Bahagia Bersama Mu

Bahagia Bersama Mu
(Part 2) 14. Berpas-pasan


__ADS_3

Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 16.00 wib atau jam 4 sore. Nayna dan kedua sahabatnya baru saja keluar dari salah satu ruangan setelah mata kuliah terakhir pada hari ini selesai.


Ketiganya berjalan ke arah depan dan saling bergandengan sambil mengobrol satu sama lain. Dan saat berjalan itu Nayna dan kedua sahabatnya berpas-pasan dengan Riko dan para teman-teman yang juga melewati jalan itu namun dengan arah yang berlawanan.


Nayna dan kedua sahabatnya menghentikan langkahnya untuk membiarkan mereka lewat duluan, Nayna melihat ke Riko yang juga terlihat melihat kearahnya, Nayna tersenyum kepada Riko namun Riko terlihat cuek saja bahkan Riko terlihat seketika memalingkan wajahnya.


Riko dan teman-temannya hanya berlalu pergi begitu saja, Nayna berbalik badan melihat sikap Riko yang tidak biasa itu, Nayna menatap heran kepadanya.


"Ada apa nay...? (tanya Dinda sambil memegang bahu Nayna)


"Gak ada apa-apa Din, udah ayo. (ujar Nayna)


Nayna kembali berbalik badan lalu ketiganya melanjutkan jalannya, saat sampai di depan Dinda dan Dita berpamitan kepada Nayna karena mereka berdua mau pergi ke parkiran untuk mengambil mobil nya.


Setelah Dinda dan Dita pergi ke parkiran Nayna pun kembali berjalan ke arah gerbang kampus dan saat sampai di sana Nayna langsung menoleh ke tempat di mana Nattan biasanya selalu memarkirkan mobilnya saat menjemputnya.


Nayna mengembangkan senyumnya saat melihat mobil Nattan yang ternyata memang sudah terparkir di sana. Dan ada pemandangan yang tidak biasa yang di lihat Nayna saat berjalan mendekati mobil Nattan.


Dimana di sana ada Nattan yang terlihat berdiri di luar mobil untuk menyambut kedatangannya.


"Kok tumben mas menunggu di luar mobil...? (tanya Nayna heran saat sudah berada di hadapan Nattan)


"Kenapa...? emangnya gak boleh...! (saut Nattan)


"Boleh...! cuma aneh aja. (ujar Nayna)


"Untuk kedepannya mas akan selalu seperti ini saat menjemput istri tercinta mas ini, (Nattan terlihat menoel hidung mancung Nayna) Biar semua orang tau kalau sayang itu selalu di jemput oleh mas suami sayang, bukan sama om-om seperti yang mereka sangkakan selama ini. (jelas Nattan)


"Mas mas, ada-ada saja. (ujar Nayna menggelengkan kepalanya) Gak nyangka ternyata suami nay pendendam juga orang nya. (ujar Nayna lagi, lalu mengembangkan senyumnya)


"Mas bukan dendam sayang, cuma mau memberikan sedikit balasan saja. (ujar Nattan)


"Itu sama saja sayang...! (kata Nayna lalu memeluk Nattan)


Dan Nattan pun membalas pelukan Nayna sambil mengelus lembut kepala Nayna yang tertutup jilbab, (jarang-jarangkan Nayna berinisiatif duluan seperti sekarang) dan Nattan tidak akan pernah mau melewati itu semua.

__ADS_1


Setelah saling melepas pelukannya Nayna dan Nattan pun masuk ke dalam mobil, Nattan tidak lupa membantu Nayna membuka serta menutup kembali pintu mobil. Setelah memastikan pintu mobil dekat Nayna tertutup dengan benar baru lah Nattan sedikit berlari memutari mobil pergi ke pintu kemudi, Nattan membukanya lalu masuk ke dalam sana.


"Kita jalan sekarang sayang...? (tanya Nattan setelah menutup kembali pintu mobil dan memakai sabuk pengamannya)


Nayna tidak menjawab dia hanya memberikan jawaban dengan menganggukkan kepalanya lalu tersenyum menatap Nattan.


Nattan pun mulai menghidupkan mesin mobilnya, lalu tidak lama Nattan pun mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Nattan sengaja tidak membawa mobil dengan kecepatan seperti biasa, karena Nattan mengajak Nayna sedikit mengobrol di dalam mobil itu.


Pasangan itu saling mengobrol dan sesekali pasangan itu terlihat saling bercanda, dan tertawa bersama.


