Bahagia Bersama Mu

Bahagia Bersama Mu
(Part 2) 6. Bersama Dinda


__ADS_3

Malam yang gelap berganti dengan siang.


Pagi-pagi sekali Nattan dan Ardy sudah terlihat rapi dengan pakaian kerjanya, sedangkan Nayna dan Dinda masih terlelap di kamar hotel.


Nattan mengecup kening Nayna, sekalian berpamitan kepada Nayna karena dia ingin menemui salah seorang kliennya bersama Ardy.


Nayna yang sebenarnya sudah bangun tatapi enggan untuk bangun dari tempat tidur pun hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti dengan apa yang di jelaskan oleh Nattan.


Setelah Nattan keluar dari dalam kamar, Nayna pun kembali menarik selimutnya untuk menutupi seluruh tubuhnya.


Nayna hendak memejamkan matanya, tapi tiba-tiba Nayna pun kembali membuka matanya. Nayna segera duduk di atas tempat tidur itu, lalu meraih ponselnya yang tidak jauh dari sana.


Nayna mengirimkan pesan kepada Dinda, setelah pesan itu di kirim Nayna kembali berbaring di tempat tidur yang sangat empuk itu.


Ting...


Terdengar notifikasi masuk dari ponselnya, lalu segera Nayna mengambil kembali ponsel yang dia letakan di atas tempat tidur yang tidak jauh dari posisi berbaring nya.


Nayna membuka chat yang masuk itu dan ternyata itu dari Dinda.


Sambil berbaring Nayna dan Dinda saling berbalas chat, lalu tidak lama Nayna mengakhiri chat dari Dinda itu.


Nayna meletakkan kembali ponselnya begitu saja di atas kasur lalu Nayna pun kembali menarik selimutnya menyelimuti seluruh tubuhnya.


Tidak butuh waktu lama Nayna pun kembali tertidur.


***


Tok...tok...


"Nay...(panggil Dinda dengan berteriak, yang saat ini berada di luar kamar Nayna)

__ADS_1


"Sebentar Din. (jawab Nayna dari dalam, dan di pastikan Dinda tidak akan mendengar suara sautan dari Nayna karena kamar itu adalah kamar yang di rancang dengan kedap suara)


Nayna yang baru saja bangun tidur, langsung duduk dan berjalan ke arah pintu, karena Dinda yang sejak tadi tidak henti-hentinya mengetuk pintu serta beberapa kali membunyikan bel kamar.


"Lo itu ya Din, budek atau bagaimana...! (ujar Nayna dengan kesal saat sudah membukakan pintu kamarnya untuk Dinda)


"Lo itu yang budek nay, gue udah teriak-teriak dari tadi, eh lo hanya diam saja. (Balas Dinda yang melangkah masuk ke dalam kamar Nayna)


Dan seketika Dinda pun membelalakkan matanya, dan dengan mulut yang terbuka melihat kamar Nayna yang sangat mewah.


Nayna menatap Dinda dengan heran, dan menggelengkan kepalanya.


Nayna berlalu pergi dan duduk di sofa yang ada di sana, melihat Dinda yang tampak sedang mengamati seisi kamar itu.


"Sumpah, enak banget jadi Lo ya nay...! gue jadi semakin iri. (oceh Dinda sambil berjalan mendekati Nayna yang tengah duduk di sofa panjang di dalam kamar itu)


"So...Lo mau jadi kayak gue Din...(ujar Nayna menantang Dinda)


Seketika, Bayangan kedipan yang di jalani Nayna bersama Nattan pun terlintas di pikiran Dinda.


"Gak gak gak (ujar Dinda dengan menggerakkan kepalanya)


"Ada apa Din...? (tanya Nayna penuh heran, dan sedikit khawatir)


"Eh gak nay, gue gak apa-apa. Gue baik-baik saja (ujar Dinda, lalu tersenyum kepada Nayna)


"Kalau gak ada apa-apa kenapa Lo tadi bilang gak gak. (ujar Nayna)


"Oh itu, gue tadi membayangkan gue tiba-tiba jadi Lo nay dan saat gue membayangkan gue bersama suami Lo yang super dingin dan overprotektif itu...! ah...gue gak sanggup nay, jangankan untuk melakukan sesuatu untuk bernafas saja rasanya gue gak sanggup. (jelas Dinda)


"Jujur gue salut sama Lo nay, kok Lo bisa tahan ya dengan suami Lo yang super dingin dan overprotektif itu (sambungan Dinda lagi sambil mengacungkan jempol nya kepada Nayna)

__ADS_1


"Dinda-dinda, ada-ada aja Lo. (ujar Nayna, yang menggelengkan kepalanya lalu tersenyum kepada Dinda)


"Hehehe... maaf ya nay (kata Dinda lagi)


Nayna tidak menanggapi dia hanya tersenyum kepada sahabat baiknya itu.


Semua orang terdekat Nayna yang mengenal Nattan memang selalu berpikiran kalau Nattan itu sosok pria yang super dingin dan overprotektif, karena mereka hanya melihat di saat Nattan dan Nayna bersama di depan umum saja. mereka tidak pernah tau bagaimana sifat Nattan yang tiba-tiba berubah saat hanya berdua saja dengan Nayna. Nattan yang selalu tampak sangat dingin akan menjadi super manja saat bersama Nayna, kalau overprotektif nya memang itu sudah bawaan tetapi seover-overnya Nattan Nayna selalu memiliki cara untuk mengatasinya.


Nayna dan Dinda menghabiskan waktu hanya di dalam kamar saja, mereka berdua mulai melakukan apa-apa yang mereka seperti saat saling balas chat tadi.


Tidak lupa mereka berdua juga melakukan panggilan VC dengan Dita, serta memesan makanan dan beberapa cemilan untuk menemani mereka selama di dalam kamar itu sampai akhirnya Nattan dan Ardy pulang kembali ke hotel setelah menyelesaikan pekerjaan mereka.


...Bersambung...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update setiap hari....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan juga tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Semoga selalu menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Bahagia Bersama Mu" ini ya. Dan semoga suka ya dengan jalan ceritanya....


...🥰🥰🥰...


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya...! jangan komen yang membuat Author nya down. ✌...


...Jangan lupa Mampir juga ya di karya author yang lainnya. 👍🥰...


...Terima kasih 🙏...

__ADS_1


__ADS_2