
"Mas, Denger gak.??" Tanya Dina memutar kepala nya, tapi masih dalam pelukan Damar.
"Dengar," Damar mengangguk. "Tuh orang nya,"
Tunjuk Damar pada perempuan yang menggendong anak laki laki berusia tiga tahun.
Yang baru masuk kedalam toko.
"Sissy,,, aaahhh kangen."
Ternyata Fey, adik semata wayang Damar,
Dia langsung memindahkan anaknya ke pangkuan Damar, dan menghambur ke pelukan Dina. Yang di sambut hangat oleh Dina, calon kakak ipar nya.
"Feeeyy,,, ya allah,, ketemu di sini. Aku juga kangen sama kamu. Kamu lama di sini.? Kapan kamu Datang.?"
"Ya, satu satu dong bertanya nya,,, jasson ada pekerjaan di sini, lumayan cukup lama dua bulan,, dan kami ikut, haha,,,dari tadi di sini kamu Sissy.?" Tanya Fey.
"Belum lama kok," jawab Dina.
"Emmhh,,, ini anak ganteng, makin besar aja, sini aunty gendong, uuhh gemas sekali."
Dengan cekatan Dina mengambil Frans dari pangkuan Damar, dan mengecup pipi nya beberapa kali dengan gemas.
"Iiihh,, onti, dont kiss mi, bial Fran aja yang kiss onti nya." Ucap Frans mengusap pipi nya, dan berbalik mengecup Dina.
Dina, Fey dan Damar kaget dengan tindakan Frans yang menolak di cium, tapi malah mau dia yang mencium,, bibit play boy nih kayak nya.
"Heehh, bocah nakal, She is mine," sergah Damar, memeluk pinggang Dina dari belakang dengan kedua tangan nya, dan menyimpan kepalanya di bahu kanan Dina.
Dina kaget, namun tidak bisa bergerak banyak karena Frans berada dalam pangkuan nya.
"Mas, apaan sih," dengus Dina menyikutkan tangan kanan nya ke perut kekar Damar.
Fey hanya menonton dan tersenyum.
"Oouugghh,, aahh,," Desah Damar memegang perut nya.
"Mas," pekik Dina khawatir.
Dan Fey dengan segera memgambil Frans dari paangkuan Dina.
"Abang, are you oke." Tanya Fey.
Dina memeriksa Damar yang duduk sedikit membungkuk memegang perut nya, dan terus merintih.
"Masa iya sakit, pelan juga. Harus nya sikut aku yang sakit,Perutnya keras gitu." Desis Dina terus mengusap perut Damar.
"Aahh kamu kuli, becanda nya." Tukas Damar.
Dina terus mengusap perut Damar, dan menarik Damar untuk menyender pada nya, dina memeluk bahu Damar dalam dekapan nya dengan satu tangan, dan tangan lain nya tetap mengusap perut nya.
Melihat kehawatiran Dina, Damar tidak bisa menahan senyum, di merasa senang karena telah mengerjai Dina, mana mungkin sikutan
Permpuan berbadan kecil seperti Dina menyakiti nya.
"Mas, kamu pura pura." Dengus Dina mendorong punggung Damar.
"Haha, kamu lucu kalau lagi seperti itu. Iya kan Fey," ucap Damar, masih dengan tawa nya.
"Iya sissy, kamu lucu, so cute.. hehe" sahut Fey.
"Iisshh, kalian adik kakak sama saja." ucap Dina mendelik kesal.
"Onti,, kelli mi pliiiss.?" (aunty carry me) pinta Frans merentangkan kedua tangan nya.
"ok, I will carry you Frans, di sini semua nya jahat sama onty, kita pergi yuk Frans."
Ucap Dina yang mengikuti Frans yang memanggil nya onti.
"Kami duluan yah," sambung Dina.
"Sissy, jangan Marah, kita kan cuma bercanda, aku mau beli cake dulu, Frans mau cake kata nya." Sesal Fey, menatap pada Damar.
__ADS_1
"Ist oke Fey, aku gak apa apa, aku tunggu di luar saja ya.?" Jelas Dina.
Dan Dina pergi keluar dari cake and bakery shop.
Tanpa melihat ke arah Damar.
Damar mengikuti Dina, sedangkan Fey membeli sesuatu terlebih Dahulu.
Frans masih Dalam gendongan Dina, dan Frans terus membisikan sesuatu pada Dina, yang membuat Dina tertawa.
Awal nya Damar sedang memeriksa Handphone nya, namun karena Dina dan Frans tertawa, Damar mendekat pada Dina,
"Lagi ngomongin apa.? Seperti nya seru.?" Ucap Damar, memegang bahu Dina dan ingin mendekatkan wajah nya pada Dina.
Namun Dina menggoyangkan bahu nya, dan menjauhkan kepala Damar dari wajah nya.
"Ada,,,,aja. Mau tau aja, atau mau banget...haha"
Canda Dina pada Damar.
"Eemmhh,, nantangin kamu ya." Lontar Damar, memencet Hidung Dina.
"Eeehhh,, lagi apa nih kalian so sweet banget,,"
Goda Fey tiba tiba datang membawa kue dan Roti yang lumayan cukup banyak,
Dan sekantong roti dan kue, Fey berikan pada Dina.
"Titip ya Sy, buat ibu di rumah."
Dina melongo, merasa heran kenapa Dia mendapat buah tangan.
"Loh Fey, gak usah, kata nya buat Frans." Tolak Dina sopan.
"Iiiihh, ini tuh buat ibu sama adek nya sissy,, bukan buat kamu, kalau kamu, minta saja sama abang, toh dia banyak uang." Imbuh Fey.
Damar hanya Diam memperthatikan.
