Bahagia Bersama Mu

Bahagia Bersama Mu
(Part 2) 21 Khawatir


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 16.00 wib sore saat ini, namun Nayna belum juga turun dan keluar dari kamarnya. Beberapa jam yang lalu bik Minah hanya di minta tolong untuk mengantarkan susu sama potongan buah oleh Nayna ke kamar nya, namun untuk makan siang Nayna masih menolaknya dengan alasan masih kenyang.


Nayna tampak sibuk dengan buku-buku yang ada di atas meja belajarnya saat bik Minah mengantarkan apa yang dia minta tadi.


Bik Minah sudah berusaha membujuknya untuk makan siang walaupun sedikit namun masih di tolak oleh Nayna dengan alasan masih kenyang. Dan dia hanya mau minum susu serta ngemil buah kesukaannya.


Walaupun khawatir tapi bik Minah hanya bisa menuruti apa yang di katakan oleh majikannya itu.


Bik Minah sudah berada di lantai satu rumah saat ini, dia sengaja duduk di ruang keluarga sambil menunggu kalau kalau Nayna memanggilnya atau turun dari lantai 2 dan meminta makan.


Bik Minah menghidupkan televisi, dan menonton siaran acak yang di ambilnya.


Walaupun tatapan nya tertuju kepada layar televisi saat ini namun pikiran bik Minah masih tertuju kepada majikan perempuannya, bik Minah masih khawatir terhadap Nayna. Seperti seorang ibu yang tengah mengkhawatirkan anaknya yang biasanya ceria tiba-tiba menjadi pendiam dan murung.


Setengah jam sudah bik Minah duduk di ruang keluarga itu, dan samar-samar bik Minah mendengar seseorang yang mengucapkan salam masuk ke dalam rumah dan di yakini itu adalah Nattan.


"Aden... (ujar bik Minah sambil dengan cepat bangkit dari duduknya dan sedikit berlari pergi menghampiri Nattan yang sudah ada di ruang tamu saat ini)


"Bibik kenapa bibik lari-lari begitu, saya itu sudah masuk bik, kan pintu nya gak di kunci (ujar Nattan saat bik Minah sudah berada di dekat nya)


"Maaf den, maaf, bibik bukannya mau bukakan pintu untuk Aden tapi bibik mau bicara sebentar sama Aden. (ujar bik Minah dengan nada suara yang ngos-ngosan)


"Bicara bik, bicara apa...? Oh ya tadi kenapa bibik menghubungi saya...? maaf bik tadi saya lagi rapat ponsel saya ketinggalan di ruangan saya jadi gak tahu bibik menghubungi saya.


"Ya karena itu bibik mau bicara sama Aden, ini tentang non Nayna den....!


"Nayna, emang Nayna kenapa bik...? Apa nay baik-baik saja, oh ya dimana dia bik...? (tanya Nattan dengan ekspresi wajah yang khawatir)


"Alhamdulillah non Nayna baik-baik saja den, sekarang dia ada di atas di kamarnya. (ujar bik Minah)


"Syukur lah. Terus apa yang mau bibik bicara tentang Nayna kepada saya...? (tanya Nattan dan kali ini wajahnya sudah terlihat sedikit lebih tenang)


"Begini den.... (bik Minah pun menceritakan segalanya kepada Nattan termasuk kekhawatiran nya)


"Oh pantas dia gak ngasih tahu saya bik kalau dia pulang lebih cepat hari ini, tadi saya ke kampus untuk menjemputnya tapi setelah setelah jam saya tunggu dia belum juga keluar, dan saya pun bertanya sama scurity di sana lalu dia mengatakan kalau nay sudah pulang dari tadi di antar sahabat nya. Saya rasa mungkin dia lagi marah sama saya bik. (jelas Nattan)

__ADS_1


"Terus apa yang harus kita lakukan den...? bibik khawatir bangat sama non Nayna, apa lagi dia juga belum makan dari tadi. (ujar bik Minah lagi)


"Jadi dia belum makan bik...?


"Iya den, cuma beberapa jam yang lalu bik sudah mengantarkan susu sama potongan buah untuknya, itu semua non Nayna yang minta, bibik sudah menawarkan untuk dia makan siang dan bibik akan antarkan ke atas tapi non Nayna menolak dia bilang dia masih kenyang.


