Bahagia Bersama Mu

Bahagia Bersama Mu
(Part 2) 20 Saling Diam


__ADS_3

Nayna dan Nattan saling diam, sudah beberapa hari ini Nayna terlihat tidak banyak bicara kepada Nattan, walaupun Nattan merasa sedikit heran namun Nattan berusaha untuk memakluminya karena mendengar nasihat dari bik Minah.


Nayna baru saja sampai di rumah, dan kali ini Nayna pulang dari kampus lebih cepat dari biasanya, Nayna sengaja tidak mengabari Nattan karena Nayna merasa masih kesal kepada Nattan, dan karena itu Nayna pulang diantarkan oleh Dita.


Nayna bercerita kepada kedua sahabatnya tentang apa yang dia temukan di dalam ruangan di perusahaan Nattan, Nayna sengaja menceritakan itu kepada dua sahabatnya karena Nayna berharap Dinda atau pun Dita tahu tentang perempuan itu, bahkan berharap di antara kedua sahabatnya itu ada yang mengenalnya.


Apa yang di harapkan Nayna pun pupus, karena baik Dita maupun Dinda tidak tahu bahkan tidak mengenal perempuan yang ada di foto itu.


Nayna tampak begitu kesal, api cemburu sedang berkobar di dirinya.


Nayna berbaring di tempat tidur setelah membersihkan diri mengganti pakaiannya, Nayna mengelus dengan lembut perutnya yang semakin membuncit.


"Sayang, maafkan bunda ya...! Akhir-akhir ini kamu pasti juga merasakan cemas seperti yang bunda rasakan. Maafkan bunda ya sayang.


Nayna memejamkan matanya satu tangannya berada di atas kepalanya, Lalu tiba-tiba bayangan foto mesra Nattan bersama perempuan yang tidak dia kenal itu kembali terputar dalam ingatannya, dan tanpa di sadari air matanya pun mengalir begitu saja.


Nayna menutup semua wajahnya dengan kedua telapak tangannya, dan langsung sesenggukan menangis. Nayna sepertinya meluapkan kekesalannya dengan menangis.


Setelah puas menangis akhirnya Nayna pun tertidur, Nayna tidur dengan meringkuk dan dalam tidurnya pun masih terdengar suara sesenggukan tangisan nya, walaupun hanya sesekali.


Di lantai bawah


Bik Minah sejak tadi tidak henti-hentinya mondar mandir tepat di depan tangga untuk naik ke lantai dua rumah. Pandangannya juga tertuju pada lantai dua rumah.


Bik Minah merasakan ke cemaskan di hatinya, setelah dia melihat majikannya yaitu Nayna yang masuk kedalam rumah dengan tergesa-gesa tidak seperti biasanya, Nayna hanya menyapanya lalu Nayna pun langsung berlalu pergi naik ke lantai dua rumah.


Ekspresi wajah Nayna pun terlihat tidak baik-baik saja, karena itu membuat bik Minah bertambah cemas.


"Kenapa non Nayna lama banget sih di atas...! Apa sebaiknya bibik susul aja ya. (gumam bik Minah dalam khawatiran nya)


Bik Minah kembali bolak balik di sana, lalu tidak lama bik Minah menghentikan langkahnya dan berjalan menuju telpon rumah dengan tergesa-gesa.


Bik Minah mulai menekan nomor telepon yang ingin dia hubungi, dan tidak lama sambungan telepon itu pun terhubung.


"Angkat dong den (ujar bik Minah sambil mendengarkan nada dering telepon yang sudah tersambung itu, namun belum juga di jawab)


Cukup lama bik Minah menunggu jawaban dari Nattan yang dia hubungi namun tidak ada jawaban juga dari seberang sana.


Sambungan telepon itu pun terputus, bik Minah kembali mencoba menghubungi.

__ADS_1


Di tunggu beberapa saat namun hasilnya masih sama, Nattan tidak menjawab telepon nya. Bik Minah meletakkan gagang telepon nya, lalu dengan tekad yang sudah bulat bik Minah mulai menaiki tangga untuk menuju lantai 2 rumah.


