
Arka dan Alena tengah menikmati makanan yang Mereka pesan tadi, saat tengah menyantap makanan, ponsel Arka berbunyi.
"Siapa?" Tanya Alena ketika ada seseorang menghubungi Arka.
"Elin. Bentar ya, Aku angkat dulu!" Seru Arka.
Alena mengangguk, Arka pun mengangkat panggilan telepon dari Elin.
"Iya, kenapa Lin?" Tanya Arka.
"Aa, lagi dimana? Pengen cerita ih," ujar Elin di balik ponsel.
"Lagi di tempat makan sama Alena, mau cerita apa?" Tanya Arka yang harus menghentikan kegiatan makannya sejenak.
"Ini loh, si Teguh. Masa Dia putusin Aku," keluh Elin, yang ternyata menghubungi sang kakak hanya untuk sekadar curhat.
"Jadi Kamu telpon cuma mau curhat tentanh cowok? Nanti lagi atuh, Aa lagi makan ini!" Seru Arka.
"Tapikan, A..."
"Lin, nanti Aa telepon lagi. Aa mau makan dulu." Arka pun mematikan panggilan telepon dari Elin.
"Hah, cowok terus yang di urusin!" Gerutu Arka.
"Kenapa?" Tanya Alena.
"Biasa yang lagi patah hati!" Seru Arka sembari kembali melanjutkan makannya.
"Oh, kenapa di matiin? Padahal suruh cerita aja," ujar Alena.
"Nanti ajalah, lagi enak makan malah curhat." Arka menanggapi.
__ADS_1
Alena terdiam, Ia tak melanjuti pertanyaannya.
Saat tengah menikmati makanannya lagi, ponsel Arka kembali berbunyi. Kali ini, sebuah pesan masuk.
"Ada pesan tuh!" Seru Alena.
Arka menyempatkan membuka pesan, dan pengirimnya adalah Elin.
"Haduh, ganggu terus!" Seru Arka.
"Dari siapa?" Tanya Alena.
"Dari Elin. Sekarang gak curhat, tapi minta pulsa!" Jawab Arka dengan sedikit kesal.
"Ya udah Kamu makan lagi aja, biar Aku yang isiin pulsa buat Elin!" Pinta Alena.
"Hah, gak usah. Nanti aja sama Aku!" Seru Arka.
"Udah Aku isiin." Alena menuturkan.
Arka terdiam, Ia kembali di buat kagum pada Alena.
"Makasih, ya. Nanti Aku ganti," ujar Arka.
"Gak usah di ganti, apaan sih. Gak apa-apa juga cuma pulsa ini," tolak Alena.
Arka mengangguk, keduanya pun kembali menikmati makanan Mereka.
Selesai makan, Arka segera memanggil pelayan untuk membayar.
"Berapa, Teh?" Tanya Arka.
__ADS_1
"Ikannya di bakar, ya?" Tanya Pelayan itu.
"Iya."
"Totalnya jadi tujuh puluh lima ribu," ucap pelayan itu.
Arka terlihat mengambil dompet, begitupula dengan Alena.
"Ini." Alena menyodorkan selembar uang seratus ribu pada Arka.
"Aku yang ajak makan, jadi Aku yang bayar!" Arka menolak uang yang di sodorkan oleh Alena.
"Ini Teh. Pas, ya." Arka memberikan uang pas pada pelayan itu.
"Iya, terima kasih. Saya permisi," ucap pelayan itu.
"Jadi Kita kemana sekarang?" Tanya Arka.
Alena melirik jam yang melingkar di tangannya, "udah setengah enam sore, bentar lagi maghrib. Kita pulang aja kali ya, gak apa-apa, kan?" Tanya Alena.
"Gak apa-apa, ya udah Kita pulang sekarang!" Seru Arka. Keduanya pun beranjak dari tempat itu, dan berlanjut pulang.
Di perjalanan pulang, ponsel Alena berbunyi. Ia merogoh ponselnya di dalam tas, dan membuka pesan yang ternyata di kirim oleh Elin.
"Teh." Elin menyapa.
"Iya, Lin. Kenapa?" Balas Alena.
Alena kembali memasukan ponselnya, Ia merasa kesusahan untuk membalas pesan Elin saat tengah di atas motor.
Alena memutuskan untuk membalas pesan Elin ketika sampai di rumah, Alena juga belum memberitahu Arka bahwa Elin menghubunginya.
__ADS_1