Bahagia Bersama Mu

Bahagia Bersama Mu
52. Luka Di Masa Lalu


__ADS_3

Rommy pergi menemui Damar,


biasanya Damar suka pergi ke roof top jika sedang banyak yang dia fikirkan.


"Mar,," seru Rommy.


Terlihat Damar sedang menatap lurus ke arah gedung gedung yang lebih tinggi.


"Mar, lu gak apa apa.?"  Ulang Rommy menepuk punggung Damar.


"Apaan sih lu, memangnya kenapa gue." Dengus Damar.


"Gue kira lu kesambet Mar," tutur Rommy menggaruk kepala yang tidak gatal.


"Kenapa,??" Ketus Damar.


"Lu sadar gak Mar, soal tadi." Tanya Rommy ragu.


"Cih, soal ciuman maksud lu.?" Damar balik bertanya.


"Gue cuma sekedar buktiin sama Dia, kalau sekarang Dia gak berarti buat gue, itu saja." Jelas Damar.


Rommy berfikir sejenak, mungkin ada benarnya ucapan Damar, terlihat sekali Sam yang merasa sangat di permalukan, apalagi ada Rommy di sana.


Namun, tetap saja Rommy merasa tidak tenang, firasat nya tidak enak, takut akan berimbas buruk karena Damar telah mempermalukan Sam, terlebih selain hanya sekedar masa lalu, Sam juga adalah Brand produk dari perusahaannya.


Huuuuffft....


Tiba tiba Damar menghela nafas yang sangat panjang, saat Dia membaca pesan yang masuk pada handphone nya.


"Siapa.? Samantha.?" Tanya Rommy.


Damar menggeleng, " Sepupunya." Jawabnya singkat.


"Haah,, sepupunya,? Yang kemarin.?" Lanjut Rommy lagi.


Damar mengerutkan Dahinya, berfikir apa yang di maksud Rommy dengan yang kemarin.


"Yang mana.?" Tanya Damar heran.


"Waktu kejadian di mall, laki laki yang lu pukul, dia kan sepupunya Samantha." Jelas rommy.


Karena waktu itu terlalu emosi, Damar hampir tidak mengingatnya, dan Dia juga melupakan siapa saja yang ada di sana, karena pandanganya hanya terfokus pada tunangannya saja.


"Apa mungkin Dia, yang dulu..."


"Alex,, namanya Alex." Potong Damar.


Rommy terdiam,


"Gue hampir tidak mengenalinya, karena pandangan gue tertuju pada Dina, sekarang rasa sakit gue berkurang karena ada Dina di samping gue."


"Lantas, kirim lu pesan, mau apa Dia.?" Tanya Rommy, saat Damar terdiam.


"Entahlah, Dia bilang ingin mengenang masa lalu, cih,, apa maksudnya." Terang Damar menyeringai.


"Iissshhh,, Dasar ba jing an,," umpat Rommy.


"Lu mau kesana.?"


"Tentu, kita lihat apa yang dia inginkan." Sahut Damar.


"Mungkin sudah waktunya gue hadepin masa lalu gue, lebih tepatnya gue bereskan sekarang." Lanjut Damar.


Tujuh Tahun Yang Lalu, Di Amerika.


"Damar." Pria yang berusia dua puluh lima tahun memperkenalkan Dirinya.


"Oohh,, so cute name, are you from indonesia.?" Sahut gadis bule yang cantik, yang usianya lebih tua dua tahun.


Damar mengangguk.


"my mother is also from there, dan aku bisa bahasa nya, Aku samantha, you can call me Sam." Gadis itu memperkenalkan.


"Oke, Sam." Sahut Damar.


"Good,,, Dammmar,,, no.. no.. I'll call you Dammy, okay, that's easier."


Lagi lagi Damar hanya tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


Itu adalah pertemuan pertama Damar dengan Sam, setelah beberapa bulan di amerika Damar tidak bergaul dengan siapapun, yang pada akhirnya Sam mendekati Damar dan mengajaknya berteman.


Cukup lama Sam mencari perhatian Damar, dan karena lama kelamaan Sam berada di sisi Damar, akhirnya Damar mulai memperhatikan Sam. Mulai dari belajar bersama, makan bersama, bahkan sampai bekerja paruh waktu bersama.