Tidak butuh waktu lama bik Minah pun sampai di depan pintu kamar Nattan dan Nayna.


Bik Minah menekan bel yang ada di samping pintu kamar itu satu kali, lalu menunggu sejenak. Nayna masih belum juga keluar, bik Minah kembali menekan bel itu lagi. Dan tidak lama baru lah terlihat Nayna menampakkan diri di sana.


"Ada apa bik...? (tanya Nayna dengan wajah yang masih terlihat kusut khas bangun tidur namun kali ini mata Nayna terlihat lebih sembab)


"Non baru bangun tidur...? (balik tanya bik Minah)


"Iya bik, saya ketiduran. (jawab Nayna)


"Oh...maaf ya non bibik mengganggu tidur non. (ujar bik Minah yang merasa bersalah)


"Ya bik gak apa-apa kok, oh ya bibik ada apa panggil nay...?


"Anu, itu non bibik panggil non untuk makan siang, bibik sudah siapkan makan siang nya.


"Nanti aja deh bik, nay masih belum lapar. Bibik sama mang Koko makan aja dulu. Kalau nay lapar nay akan turun.


"Baiklah non, kalau begitu bibik turun dulu ya. Kalau non butuh sesuatu kasih tahu bibik ya biar bibik siapkan.


"Ya bik


Bik Minah sudah berada di dapur tatapannya terlihat kosong sambil mencuci sedikit piring yang ada di westapel nya.


"Buk....(panggil mang Koko suami dari bik Minah)


Bik Minah hanya diam, tidak menggubris panggilan dari mang Koko suaminya.


"Buk....(panggil mang Koko lagi sambil melangkah maju mendekati bik Minah)


Reaksi bik Minah masih sama, dia masih diam.


"Buk....(panggil mang Koko lagi namun kali ini mang Koko menepuk pundak bik Minah)


Bik Minah kaget, piring yang di pegangnya jatuh dari pegangannya masuk ke dalam westapel yang ada di hadapannya.


"Bapak...! kenapa sih buat Ibuk kaget saja. (ujar bik Minah saat sudah berbalik menghadap ke mang Koko)

__ADS_1


"Kok malah nyalain bapak, Ibuk yang melamun...! udah berkali-kali bapak panggil tapi Ibuk diam saja. Emangnya Ibuk kenapa sih...? apa Ibuk lagi kurang enak badan...?


"Maafkan Ibuk pak, Ibuk gak denger bapak manggil Ibuk.


"Ya gak apa-apa, tapi emangnya Ibuk kenapa sih sebenarnya...! Tumben, gak biasanya Ibuk itu melamun begitu.


"Itu pak Ibuk lagi kepikiran dengan non Nayna.


"Non Nayna....? emangnya kenapa dengan non Nayna...? dia baik-baik saja kan buk....?


"Ibuk juga gak tahu pak, cuma tadi Ibuk......(bik Minah pun menceritakan segalanya mulai dari Nayna pulang hingga saat dia menemuinya tadi. Semuanya di cerita oleh bik Minah kepada mang Koko termasuk kecemasannya dan kecurigaannya)


"Buk... Ibuk itu gak boleh mikirin yang gak-gak begitu tenang non Nayna itu gak baik, lebih baik Ibuk do'akan dia semoga dia selalu baik-baik saja dan tidak ada masalah apa pun.


"Iya pak, maaf kan Ibuk. Cuma Ibuk khawatir sama non Nayna.


"Ya bapak tahu, tapi bapak yakin non Nayna baik-baik saja. Dan seperti yang dia katakan kepada Ibuk tadi, nanti kalau dia lapar dia akan turun kan...!


"Iya pak.


"Ya udah sekarang kita makan yuk, bapak udah lapar ini buk.


"Ya udah ayo pak, bapak duduk lah biar Ibuk siapkan.


Mang Koko pun duduk di meja makan kecil yang ada di dapur itu, Dan Bik Minah pun mulai menyajikan makanan untuknya dan suaminya.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....


...Terima kasih 🙏...

__ADS_1


...😘😘😘...


__ADS_2