Bahagia Bersama Mu

Bahagia Bersama Mu
(Part 2) 19 Bertanya-tanya


__ADS_3

Nattan dan Ardy baru saja kembali ke perusahaan, dan dengan buru-buru Nattan menuju ruangannya karena sejak tadi dia menghubungi Nayna namun tidak di respon oleh Nayna.


Nattan juga sudah memerintah Dian untuk melihat Nayna dan dian juga sudah mengatakan kalau Nayna sedang tidur seperti yang dia lihat namun entah kenapa Nattan tetap merasa khawatir dan buru-buru pulang setelah selesai meeting.


Dengan terburu-buru Nattan keluar dari dalam lift meninggalkan Ardy yang masih diam mematung di dalam sana, Ardy menatap Nattan dengan heran. Lalu Ardy pada akhirnya ikut melangkah keluar dari lift dan mulai mengikuti langkah kaki Nattan.


Dian seketika berdiri saat melihat Nattan berjalan mendekatinya, lalu baru saja ingin membuka mulutnya Dian pun langsung melongo karena Nattan melewatinya begitu saja tanpa berkata apapun bahkan menoleh sedikit pun.


Tatapan mata Dian masih tertuju pada Nattan bahkan sampai Nattan menghilang masuk ke dalam ruangannya.


Dan tiba-tiba...


"Lagi lihat apa kamu...? (ujar Ardy)


Mendengar perkataan Ardy seketika membuat Dian yang masih melihat ke ruangan Nattan langsung kaget dan dengan refleks Dian mengurut dada.


"Pak Ardy....buat kaget aja. (ujar Dian di tengah kekagetannya)


"Saya bertanya bukan ngagetin (ujar Ardy dan langsung berlalu pergi dari sana tanpa mendengarkan apa yang ingin di katakan oleh Dian)


"Gak bos, asisten, sama aja (ujar Dian dengan kesal sambil menatap Ardy yang sudah berjalan ke arah pintu masuk ruangan Nattan, dan tentunya Ardy tidak mendengar apa yang di katakan oleh Dian barusan)


Ardy masuk ke dalam ruangan Nattan menyusul Nattan yang sudah masuk duluan.


Ardy melihat Nattan masuk ke dalam kamar tempat biasanya dia beristirahat, ruangan kamar yang ada di dalam ruangannya itu.


Ardy pun menghentikan langkahnya lalu berbelok ke sofa tamu yang juga ada di ruangan itu.


Baru saja beberapa menit Ardy duduk di sofa yang super empuk itu sambil bermain ponselnya tiba-tiba pandangan Ardy teralihkan ke Nattan yang keluar dari dalam ruangan kamar dan Nattan berjalan mendekatinya.


" Bagaimana Nayna...? (tanya Ardy saat Nattan sudah duduk di sofa tepat di depannya)


" Ada di dalam, lagi tidur. Saya gak tega untuk bangunin nya. (jawab Nattan santai lalu merogoh kocek nya mengambil ponsel yang ada di saku jas yang di pakainya)


Setelah sedikit pembicaraan tentang Nayna keduanya pun kini mengalihkan topik pembicaraannya ke urusan pekerjaan, banyak hal yang di bahas keduanya. Hingga akhirnya Ardy berpamitan untuk kembali ke ruangannya.


Setelah kepergian Ardy, Nattan pun berpindah duduk di kursi kebesarannya Nattan duduk di sana sambil menyandarkan tubuhnya, tangan nya di atas kepala serta matanya terpejam.

__ADS_1


" Mas... nay mau pulang....! (ujar Nayna yang baru saja keluar dari dalam kamar dan menghampiri Nattan yang duduk di kursi kebesarannya)


Nattan tersentak, dia seketika membuka matanya menurunkan tangannya dan berputar, mengalihkan pandangannya ke sumber suara.