Jalanan terlihat sangat ramai oleh kendaraan baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat, sehingga membuat mobil yang di Kendari oleh Nattan terjebak macet beberapa kali.


Walaupun berada di dalam kemacetan tapi Nattan dan Nayna tampak sangat menikmati kali ini karena mereka berdua bisa bercanda tawa bersama di dalam mobil itu sehingga tidak terasa kalau mereka sedang berada dalam kemacetan yang biasanya selalu membuat emosi.


Setelah terjebak beberapa kali kemacetan, akhirnya Nattan dan Nayna pun sampai ke dream house. Nattan memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu masuk rumah seperti biasanya.


Jarak tempuh yang biasanya hanya 30 menit di lalui oleh Nattan, namun kali ini di hampir 1 jam dan baru lah Nattan dan Nayna sampai di kediamannya.


Nayna dan Nattan turun dari dalam mobil bersama. Nattan melemparkan kunci mobil nya ke mang Koko yang berjalan mendekatinya. (seperti biasa mang Koko lah yang akan memasukan mobil Nattan ke dalam garasi)


Lalu, Nattan dan Nayna pun berjalan masuk ke dalam rumah bersama-sama di mana di sana sudah ada bik Minah yang sudah berdiri di ambang pintu setelah membukakan pintu saat mendengar suara mobil Nattan.


"Assalamualaikum bik...(ucap Nayna saat sudah dekat dengan bik Minah)


"Wa'alaikumsalam non. (jawab bik Minah)


Nattan berlalu pergi dari sana, Nattan duluan masuk meninggalkan Nayna yang memeluk bik Minah dan sedikit ada obrolan di antara kedua perempuan itu.


Setelah selesai sedikit mengobrol, bik Minah pun menutup kembali pintu rumah, lalu bergandengan masuk bersama Nayna. Dengan manja Nayna bergelayut di tangan bik Minah.


"Baiklah sekarang non pergi mandi abis itu istirahat, nanti bibik antarkan susu untuk non sama kopi untuk den Nattan ke kamar. (ujar bik Minah saat sudah berada di dekat tangga untuk menuju lantai 2 rumah)


"Baiklah bik, jangan lupa potongan buah nya ya bik. (kata Nayna lalu melepaskan rangkulannya dari tangan bik Minah)

__ADS_1


"Siap non (jawab bik Minah)


Nayna mengacungkan jempol nya kepada bik Minah, lalu Nayna pun mulai melangkah menaiki satu persatu anak tangga dengan berpegang di pegangan tangga.


Setelah melihat Nayna sudah sampai di lantai dua rumah, baru lah bik Minah melangkah berjalan ke arah dapur untuk menyiapkan apa yang di minta oleh Nayna tadi.


Bik Minah mengeluarkan semua jenis buah yang ada di dalam kulkas, lalu bik Minah mulai mencucinya, serta mengupas kulit, lalu memotong semuanya hingga terpotong semuanya dengan potongan yang di inginkan.


Bik Minah mengambil satu piring lalu mulai mengisi piring itu dengan potongan buah yang sudah di potong nya tadi.


Setelah piring itu terlihat terisi sesuai yang di inginkan, bik Minah pun meletakkannya di atas nampan yang ada. Lalu bik Minah menutup tempat buah yang masih tersisa dan memasukan kembali ke dalam kulkas.


Selanjutnya bik Minah mulai membuatkan kopi untuk Nattan serta susu hamil untuk Nayna, dan tidak lupa dua gelas air putih juga di isi oleh bik Minah di dalam dua buah gelas.


Setelah semuanya siap dan menatanya di atas nampan, bik Minah pun mulai membawanya berjalan menuju tangga untuk menuju ke lantai dua rumah menuju kamar Nayna dan Nattan.


Setelah sampai di depan kamar, bik Minah mengetuk pintu kamar, lalu membawa masuk pesanan Nayna ke dalam kamar setelah di bukakan pintu dan di persilahkan masuk oleh Nattan. Karena Nayna saat ini masih berada di dalam kamar mandi.


Setelah meletakkan semua di atas meja sofa yang ada di dalam kamar itu, bik Minah pun pamit untuk keluar kepada Nattan.


Bik Minah keluar dari dalam kamar, setelah menutup kembali pintu kamar Nattan dan Nayna bik Minah pun kembali turun ke lantai bawah rumah untuk kembali melanjutkan pekerjaannya.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....


...Terima kasih 🙏...

__ADS_1


...😘😘😘...


__ADS_2