
"Assalamualaikum,,, mas.."
Hhhhmmm....
"Assalamualaikum....." Dina mengulang,
Iyaa,, wa Alaikum salam. Sahut Damar dingin.
Setelah itu,
Mereka berdua sama sama Diam.
Tetap diam,,,
Masih diam..
Kenapa diam,?.
Dan Damar yang pertama membuka suara.
"Mas, juga diam." Kilah Dina.
Hhhmmm, sudah sampai rumah.? Dari tadi cuma kamu yang di fikiran aku.
"Emmhh, iya udah sampai satu jam yang lalu, ini baru saja mau ngasih kabar, mas udah nelepon duluan,"
Kenapa, kamu lupa lagi.?
"Enggak, tadi kakak ngajak ngobrol dulu, gak sopan kan kalau aku sambil pegang hape,"
Dih,, tidak mau ngaku lagi, mengaku saja lah kalau kamu lupa, lagi.
"ih, siapa juga yang lupa."
Oh oke, kalau kamu sudah sampai rumah, syukurlah, nanti malam aku pulang, besok aku jemput kamu, kamu mau ke kampus.?
"Mau ke mana.?iya aku ke kampus, Besok kan bukan hari libur, memang nya mas Damar Free.?"
Kenapa memang, itu kan perusahaan aku, bolos sehari gak akan buat aku bangkrut kan.?
"Massa,,, biasanya juga,,, work is number one,"
Kapan aku bilang seperti itu, ngarang kamu.
"Eeellaahh,, gak ngaku, nyangkal lagi,, ya udah mas aku mau sholat dulu ya.?? Nanti sambung lagi.."
Hhhhmmm....
Tut...tut...tut...
"Gak kakak, gak mas Damar, pasti jawaban nya HHHMMM,,, HHHHMMM,, kayak sapi aja...haha"
***
Hari jum'at adalah Hari penuh keberkahan,
Hari ini Dina pergi ke kampus di antar sama Jaka, tanpa memaksa dan merengek Jaka sendiri menawarkan pada adik nya, tentu saja yang di sambut dengan riang gembira.
Di gerbang kampus teman akrab Dina sudah menunggu, tidak seperti biasanya teman teman nya seperti menyambut sahabat nya itu, bak seleb yang terkenal.
Ya pantas saja, karena hari ini Dina di antar oleh sang kakak, ketiga sahabat Dina itu ternyata menaruh hati pada Jaka,
Jaka yang tanpan dan kalem, menarik perhatian ketiga sahabat adik nya itu.
mereka sepakat bersaing sportif untuk menarik hati kakak sahabat nya itu, dan Dina pun mengiyakan persaingan itu, dan apabila salah satu dari mereka mendapat perhatian Jaka, mereka akan saling mendukung satu sama lain.
"Kak,,, jadi temen aku gak ada yang menarik perhatian kakak,, gak ada yang bikin kakak ser seran gitu.?" Celetuk Dina,
"Gak ada." Tukas Jaka.
"Kenapa.? Mereka kan cantik cantik," protes Dina.
"Karena mereka cantik," jelas Jaka.
"Aneh, kalau cantik bagus dong," protes Dina lagi.
"Biasa nya kalau yang cantik susah di atur, suka bikin makan hati." Kilah Jaka,
"Apaan sih,, " Desis Dina.
"Tuuuhh,, teman kamu sudah menunggu."
Tunjuk Jaka pada teman teman Dina yang menunggu di gerbang Kampus.
"Turun Di sini saja." Lanjut Jaka.
"Eehh kenapa.? Di depan aja, aku males jalan, panas Kak,,." Pinta Dina.
"Kamu ini,, di sini saja, Turun" printah Jaka.
Akhir nya Dina turun dari mobil, teman teman nya lah yang mendekati Dina,
Belum sampai pada tempat Dina turun, mobil Jaka sudah melaju menjauh, tentu saja teman teman kecewa karena tidak bisa bertemu dengan pria pujaan mereka.
