Bahagia Bersama Mu

Bahagia Bersama Mu
(Part 2) 12. Aktivitas seperti biasa


__ADS_3

Nattan dan Nayna sudah berada di dream house, setelah dua hari istirahat di rumah besar, dengan di antarkan oleh semua anggota keluarga Nattan dan Nayna pun akhirnya sampai di dream house.


Keesokan harinya, Nayna tengah membantu bik Minah menyajikan sarapan pagi untuk dia dan juga suaminya di atas meja makan, Nayna baru saja turun dari lantai dua rumah nya, setelah menyiapkan semua keperluan Nattan untuk ke kantor.


Nayna juga sudah terlihat rapi, karena hari ini Nayna memutuskan untuk ke kampus setelah hampir dua Minggu dia meminta izin.


Setelah selesai menyajikan, Nayna pun duduk di salah satu kursi di meja makan itu, menunggu Nattan turun dan bergabung di sana


"Sayang...! kok sudah rapi aja, mau kemana...? (tanya Nattan saat memasuki ruangan makan dan berjalan mendekati Nayna)


Mendengar suara Nattan yang bertanya kepada nya, Nayna pun menoleh ke sumber suara.


"Nay mau ke kampus mas. (jawab Nayna)


"Sayang yakin...? Apa sayang gak mau istirahat beberapa hari lagi, abis itu baru masuk kuliah...! (ujar Nattan sambil duduk di kursi meja makan tempat di samping Nayna dan meraih tangan Nayna dan menggenggam nya)


"Insyaallah mas nay yakin...! dan nay rasa istirahat nya sudah cukup, jadi gak apa-apa kan mas nay ke kampus...? lagian nay sudah banyak bangat ketinggalan mas, jadi nay harus mengejar itu semua..(jelas Nayna menatap manik mata Nattan)


"Baiklah sayang boleh pergi kok, tapi sayang harus selalu jaga kesehatan ya, jangan terlalu memaksakan diri. Kalau ada apa-apa hubungi mas. (ujar Nattan)


"Ya mas, terima kasih ya. (kata Nayna lalu memekarkan senyumannya)


Nattan tidak menjawab dia hanya menganggukkan kepalanya isyarat mengiyakan perkataan Nayna.


Setelah perbincangan singkat itu, Nayna dan Nattan pun langsung menyantap sarapan pagi mereka yang sudah terhidang di atas meja makan, keduanya makan dalam diam.


Beberapa menit kemudian, keduanya telah menyelesaikan sarapannya dan bangkit dari duduknya berjalan ke depan. Setelah mengambil barang bawaannya keduanya pun langsung menuju mobil yang sudah terparkir di depan pintu masuk rumah yang sudah di siapkan mang Koko.


Di bantu oleh Nattan Nayna pun masuk ke dalam mobil, duduk di bangku sebelah supir seperti biasa. Setelah membantu Nayna Nattan pun masuk ke dalam mobil di bangku kemudi.


Dan tidak lama, mobil mulai melaju meninggalkan dream house.


Mobil melaju membelah keramaian di jalanan.


Hari ini jalan cukup lancar dari bisanya, sehingga mobil yang di Kendari oleh Nattan tidak ada terjebak macet maupun terjebak di lampu merah. Mobil yang di kendarai oleh Nattan berjalan dengan mulus.

__ADS_1


Hingga akhirnya mobil pun berhenti tepat di depan gerbang kampus Nayna.


Mesin mobil Nattan masih menyala, Nattan sengaja tidak mematikan mesinnya karena Nattan juga terburu-buru harus sampai di kantor. Bahkan seking buru-burunya Nattan tidak memarkirkan mobilnya di tempat biasa dia kalau mengantar Nayna.


Hari ini Nattan ada meeting bersama semua staf yang ada di perusahaannya makanya Nattan harus datang tepat waktu.


Setelah berpamitan dengan suaminya Nattan, Nayna pun turun dari mobil.


