
Nayna dan Nattan duduk di sofa yang ada di dalam kamar mereka, sambil menikmati apa yang di siapkan oleh bik Minah.
Sambil menghisap kopi nya, Nattan tampak sibuk dengan laptop yang ada di hadapannya, gak di kantor di rumah Nattan selalu bekerja, apalagi akhir-akhir ini Nattan terlihat sibuk, karena dia ingin mengambangkan lagi perusahaannya.
Nayna yang ada di samping Nattan, juga sibuk dengan ponsel yang ada ditangannya, sambil menikmati potong buah cemilan sore nya itu, serta menghabiskan susu hamil yang di buatkan oleh bik Minah.
Masih sambil bermain ponselnya, tidak terasa potong buah yang ada di hadapannya sudah habis dia makan.
"Loh kok habis (ujar Nayna, yang baru saja menyadari kalau potongan buah itu sudah habis dia makan)
Nattan yang mendengar pun seketika menoleh ke arah Nayna, lalu melihat ke arah tatapan mata Nayna.
"Mau tambah lagi...? (tanya Nattan kepada Nayna)
Nayna menganggukkan kepalanya lalu tersenyum menatap ke Nattan.
Dan Tampa berkata-kata lagi Nattan pun berdiri mengambil piring kosong yang ada di atas meja, lalu Nattan pun berjalan keluar dari kamar.
Nattan meninggalkan pekerjaannya untuk mengambilkan potongan buah untuk Nayna lagi. Nattan menuruni tangga lalu sesampainya di bawah Nattan langsung berjalan menuju dapur di mana di sana ada bik Minah yang sedang memasak makan malam.
"Ada apa den...? (tanya bik Minah saat melihat Nattan di sana)
"Ini bik mau tambah potongan buah untuk Nayna. (jawab Nattan sambil memperlihatkan piring yang kosong yang di bawanya)
"Sini biar bibik ambilkan (ujar bik Minah lalu berjalan mendekat ke Nattan)
Bik Minah mengambil piring yang di pegang oleh Nattan lalu kembali mengisi nya dengan potongan buah yang ada di kulkas.
"Udah bik segitu saja (ujar Nattan saat bik Minah ingin menambahkan lagi potongan buah kedalam piring lagi)
Bik Minah pun mengangguk, lalu kembali memasukkan buah yang belum di masukannya kedalam piring ke tempat potong buah yang lain, bik Minah memberikan piring yang sudah terisi potongan buah itu kepada Nattan.
__ADS_1
Lalu bik Minah kembali memasukkan sisa potongan buah itu ke dalam kulkas setelah Nattan mengambil piring yang dia berikan.
"Terima kasih bik, kalau begitu saya kembali ke atas lagi bik. (ujar Nattan)
"Iya den (jawab bik Minah, sambil menutup pintu kulkas)
Nattan pun pergi dari sana dan bik Minah kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Dek ini pesanan Adek sudah datang. (kata mang Koko yang baru saja memasuki dapur sambil menenteng dua kantong plastik besar)
"Loh kok cepat banget mas, biasanya lama baru di antar oleh pemilik toko buah itu. (kata bik Minah, yang berbalik badan melihat ke mang Koko suaminya)
"Gak tau dek, Abg ojol yang mengantarkannya tadi. (ujar mang Koko)
"Oh begitu, tapi baguslah mas buahnya datang lebih cepat karena stok buah untuk non Nayna tinggal sedikit. Oh ya Letakkan di sana aja dulu mas, nanti Adek bereskan. (kata bik Minah)
Mang Koko pun meletakkan kedua kantong plastik besar itu di atas meja yang di tunjuk oleh bik Minah.
"Iya mas, sengaja Adek banyak kan pesannya, Karena Adek lihat kehamilan non Nayna semakin hari semakin membesar jadi nafsu makan nya pun semakin meningkat juga, jadi terpaksa harus beli lebih banyak dari biasanya. (jelas bik Minah)
"Oh begitu, baiklah kalau begitu mas kembali kedepan lagi. (ujar mang Koko)
"Ya mas (jawab bik Minah)
mang Koko berlalu pergi dari sana, lalu setelah suaminya pergi bik Minah kembali melanjutkan pekerjaannya.
***
Di atas
Nattan membuka pintu kamar dengan satu tangan, karena tangan yang satunya memegang piring yang berisikan potongan buah, setelah Nattan sampai di depan pintu kamarnya yang ada di lantai dua rumah.
__ADS_1
Nattan melangkah masuk ke dalam kamar lalu menutup kembali pintu kamar. Nattan kembali berjalan menuju sofa yang ada di dalam kamar itu di mana di sana ada Nayna yang tampak menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa itu.
"Ini sayang potongan buah nya. (ujar Nattan sambil meletakkan piring itu di atas meja yang ada di depan Nayna tanpa menoleh)
Karena tidak kunjung ada tanggapan dari Nayna Nattan pun seketika menoleh ke arah istrinya, dan Nattan langsung mengembangkan senyumnya dan menggelengkan kepalanya melihat ternyata Nayna sudah tertidur.
Nattan mendekati Nayna, lalu dengan berlahan Nattan pun mengangkat tubuh mungil Nayna yang sudah terasa lebih berat dari bisanya itu.
Dengan sangat hati-hati Nattan mengangkat Nayna, dan membawanya ke tempat tidur, setelah sampai di sana Nattan pun dengan berlahan meletakkan Nayna.
Nayna sedikit menggeliat dan memeluk Nattan.
"Tidur lah sebentar sayang, kamu pasti capek. Nanti mas bangunkan. (bisik Nattan)
Lalu berlahan dan penuh hati-hati Nattan melepaskan pelukan Nayna di tubuh nya. Setelah terlepas Nattan pun menarik selimut untuk meneliti tubuh istrinya, Nattan mengecup kening Nayna. Lalu setelah Nayna tampak sudah tidak terlihat gelisah lagi, baru lah Nattan beranjak pergi dari sana.
Nattan berjalan ke arah sofa dan mengambil laptopnya yang ada di atas meja itu, lalu Nattan pun kembali ke dekat Nayna Nattan naik ke atas tempat tidur, dan duduk sambil bersandar di samping Nayna yang sudah tertidur lelap.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....
...🤗🤗🤗...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....
...Terima kasih 🙏...
__ADS_1
...😘😘😘...