
"Sam.??"
Ucap Damar terkejut,
Tiba tiba ada seorang wanita asing menyapa Damar, dia mengatakan bahwa dia sangat merindukan Damar, tanpa di persilahkan dia memeluk Damar.
Dengan berpakaian super mini dan sexy wanita asing itu bergelayut di leher Damar, dan menempelkan pipi nya di Pipi kanan dan kiri Damar, menyapa khas orang asing.
Damar hanya Diam, dia merasa tercekat kenapa tiba tiba ada wanita asing ini. Namun Damar tersadar melihat muka Dina yang kesal, karena wanita asing itu terus bergelayut di leher Damar.
"Dammy,, don't you miss me.?"
Tanya wanita asing itu pada Damar.
"Eh, maaf,, sam kenalin ini Dina,
she is my fiancé."
Ucap Damar melepaskan pelukan wanita asing itu, dan berdiri mendekati kursi yang di duduki Dina.
"Hanya bertunangan.?"
Tanya wanita itu tanpa memandangi Dina.
Damar membungkuk memegang kedua bahu Dina.
"Apa maksud mu dengan hanya.?? she is my future wife."
Lanjut Damar tersenyum memperkenalkan Dina.
Dina tersenyum, sebenar nya siapa wanita asing ini, kenapa Dia seperti nya dekat Dengan Damar, dan dengan tidak tau malu nya,memeluk Damar di depan Dina. Padahal Damar sudah mengatakan Dia dan Dina bertunangan.
"Oke,, perkenalkan nama saya Samantha, kamu bisa panggil saya Sam,"
Ucap wanita asing itu, tanpa mengulurkan tangan nya.
Ternyata Dia fasih berbahasa indonesia.
"Kamu tahu,,, I am the woman who used to be your fiancé's most loved"
Lanjut Sam.
Dina hanya diam, masih tidak mengerti apa maksud nya wanita asing ini.
"Sam,, kenapa kamu di sini.?"
Tanya Damar, tidak merespon pernyataan Sam.
"Dammy,, apa kau tidak merindukan ku,? Selama ini aku mencari mu."
Seru Sam, hendak mendekat pada Damar.
"Silahkan Duduk Sam."
Damar duduk di pinggir kursi Dina, dan mempersilahkan Sam untuk duduk,
Sam pun duduk tepat berhadapan dengan Damar. Dan dia mengengam tangan Damar yang ada di atas meja.
"Dammy, I still love you very much."
Lontar Sam, tiba tiba.
Dina melotot pada pernyataan nya Sam.
Cinta,,cinta,, siapa sih dia ini, lihat nih di sini ada calon istri nya.,, eeehhh... calon istri..
Racau Dina dalam Fikiran nya.
"Sorry Sam, saya sudah mau menikah, tidak pantas kamu berbicara seperti itu, di sini ada calon istri saya."
Tukas Damar melepas tangan Sam.
"Dammy stop it,, apa kamu belum memaafkan aku.?, aku tau kamu hanya ingin buat aku jealous kan.? Please,, Come back to me, I still love you."
__ADS_1
Tutur Sam.
Dina benar benar hanya Diam,
Beberapa kali mendengar wanita itu mengucapkan cinta pada tunangan nya, membuat nya merasa tak nyaman.
Sejenak, Dina terhanyut dalam lamunan nya, dirinya maupun Damar memang belum pernah sekali saja mengucapkan kata cinta satu sama lain,
"Cukup sam, kami harus pergi, film yang kami tonton akan di mulai, kami permisi."
Ucap Damar, menarik tangan Dina untuk berdiri dan pergi.
Padahal pesan tiket film saja belum.
Dina hanya menurut,
saat Dina dan Damar hendak pergi, Sam mengejar dan memeluk punggung Damar, melepas kan gengaman tangan antara Dina dan Damar.
"Dammy,, aku mohon, tidak cukup kah selama empat tahun ini kamu mengacuhkan ku, aku masih mencintai mu.. please maafkan aku Dammy."
Dina memutar bola mata nya, seperti malas mendengar kata kata Sam yang terus terulang.
"Stop Sam,, stop.. kamu lihat Dia, Dia adalah wanita yang akan mendampingi aku sekarang dan selama nya, jadi tolong hargai Dia."
Ucap Damar sedikit berteriak,
dan melepaskan pelukan Sam, berbalik Damar memegang kedua bahu Dina, dan memeluk Dina dengan sebelah tangan.
Dina benar benar bingung, situasi macam apa ini, di lihat dari sikap kedua nya Dina bisa memahami, siap sebenar nya Wanita asing yang berpakaian kurang bahan ini.
"Permisi,"
Desis Damar, mengeluarkan uang beberapa lembar dan menyimpan nya di meja,
lalu meninggalkan Sam.
Dan Sam, seperti menahan tangis nya, Dia hanya bisa melihat Damar yang terus memeluk Dina dari belakang, menjauhi Diri nya, semakin jauh, dan semakin tidak terlihat.
even though I still love you very much..
***
Damar terus menarik tangan Dina menuju pintu keluar, wajah nya seperti menahan marah, Dina tidak berani bertanya apapun pada Damar, meski sebenar nya Dia juga kesal pada Wanita Asing yang memperkenalkan diri nya sebagai Sam, orang yang mencintai Tunangan nya Damar.
Damar membawa Dina ke basement menuju mobil nya, Dina heran dan cemberut, melihat mood Damar untuk sekarang, seperti nya kencan hari ini akan batal.
Setelah kedua nya nyaman duduk di kursi mobil, Damar melajukan mobil nya, dan Damar tidak mengeluarkan sepatah kata apapun, wajah nya masih saja tegang dan masih kesal.
