
Nayna secara berlahan menuruni anak tangga, bik Minah yang melihat nya langsung bergegas menghampiri.
"Non, non Nayna mau ke depan...?
Tanya bik Minah saat sudah berada di dekat Nayna.
"Iya bik, Oh ya minum nya udah bibik antarkan...?
"Ya non udah.
"Baiklah, terima kasih ya bik. Kalau begitu saya ke depan dulu ya bik, kasihan tamunya menunggu lama.
"Ya non
Nayna baru saja hendak melangkah, namun langkah nya kembali terhenti dan berbalik menatap bik Minah.
"Oh ya bik, tolong hubungi mas Nattan minta dia segera pulang, bilang saja ada tamu untuk nya.
"Udah kok non, udah bibik hubungi sejak tadi. Palingan bentar lagi mereka datang.
"Bagus lah kalau begitu, ya sudah kalau begitu nay ke depan dulu ya bik.
Bik Minah diam, dia sebenarnya ingin mencegah Nayna untuk pergi ke depan namun bik Minah sudah tidak tahu lagi harus menggunakan cara apa dan alasan apa lagi.
"Maaf ya menunggu lama. Oh ya silahkan di minum airnya.
Ujar Nayna saat sudah berada di ruang tamu dan duduk di salah satu sofa tepat di hadapan perempuan itu.
"Ya terima kasih
Mega pun mengangkat kepalanya, memperlihatkan wajahnya. Lalu mengambil air dan meminumnya dengan gerakan cantik dan centil.
Nayna tampak kaget saat melihat wajah perempuan itu, wajah nya terlihat familiar dalam ingatan nya. Dan gambaran apa yang di lihat nya saat berada di ruang istirahat yang ada di ruang kantor Nattan pun seketika terputar di ingatannya.
Foto mesra Nattan bersama perempuan yang ada di hadapannya saat ini itu lah yang di lihat nya saat itu. Rasa cemburu pun kembali melanda hatinya.
Rasa cemburu, kesal dan lainnya bercampur aduk saat ini di hati Nayna, walaupun begitu namun Nayna masih berusaha untuk bersikap tenang dan biasa saja seolah-olah dia tidak tahu akan perempuan itu. Apalagi saat ini Nayna berada di hadapan perempuan itu.
Nayna tidak bermain dengan perasaannya saat ini, Nayna tampak mengesampingkan apa yang dia rasakan saat ini, karena Nayna ingin tahu apa sebenarnya hubungan suaminya dengan perempuan ini, perempuan yang di katakan bik Minah teman lama suaminya.
"Ngomong-ngomong mbak dari mana...? kok bawa-bawa koper besar seperti ini...?
Tanya Nayna setelah Mega meletakkan kembali gelas air yang dia minum ke atas meja yang ada di hadapannya.
"Saya baru saja pulang dari ing*** , dan saya kesini mau bertemu....
"Mas Nattan (potong Nayna dengan cepat)
"Ya mas Nattan
__ADS_1
"Bik Minah sudah menghubungi mas Nattan, mbak tunggu saja ya mungkin sebentar lagi dia pulang. Sementara Mbak menunggu mas Nattan gak apa-apa kan kalau saya temani mbak dari sini...!
Mega tidak menjawab dia hanya menatap dengan tajam ke arah Nayna, melihat keseluruhan penampilan Nayna dan juga raut wajah Nayna yang terlihat santai saja.
"Nah, itu sepertinya mas Nattan pulang.
Ujar Nayna saat mendengar ada suara mobil.
"Sebentar ya mbak saya tinggal dulu
Kata Nayna lagi lalu berdiri dari duduknya dan berjalan menuju pintu utama rumah.
"Mas...
Panggil Nayna saat melihat Nattan yang baru saja keluar dari mobil bersama Ardy.
Nattan dan Ardy pun seketika menoleh ke sumber suara.
"Sayang.... Assalamualaikum....
Ucap Nattan sambil berjalan mendekati Nayna yang berdiri di depan pintu.
"Wa'alaikumsalam....
