
Nattan, Nayna, Ardy dan Dinda berjalan berdampingan dengan pasangan masing-masing, sambil bergandengan tangan mereka pun masuk ke dalam lokasi pesta.
Ardy dan Dinda yang berjalan di depan memperlihatkan undangan yang di bawanya, setelah sedikit perbincangan antara Ardy dan orang yang ada di pintu masuk acara, akhirnya mereka pun di persilahkan masuk.
"Wow... mewah banget ya mas pestanya...! (seru Nayna kepada Nattan yang di gandeng nya)
"Ya sayang, tuan William ini adalah salah satu pengusaha sukses di negara ini, keluarga nya merupakan orang terkaya nomor 3 di negara ini. (jelas Nattan)
"Oh...pantesan dia mengatakan pesta semewah ini ya mas, dan tamu undangan nya juga dari berbagai negara lagi. (ujar Nayna yang merasa sangat salut)
Nattan tiba-tiba menghentikan langkahnya, lalu menatap Nayna, Nayna yang kaget juga balik menatap Nattan yang menatap nya.
"Ada apa...? (tanya Nayna dengan penuh heran)
"Sayang...! jangan memuji laki-laki lain di depan mas, kalau sayang mau mas juga bisa membuat pesta semewah ini bahkan lebih. (ujar Nattan dan langsung memasang wajah cemberut)
Nayna tersenyum lalu menggelengkan kepalanya menatap heran ke Nattan.
"Mas...mas... gak usah konyol deh. (ujar Nayna dan berlalu pergi dan meninggalkan Nattan menyusul Dinda dan Ardy yang sudah duduk di salah satu tempat duduk yang di sediakan)
Nattan menatap punggung Nayna, lalu dengan cepat dia menyusul Nayna yang hampir sampai di salah satu meja di mana di sana sudah ada Ardy dan Dinda.
"Sayang mas serius loh...! (ucap Nattan saat sudah berhasil sampai di dekat Nayna)
"Udah lah mas gak usah cemburu-cemburu di situasi seperti ini. (ujar Nayna yang duduk di salah satu kursi yang ada di hadapan Dinda)
Ardy dan Dinda yang mendengar perkataan Nayna seketika langsung menoleh ke Nayna dan juga Nattan secara bergantian.
Lalu dengan menatap Nattan Ardy pun memberikan kode isyarat bertanya namun Tampa bersuara.
"Gak usah kepo. (celetuk Nattan lalu langsung duduk di kursi yang ada di samping Nayna)
"Pasangan yang aneh...! (seru Ardy lalu memalingkan pandangannya)
"Biarin yang penting sudah halal. (sindir Nattan yang juga memalingkan wajahnya)
Nayna dan Dinda menatap heran secara bergantian kenapa dua sahabat itu.
"Mereka berdua memang sangat unik ya nay, persis yang lo bilang kemarin. (bisik Dinda dengan suara yang cukup jelas untuk di dengar oleh Nattan maupun Ardy)
__ADS_1
"Ya begitulah Din (jawab Nayna)
Nayna dan Dinda pun langsung tertawa cekikikan, saat menyadari Nattan dan Ardy menatapnya Nayna maupun Dinda langsung berhenti tertawa. Dan mengembangkan senyumnya kepada pasangan masing-masing yang menatap nya.
"Tunggu saja mas akan balas sayang nanti. (bisik Nattan)
Nayna langsung terdiam membisu, dia berdigik ngeri dengan perkataan yang di bisikan oleh Nattan. Nayna sudah bisa menebak apa yang akan di lakukan Nattan kepada nya nanti.
"Habis lah saya. (kata hati Nayna)
Nattan yang melihat Nayna diam membeku langsung mengembangkan senyuman penuh kemenangan.
Ardy dan Dinda hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah aneh dari pasangan suami istri yang ada di hadapan mereka itu, Dan memilih tidak menghiraukan tingkah mereka lagi.
Mereka pun mulai menikmati acara pesta itu dan menikmati hidangan yang tersedia.