"Yaaaahh,, na, kok kak Jaka gak turun sih." Ucap Riska sedih.
"Iya nih, padahal aku udah dandan rapih loh," tambah Fira dengan gaya polos nya.
"Apalagi gue,, udah pake kemeja baru ini.." lanjut Eva.
"Aduuuhh,, kalian ini, masih mau sama kakak gue, orang nya judes gitu... udah deh cari yang lain aja." Desis Dina.
"Kenapa.? Lu gak mau jadi ipar gue Na."tanya Eva.
"Bukan gitu eva sayang,, gue mau banget,, tapi kamu lihat tuh,, kakak tetep aja cuek." Jelas Dina. Memegang pipi teman nya itu.
"Ayooo masuk, panas" lanjut Dina menarik tangan eva dan Fira. Riska mengikuti.
"Naa,, Reno WA gue, katanya, jadi gak ketemu di kafe xwx, buat bantuin tugas nya." Terang Riska dari belakang.
"Oh iya gue lupa, ya udah yuk, habis kelas kita cabut." Imbuh Dina.
"OK..." jawab ketiga nya.
"Girls,, kalian duluan aja ya,, aku mau cari parkiran yang enak dulu," ucap fira mengendarai mobil nya.
Sementara Fira mencari parkiran mobil yang pas, Riska, eva dan Dina menunggu di pintu lift basement lantai dasar. Mereka akan menunggu sampai Fira datang.
Derrrt.. derrrt.. derrtt.. handphone Dina bergetar di kantong celana nya.
"Guys, bentar ya, gue angkat telepon Dulu." Tutur Dina, dan pergi menjauh.
(RIRIWA)
Yaaa,, pasti anda, siapa lagi..
"Assalamualaikum,,," sapa Dina dengan sumringah. Pada Damar di sebrang telepon.
Wa alaikum salam,, ada apa seperti nya senang sekali,,
Jawab Damar, Heran.
"Siapa, biasa aja."
Sudah pulang,? Mau aku jemput, aku lagi meeting, sebentar lagi selesai, kamu tunggu ya.
"Eeehhh,,, gak usah, aku gak pulang dulu, aku,,,, ada perlu,,, iya ada perlu..." jelas Dina terbata.
Perlu apa kamu.? Ini sudah sore,
"Sore apaan, masih jam dua lewat dua puluh, masih siang, ada tugas yang perlu di selesaikan, nanti pulang sebelum maghrib kok, tadi juga udah ijin sama kakak,"
Sama aku belum.
"Ini juga mau ijin, Mas nya udah nelepon duluan, paling tau ya, semua jadwal kegiatan aku, kayak weker aja, bunyiiiiiii terus.."
Kalau tidak begitu kamu suka amnesia, lupa segala nya, lupa kalau aku calon suami kamu.
"Iyaaa bapak calon suami, terima kasih, nanti di perbaiki kesalan nya,,, udah ah, tuh temen temen aku pada nungguin,, daaahhhh assalamualaikum..."
Eehhh kamu sudah bilang sama teman kamu,,,,
Tut..tut...tut...
"Dasar,, anak itu maen tutup saja,, "
Brruuukkhh...
Saat Damar berbalik ada tiga pemuda menabrak nya, hingga membuat Damar mundur beberapa langkah. Dan
Handphone Damar terjatuh dan hampir terinjak.
"Aduuhh maaf pak,, ehh om..saya gak sengaja."
Ucap salah satu pemuda.
"Hhhmm tidak apa apa." Sahut Damar.
__ADS_1
"Niih pak, hape nya masih menyala"
Ucap satu pemuda lagi menyodorkan handphone kepada Damar.
"Elu sih Ren main dorong dorong, kena orang kan." Ucap pemuda yang mendorong damar.
"Maaf pak, itu hape nya,,,,"
Tutur pemuda yang di ketahui bernama Reno.
"Tidak apa apa." Tukas Damar, hendak berlalu.