"Aaahh Frans,, onti pulang yah, ini sudah mau maghrib, nanti kita main lagi.. next time, we play together okay.?" Ucap Dina memeluk Frans dalam gendongan nya.
"Sissy, aku gak bawa mobil," jelas Fey.
"Terus kamu kesini gimana.?" Tanya Dina lagi.
"Walk," jawab Fey.
Dina mengerutkan dahinya.
"Itu Rumah kita, Di sana belok sedikit langsung sampe," tunjuk Fey pada belokan di sebrang jalan.
Dina memutar badan nya dan melihat arah yang di tunjuk oleh Fey. Terlihat Fey menunjuk jalan yang tidak begitu jauh dari toko yang barusan mereka datangi. Namun tetap saja jika berjalan lumayan menguras keringat.
Ternyata Dina baru menyadari bahwa letak toko yang Dia kunjungi, adalah toko yang terletak di kawasan perumahan kalangan atas, dan di kawasan itu tempat tinggal Damar berada.
Pantas saja aku belum pernah ke toko ini, wong ini daerah perumahan, ya pasti belum pernah ke sini. Batin Dina.
"Sissy ayook,, " ajak Fey masuk ke dalam Mobil yang di bawa Damar.
"Eehh,, mau kemana.?" Dina tersadar dalam lamunannya.
Dina Duduk di kursi depan, di samping kursi Damar yang akan menyetir. Dan Frans masih menempel pada Dina.
"Abang, jangan dulu jalan, aku lupa, pesanan aku masih ada yang belum siap, kata nya di tunggu lima belas menit." Tutur Fey, saat damar siap melajukan mobil nya.
"Kamu ini, kenapa gak dari tadi, ya sudah kita tunggu di mobil saja." Lontar Damar.
Frans sangat menyukai Dina, padahal ini adalah kali ke dua mereka bertemu, tapi Frans sudah nyaman berada dalam pangkuan Dina.
"Onti, yu ay vewi bitiful."( You are very beautiful) Ucap Frans, mengelus pipi Dina.
Benar benar bibit play boy ini bocah.
"Aaaahh, terimakasih Frans, You are so sweet" ucap Dina mengecup pipi Frans.
__ADS_1
"Heeh, jangan sembarangan kamu, dari tadi maen Cium Cium saja, meskipun Frans itu masih kecil, tapi dia tetap laki laki." Dengus Damar karena dari tadi Dina terus memberi kecupan pada Frans.
"Fey, tuh anak kamu, masih kecil sudah pandai merayu." Lanjut nya.
"Peeffft,,, Abang, are you jealous of a child? Dia itu keponakan abang." Ledek Fey.
"Naahh begitu lah abang kamu Fey,, " sambung Dina.
"Dan kamu jangan Fikir aku gak tau ya seberapa nakal kamu di luaran sana." Decak Damar.
Mengingat Dina yang pergi dengan teman pria nya tanpa minta ijin, ya meskipun tidak berdua.
"Aaahh Sissy,, senakal apa bang.?" Tanya Fey antusias.
"Iihh enak aja, nakal apa.? Aku mah orang baik gak macem macem. Satu macem aja cukup, alhamdulillah " sanggah Dina.
"Cih, anak baik. Pergi bareng laki laki lain tidak meminta ijin." Dengus Damar.
"Frans, what a naughty onti.?" Tanya Dina pada Frans yang ada di pangkuan nya. Tanpa menghiraukan ucapan terakhir Damar.
"no, onti is vewy bitiful." (no, onti is very beautiful.).
Mmmuuaach....
Tiba tiba Frans memberikan kecupan Di bibirnya Dina, sontak semua penghuni mobil itu kaget. Terlebih Dina, namun setelah nya Dina malah cekikikan.
"Frans, kamu se enak nya saja mencium milik nya uncle. She is mine, you know.." Dengus Damar.
"Oh my God, Frans kamu mengambil ciuman pertama Onty,, haha.." celetuk Dina sambil tertawa.
"Bukanya tadi aku yang ambil Fist Kiss kamu."
Lontar Damar dengan Datar.
Dina melotot kaget, dan melihat ekspresi Fey, bercampur aduk menjadi satu.
"Mas, apaan sih, gak pernah juga, enak aja, sembarangan kalau ngomong." Sungut Dina pada Damar.
"Tadi, waktu kita makan satu sendok bareng, teori kamu kan yang bilang kalau kita berciuman." Jelas Damar.
Fey yang duduk di kursi belakang hanya diam mengulum senyum.
"Mas,,kamu yaa,,," delik Dina melirik ke arah Fey.
"Atau kamu mau ciuman secara langsung.? Atau...... oouuwwwh"
Satu cubitan agak keras di lengannya membuat Damar berhenti Bicara.
Dina hanya menatap tajam tunangan nya dan menunjukan kalau Dia sedang kesal karena Damar berbicara yang tidak tidak.
Whaa haa haa....
Dan akhirnya Fey tertawa lepas.
Dina hanya mendelik kesal,
Namun Damar hanya Diam, seolah tak ada apa apa.
Tawa Fey terhenti saat kariawan Toko mengetuk kaca mobil dan memberikan Cake pesanan Fey tadi.
Dan mobil melaju saat semua nya sudah Siap.
Ternyata benar saja, tempat tinggal Damar dengan Bakery and Cake Shop tadi lumayan Dekat kalau kita menempuh nya dengan kendaraan, tapi akan lumayan berkeringat juga kalau jalan kaki, persis seperti yang dina duga.
"Mas, kenapa kita kesini.?" Bisik Dina pada Damar.
Padahal Fey telah turun dari mobil.
"Kenapa.?? Ayook turun." Ajak Damar.
Dina menggeleng.
"Mau aku gendong.?"
__ADS_1
EEEHHH ENGGAK....