tuh di kulkas. Ambil aja, jangan sungkan!" Pinta Teh Ani.


"Iya, Teh."


Teh Ani pun kembali ke rumahnya, Ia memang sudah harus lebih banyak beristirahat.


Setelah sang kakak kembali ke rumahnya, Alena pun kembali duduk bersama Arka.


"Kakak Kamu baik, ya." Alena berucap.


"Heem, Aku paling deket sama Teh Ani." Arka menuturkan.


Arka adalah anak ke empat dari 6 bersaudara, kakak Arka yang ketiga meninggal ketika usianya dua tahun.


"Sama Kakak yang lain gak akrab?" Tanya Alena.


"Kurang, sama Kakak pertama laki-laki jadi sebutuhnya aja. Teh Anu itu anak kedua, ada kakak yang ketiga tapi meninggal pas masih kecil. Adik pertana Aku perempuan, umurnya kira-kira 19 tahunan. Adik kedua sekarang masih sekolah kelas dua smp." Arka menjelaskan sekilas tentang keluarganya.


"Eh, Len. Foto bareng, yuk!" Ajak Arka.


"Hah? Foto? Emm, boleh." Ini adalah foto pertama Mereka, Arka begitu senang bisa mengajak dan mengenalkan Alena pada salah satu keluarganya. Selama ini, belum pernah ada wanita yang Ia bawa ke rumah apalagi di perkenalkan pada keluarganya. Bagi Arka, hal itu akan Ia lakukan ketika Ia merasa yakin dengan perempuan tersebut.


Alena dan Arka mengambil gambar, Arka bahkan langsung memposting foto keduanya di sosial medianya.


Tak berselang lama, seseorang mengomentari foto yang di unggah oleh Arka itu.


"Awas! Jangan di rusak!" Bunyi komentar di postingan Arka.

__ADS_1


Alena menoleh, menatap Arka dengan tanya.


Pasalnya yang mengomentari foto itu adalah seorang perempuan, dan Alena pun merasa heran mengapa perempuan itu berkomentar seperti itu.


__ADS_2