Bahagia Bersama Mu

Bahagia Bersama Mu
(Part 2) 22 Penjelasan


__ADS_3

Nayna terlihat sudah lebih tenang, lalu Nattan pun melepaskan pelukannya Nattan menatap mata Nayna istrinya namun Nayna sendiri menundukkan tatapannya.


Nattan meraih serta menggenggam kedua tangan Nayna.


"Sayang...! coba lihat mas.


Nayna pun secara berlahan mengangkat kepalanya melihat ke Nattan, dengan mata yang masih terlihat sembab dan bengkak.


Keduanya saling tatap, dan untuk sekian detik keduanya juga saling diam. Mulut keduanya bungkam hanya tatapan mereka lah yang berbicara.


Nattan mengusap dengan lembut mata Nayna yang masih berlinang. Lalu dengan cepat Nattan membawa Nayna dalam pelukannya.


"Sayang mas sangat yakin pasti ada suatu yang membuat kamu itu seperti ini, tapi kalau sayang itu gak cerita sama mas, mas gak akan tau apa itu...! Sekarang mas mohon tolong cerita sama mas, kenapa sayang itu tiba-tiba bisa berubah seperti ini.


Nattan berkata begitu sambil mengusap lembut kepala Nayna.


Nayna masih diam, dia tampak tidak merespon sedikit pun dari apa yang di katakan dan di pertanyakan Nattan kepada nya.


Nattan masih memeluknya dengan erat, namun Nayna sama sekali tidak membalasnya tangannya terjuntai di samping tanpa membalas dekapan Nattan suaminya.


Sebenarnya Nattan menyadari itu namun Nattan mengabaikannya karena Nattan saat ini hanya fokus pada penjelasan dari Nayna yang ingin di dengarnya, namun penjelasan itu tidak kunjung di dengarnya karena Nayna masih saja bungkam atau diam seribu bahasa.


"Mas minta maaf kalau mas ada salah sama sayang, jika sayang itu masih kesal sama mas gak apa-apa sayang diam saja dulu, dan kalau sayang mau menangis gak apa-apa sayang menangis saja dulu. Mas gak apa-apa, mas akan tunggu sampai hati sayang itu meras sedikit lega dan sayang mau bercerita sama mas. Tapi mas mohon jangan terlalu lama, kasihan sama baby kita dia juga akan merasa sedih karena bundanya lagi dalam keadaan sedih seperti ini.


Mendengar perkataan suaminya seperti itu, secara berlahan Nayna mengangkat kedua tangan dan membalas pelukan Nattan. Nayna membenamkan wajahnya di bahu Nattan lalu mulai terisak.


Suara tangisan Nayna terdengar begitu menyesak ke hati, Nattan yang mendengarnya sampai terbawa suasana, matanya juga sudah mulai berkaca-kaca, namun Nattan tidak berlarut-larut dia dengan cepat menenangkan hatinya lalu mulai mengusap lembut punggung Nayna untuk memberikan ketegaran kepada Nayna.


"Sebenarnya kamu kenapa sih sayang, mas gak menyangka sampai seperti ini tangisan kamu, seperti ada sesuatu yang menyesak di hati kamu yang sudah lama kamu simpan dan tidak pernah bisa mengungkapkannya. (suara hati Nattan)


Cukup lama Nayna menangis di dalam pelukan Nattan, dan Nattan masih berusaha menenangkan dengan gerakan lembut tangannya.


"Mas jahat....


Terdengar kata-kata itu keluar dari mulut Nayna dari sela sela Isak tangisnya.


Nattan melotot kan matanya karena kaget dengan apa yang baru saja di dengarnya dari Nayna. Walaupun suaranya samar-samar karena Isak tangisnya namun kata-kata itu jelas.

__ADS_1


"Mas...? emang mas jahat kenapa sayang...?


Nayna kembali diam, dia tidak menjawab apa yang di tanyakan Nattan kepada nya.


Nayna melepaskan pelukan tangan nya di punggung Nattan, lalu menarik kepala seraya ingin pergi menjauh dari Nattan.


