
Nattan sangat menjaga Nayna, pada saat di bandara untuk kembali ke tanah air, Nattan tidak melepaskan genggamannya dari tangan Nayna. Keduanya masih saling berpegangan tangan hingga berada di dalam pesawat.
Nattan sengaja menunda 1 hari kepulangannya karena Nattan ingin memastikan kondisi Nayna baik-baik saja dan bisa kembali untuk di bawa terbang ke tanah air.
Dengan memberikan alasan Ardy yang ingin menghabiskan waktu berduaan bersama Dinda di negara itu kepada Nayna akhirnya Nayna yang tadinya sudah bersiap untuk pulang akhirnya mengalah menunggu keesokan harinya untuk pulang.
Nattan dan Nayna hanya menghabiskan satu hari mereka hanya di dalam kamar hotel, keduanya melakukan berbagai hal di sana, mulai dari bermain game bersama menonton Drakor sesuai permintaan Nayna dan lain sebagainya. Sedangkan Ardy dan Dinda mereka berdua pergi berjalan-jalan untuk menghabiskan waktu.
***
Di dalam pesawat
Nayna menyandarkan tubuhnya di dalam pelukan Nattan, dia sudah mulai memejamkan matanya saat pesawat pribadi mereka lepas landas.
Selama dalam perjalanan pulang Nayna hanya tidur di dalam pelukan Nattan.
Karena belum terbiasa naik pesawat dan itu membuat Nayna sedikit takut makanya Nayna hanya berusaha untuk tidur selama dalam pesawat itu dan Nattan yang selalu bersamanya memaklumi itu.
Beberapa jam kemudian mereka pun sampai di bandara internasional, papi Syam dan mami Jihan yang sudah tidak sabaran menunggu kedatangan menantunya sudah sejak tadi bolak balik menunggu.
Mami Jihan dan papi Syam memang sengaja menjemput sendiri anak-anak mereka, tanpa di minta untuk menjemput oleh Nattan maupun Nayna.
Saat melihat Nayna dan yang lainnya berjalan mendekati nya, mami Jihan yang baru saja duduk langsung kembali berdiri dan memeluk Nayna saat sudah berada di dekat nya.
"Bagaimana perjalanan nya sayang...? (tanya mami Jihan di sela memeluk Nayna)
"Alhamdulillah mami, semua baik-baik saja dan lancar. (jawab Nayna seraya melepaskan pelukannya)
"Syukur lah kalau begitu. Ya udah ayo kita pulang sekarang, pasti menantu mami dan calon cucu mami ini lelah. (kata mami Jihan menggandeng tangan Nayna)
"Iya mi (jawab Nayna)
Di parkiran
__ADS_1
Ardy dan Dinda berpamitan kepada papi Syam, mami Jihan, Nattan dan juga Nayna. Karena tidak satu arah dengan Nattan dan keluarga nya jadi Ardy memutuskan untuk naik taksi saja bersama Dinda biar lebih cepat sampai di rumah mereka masing-masing.
Mami Jihan awalnya tidak setuju dan tidak mengizinkan Ardy dan Dinda naik taksi, mami Jihan memaksa Ardy dan Dinda ikut bersama mereka terlebih dahulu ke rumah besar dan istirahat sebentar di sana. Tetapi setelah di beri pengertian oleh Ardy akhirnya mami Jihan pun mengalah dan mengizinkan mereka menggunakan taksi untuk pulang.
Setelah Ardy dan Dinda naik ke dalam taksi dan taksi mereka mulai berjalan meninggalkan kawasan bandara baru lah mami Jihan dan yang lainnya masuk ke dalam mobil dan tidak lama mobil yang di Kendari oleh papi Syam pun mulai berjalan meninggalkan kawasan bandara
Di rumah.
Ditemani oleh pak Dedi kakek Yoga menunggu kedatangan Nayna dan juga Nattan dengan sangat cemas, sudah tidak terhitung kakek Yoga melihat jam yang melingkar di tangannya.
