Bahagia Bersama Mu

Bahagia Bersama Mu
(Part 2) 24. Usaha bik Minah


__ADS_3

Di dalam mobil


Nattan tampak sangat gelisah, dia tampak selalu mewanti-wanti Ardy untuk lebih cepat berkendara. Nattan tampak sangat ingin cepat sampai ke rumah.


"Masalah yang satu saja belum selesai ini tambah lagi masalah baru. Lagian kenapa sih perempuan itu tiba-tiba bisa datang si dy...?


"Gue juga gak tahu Nat, gue aja kaget pas bik Minah ngasih tahu ke gue tadi.


"Kenapa bik Minah nelpon sama Lo Dy, kok gak sama gue langsung.


"Sebenarnya bik Minah itu menghubungi Lo sejak tadi tapi gak Lo angkat-angkat, makanya dia hubungi gue.


"Emang iya, perasaan gak ada tuh ponsel gue berbunyi sejak tadi.


Ujar Nattan, dan Langsung mengambil ponselnya yang ada di saku jas nya, dan melihat ada puluhan kali panggilan tak terjawab dari bik Minah.


"Sial...Pantasan gue gak dengar ponsel gue berbunyi, ternyata lagi dalam mode senyap. Coba Lo lihat Dy 28 kali loh bik Minah menghubungi gue, dan gue gak tahu.


Nattan pun memperlihatkan layanan ponsel nya ke Ardy.


"Apas banget sih gue hari ini...! Niat hati ingin berbaikan dengan Nayna hari ini eh malah masalah baru datang lagi...!


Nattan memukul kepalanya, dia tampak sangat frustasi.


"Apa yang harus saya katakan kepada Nayna nantinya Dy...? bagaimana kira-kira reaksi Nayna saat bertemu perempuan ular itu.


"Jujur Nat, gue sendiri gak bisa membayangkan bagaimana reaksi Nayna saat bertemu perempuan itu, apa lagi saat Nayna tahu hubungan Lo dan perempuan itu, ya walaupun itu masa lalu Lo tapi gue yakin Nayna pasti akan salah paham.


"Itu yang sangat gue takut kan, Lo sendiri tahu kan bagaimana perempuan itu, dia sangat licik. Gue sangat takut Dy, apa lagi dengan kondisi Nayna yang sedang hamil sekarang.


Nattan semakin frustasi, semua kemungkinan-kemungkinan yang dia takut kan sudah berterbangan di kepalanya, dan itu semakin membuat dia frustasi.


Di rumah (dream house)


Nayna baru saja turun dari mobil Dinda dan berpamitan dengan Dinda serta melambaikan tangannya di saat mobil yang di Kendari supir Dinda itu sudah melaju meninggalkan kediaman Nayna.


Setelah mobil Dinda keluar dari gerbang dan sudah tidak terlihat lagi, baru lah Nayna berbalik badan dan berjalan menuju pintu utama rumah yang saat ini tampak sudah terbuka lebar.


"Assalamualaikum...

__ADS_1


Ucap Nayna yang sudah berdiri di ambang pintu. Sorot mata Nayna langsung tertuju pada perempuan yang duduk di sofa ruang tamu dan tampak sedang asyik dengan ponselnya dan tidak melihat ke arah nya sedikit pun.


"Ya Allah non Nayna...(ujar bik Minah saat mendengar suara Nayna) Wa'alaikumsalam....(jawab bik Minah dengan berteriak dan sedikit berlari untuk menghampiri Nayna di depan.)


"Eh...Non Nayna udah pulang, Pulang di antar siapa non...? kok bibik gak dengar suara mobil.


Kata bik Minah saat sudah berada di hadapan Nayna. Sambil mengambil tas laptop yang di pegang Nayna.


"Itu bik di antar Dinda dan supir nya. Oh ya bik lagi ada tamu ya...?


Tanya Nayna sambil sedikit melihat ke arah perempuan yang duduk di sofa. Karena posisinya miring alhasil Nayna tidak bisa melihat dengan jelas perempuan itu, dan perempuan itu juga sejak tadi sibuk dengan ponselnya dan tidak menghiraukan kedatangan Nayna.