Semakin hari semakin Dekat antara San dan Damar, Dan Damar pun menyukai Sam, bahkan sangat mencintainya karena Sam selalu berada di samping nya, Damar membagi semua hal dengan Sam. Tidak ada yang Damar tutupi dari Sam.


Sampai suatu hari Sam mengajak Damar untuk makan malam di rumahnya,


Awalnya Damar tidak merasa Aneh dengan keluarganya Sam, ayah yang baik, ibu yang hangat dan penyayang.


Mereka berempat makan malam dengan suka cita, ternyata ibu nya Sam, tinggal di kota yang sama dengan Damar, ibunya berkata bahwa Dia mengenal ayah dan ibu Damar, tapi hanya sebatas dari TV dan surat kabar.


Saat Damar memutuskan untuk melanjutkan S2 di Amerika, dia memutuskan untuk hidup mandiri, Dia tidak mau terlalu enak menggunakan harta orang tuanya, tidak ada yang tahu kalau keluarga Damar adalah orang yang mempunyai nama besar di negaranya.


Sampai akhirnya Damar bercerita pada Sam, karena mungkin Damar mempercayainya,


Dan mereka telah menjadi sahabat hampir satu tahun.


Malam semakin larut, kedua orang tua Sam mulai masuk kedalam kamarnya, dan Damar pun pamit akan pulang, wajah Sam berseri, pipi nya memerah karena Damar mendekatkan bibirnya pada wajah Sam, namun Damar hanya mendaratkan bibirnya pada kening Sam.


Hari ini mereka berdua sungguh sangat bahagia,


Namun berubah saat ada laki laki yang tiba tiba muncul dari pintu depan rumah, laki laki itu datang dengam sempoyongan, mata nya sangat merah, tercium bau alkohol dari mulutnya.


"Heyy,,, ja lang.. lama sekali lu dapetin mangsa," racau laki laki itu mencengkram dagu Sam.


Siapa Dia, kenapa dia berbica seperti itu pada Sam.


Batin Damar, dia berdiri di belakang Sam.


Sam terlihat panik, saat laki laki itu meracau, tentu Damar mengerti apa yang di ucapkan laki laki itu, namun Damar tidak mengerti apa maksud dari ucapan itu. Dan laki laki itu adalah Alex, kakak sepupunya Samantha.


Malam itu berlalu.


Semakin hari Damar semakin mengenal Sam, Sam bercerita bahwa Sam bukanlah anak dari kedua orang tuanya, tapi masih memiliki ikatan darah dari laki laki yang dia panggil ayah, karena sam adalah keponakan dari adik perempuannya.


Satu tahun mengenal Sam terus berlanjut, Damar dan Sam semakin tak terpisahkan, mereka berdua menjalin kasih, Damar adalah pria yang lumayan menarik hati perempuan.


Namun karena Sam selalu menempel padanya, tentu tidak ada wanita lain yang bisa mendekati Damar, Sam mulai menceritakan tentang kehidupan pribadinya, Dia memberi tahu Damar bahwasanya Dia menjalani hari hari di bawah ancaman dari Alex, kakak sepupunya , anak kandung dari orang yang dia panggil Mom and Dad.


Damar merasa iba akan kehidupan yang di jalani Sam, uang hasil dari kerja paruh waktunya Damar berikan pada Alex, namun semakin lama semakim terlihat bahwa Sam memanfaatkan Damar. Selain uang, Sam juga meminta di bayarkan segala kebutuhan Alex.


Damar menghentikan pembayaran dengan berbagai alasan.


Dan tentu saja itu membuat Alex mengamuk karena Damar melakukan hal itu.


Di suatu malam, Sam datang menemui Damar di apartemen sederhana yang di tinggali nya, dengan kondisi tubuh dan wajah yang penuh luka dan bahkan hidung nya pun berdarah. Selain itu baju Sam basah dengan Alkohol, bahkan mulut nya mengeluarkan aroma alkohol itu, entah apa yang di lakukan Alex pada adik sepupunya itu.


Sam menjerit dan mengadukan bahwa ini adalah perbuatan sespupunya, Alex, Damar pun geram, dan akan melaporkan Alex pada polisi, namun Sam menahanya, dan malah meminta Damar untuk terus membayar semua tagihan Alex.


Memang benar, Damar menawarkan diri untuk membantu Sam membayar kebutuhan Alex, namun semakin lama semakin Damar merasa bahwa Sam sengaja membuat Dirinya menanggung semua biaya kehidupan Alex.