"Pak,, maaf, jika hape nya rusak, bisa di bawa ke counter hape punya bapak saya, di sana bisa servis hape, nanti saya kasih discount deh.. bilang aja kenalan nya rey,, hehe " cetus pemuda yang menyodorkan hape.
"Saya bilang tidak apa apa, silahkan lanjutkan aktivitas nya, saya tidak akan minta ganti rugi, saya tau kalian tidak sengaja. Silahkan."
Lontar Damar, mempersilahkan.
"Lain kali kalau ada di dalam toilet jangan main dorong dorong, bahaya..." lanjut Damar.
"Iya pak, terimakasih,,"
"Hhhhmmm.." Damar mengangguk.
"Dia baik orang nya, muka nya aja yang judes."
"Iyaaa.. bener."
Mereka berbisik..
Tapi tetap saja masih terdengar oleh Damar.
Ketiga pemuda itu adalah
Reno, Rey, dan kemal.
Mereka adalah teman satu vakultas dengan Dina, dan mereka pula yang sedang menunggu kedatangan Dina dan teman teman nya.
"Heeyyy Din,, di sini.." panggil Reno melambaikan tangan saat Dina dan ke tiga teman nya mencari mereka.
"Na,, tuhh mereka." Ucap Riska menunjuk ke arah Reno, Rey, dan Kemal.
Ternyata Reno telah menyatukan Dua meja menjadi satu, jadi Dina, fira ,riska dan Eva tidak perlu lagi mencari tempat duduk dan memesan makanan nya, karena Reno telah mempersiapka semua nya.
"Guys, sambil nunggu makanan dateng, kita mulai aja yuuk, biar gak terlalu sore." Ucap Dina menyalakan laptop milik nya.
"Mau kemana sih neng, buru buru amat, nyantai aja dulu.. iya gak..?" Sahut kemal menyenggol lengan Reno.
Semua orang tahu kalo Reno menyimpan Rasa pada Dina, namun Dina menganggap nya hanya candaan, karena memang Reno suka menggoda beberapa gadis selain diri nya.
"Aku mesti pulang sebelum maghrib Mal, jadi mesti cepet cepet," jelas Dina.
"Loh Din, aku mau ngajak kalian nonton setelah maghrib, aku fikir kamu bisa." Ucap Reno.
"Iya Ren, maaf ya aku gak bisa, kakak aku lagi di rumah, Dia gak lama kalau pulang ke sini paling lama tiga hari udah balik lagi pergi kerja. Kalian kalau mau nonton, nonton aja. Nanti aku pulang sama kakak." Jelas Dina tanpa memalingkan pandangan dari laptop nya.
Ketiga teman Dina saling bertatapan dengan kedua teman nya Reno. Memang di balik acara mengerjakan tugas akhir ini teman teman kedua nya, ada rencana untuk mendekatkan Reno dan Dina.
Tapi apa hasil nya, Dina masih saja cuek dan tidak menyadari. Kalau Reno benar benar menyukai nya.
"Na,, kok gitu, Reno udah baik baik loh mau ngajak kita nonton kasihan kan, nanti pulang nya aku antar deh ya.?" Bujuk Fira.
"Enggak Fir, lu tahu kan kakak gue gimana,,maaf ya teman teman, lain kali deh,, aku janji.. nanti gue yang traktir,, yaahh..??"
Tutur Dina. Mengacungkan dua jari nya.
"Yaa udah gak papa,, janji ya, lain kali lu yang traktir.." tukas Reno.
"Iyaa,, gak percaya lu.?" Sergah Dina.
"Hahaha, gue tunggu loh."
Hhhmm... dina mengangguk, dan kembali menatap layar laptop nya.
"Niihhh Ren, ini yang musti lu ganti,," ujar Dina.
"Mana.. mana.?" Sahut Reno mendekatkan wajah nya ke layar laptop dan pipi mereka berdekatan.
"Huuuhhh modus lu,, "
Ucap kemal, mendorong kepala Reno sehingga kepala mereka saling beradu.