Jawab Nayna sambil meraih tangan Nattan dan mencium nya. Dan Nattan pun mencium kening Nayna dan sedikit memeluknya.
Walaupun Nattan sedikit kaget dengan sikap Nayna kali ini namun Nattan terlihat sangat bahagia, Nattan sangat merindukan sikap istrinya yang seperti ini, seperti sebelum-sebelumnya, karena sudah beberapa hari ini sikap Nayna terhadap nya berubah jadi dingin terhadap nya, tidak mau bicara dan di sentuh oleh nya.
"Udah mas lepas, itu di dalam ada tamu untuk mas. Sana temui dulu tamu nya.
ujar Nayna sambil melepaskan pelukan tangan.
"Ayo mas Ardy masuk. (ujar Nayna lagi)
Ardy yang tadi nya tengah melamun langsung tersentak.
"Ya Nay
Ucap Ardy, lalu berjalan mendekati Nattan.
Nayna sudah melangkah masuk ke dalam rumah, sambil membawa tas yang di pegang oleh Nattan yang di ambil nya dari tangan Nattan.
Ardy dan Nattan saling tatap, dari tatapan mata Ardy ke Nattan seolah-olah sedang meminta jawaban dari Nattan tentang apa yang baru saja dia lihat.
Nattan dan Ardy memang sangat unik, karena kedekatan mereka berdua sudah sangat lama, jadi keduanya bisa membaca pikiran satu sama lain hanya dengan sorot mata atau pun gerak tubuh saja.
Sama seperti sekarang ini, Ardy sedang meminta jawaban dari Nattan tentang sikap Nayna kepada, karena Ardy melihat sikap Nayna biasa-biasa saja tidak seperti sikap seseorang yang tengah marahan seperti yang di cerita orang Nattan kepada nya beberapa hari di kantor.
Nattan yang juga merasa bingung dengan perubahan sikap Nayna, hanya bisa mengangkat kedua bahunya untuk jawaban dari pertanyaan dari sorotan mata Ardy kepada nya.
__ADS_1
Ardy pun menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal, karena merasa bingung saat ini. Mau percaya dengan apa yang dia lihat atau mau percaya dengan cerita Nattan beberapa hari ini.
"Mas Nattan mas Ardy, Kok malah pada bengong sih. temui tuh tamu nya, kasihan dia sudah lama menunggu.
Ujar Nayna saat berbalik badan dan melihat Nattan dan Ardy tidak ada pergerakan sama sekali.
"I iya sayang
Jawab Nattan
Nattan mengembangkan senyumnya menatap Nayna, dan Nayna pun membalas nya dengan tersenyum, namun anehnya senyum Nayna itu sangat lah singkat. Nayna tersenyum lalu tiba-tiba langsung cemberut dan menatap tajam seperti isyarat kemarahan.
Nayna kembali berbalik badan dan kembali melanjutkan jalan nya, menuju tangga untuk naik ke lantai dua.
Nattan meneguk ludah nya, dengan jantung yang berdegup kencang.
"Ini benar-benar gawat... (kata hati Nattan)
"Gawat Dy, sepertinya Nayna masih marah dan amarah itu semakin memuncak. (ujar Nattan dengan suara pelan)
"Maksud kamu apa Nat...? (ternyata Ardy kaget, dan tidak memelankan suaranya sedikit pun)
Nattan dengan cepat menutup mulut Ardy.
"Perankan suara lo Dy....!
"Iya iya maaf, abis gue kaget pas kamu bilang seperti itu.
"Sudah lah,kita bahas itu nanti saja. sekarang kita urus dulu perempuan ular itu.
Ujar Nattan dan di iya kan oleh Ardy dengan menganggukkan kepalanya.
Ardy dan Nattan pun melangkah dan masuk ke dalam rumah.
Tatapan Nattan tertuju pada Nayna yang saat ini sudah mulai menaiki tangga satu persatu dengan berlahan.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....
...🤗🤗🤗...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....
...Terima kasih 🙏...
__ADS_1
...😘😘😘...