Bahagia Bersama Mu

Bahagia Bersama Mu
(Part 2) 23 Tamu yang Tidak di Harapkan


__ADS_3

Matahari bersinar cerah pada siang hari ini. Langit terlihat biru bersih tanpa gumpalan awan. Rasa panas dari sinar matahari terasa perih di kulit.


Nayna bersama kedua sahabatnya Dinda dan Dita baru saja sampai di kantin, mereka berjalan menuju bangku yang kosong lalu duduk di sana setelah menemukan posisi bangku yang sesuai.


"Ayo pada mau pesan apa...? kali ini biar gue yang pesankan.


Ujar Dita yang masih berdiri, melihat ke kedua sahabatnya yang sudah duduk secara bergantian.


"Karena cuaca hari ini sangat panas gue pesan yang dingin-dingin aja dit, Jus jeruk dingin untuk makanannya seperti biasa saja.


"Yakin lo mau minum itu Din...? bukanya lo lagi kurang fit, kok malah mau yang dingin-dingin.


Sangkal Nayna menatap Dinda yang ada di sampingnya.


"Kalau gue gak minum dingin-dingin di cuaca panas seperti ini gak akan nendang nay, kalau untuk sakit nanti tinggal minum obat, yang penting hari ini gue mau minum yang dingin-dingin.


"Udah lah nay gak usah kasih nasehat sama anak ini, itu percuma saja. Udah biarin aja dia. Nanti kalau dia semakin sakit kita berdua gak usah menghiraukan dia. (Kata Dita)


"Lo sendiri mau pesan apa nay...? Apa mau seperti biasa aja. (Sambungan Dita lagi)


"Ya dit, seperti biasa saja.


Dita pun pergi dari sana untuk memesan makanan untuk mereka. Tidak lama Dita pun kembali lalu duduk di hadapan Nayna.


Kembali ke rumah (dream house)


Bik Minah masih berdiri di depan pintu utama rumah di mana di sana ada seorang tamu yang tidak di sangka-sangka datang ke rumah itu.


"Maaf non Mega, ada perlu apa non ke sini...?


"Saya mau bertamu lah bik, emang mau apa lagi...! Aneh bibik ini.


Bik Minah menatap Mega dari pucuk kepala hingga ujung kaki nya, lalu menoleh ke koper besar yang ada di sampingnya.


"Bertamu katanya, bertamu kok bawa-bawa koper besar seperti itu. Ah... saya kok merasakan firasat yang tidak enak ya. (kata hati bik Minah)


"Maaf non, tapi yang punya rumah lagi tidak ada di rumah saat ini non.


"Saya tau kok bik, makanya saya datang sekarang. Ya Seperti biasa bik saya akan menunggu dia pulang. Udah bibik gak usah banyak bicara, tolong bawakan koper saya masuk.


Ujar Mega lalu masuk ke dalam rumah begitu saja tanpa menghiraukan bik Minah yang ada di dekatnya.

__ADS_1


"Non...non... Mega


Ujar bik Minah yang berusaha mencegah Mega masuk ke dalam rumah, namun usaha bik Minah itu gagal karena Mega terus saja berjalan dan duduk di sofa ruang tamu.


"Oh ya bik tolong sekalian masukan koper saya di kamar Nattan ya seperti biasa.


Bik Minah memelototkan matanya, dia tampak sangat kesal dengan perempuan ini sok dan memerintah dia seenaknya saja.


"Enak saja perempuan ini meminta saya memasukkan koper nya ke kamar den Nattan, apa dia gak tau apa den Nattan sudah punya istri. (suara hati bik Minah)


"Bik...kenapa malah bengong saja sih di situ, apa bibik gak dengar apa yang saya katakan barusan.


"Maaf non Mega bibik gak bisa. Menurut bibik lebih baik non pergi saja dari sini sebelum yang punya rumah pulang. Den Nattan yang sekarang tidak sama seperti den Nattan yang dulu non.


"Oh jadi bibik ngusir saya, udah berani ya bibik sekarang. Udah kalau bibik gak mau bawakan koper saya, ya udah biar saja saya bisa sendiri kok.