"Aduuhh lu apaan sih, sakit kan kepala gue."
Dengus Dina pada kemal, dan melempar pulpen pada nya. Lalu mengusap kepala nya sendiri.
"Sakit ya Din,, maaf maaf,, " Reno juga mendengus dan hendak mengusap kepala Dina,
"Eh maaf." Ucap Reno.
Dan kegaduhan mereka berhenti saat makanan telah terhidang dan siap untuk di makan.
Mereka menyantap makanan yang di pesan Reno dengan suka Cita,
"Kalian tau gak, makanan ini enak banget menurut gue, tau gak kenapa.?" Lontar Rey di sela makan nya.
"Kenapa bro,, katakan,," sahut kemal.
"Karena makanan ini GRATIS,,, alias FREE.. hahaha.."
Ucap Rey dan Kemal bersamaan.
"Iihhh dasar. " dengus Eva.
Dina hanya tersenyum,
"Ren ini gue udah kasih tanda ya, yang harus lu lengkapi, gue udah masukin ke laptop lu, nanti gue lihat lagi kalo lu udah selesain, ok.?" Tutur Dina.
"Iyaaa,, thanks ya Din," sahut Reno,
Yang Di sambut dengan anggukan dan senyum manis dari Dina.
"Eehh lihat di sana, itu kan model yang lagi terkenal itu, siapa ya, aduuhh lupa gue."
Tiba tiba Rey menunjuk seseorang yang duduk lumayan dekat dengan meja yang mereka gunakan.
Tepat lurus di depan meja mereka dan hanya terhalang tiga meja saja.
Dina memalingkan wajah nya, posisi Dina membelakangi meja yang di tunjuk, maka Dina harus memutar badan untuk melihat jelas nya.
"Samantha,," seru Dina sedikit berteriak, melihat orang yang di tunjuk Rey.
"Nahh itu Dia, Samantha Vallery, beeuuhh cantik banget Dia, lihat men,, body nya gitar spanyol, gak salah Dia jadi model." Puji rey pada Samantha.
"Ohhh iya bener itu Dia, model luar yang lagi naik Daun kan,, lagi laku laku nya Dia, gue juga baca berita nya." Sahut Riska,
"Beeeuuhhh,,, seksi bener,, andai gue jadi pacar nya,, wwiiihhh sempurna... hahaha" sambung Rey lagi.
"Mimpi lu Rey, cewek kayak Dia mana mau sama cowok pecicilan kayak lu, mimpi kali ah." Ledek Eva.
Dina menatap nya dengan kesal, beberapa hari ini Samantha adalah pusat masalah yang membuat fikiran nya ke sana kemari, baru saja merasa tenang karena wejangan dan nasihat Jaka sang kakak,
Kini di depan wajah nya, teman teman nya memuji nya dengan kagum, apalagi Rey yang pertama mengenali nya, seperti melihat bidadari yang turun dari kayangan saja.
"Eeehh siapa laki laki itu,"
Tunjuk Riska pada laki laki yang baru menghampiri Samantha.
Dengan spontan Dina memutar kembali badan nya, penasaran siapa laki laki yang bersama dengan wanita itu.
"Hahaha,, kalah jauh lu Rey,, tuh lihat pacar nya model elu itu, kayak Dia,, bukan kayak lu.. hahaha" Ledek Reno.
Dina menyipitkan mata nya, berusaha melihat lebih jelas siapa pria itu,
Saat tau pasti Siapa pria yang bersama dengan Samantha mata Dina membulat, hati nya bergemuruh, dengan tidak sadar Dia mengepalkan tangan nya.
Pria yang duduk menyamping, yang memakai stelan jas warna navi dengan kemeja biru lagit kesukaan nya, terlihat sangat tampan dan karismatik, dari postur tubuh nya Dina tau pasti siapa Dia,
"Mas Damar, sedang apa Dia." Dina bergumam pelan.
"Dia siapa ya,, apa Dia produser yang Dia pacari,,"
Imbuh Riska memperhatikan Damar yang duduk berhadapan dengan Samantha.