Malam itu Damar dan Sam bertengkar, Damar bersikukuh untuk tidak melanjutkan apa yang Alex inginkan. Namun Sam menangis dan menjerit. Dan Sam meracau tidak jelas, sepertinya Sam mabuk.


"Dammy, do you want to keep watching me beat up by Alex?" Lirih Sam usai menjerit.


"No Sam,, tentu tidak, aku mau semua nya berakhir, Therefore, let's just report him." Bujuk Damar meraih tangan Sam.


"Are you sure, this will end.?" Tutur Sam menghapus air matanya.


"of course,, setelah urusan ku selesai disini, aku akan membawa mu ku negaraku, let's get married." Ucap Damar, mengusap kepala Sam.


"Married,,?? you mean,, menikah.?? Punya keluarga.?? No.. no.. no... I don't want to." Tolak Sam.


"Why.??" Sahut Damar,


Ada rasa sedih menyelimuti hatinya, selama ini setelah mereka resmi menjalin kasih, Sam dan Damar benar benar saling membantu, setelah semua orang tahu bahwa Damar adalah anak dari orang terpandang di negaranya, banyak sekali yang mendekatinya karena setatus sosial keluarganya.


Semua orang menjilat dirinya untuk mendapat sesuatu darinya, namun Damar tetap memgacuhkan semua orang, sampai akhirnya mereka menjauh dan cenderung mencibir sikap Damar, namun berbeda dengan Sam,Dia tetap berteman dengan Damar, dan Sam pula lah yang menjadi pelindung Damar dikala semua orang mengerjai Damar.


Dan begitulah, sampai pada titik Damar sangat mencintai Sam, senior yang selalu menemaninya.


"Aku tidak mau menikah, I want to stay here." Tukas Sam dengam mata merah yang melotot. Sam benar benar mabuk.


"is Alex not a problem for you, Sam?" Tanya Damar. Karena Sam tidak mau menikah dengan nya.


"No,, selama kamu menuruti apa yang dia mau, everything,," jelas Sam. Mengeraskan suara nya.


"Kalau aku tidak mau.?" Tanya lagi Damar,

__ADS_1


"Kalau tidak,, I will leave you." Sungut Sam berbicara di depan muka Damar.


Dada Damar semakin bergemuruh, nafas nya mulai tersenggal karena menahan kesal.


Dengan kondisi mabuk seperti ini, Sam lebih terbuka dalam pembicaraan, entah pengaruh alkohol atau ini memang benar dari hatinya, semua yang di ucapakan sangat membuat Damar hancur.


Dalam pertengkaran itu, Sam terus meracau, dan Damar terus menyediki apa saja yang selama ini Sam rasakan dan fikikrkan tentang dirinya.


Damar mengepalkan tangan setiap Sam menjawab setiap pertanyaannya, semakin erat kepalan tangan itu, semakin sakit Damar mendengar pengakuan dari Sam.


Sam mengaku, tidak akan sudi jika harus menikah dengan pria norak seperti Damar, pria yang menjauhi alkohol dan bahkan tidak pernah merokok, pria yang hanya berani mencium kening dan selalu terdiam dikala di cium bibirnya.


Hinaan itu tidak terlalu membuat Damar sakit, Damar sangat sakit karena mengetahui fakta lain, bahwa Sam sengaja mendekati Damar dan mengambil simpati nya hanya untuk menjadikanya mesin pembayar tagihan.


"do you love me Sam.?" Suara Damar bergetar.


Beberapa kali Sam menutup matanya erat dan menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pusing.


"at first i love you," jawab Sam.


"but now,,, I'm not sure" lanjutnya.


"Why.?" Hanya itu yang mampu Damar ucapakan.


"Because..... kamu membosankan... haha."


Sam tertawa dan melemas, itu lah ucapa terakhir sebelum ia tertidur karena mabuk.


Dan Sam pun mengatakan bahwa ia mempunyai kekasih selain Damar yang lebih menyenangkan.


Setelah mendengarkan pengakuan Sam, Damar menjauhi Sam, berharap bisa lulus tanpa keributan,  meski Sam beberapa kali mencarinya, Damar mengacuhkanya. bisa terbayangkan sesakit apa Damar akan hal itu.


Ternyata Alex tidak tinggal diam, selang beberapa bulan Damar meninggalkan Sam, dia mengacaukan hari hari Damar, Alex kerap membuat hidup Damar tidak nyaman, dan selalu mengirim anak buahnya agar memberi Damar kesakitan.


