
Mata kuliah pertama dan kedua sudah selesai,dan seperti biasa Nayna, Dita, dan Dinda keluar dari kelas menuju kantin kampus yang tidak jauh dari sana.
Jam masih menunjukkan pukul 11.00 wib tapi karena perut ketiga nya sudah merasa lapar mereka pun memutuskan untuk pergi ke kantin. Sambil saling bercanda gurau ketiganya duduk di bangku yang sudah di sediakan.
Baru saja duduk sebentar, Dita pun kembali bangkit dari duduknya setelah menanyakan apa yang ingin di pesan oleh kedua sahabatnya.
Seperti biasa, Dita memesankan makanan yang ingin mereka makan, setelah memesan makanan dan minumanan sama pihak kantin Dita pun kembali ke bangku kantin dimana ada Dinda dan Nayna.
Dinda terlihat mengelus lembut perut Nayna.
"Ngapain sih Lo Din...? (tanya Dita menatap Dinda sambil mendudukkan dirinya di sana)
"Gue lagi ngaduin kejahatan kalian berdua sama calon ponakan gue ini, biar pas dia lahir nanti dia akan membalaskan rasa sakit hati tecan nya ini. (ujar Dinda penuh drama dengan tatapan mengejek ke Dita)
"Ya dia kumat lagi nay... (bisik Dita kepada Nayna, dan masih di dengar oleh Dinda pasti nya)
"Udah di maklumi aja Dit, kalau orang kurang perhatian memang kayak gini (kata Nayna juga)
Nayna dan Dita pun serentak tertawa.
"Terus terus, tertawa aja nay, dit sampai kalian puas. Tunggu saja pembalasan dari kami berdua nanti. Ya kan ponakan tecan. (ujar Dinda dan kembali mengelus lembut perut Nayna)
Dita dan Nayna yang baru saja berhenti tertawa kembali tertawa lepas melihat tingkah Dinda, Suara tawa dari keduanya pecah memenuhi ruangan kantin kecil itu.
Ketiganya masih saling bercanda tawa bersama, kehebohan yang di ciptakan oleh ketiga sahabat itu mencuri perhatian dari orang yang ada di kantin itu. Tidak terkecuali laki-laki yang duduk sendiri di pojok kantin itu.
Sejak Nayna dan kedua sahabatnya masuk ke dalam kantin laki-laki itu sudah memperhatikannya hingga sekarang ini.
__ADS_1
Laki-laki itu adalah Riko (kakak kelas Nayna dulu) Riko menatap ke arah Nayna dan kedua sahabatnya sejak tadi dan tatapan itu tidak pernah lepas. Laki-laki itu terlihat mengamati apa yang di lakukan ketiga sahabat itu serta mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
Nayna, Dita dan Dinda sama sekali tidak menyadarinya. Namun orang suruhan Nattan yang diam-diam mengikuti dan mengawasi Nayna tampak sudah mulai curiga dia terlihat berjalan dan sengaja masak ke dalam kantin dan duduk di bangku yang tidak jauh dari tempat duduk Nayna dan kedua sahabatnya.
Sejak pernikahannya dengan Nattan di umumkan Nayna beranggapan bahwa Nattan tidak lagi memerintahkan orang nya untuk mengawalnya seperti dulu. Namun anggapan Nayna itu salah Nattan tetap mengutus dua orang nya untuk mengawal Nayna namun mereka melakukannya dalam diam supaya tidak ketahuan oleh Nayna.
Nayna sejak dulu tidak suka di kawal, dia selalu protes kepada suaminya Nattan setiap kali Nattan memerintahkan orang untuk mengawalnya. Nayna ingin seperti teman-temannya bisa bebas dan Nattan percaya kepadanya kalau dia bisa menjaga diri.
Nattan selalu menuruti apa yang di inginkan Nayna, termasuk untuk tidak di kawal, namun itu semua tidak berangsur lama, setelah satu atau dua hari Nattan menuruti keinginan Nayna, Nattan pun kembali mengutus orang nya untuk mengawal Nayna tapi dengan catatan tanpa di ketahui oleh Nayna.
Dan sejauh ini Nayna tidak mengetahuinya.
Tetapi berbeda dengan Dinda dan Dita, kedua sahabatnya itu tau kalau Nayna ada pengawal yang selalu mengikutinya kemana pun Nayna berada.
Nayna, Dita dan Dinda sedang menikmati makanan yang sudah mereka pesan karena baru saja di antar oleh pemilik kantin.
"Gue yakin, Itu pasti orang suruhan laki-laki kaya itu, ternyata dia mengirim orang untuk mengawal Nayna. (gerutu Riko saat berjalan keluar dari kantin)
Riko terlihat kesal, diam menggeretakkan giginya dan mengepal kedua tangannya menahan amarah.
Riko berlalu pergi dari sana, setelah dia berusaha untuk menenangkan hati nya, Riko kembali ke gedung kampus dimana para teman-temannya biasa berkumpul di sana.
"Dari mana saja sih Lo Rik...? (tanya Arya teman Riko, setelah Riko sampai di dalam gedung itu dan bergabung dengan semuanya)
"Gue dari kantin (jawab singkat Riko)
"Kok tumben Lo ke kekantin gak ajak kita-kita. (kata Arya lagi)
__ADS_1
"Gue kekantin bukan untuk makan, tetapi gue ada perlu sama seseorang (jelas Riko)
"Siapa...? (tanya Arya yang mulai kepo)
Riko diam dia tidak menjawab apa yang di tanyakan oleh Arya, Riko menoleh ke arah samping berbicara dengan Nita supaya Arya tidak banyak tanya lagi kepadanya.
Arya hanya menatap Riko yang sibuk berbicara dengan Nita, lalu Arya berusaha untuk kembali berbincang dengan teman-teman yang lain.
Tidak lama berbicara dengan Nita Riko pun menatap lurus ke depan, Riko tampak terdiam dan tatapannya terlihat kosong namun ada sesuatu yang sedang di pikirkan oleh Riko.
Arya yang berada di sampingnya yang menyadari perubahan sikap Riko hanya bisa menatapnya saja, Arya tidak mau banyak bertanya kepada Riko, karena Arya sangat tau Riko itu orang yang seperti apa.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....
...🤗🤗🤗...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....
...Terima kasih 🙏...
...😘😘😘...
__ADS_1