Di saat Nayna sudah berdiri tanpa menoleh ke Nattan dan melangkah ingin pergi dari sana dengan cepat Nattan meraih tangan nya. Nattan pun berdiri dari duduknya lalu mendekati Nayna.


"Sayang... please jangan hukum mas seperti ini.


Bisik Nattan sambil melingkarkan tangannya di tubuh Nayna dan menyandarkan kepalanya di bahu Nayna.


"Maaf mas Nay bukannya mau menghukum mas tetapi untuk saat ini nay belum sanggup untuk bercerita kepada mas. Maaf...!


Nayna melepaskan dekapan tangan Nattan di tubuh nya, lalu Nayna pun pergi menjauh dari Nattan tanpa menoleh lagi kepada Nattan.


Nattan yang di perlakukan seperti itu hanyalah diam mematung menatap Nayna yang pergi menghindarinya begitu saja.


Hari demi hari berjalan seperti biasa.


Namun Nayna dan Nattan masih saling diam, bik Minah yang melihat kedua majikan nya itu saling diam seperti itu merasa khawatir, tetapi bik Minah sendiri tidak tahu apa yang harus dia lakukan supaya kedua majikan nya itu kembali bersikap seperti sedia kala dan tidak lagi saling diam dan bersikap dingin seperti sekarang.


"Apa yang harus saya lakukan ya mas untuk den Nattan dan non Nayna. Sudah 2 hari lo mas mereka saling diam seperti itu.


ujar bik Minah kepada mang Koko suaminya.


Mang Koko masih diam belum menjawab pertanyaan istrinya, dia masih sibuk mengunyah makanan yang ada di mulut nya. Karena saat ini dia tengah makan di teras dapur rumah di temani bik Minah yang duduk di sampingnya.


"Mas...mas itu dengar saya ngomong gak sih...! kok diam saja.


Bentar bik Minah kesal.


Mang Koko pun langsung menoleh ke bik Minah, dan langsung mengembangkan senyuman termanisnya.


"Maaf toh buk, mas dengar kok cuma tadi itu mulut ini masih berisi makanan makanya gak bisa menjawabnya. Ibuk ini gak sabaran jadi orang.


"Ya abis mas itu di tanya diam aja.

__ADS_1


"Gimana mau jawab buk, kalau mulut masih penuh makanan, ada ada saja Ibuk ini.


"Ya udah maaf, abis Ibuk lagi kesal dan bingung, di tambah lagi mas gak jawab saat di tanya makanya emosi jadinya.


"Makanya lain kali kalau ngajak orang ngobrol atau bertanya sama orang itu jangan pas orang nya lagi makan.


"Ya iya Ibuk salah, maaf....


"Sekarang sudah bisakan jawab pertanyaan Ibuk tadi. (ujar bik Minah lagi)


"Ya bisa, menurut mas kita diam saja buk, karena bagaimanapun ini adalah urusan rumah tangga mereka dan kita tidak berhak untuk ikut campur, insyaallah mereka berdua bisa menyelesaikannya tanpa ikut campur tangan kita. Kita bantu do'a saja, semoga permasalahan di antara mereka cepat terselesaikan dan suasana di rumah ini kembali cerita seperti sedia kala dan tidak lagi mencekam.


"Tapi...


"Udah buk gak usah pakai tapi tapi. Udah sana buka pintu sepertinya ada tamu yang datang.


Ujar mang Koko, dan mang Koko langsung berlari dari duduknya lalu pergi dari sana menuju pos depan gerbang.


Sedangkan bik Minah dia juga mulai beranjak dari tempat duduknya, berjalan dengan sedikit berlari menuju pintu utama rumah.


Untuk melihat siapa tamu yang datang di jam begini.


Bik Minah membuka pintu secara berlahan, dan disaat melihat tamu yang datang bik Minah langsung membuka lebar kedua matanya (melotot) karena saking kagetnya.


"Non Mega....!!!!


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....

__ADS_1


...Terima kasih 🙏...


...😘😘😘...


__ADS_2