Entah itu ejekan atau cibiran, bahkan sempat beberapa kali Damar mendapatkan kekerasan Fisik dari anak buah Alex yang berkuliah satu kampus bersama Damar, namun Damar menahan semua itu.


Semakin lama, Alex semakin tidak sabar, karena Damar terus menolak perintah Alex, akhirnya Alex dan Sam merencanaka penculikan untuk Damar, Damar di bawa ke daerah yang entah di mana, dan Dia di sekap dan di siksa oleh Alex dan anak buahnya.


Alex memberikan penawaran untuk Damar dan mengahiri semuanya, tawaran Alex adalah Damar mentrasfer sejumlah uang yang nilainya di tentukan oleh alex, tentu uang itu tidak sedikit, namun Alex tau Damar memilikinya.


Tetap saja Damar menolak, dan siksaan itu berlanjut sampai hari ke tiga.


Tiba tiba Sam datang dengan pria yang tidak asing, pria  teman satu kampus Damar dan Sam,  Sam memohon pada Alex untuk melepaskan Damar, dia menangis dan memeluk Damar, namun Alex malah tambah buas dan menyiksa keduanya.


"Puih,, pintar sekali kau bersandiwara Sam, seolah aku tidak tahu kalau kamu sedari kemarin berada disini, kamu fikir aku tidak tahu apa yang kamu lakukan dengan laki laki itu di balik bilik di sana.? " sergah Damar meludah ke arah samping.


Sam tercekat, tidak percaya kalau Damar mengetahui keberdaanya sejak kemarin, sejak kemarin Dia memang melihat dan menyaksikan apa yang Alex lakukan pada Damar.


Saat semua pergi, Damar mengetahui bahwa Sam dan laki laki itu mengawasi nya dari ruangan sebelah, dan sempat Damar mendengar aktifitas keduanya dalam ruangan itu, tentu Damar  bukan orang yang polos, bodoh tepatnya, Dia mengetahui aktifitas apa yang sedang mereka berdua lakukan, terlebih Sam mende sah dan mengerang agak kencang, sampai terdengar oleh telinga Damar.


Semakin hancur perasaan Damar.


Sam membujuk Damar untuk melakukan apa yang Alex minta, namun Damar tetap diam seperti enggan berbicara dengan Sam.


Kalau saja Sam benar mencintai aku, pasti akan aku lakukan segalanya meski aku harus berkorban, namun sekarang aku membencinya atas apa yang dia lakukan untuk ku.


Batin Damar, enggan menatap Sam.


Sam terus membujuk Damar, Dia mengatas namakan Cinta, dan bilang bahwa ini permintaan terakhirnya. Damar terisak, memang rasa cinta yang begitu besar kepada Sam tidak akan pergi begitu saja, dan meski seperti itu rasa cinta Damar untuk Sam masih tersisa.


Dan akhirnya Damar menyerah.


Namun ternyata, Rommy yang kebetulan sedang berkunjung, mengetahui apa yang menimpa sahabatnya itu, Rommy langsung bergerak dengan cepat.


Bukan hal sulit bagi Rommy dan keluarga Damar untuk menemukan keberadaan Damar, dan menangkap si pelaku penculikan, namun karrna permintaan Damar, semua tidak di selesaikan secara hukum, Damar membiarkan kejadian ini sebagai pengalaman hidupnya.


Entah apa yang ada di fikiran Damar, Dia tetap bersikeras untuk menghentikan kasus penculikan dan penyekapan ini,


Mungkin karena rasa Cinta untuk Sam benar tulus adanya.


Karena keras kepalanya Damar ingin menghentikan kasus ini, Damar hanya diam dan terpuruk, maka dari itu kedua orang tua nya membawa Damar pulang ke tanah air. Tanpa menyelesaikan pendidikan S2 nya.


Butuh dua tahun untuk Damar bisa kembali bangkit, ada Rommy dan keluarga yang selalu mensuport untuk Damar melupakan semuanya, Alhasil, Damar kembali bangkit dengan percaya diri, memulai usahanya dengan kemampuannya,  dan mempertahankan dengan integritas nya.


Dan menyelesaikan kuliahnya secara Daring.


Yang pada akhirnya bertemu dengan tunangan nya yang sekarang.


Dina Aryanti Dewi.

__ADS_1


__ADS_2