" Sayang kamu sudah bangun....! (kata Nattan yang langsung berdiri dari duduknya dan mendekati Nayna saat tahu yang datang itu adalah Nayna istrinya)


" Em... hantarkan nay pulang sekarang. (ujar Nayna tegas sambil menatap tajam ke)


" Pulang...? Kenapa cepat kali mau pulangnya, sayang aja belum makan siang kan...? Itu makan siangnya udah di siapkan, Ayo sayang makan dulu. (ujar Nattan sambil menunjuk ke arah makanan yang sudah tertata rapi di atas meja yang ada di ruangan itu dan sambil menggenggam tangan Nayna)


" Nay capek mas, nay gak lapar, nay mau pulang sekarang. (kata Nayna dengan ekspresi yang terlihat kesal)


" Ok ok, baiklah kita pulang sekarang. Sebentar mas hubungi Ardy dulu. (ujar Nattan)


Nayna tidak menjawab dia hanya berlalu pergi berbalik dan berjalan ke arah pintu untuk keluar dari sana.


Nattan menatapnya dengan heran, lalu dengan cepat Nattan mengambil semua barang-barangnya yang ada di atas meja kerja seperti kunci mobil, ponsel dan lain-lain.


Setelah mengambil semuanya Nattan pun dengan cepat menyusul Nayna yang sudah berjalan keluar dari ruangan Nattan tanpa mau menunggu Nattan.


"Sayang, kok mas malah di tinggal sih. (kata Nattan saat sudah berhasil menyusul Nayna dan keduanya melangkah masuk ke dalam lift)


Nattan menoleh ke Nayna, lalu menggenggam tangannya. Tidak ada penolakan dari Nayna.


Tidak lama pintu lift pun terbuka, Nayna maupun Nattan segera melangkah ke luar lalu keduanya berjalan menuju parkiran di mana mobil Nattan diparkirkan.


Nattan membukakan pintu mobil untuk Nayna, dan Nayna pun masuk. Nattan memutari mobil, lalu setelah sampai di sisi yang satunya Nattan pun segera masuk. Setelah memastikan semuanya siap Nattan pun mulai menjalankan mobilnya.


berangsur-angsur mobil yang di kendarai Nattan pun pergi dari sana menuju jalan besar. Mobil berjalan dengan pelan. Sepanjang perjalanan Nattan berusaha mengajak Nayna untuk berbicara, berbagai pertanyaan juga di tanyakan oleh Nattan kepada Nayna namun Nayna yang saat ini mod nya lagi tidak bagus hanya menjawab sekedarnya saja, bisa di bilang Nayna lebih banyak diam.


"Sayang...! Apa sayang baik-baik saja...? (tanya Nattan yang menyadari ada perubahan pada istrinya Nayna)


"Nay baik mas. (jawab singkat Nayna)


"Tapi sayang....


"Udah lah mas, nay baik-baik saja. Nay mau istirahat. (potong Nayna dengan cepat dan dengan nada suara yang terdengar sedikit ketus)

__ADS_1


Nattan pun diam, dia tidak mau menambah buruk mod istri nya, karena itu Nattan memilih diam.


Setelah itu, Sepenjang perjalanan keduanya pun saling diam, tidak ada pembicaraan dari keduanya sampai akhirnya keduanya sampai di dream house.


Nayna keluar dengan sendirinya dari mobil setelah mobil yang di kendarai Nattan berhenti tepat di depan pintu utama rumah, dan dengan cepat Nayna berjalan serta masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum...(ucap Nayna sebelum melangkah masuk ke dalam rumah)


"Wa'alaikumsalam.... (jawab Bik Minah yang sedikit berlari keluar dari dapur dan berniat ingin membukakan pintu, tetapi tiba-tiba langkah kakinya terhenti serta diam melongo menatap Nayna yang berlalu begitu saja bahkan tanpa menoleh kepadanya)


Dengan cepat Nayna menaiki tangga menuju lantai 2 dimana kamar nya berada.


"Aden, kenapa non Nayna....? (tanya bik Minah kepada Nattan saat melihat Nattan baru saja masuk ke dalam rumah)


"Gak tau bik, sepertinya mod nya lagi gak bagus. (jawab Nattan yang tatapannya tertuju kepada Nayna yang saat ini sedang menaiki tangga)


"Oh... mungkin bawaan bayi kali den makanya mod nya gak bagus. Ingat Aden harus selalu sabar ya menghadapi non Nayna yang kayak gitu.


"Ya bik, baiklah kalau begitu saya naik dulu ya bik. (ujar Nattan sambil menganggukkan kepalanya)


"Ya den (jawab Bik Minah)


Nattan pun pergi dari sana, lalu bik Minah pun juga kembali ke dapur.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....


...Terima kasih 🙏...

__ADS_1


...😘😘😘...


__ADS_2