Dina hanya cemberut dan membelakangi Damar, Dina melihat ke arah luar mobil, dan tentang wanita asing itu, masih saja memenuhi fikiran Dina.
Damar hanya sekilas melihat Dina yang membelakangi nya, Damar sengaja menutup mulut nya untuk tidak membuka percakapan, dia malas untuk membahas Samantha dengan Dina.
Lebih tepat nya Damar belum siap untuk menjelaskan siapa Sam sebenar nya, dan apa hubungan antara dirinya dan Sam.
Karena melihat Damar yang masih terlihat kesal, tentu saja Dina tidak berani membuka suara, bahkan hanya untuk bertanya, Dina lebih memilih tidur di situasi kaku seperti ini,
terserah mau di bawa kemana pun, Dina sudah pasrah, toh acara nonton Film nya sudah batal, terlihat dari arah jalan yang di ambil oleh Damar, yang mengambil jalan ke arah Rumah Dina.
Kencan hari ini benar benar batal, kacau tepat nya, karena kedatangan wanita asing itu wajah Damar menjadi kaku, dia enggan bicara, dan Dina pun tidak mau semakin merusak mood nya Damar. dan Dina hanya diam menurut.
Mobil sudah berhenti tepat di depan pagar rumah Dina, tapi Damar belum membangunkan Dina yang terlihat nyaman dalam tidur nya,
Damar terus memandangi Dina, ada sebesit rasa bersalah dalam hati nya, Damar menyadari ketidak nyamanan dan kekesalan Dina sejak tadi, dan Damar juga tau Dina lebih memilih mengalah dari pada berdebat.
"Maafkan saya Din,, saya mengikat mu tanpa tau saya mencintai mu atau tidak,, tapi setelah hari ini, saya benar benar takut kehilangan mu, kamu mengalah pada kekesalan saya, kamu hanya diam saat saya tidak mau bicara, sekarang saya sadar kamu sangat berharga bagi saya, setelah saya melihat wanita itu, saya semakin sadar bahwa saya tidak mau kehilangan mu, saya tidak akan melepaskan mu, mohon bersabar akan sikap ku,, maafkan segala yang aku lakukan pada mu,,"
Lirih Damar pelan, mengusap kepala Dina.
"Kamu benar benar tidak mau bangun Din,, mau sampai kapan kamu tidur di sini,,"
Lanjut Damar memajukan wajah nya,
Dia melihat Dina yang bergumam pelan sambil cemberut, entah apa yang dia katakan, karena itu Damar memastikan nya.
__ADS_1
Saat wajah Damar tepat di depan wajah Dina,
Dina terbangun, dia kaget saat mendapati wajah Damar tepat di depan wajah nya.
"Aaaaaaaa....... "
Dina berteriak dan spontan memukul wajah Damar, tepat mengenai hidung nya. Bahkan tidak satu kali di na memukul, dari wajah turun ke bahu Damar.
"Aaaaa,,, mas mau ngapain,,, jangan mencari kesempatan ya..."
Teriak Dina, terus memukul bahu Damar yang spontan du halangi oleh lengan nya.
"Kamu ini apaan sih,,"
Dengus Damar memegangi kedua tangan Dina.
"Kamu mas yang ngapain,, ini di mana.? Kamu jangan macam macam ya, nanti aku bilangin sama kakak, tau rasa kamu.."
Tukas Dina, sambil melotot.
"Dih,, mau ngadu... lihat nih di mana ini, saya mau bangunin kamu, ini sudah sampai rumah kamu, maen pukul aja,"
Seru Damar.
"Ooohhh,, kirain apaan, bilang dong."
Ucap Dina, turun dari mobil.
"Mas, mau mampir.?"
Lanjut Dina menawarkan.
"Iya,, buka gerbang nya."
Jawab Damar.
Eeehhhhh
Aku kan cuma basa basi,,,
"Cepat Din."
"Eh,, iya."
Damar memarkirkan mobil nya, dan Dina masuk rumah terlebih dahulu, tidak menunggu Damar untuk masuk.
Dina langsung masuk kamar nya, dan menganti pakaian nya, seperti biasa Dina memakai tunik dengan lengan tiga per empat dan bawahan selutut, pakaian longgar yang nyaman di pakai di dalam rumah.
Saat keluar kamar Dina langsung menhampiri Damar di Ruang tamu, tapi orang yang Dia cari tidak ada, rupanya dia sedang menerima telepon.
Ternyata Damar sudah di buatkan minum oleh ibu, terlihat ada bekas minum di atas meja.
Dina menunggu Damar menyelesaikan telepon nya, lumayan cukup lama, hampir lima belas menit Dina menunggu.
Akhir nya Dina mendekat pada Damar, terlihat Damar dengan wajah kesal seperti di mall tadi,
Siapa yang menelepon,, apa ada masalah di kantor.
Batin Dina, karena melihat Damar yang semakin mengeraskan suara nya.
Cukup Sam,, cukup,, tolong kalau kamu mau saya memaafkan mu, berhenti menganggu saya.
Terdengar teriakan Damar sampai ruang tamu,
Ternyata wanita asing itu yang menelepon.
Ada rasa sakit di hati Dina, saat tau wanita itu menghubungi Damar, entah dia cemburu atau hanya kesal karena tunangan nya di ganggu orang lain,
Tapi yang pasti, Dina tidak menyukai, jika ada wanita lain yang mendekati Damar, sejak kapan perasaan itu muncul, entah lah, tapi Dina sudah terbiasa dengan kehadiran Damar di hidup nya.
Dan pasti nya, Dina tidak mau jika orang lain merusak nya.
Sam,,, jika kamu hanya masa lalu nya, cukup lah kamu menjadi masa lalu, sekarang aku adalah masa depan nya, dia yang menginginkan aku, bukan kamu, jadi berhenti lah kamu di sana.
__ADS_1