"Hati-hati ya mas, jangan lupa kabari nay kalau mas sudah sampai. Ingat jangan ngebut. (ujar Nayna sebelum menutup pintu mobil)


"Iya sayang (jawab Nattan seraya menganggukkan kepalanya)


Nayna menutup pintu mobil, lalu melambaikan tangannya kepada Nattan. Lalu mobil Nattan pun mulai beranjak melaju meninggalkan Nayna yang masih berdiri di sana sambil melihat kepergian mobil hingga sudah tidak terlihat lagi.


Nayna berbalik, lalu berjalan memasuki kawasan kampus. Nayna berjalan sendiri menuju ruang kelasnya karena di saat ini belum ramai mahasiswa dan mahasiswi yang datang karena masih terlalu pagi.


Nayna duduk di bangku paling depan setelah memasuki kelas nya, meletakkan buku yang di bawanya di depannya. Kelas masih terlihat kosong cuma ada dua orang teman satu kelasnya yang sudah datang dan duduk saling mengobrol.


Nayna membuka buku yang ada di hadapannya, lalu seperti biasa sambil menunggu Nayna pun mulai membaca serta mempelajari materi mata kuliah yang akan masuk nanti.


Nayna terlihat mengecek ponselnya yang baru saja berbunyi, setelah membaca serta membalas pesan yang di kirim suaminya itu Nayna pun kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas yang di bawanya, lalu Nayna pun kembali melanjutkan membaca.


Satu persatu bangku kosong yang ada di belakang Nayna mulai terisi, dan kelas yang tadinya kosong kini mulai ramai.


"Hai nay, kok Lo udah datang aja...! Pantasan gue tungguin di depan Lo nya gak datang-datang juga. Eh... ternyata Lo sudah ada di kelas. (kata Dinda yang baru saja memasuki ruangan kelas dan langsung menghampiri Nayna yang terlihat fokus sama buku yang ada di depannya)


"Eh Dinda...! Iya nih Din, mas Nattan ada meeting di kantor, jadi nya gue pergi lebih cepat tadi. (jelas Nayna)


"Oh...pantas...! (seru Dinda, sambil duduk di bangku kosong yang ada di samping Nayna)


"Si Dita mana Din, kok dia belum datang juga. Biasanya dia yang paling duluan datang di saat mata kuliah kesukaannya yang masuk duluan seperti hari ini...? (tanya Nayna)


"Gue gak tau nay, gak ada kabarnya tuh anak. (ujar Dinda)


"Apa jangan-jangan dia di kantin Din (tebak Nayna)

__ADS_1


"Mungkin saja nay, atau jangan-jangan dia masih terjebak macet bersama suami tercintanya itu. (ujar Dinda lalu dia pun tertawa)


"Din...gak boleh ngejek gitu ah. (kata Nayna)


"Biarkan aja nay, biar dia puas. (saut Dita yang berdiri di ambang pintu masuk kelas)


Nayna dan Dinda langsung menoleh ke sumber suara.


"Hehehe... maaf dit, gue bukannya ngejek, kan Lo sendiri yang selalu bilang 'suami tercinta' Apalagi saat telponan, gue rasanya mau muntah mendengar kata manja lebay kalian berdua itu. (kata Dinda)


"Kenapa...? Lo iri din...! makanya nikah cepat-cepat biar bisa merasakan manja ke suami. (ejek Dita, sambil melangkah masuk ke dalam kelas dan berjalan ke kursi kosong yang ada di samping Dinda)


"Siapa yang iri...? gue gak iri. (elak Dinda)


"Udah lah Din, kalau iri bilang aja, gak usah ngelak kayak gitu. Makanya cepat-cepat minta di halalkan sama mas Ardy itu, biar tau rasa nya. Ya gak nay...?


"Iya Din, benar loh yang di katakan Dita itu. (saut Nayna)


"Loh kok kalian berdua malah nyerang gue gini sih. Ah... kalian berdua gak asyik. (ujar Dinda yang ngambek, melipat kedua tangannya di dada)


Nayna dan juga Dita yang melihat ekspresi Dinda yang kalah talak seperti itu langsung tertawa bahagia. Sedangkan Dinda dia malah semakin cemberut karena ditertawakan kedua sahabatnya itu.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....


...Terima kasih 🙏...

__ADS_1


...😘😘😘...


__ADS_2