"Eh iya non, o i itu Tamu nya den Nattan.


Dengan sedikit tergagap-gagap bik Minah menjawabnya.


"Tamu mas Nattan...? Siapa bik...?


Tanya Nayna lagi menatap bik Minah dengan penuh kecurangan. Karena gelagat bik Minah tampak tidak seperti biasanya.


"Anu non, itu...itu teman lamanya. Iya iya teman lamanya.


"Belum non, dia baru saja datang.


"Oh.. ya udah Bik biar saya temenin dia dulu sampai mas Nattan nya datang, kasihan kan dia nunggu sendirian. Oh ya tolong bibik buatkan minumnya ya.


Nayna pun hendak melangkah dan tiba-tiba tangan nya di pegang oleh bik Minah, Nayna pun menghentikan langkahnya.


"Ada apa bik...?


"Anu non, apa...itu...eh ini. Biar bibik antarkan ini dulu ya non ke kamar non.


Ngeles Bik Minah, lalu mengangkut dan melihat kan laptop yang di pegang nya, padahal tadinya bik Minah ingin mencegah Nayna untuk mendekati tamu itu. Namun bik Minah tidak menemukan alasan yang tepat untuk mencegah nya.


"Oh itu, ya udah bibik letaknya saja dulu gak apa-apa kok.


"Non Nayna gak mau sekalian ke atas ganti baju dulu...?


Bik Minah masih berusaha mencegah Nayna.

__ADS_1


"Iya ya bik kok bisa lupa. Ya udah biar nay aja yang bawa laptop nya ke atas sekalian bik, bibik tolong buatkan saja minum untuk tamu itu ya. Nay keatas sebentar.


"Ya non (bik Minah pun memberikan tas laptop yang di pegang nya ke Nayna)


Nayna pun pergi dari sana, dan sekilas perempuan itu menoleh ke Nayna yang saat ini sudah menaiki tangga. Bik Minah yang masih berdiam diri di depan pintu akhirnya bisa sedikit bernafas lega, dia menatap ke arah Nayna.


"Syukurlah non Nayna tidak jadi menemui perempuan itu, saya berharap sebelum non Nayna turun den Nattan dan den Ardy sudah datang ke sini. (ujar bik Minah yang berbicara sendiri sambil mengurut dada)


Bik Minah pun pergi dari sana, mengabaikan Mega yang menatap ke arah nya.


"Oh ternyata itu istrinya Nattan, ah biasa saja. Cantik kan gue kemana-mana dari perempuan itu. Mana pada tertutup lagi, sama sekali bukan gayanya Nattan...! Saya semakin yakin pasti Nattan dipaksa menikahi perempuan itu oleh pak tua itu.


Ujar Mega dengan tatapan liciknya menatap foto keluarga di pernikahan Nattan yang terpampang jelas di dinding ruang tamu itu.


Mega berdiri dari duduknya, lalu berjalan mendekati foto itu.


"Eh pak tua, saya sudah datang kamu tidak akan bisa lagi menghalangi saya untuk dekat dengan cucu tersayang mu itu. Saya pastikan dia akan menjadi milik ku lagi, karena Dia hanya milik ku, hanya milik ku. Dulu, sekarang dan selamanya.


Ujar Mega lagi, sambil mengusap foto Nattan dengan tangan nya yang lembut.


Mega kembali duduk di sofa ruang tamu itu, lalu menatap sinis kepada bik Minah yang saat itu baru saja datang untuk meletakkan satu gelas minuman kepada nya.


Bik Minah hanya diam, dia hanya fokus meletakkan minuman itu di atas meja, lalu pergi dari sana, karena bik Minah sudah malas untuk berdebat lagi dengan perempuan itu.


Bik Minah kembali ke dapur, duduk di kursi meja makan kecil yang ada di dapur itu, sambil melihat ke arah lantai atas rumah.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....


...Terima kasih 🙏...

__ADS_1


...😘😘😘...


__ADS_2