Dan tidak lama, kakek Yoga pun langsung berdiri dari duduknya saat mendengar suara seseorang yang mengucapkan salam dari pintu utama rumah. Dan kakek sangat hafal dengan suara itu.
Ya itu adalah suara Nayna, mereka baru saja sampai di rumah besar. Di bantu oleh Nattan Nayna pun turun dari mobil dan melangkah menuju pintu utama rumah bersama mami Jihan, karena Nattan membantu papi Syam mengeluarkan barang dari dalam mobil sebelum di hampir scurity rumah.
Papi Syam dan Nattan menyusul Nayna dan mami Jihan yang sudah masuk rumah duluan.
Kakek Yoga yang tadinya berada di ruang keluarga bersama pak Dedi langsung berjalan ke depan untuk menghampiri yang lainnya.
"Wa'alaikumsalam...nak (jawab kakek Yoga yang membalas pelukan cucu menantu nya itu)
"Bagaimana kesehatan kakek...? Kakek gak pernah lupa kan minum obatnya...? (tanya Nayna setelah melepaskan pelukannya)
"Jangan tanyakan itu nak Nayna, apa kamu tau selama kamu pergi kakek selalu tidak mau meminum obatnya. Harus di paksa dan di ancam dulu baru dia mau meminumnya. (celetuk pak Dedi yang berdiri di samping kakek Yoga)
Kakek Yoga menatap pak Dedi dengan tatapan marah.
"Apakah itu benar kek...? (tanya Nayna menatap dengan tatapan sedih kepada kakek Yoga)
"Itu gak benar nak, gak usah kamu dengarkan si Dedi ini. (elak kakek Yoga)
"Baiklah nay percaya, sekarang ayo kek nay mau lihat obat kakek sudah habis berapa. (ujar Nayna, menggandeng tangan kakek Yoga)
"Gak usah nak, obat nya ada di kamar Kakek, kamu kan pasti capek, kamu istirahat aja ya. (elak kakek Yoga)
__ADS_1
"Tuh kan ayah ngelak lagi. Bilang aja obat nya gak pernah di minum lagi. (ujar mami Jihan)
"Oh pasti kamu ya Jihan ngasih tau ke cucu menantu ku ini. Kamu, kamu, dan kamu....! sama saja. Tukang ngadu. (ujar kakek Yoga, menunjuk mami Jihan, papi Syam dan pak Dedi bergantian menatap ketiganya dengan marah)
"Ayah...! ayah itu kalau kami yang nyuruh minum obat pasti ayah ngelak terus kayak bajai, tapi kalau Nayna dan Nattan yang nyuruh pasti langsung ayah turuti. Nah satu-satunya jalan ya kami kasih tau mereka kalau ayah sangat susah untuk minum obat. (ujar papi Syam)
"Udah lah terserah kalian saja, Ayo nak bawa istri mu istirahat di kamar. Gak usah dengarkan mereka bertiga. Kalian berdua tenang saja nanti kakek akan minum obatnya. (ujar kakek Yoga, yang menghampiri Nattan yang menatap nya)
"Baiklah kek, Nattan akan antarkan Nayna ke kamar dulu abis itu Nattan mau bicara berdua dengan kakek. (ujar Nattan, lalu berlalu pergi dari sana membawa Nayna ke lantai dua rumah menuju kamarnya)
"Ini semua gara-gara kalian bertiga. (ujar kakek Yoga kepada mami Jihan, papi Syam, dan pak Dedi setelah Nattan dan Nayna pergi dari sana)
"Kok kita, ayah yang gak mau minum obatnya malah nyalahin kita-kita. (ujar mami Jihan)
Kakek Yoga pergi dari sana, meninggalkan mereka bertiga yang masih menatap nya. Dan kakek Yoga pun masuk ke dalam kamar.
Mami Jihan, papi Syam dan pak Dedi yang sejak tadi menahan untuk tidak tertawa akhirnya bisa melepaskan dan ketiga nya tertawa bersama dan bertos ria.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....
...🤗🤗🤗...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....
...Terima kasih 🙏...
...😘😘😘...
__ADS_1