Di penghujung acara, semua pasangan di minta untuk maju ke depan untuk berdansa, Ardy dan Dinda sudah maju dan mulai berdansa mengikuti alunan musik bersama pasangan yang lainnya.
Nattan dan Nayna hanya diam di meja mereka, memperhatikan semua pasangan yang berdansa.
Pak Williem dan pasangannya berjalan menghampiri Nattan dan Nayna.
"Gak pak Williem, istri saya lagi hamil jadi kita di sini saja. (jawab Nattan)
"Oh begitu, ya sudah kalau begitu kami tinggal bergabung dengan yang lain dulu ya pak Nattan. (ujar Williem)
"Ya (jawab Nattan mempersilahkan)
Pak Williem dan pasangannya pergi dari sana, lalu Nattan melihat ke arah Nayna, dan seketika keduanya pun saling tatap, Lalu saling tersenyum. Nattan mengambil ketua tangan Nayna menciumnya dan menggenggam nya tanpa mau melepaskan nya lagi.
Tidak lama acara pun usai
Nattan dan yang lainnya berpamitan pulang kepada pak Williem dan juga semua anggota keluarganya. Walaupun sedikit ada perbincangan di antara Nattan dan pak Williem serta papanya, tetapi itu tidak lama. Dan akhirnya mereka pun pulang.
Setelah sampai di hotel tempat mereka menginap mereka pun langsung masuk ke dalam kamar masing-masing.
Nayna masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu, sedangkan Nattan dia duduk di sofa yang ada di dalam kamar sambil berbicara dengan seseorang dari ponselnya, karena saat masuk ke kamar tadi ponselnya berdering dan langsung di angkat oleh Nattan.
Tidak butuh waktu lama Nayna pun selesai membersihkan diri di kamar mandi, Nayna juga sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian tidurnya yang longgar, sehingga perutnya yang sudah mulai membuncit tidak begitu terlihat.
__ADS_1
Nayna duduk di meja rias, mengoleskan skincare yang biasa dia gunakan di wajahnya.
Dari pantulan kaca cermin yang ada di meja rias terlihat Nattan berjalan mendekati nya, Nayna seketika terdiam membeku, jantung nya seketika berdetak dengan sangat kencang.
Perkataan yang di bisikan Nattan saat di tempat pesta tadi seketika terngiang di telinga Nayna.
Nattan berdiri di belakang Nayna, menatap Nayna dari pantulan kaca cermin, dan Nayna juga menatap Nattan. Nattan maju satu langkah, lalu mengecup puncak kepala Nayna yang tidak tertutup oleh jilbab itu.
"Mas bersih-bersih dulu ya sayang, sayang istirahat aja dulu. (ujar Nattan)
"Ya mas (jawab Nayna dengan suara yang sedikit bergetar karena jantungnya berdetak kencang sambil menganggukkan kepalanya dan mengedipkan matanya)
Nattan pun pergi dari sana, berjalan dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Nayna mengangkat tangannya, merasakan detak jantungnya yang berdetak dengan kencang.
"Wah kenapa ini...! kenapa tiba-tiba jantung ini berdetak dengan sangat kencang, tidak biasanya...! Ah... ini semua gara-gara mas Nattan, masak ngancam nay seperti itu, kan nay jadi takut. (ujar Nayna pada dirinya sendiri)
Nayna menarik nafas dalam lalu membuangnya secara berlahan, Nayna berusaha untuk menenangkan diri nya, dan berpikiran positif.
Setelah dirinya lebih tenang, Nayna pun berjalan ke tempat tidur, lalu naik di sana dan duduk sambil menyandarkan tubuhnya.
Nayna meraih ponselnya yang tidak jauh dari sana, lalu mulai membukanya. Melihat sosial media miliknya, dan mengirimkan chat kepada mami Jihan untuk memberi tahu kondisinya saat ini, sesuai permintaan dari mami Jihan saat mengizinkannya untuk ikut dengan Nattan.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....
...🤗🤗🤗...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....
...Terima kasih 🙏...
...😘😘😘...
__ADS_1