"Baiklah bik, ya udah gak apa-apa. Bibik gak usah khawatir lagi, biar saya yang bujuk Nayna untuk makan. Tolong siapkan saja ya bik makan untuk nya. Kalau begitu saya naik dulu. (ujar Nattan dengan tenang)


"Baiklah den akan bibik siapkan. Tapi bibik mohon jangan marah sama non Nayna ya den kasihan dia kan lagi hamil. tolong jaga amarah Aden. (ujar cemas bik Minah)


"Siap bik, bibik gak usah khawatir. Baiklah saya naik dulu ya. (kata Nattan lagi)


Bik Minah pun menganggukkan kepalanya, lalu Nattan pergi dari sana, dan sedikit berlari untuk menaiki tangga untuk menuju lantai 2 rumah menuju kamar nya.


Bik Minah masih menatap ke arah Nattan hingga Nattan tidak terlihat, setelah itu barulah bik Minah pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk Nayna dan juga Nattan, kedua majikannya.


Di atas


Nattan membuka pintu kamar yang tidak di kunci, Nattan mengucapkan salam sambil melangkah masuk ke dalam kamar itu.


"Wa'alaikumsalam jawab Nayna yang saat ini masih berada di meja belajar yang ada di salah satu ruangan dekat balkon yang ada di kamar mewah itu.


"Ini mas lagi ngerjain tugas. (jawab Nayna yang langsung berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Nattan)


Nayna dan Nattan saling berhadapan saat ini, dan seperti biasa Nayna mengambil jas yang di pegang Nattan, tas laptop yang di pegangnya serta membukakan dasinya.


"Udah mas pergi bersih-bersih dulu sana, biar yang letaknya ini semua. (ujar Nayna setelah selesai membuka dasi yang di gunakan oleh Nattan)


"Baiklah sayang tapi sebentar ada sesuatu yang ingin mas tanyakan kepada sayang. (kata Nattan mencegah Nayna pergi sambil memegang kedua pundaknya)


"Tanya apa mas...? (balik tanya Nayna)


"Ayo kita duduk dulu. Yang ini biar tinggal di sini dulu. (ujar Nattan lalu mengambil semua apa yang ada di tangan Nayna dan meletakkannya di atas meja belajar Nayna)


Nattan menggandeng tangan Nayna menuju tempat tidur, lalu membantunya untuk duduk di pinggir tempat tidur itu, dan Nattan pun duduk di sana tepat di samping Nayna. Keduanya saling tatap saat ini, setelah Nattan memutarkan sedikit tubuh Nayna untuk menghadap kepadanya.

__ADS_1


"Kenapa mas menatap nay seperti itu...? (tanya Nayna saat melihat tatapan mata Nattan yang tidak biasa kepada nya)


"Apa sayang lagi marah sama mas...? (tanya Nattan to the point)


Nayna diam, dia tampak kaget dengan pertanyaan Nattan yang tiba-tiba begitu. Nayna tidak kuasa menjawabnya, pandangannya pun langsung tertunduk.


"Sayang...(panggil Nattan dengan lembut sambil kembali mendongakkan kepala Nayna untuk kembali menatapnya)


"Mas tahu, pasti sayang itu lagi marah sama mas. Ya kan...! (tebak Nattan saat Nayna sudah kembali menatap kepada nya)


Nayna tidak menjawab, dia hanya menggelengkan kepalanya.


"Gak usah bohong.... Dari sorotan mata sayang itu saja mas tahu sayang itu lagi berbohong. Dan Mas yakni pasti sayang itu lagi marah sama mas, Ya kan...?


Nayna kembali diam seribu bahasa, namun matanya sudah mulai tergenang oleh air mata dan pastinya sebentar lagi akan tumpah membasahi pipi mulusnya.


"Sayang...! kok malah nangis sih...? maafkan mas ya mas gak bermaksud untuk buat sayang itu menangis. Jangan nangis dong sayang. Kalau sayang ada masalah coba cerita kepada mas jangan diam begini. (ujar Nattan sambil menghapus air mata Nayna sudah mengalir membasahi pipinya)


Nayna masih saja diam, malah sekarang suara tangisnya pun sudah terdengar dan mulai terisak menyesak di hati.


Nattan langsung memeluk tubuh istri nya, dia mulai menenangkan Nayna yang menangis.


"Baik, menangis lah sampai hati sayang itu merasa lebih lega. Sayang tenang saja mas ada di sini untuk sayang. Menangis lah sayang....(ujar Nattan sambil mengelus lembut punggung Nayna)


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....

__ADS_1


...Terima kasih 🙏...


...😘😘😘...


__ADS_2