Mega pun langsung berlari dari duduknya, berjalan dengan cepat, lalu mengambil dengan kasar kopernya yang tengah di pegang oleh bik Minah.


"Bibik akan menerima balasan atas apa yang bibik lakukan sama saya saat ini, bibik tunggu saja.


Ancam Mega, dan berlalu pergi dari hadapan bik Minah lalu menyeret kopernya masuk kembali ke dalam rumah dan duduk kembali di sofa ruang tamu.


Bik Minah pergi dari sana tanpa menghiraukan si Mega itu lagi, bik Minah masuk ke dapur sambil terus mengomel kesal dengan kedatangan atau kemunculan Mega.


Tanpa berpikir panjang lagi bik Minah pun langsung mengambil ponsel nya, mencari no kontak Nattan di sana, lalu menghubunginya.


Panggilannya terhubung, namun tidak kunjung di angkat oleh Nattan.


"Ayo den angkat....!


Panggilan terputus karena tidak kunjung di angkat oleh Nattan, bik Minah pun kembali mencoba menghubungi nya, dan hasilnya masih sama Nattan tidak mengangkat telepon nya.


Sudah beberapa kali bik Minah mencoba menghubungi Nattan namun hasilnya tetap sama, Nattan tidak menjawab telepon nya.


Karena tidak bisa juga menghubungi Nattan bik Minah pun tampak berpikir keras, dia semakin gelisah apa lagi saat melihat jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul 1 siang, dan bik Minah yakni pasti saat ini Nayna sedang ada di jalan pulang karena hari ini Nayna pulang cepat dari kampus dan akan di antar Dita atau Dinda seperti biasanya.


"Ah iya, den Ardy...! kenapa gak kepikiran dari tadi ya. Aduh Minah... Minah... lelet banget sih kamu mikirnya. (ujar bik Minah pada dirinya sendiri)


Dengan cepat bik Minah menghubungi Ardy, dan tidak butuh waktu lama Ardy pun mengangkat telepon nya, tanpa basa-basi bik Minah langsung menjelaskan tujuannya menelpon, bik Minah mengatakan semua kepada Ardy termasuk kekhawatiran nya dengan kedatangan Mega, apa lagi kalau sampai bertemu dengan Nayna.


Ardy pun mengerti semua nya, setelah memutuskan panggilan nya dengan bik Minah Ardy pun kembali masuk ke dalam ruangan meeting, dan segera menghampiri Nattan yang saat ini tengah memimpin meeting.

__ADS_1


Ardy membisikan kepada Nattan tentang apa yang di sampaikan oleh bik Minah kepada nya tadi.


"Apa... perempuan itu....!


kata Nattan dengan ekspresi kagetnya dan langsung berdiri dari duduknya.


Semua orang yang ada di ruangan itu seketika langsung menoleh ke arah Nattan, semua mata tertuju kepadanya.


"Baiklah, Karena saya ada sedikit urusan jadi meeting kita tunda.


ujar Nattan lalu langsung pergi dari sana, keluar dari ruangan meeting itu meninggalkan semua yang masih terbengong-bengong.


Nattan tampak berjalan dengan tergesa-gesa, di dampingi oleh Ardy.


"Oh iya Ardy, tolong Lo pastikan Nayna sekarang lagi ada di mana...! kalau dia sudah di jalan pulang, Lo usahakan bagaimana caranya supaya dia tidak sampai di rumah duluan. Saya gak mau perempuan itu sampai bertemu dengan Nayna. Akan bertambah runyam urusan nya kalau mereka berdua sampai bertemu.


"Baik Nat.


Masih sambil berjalan di samping Nattan, Ardy pun mengambil ponselnya menghubungi orang nya memastikan keberadaan Nayna saat ini.


"Gawat Nattan, ternyata Nayna baru saja memasuki gerbang dream house, dia di antar oleh supir nya Dinda dan Dinda.


"Sial...


Gumam Nattan kesal, udah ayo cepat.


Nattan dan Ardy semakin bergegas menuju parkiran mobil, dan tanpa ba-bi-bu mobil yang di Kendari oleh Ardy itu langsung melaju meninggalkan perusahaan.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....


...Terima kasih 🙏...

__ADS_1


...😘😘😘...


__ADS_2