"Nana,, kamu mau kemana.?" Tanya Fira dengan polos nya saat melihat Dina berdiri dan hendak pergi.
Dengan sangat marah Dina menghampiri meja Sam dan Damar. Dengan Cepat berjalan ke arah nya.
Teman teman Dina hanya melihat keheranan.
Dina sampai di meja Sam dan Damar.
"Mas,, Sudah selesai meeting nya.?"
Tiba tiba Dina melingkarkan tangan nya di bahu Damar, dengan senyum yang di buat semanis mungkin.
"Hey,, kenapa kamu di sini.?"
__ADS_1
Tanya Sam kaget.
"Kamu fikir sedang apa aku di sini.? Tentu untuk menemui calon suami saya, kita kan punya janji, iya kan mas..?"
Tutur Dina duduk di kursi sebelah Damar, dengan menaruh kepala nya di pundak Damar dan berbicara yang di buat sangat manja.
Di sebrang meja, Reno dan teman teman nya semakin tidak mengerti apa yang sebenar nya terjadi, kenapa Dina bisa mengenal Samantha dan siapa pria itu, apa hubungan nya dengan Dina.
mungkin itu yang di fikirkan mereka,
"Dammy,, you chose this tacky girl, over me.?"
Seru Sam, yang kesal melihat sikap Dina pada Damar.
Damar hanya Diam, seperti nya Dia menikmati kelakuan Dina kali ini, seprti biasa, di saat kesal Dina selalu bersikap berlebihan, padahal secara tidak sadar Dia melakukan hal itu karena emosi.
"Hey Samantha, watch your talk,,,
kamu tidak lihat dirimu, wanita macam apa yang terus menyatakan cinta pada calon suami orang lain." Decak Dina.
Damar tetap diam.
"Mas,, sudah selesai, bisa kita pergi.?"
Lanjut Dina semakin manja, menggemaskan.
"Hhhhmmm,," Damar mengangguk dan berdiri hendak pergi.
"Dammy,, urusan kita belum selesai, aku mau ngomong sama kamu,," tahan Sam pada Damar.
Namun Dina menarik lengan Damar untuk pergi.
"Permisi..." pamit Dina pada Sam.
Dina dan Damar berjalan beriringan, Damar memeluk dina dari samping dengan sebelah tangan, menghampiri meja yang tadi Dia tempati.
Awal nya Dina ingin pergi tanpa berpamitan dengan teman teman nya, akan tetapi tas, handphone dan laptop nya masih ada di meja yang di mana teman teman nya berada.
Mau tidak mau Dina harus kembali untuk mengambil nya. Dan mau tidak mau Dina harus mengenalkan tunangan nya itu.
"Guys, maaf ya gue duluan, gak papa ya.??"
Tutur Dina Ragu. Lalu lekas membereskan barang nya.
Damar hanya mematung di belakang Dina.
"Eh iya, kenalin ini mas Damar,,,, tu,,tunangan aku." Ucap Dina terbata memperkenalkan.
"APA.??? Tunangan,, " Serentak Eva, Riska dan Fira.
"Iya,, saya calon suami nya Dina.." tambah Damar datar tanpa ekspresi.
"HAAAHHH,, CALON SUAMI.." lagi lagi Eva, Riska dan Fira, melotot dan tercekat. kali ini agak berteriak.
"Nana,, kamu..??" Sergah Fira menatap Dina.
"Iyaa,,iya,, nanti gue jelasin.. sekarang gue balik dulu ya,, please.." bisik Dina pada Fira.
Damar dan Dina lekas pergi meninggalkan teman teman Dina,
"Haha,, kalah set lu Ren,, kalah saing lu,, "
Masih terdengar teman teman Dina saling melempar ledekan dan sindiran. Damar dan Dina keluar Dari kafe dan gedung mal untuk pulang.
Saat dalam perjalanan menuju basement, damar berbisik,
"Tadi aku memperhatikan sepanjang kamu bercengkrama bersama teman kamu itu, Siapa nama nya,,, Reno,, yaa Reno...."
