
Malam semakin larut, Nattan dan Nayna sudah berada di dalam kamar sejak tadi. Keduanya hanya keluar kamar untuk makan malam saja, setelah selesai mereka kembali masuk ke kamar dan tidak ada keluar lagi.
Saat ini, Nattan sudah mulai memejamkan matanya karena seharian Nattan belum ada istirahat alhasil matanya sudah tidak bisa di ajak kompromi lagi.
Berbeda dengan Nayna, karena sudah tidur pada sore hari tadi jadi saat ini matanya masih saja melek bahkan matanya seperti enggan untuk tertutup.
Nayna menoleh ke samping dimana Nattan sudah benar-benar menutup kedua matanya, walaupun matanya sudah tertutup tapi kesadaran Nattan belum hilang sepenuhnya, Nattan masih bisa merasakan pergerakan dari Nayna yang ada di sampingnya.
"Coba pejamkan matanya sayang. (ujar Nattan dengan suara lemah sambil memikirkan tubuhnya untuk memeluk Nayna)
"Ya mas (jawab Nayna)
Lalu Nayna pun memejamkan matanya, baru saja beberapa saat Nayna memejamkan matanya namun dia kembali membuka matanya karena dia merasa ingin buang air kecil.
Secara berlahan Nayna menyingkirkan tangan Nattan yang memeluknya. Lalu dengan gerakan lambat Nayna mendudukkan tubuhnya untuk turun dari tempat tidur.
"Mau kemana sayang...? (tanya Nattan yang membuka sedikit matanya melihat ke Nayna yang ingin turun dari tempat tidur)
Mendengar suara Nattan itu seketika Nayna menoleh ke belakang.
"Nay mau ke kamar mandi mas (jawab Nayna)
"Mau mas temani...? (tanya Nattan yang mulai bergerak untuk duduk)
"Gak sudah mas, nay bisa sendiri mas lanjut tidur saja. (cegah Nayna)
"Baiklah, hati-hati ya sayang. Panggil mas kalau sayang butuh bantuan. (ujar Nattan, lalu kembali membaringkan tubuhnya)
"Ya mas (jawab Nayna)
Nayna pun turun dari tempat tidur lalu berjalan dan masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Cukup lama Nayna berada di dalam kamar mandi, dan itu membuat Nattan terlihat khawatir. Karena Nattan tidak kunjung merasakan pergerakan dari seseorang di samping nya akhirnya Nattan pun membuka lebar kedua matanya dan langsung duduk di tempat tidur itu.
Nattan melihat ke arah pintu kamar mandi, dan menunggu dengan sabar. Namun setelah beberapa menit di tunggu pun Nayna tidak kunjung keluar juga dari dalam kamar mandi.
Karena takut terjadi apa-apa sama sang istri Nattan pun langsung turun dari tempat tidur, rasa kantuk yang teramat tadi seketika hilang lenyap begitu saja, berganti dengan rasa khawatir.
Dengan langkah cepat Nattan berjalan menuju kamar mandi, tanpa mengetuk serta memanggil Nattan pun langsung masuk begitu saja ke dalam kamar mandi di mana di sana ada Nayna istrinya.
"Aaaa....Mas Nattan... (teriak Nayna karena kaget akan kemunculan Nattan)
Nayna terlihat mengusap dadanya karena kaget.
"Sayang...!!! sayang gak apa-apa...? (tanya Nattan dengan tatapan khawatir dan tidak menghiraukan teriakan kaget Nayna tadi)
Nattan mendekati Nayna, dan langsung memeluk Nayna dengan perasaan lega.
"Mas, mas apa-apaan sih, ada apa...? (tanya Nayna yang merasa bingung dengan sikap suaminya itu)
"Sayang gak apa-apa kan...? (tanya Nattan lagi, setelah melepaskan pelukannya dan memegang kedua tangan Nayna)
"Syukur lah kalau begitu, mas khawatir bangat tadi. Mas takut terjadi apa-apa sama sayang, abis sayang itu lama banget di kamar mandi nya. (ujar Nattan)
"Oh begitu kirain nay apa tadi. Maaf ya mas. (kata Nayna)
"Ya gak apa-apa kok sayang. Apa sayang sudah selesai...? (tanya Nattan lalu menatap Nayna dari ujung rambut sampai ujung kaki)
"Udah kok mas, tapi nay mau ke kamar ganti dulu sebentar. (ujar Nayna)
"Ngapain...? (tanya Nattan dan langsung melihat ke pakaian yang di kenakan oleh Nayna)
"Ini mas baju nay sedikit basah, tadi kecipratan air. (kata Nayna sambil menunjukkan bajunya yang basah)
__ADS_1
"Oh ya udah ayo mas temani (ajak Nattan)
Nayna menganggukkan kepalanya, lalu keduanya pun keluar dari dalam kamar mandi dan masuk ke ruang ganti. Dengan cepat Nattan membuka lemari lalu mengambilkan pakaian ganti untuk Nayna.
Nattan memberikan pakaian tidur yang di pilih nya itu kepada Nayna, dan tidak butuh waktu lama Nayna pun sudah berganti pakaian.
Nattan dan Nayna kembali ke kamar tidur, Nattan membantu Nayna untuk berbaring serta menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuh Nayna.
"Kita tidur sekarang ya sayang. (ujar Nattan lalu mengelus kepala Nayna dengan lembut serta mengecup keningnya)
Nayna tidak menjawab dia hanya menganggukkan kepalanya serta mengembangkan senyumnya. Isyarat jawab iya nya.
Nattan berjalan kearah tempat tidur yang yang satunya, lalu naik dan berbaring di sana. Nattan memiringkan tubuhnya menghadap ke Nayna, lalu memeluk Nayna.
Tangan Nattan mulai mengelus-elus kepala Nayna, Nayna memejamkan matanya dan tidak butuh waktu lama akhirnya Nayna pun tertidur.
Setelah memastikan Nayna benar-benar telah tidur, baru lah Nattan menyingkirkan tangan yang mengelus kepala Nayna, dan Nattan pun juga mulai memejamkan matanya.
Dan akhirnya pasangan suami istri itu pun tidur dengan pulas, hingga masuk ke dunia mimpi masing-masing.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....
...🤗🤗🤗...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....
__ADS_1
...Terima kasih 🙏...
...😘😘😘...