"Dan aku juga gak suka kamu bertemu diam diam dengan mantan pacar kamu,"
Desis Dina mendorong Damar agar menjauh.
Saat sampai Di mobil, Dina memilih Duduk di belakang, karena hari ini Damar memakai mobil yang berbeda dari biasa nya.
"Din,, kamu fikir aku supir kamu,"
Dina Diam tidak menanggapi.
"Cemburu kamu itu jangan berlebihan, kamu suka over kalau lagi cemburu.."
Goda Damar menahan senyum.
Eeehh,, siapa yang cemburu,
Apa aku memang cemburu,, Dih, kenapa juga harus Cemburu. Enak saja sembarangan menuduh. Batin Dina.
"Cepat pindah." Pinta Damar.
Tetap saja Dina diam dan cemberut.
"Dina,, mobil nya tidak akan melaju kalau kamu masih di duduk belakang."
Dina Masih Diam.
"Ada yang mau aku jelaskan sama kamu." Bujuk Damar.
Dina Tetap saja Diam.
"Dina,,, cemburu boleh, tapi...."
"Aku gak cemburu." potong Dina.
"Terus kenapa marah.? Mengaku saja, tidak usah malu" Goda Damar.
"Pokok nya aku gak cemburu. Titik.
aku marah, karena mas Damar diam diam bertemu dengan wanita itu." jelas Dina melotot kesal.
"Maka nya sini, duduk di depan biar aku jelasin."
Pinta Damar lagi.
Dina tetap menggeleng.
"Astaga,, kenapa jadi keras kepala begini,"
Akhir nya Damar mengalah, melajukan mobil nya, dan Dina masih cemberut duduk di jok belakang.
"Langsung pulang ini, atau mau kemana dulu.?"
Tanya Damar,
"Aku mau beli cake," jawab Dina ketus.
Damar tersenyum,
"Cake apa.?" Tanya Damar lembut.
"Ricotta cheesecake." Jawab Dina singkat.
Damar memarkirkan mobil nya tepat di depan cake and bakery shop, setelah mematikan mesin mobil nya Damar turun dan membuka pintu belakang mobil nya, Damar mengajak Dina untuk turun, namun tetap saja Dina menggeleng dan masih cemberut.
"Aduuhh, kamu kenapa jadi keras kepala begini kalau lagi marah."
Tutur Damar menarik tangan Dina keluar dari mobil.
Saat Dina berhasil di keluarkan, Damar memegang erat bahu Dina dengan tangan kanan nya, menyeret nya masuk menuju cake and bakery shop yang di tuju.
"Mas apaan sih, lepasin orang orang liatin aku tahu.." desis Dina.
"Ya sudah, seperti ini saja, jangan protes kamu."
Tuntut Damar, menggenggam tangan Dina.
Damar memesan cheesecake dan lemon tea untuk Dina, white coffe untuk diri nya, Damar mengajak Dina untuk Duduk di meja dekat jendela, di luar sana ternyata ada kolam ikan di tengah taman yang sangat indah, di tambah lagi dengan langit sore yang teduh menambah kesan sejuk dan asri.
Dina menatap taman itu dengan seksama, begitu indah dan menyegarkan mata.
"Suka.??" Bisik Damar di telinga Dina.
Dina menjauhkan kepala nya. Dan mengangguk.
"Seperti nya mas Damar sering ke sini.?" Tanya Dina.
"Hhhmmm" Damar mengangguk.
"Din, aku dan Sam ada project bersama,,,,,"
hhhuuuuhhhftt,, damar menghela nafas panjang sebelum melanjutkan kalimat nya,,
Project bersama, apa.???
apa maksud nya, kok tidak di lanjutkan,
Apa mas Damar dan Sam.....
Aaahhhh,,, gak mau, aku gak akan birakan,
__ADS_1
Enak saja,,, aaahhhh.....
Dina berdiri dan melotot kesal.