
Nattan baru saja keluar dari kamar mandi, melihat ke arah Nayna yang sudah berada di tempat tidur sambil bermain ponselnya dan senyum-senyum sendiri.
Nattan melempar kan begitu saja handuk kecil yang di gunakan nya untuk mengeringkan rambutnya. Lalu berjalan mendekati Nayna.
"Apa sih yang buat istri mas yang cantik ini tersenyum-senyum begitu...? (tanya Nattan sambil naik ke atas tempat tidur)
"Ini mas, si mami mulai buat drama lagi. (kata Nayna sambil memperlihatkan chat yang baru saja di kirim mami Jihan kepada Nattan)
"Emmm... Ada-ada saja mami ini. Pokoknya, Sejak sayang hamil keluarga kita penuh dengan drama ya gak sayang...? (ujar Nattan setelah membaca chat dari mami Jihan dan memberikan kembali ponsel Nayna kepada nya)
"Ya mas, tapi nay suka. Itu artinya semuanya sangat sayang sama nay. (ucap Nayna dan tersenyum bahagia)
"Ya mas juga sayang, sa...yang banget.... (ujar Nattan yang menatap Nayna dengan menggoda)
Nayna menelan air liurnya, mulai berdegik ngeri melihat tatapan Nattan kepada nya. Nayna meletakkan ponselnya di meja kecil yang tidak jauh dari nya, lalu berlahan Nayna membaringkan tubuhnya dan menarik selimutnya untuk menutupi seluruh tubuhnya.
Nattan tersenyum melihat tingkah Nayna.
"Kenapa sayang menutup semuanya dengan selimut seperti ini, nanti sayang susah nafas loh. (ujar Nattan yang berusaha membuka selimut yang menyelimuti seluruh tubuh Nayna)
"Gak apa-apa mas, nay masih bisa nafas kok. (ujar Nayna di balik selimut)
"Baiklah, kalau begitu mas juga mau masuk mas juga mau coba apakah benar masih bisa nafas atau tidak. (kata Nattan dan langsung berusaha masuk ke dalam selimut)
"Mas...mas apa-apaan sih....(kata Nayna yang langsung membuka selimut yang menutupi tubuhnya)
Nattan pun tertawa, dan Nayna menatap nya dengan cemberut. Lalu Secara berlahan Nayna duduk.
"Mas gak asyik. (ujar Nayna, dan langsung memalingkan wajahnya)
Nattan bergeser, mendekat ke Nayna.
"Sayang...apa sayang lupa mas paling gak bisa menahan diri kalau melihat sayang cemberut seperti itu. (bisik Nattan di telinga Nayna)
Nayna membelalakkan matanya.
Dengan lembut Nattan menoleh kan kepala Nayna untuk menghadap kepadanya. Lalu tanpa berbasa-basi lagi Nattan pun langsung mengecup bibir Nayna dan kembali menatap mata Nayna yang juga menatapnya. Nattan tersenyum lalu memeluk Nayna.
__ADS_1
"Mas gak bisa menahan lagi sayang (bisik Nattan)
Nayna memejamkan matanya, dan Tampa berkata Nayna pun membalas pelukan Nattan suaminya. Manfaatkan balasan pelukan dari sang istri Nattan pun mengeratkan pelukannya, lalu mengecup leher jenjang Nayna.
Nattan membaringkan tubuh Nayna secara berlahan, menatap manik mata Nayna, mengelus kepalanya dengan sangat lembut, lalu Nattan pun mengecup kening Nayna.
Nattan mengangkat tubuh, lalu mencium perut Nayna dan mengelusnya dengan sangat lembut.
Nattan kembali menatap mata Nayna, dan Nayna pun mengangkat tangannya mengelus dengan lembut wajah suaminya yang menatapnya.
Nayna pasrah, dia tidak mau menolak apa yang di inginkan oleh suaminya dan akan membuat suaminya kecewa. Nayna tidak tega sudah beberapa bulan suaminya berpuasa tidak menyentuhnya karena kandungannya yang lemah, dan supaya tidak terjadi apa-apa dokter meminta Nattan untuk berpuasa dulu sampai kandungan Nayna membaik.
Nattan sudah tidak bisa terkontrol lagi, dia sudah mulai meluncur serangannya, menjaga posisi nya supaya tidak tidak menyakiti bayinya yang ada di dalam perut Nayna.
Dengan lembut Nattan mulai menyentuh bagian-bagian sensitif Nayna, mengecupnya dan bermain-main di sana.
Satu persatu Nattan membuka apa yang melekat pada dirinya dan juga sang istri. Lalu karena takut Nayna nantinya akan kelelahan karena permainannya Nattan pun langsung pada intinya dan meluncurkan serangan untuk menyatakan nya dengan sang istri.
Dengan hati-hati dan sangat lembut Nattan melakukannya. Sampai pada akhirnya dia pun terkulai lemas di samping sang istri.
"Sayang...apa sayang baik-baik saja...? (tanya Nattan dengan penuh khawatir memiringkan tubuhnya menghadap ke Nayna)
Nayna menoleh ke samping, melihat ke Nattan.
"Nay baik-baik saja mas. (ujar Nayna sambil membelai wajah Nattan dengan tatapan mata yang tampak lelah)
"Tidak mas tidak percaya, wajah dan tatapan sayang itu tidak bisa membohongi mas. (ujar Nattan yang menggelengkan kepalanya)
Nattan duduk dari posisi berbaring nya.
"Maafin mas sayang, mas seharusnya bisa menahan diri. Maafin mas. Ayo kita ke rumah sakit terdekat sekarang. (ajak Nattan yang sangat khawatir melihat Nayna)
Nayna menggapai tangan Nattan lalu, secara berlahan Nayna pun memposisikan tubuhnya untuk bersandar di tempat tidur yang di bantu oleh Nattan.
Menarik kembali selimut untuk menutupi tubuh polos yang terbuka sedikit.
"Mas, mas gak usah khawatir seperti itu ya. Nay dan juga bayi kita baik-baik saja kok. Nay cuma sedikit lelah saja nanti setelah istirahat pasti nay akan segar kembali. (jelas Nayna yang menatap manik mata Nattan yang juga menatapnya)
__ADS_1
"Tapi sayang, mas takut....(Nattan terdiam tidak melanjutkan perkataannya)
"Apa mas gak percaya sama nay...! insyaallah nay baik-baik saja mas. (potong Nayna dengan cepat)
"Baiklah, kalau begitu sayang istirahat sekarang. Nanti kalau ada yang sakit atau ada apa-apa sayang langsung kasih tau sama mas, sayang gak boleh menahannya sendiri. (jelas Nattan dan di angguki oleh Nayna)
Nattan kembali membantu Nayna, keduanya pun membersihkan diri di kamar mandi bersama, setelah selesai dan kembali berpakaian, Nattan dan Nayna pun langsung istirahat berbaring di tempat tidur.
Nattan tidak ingin jauh dari Nayna, dia berbaring berdekatan dengan Nayna, memiringkan tubuhnya menghadap ke Nayna, mengelus lembut kepala Nayna yang sudah mulai terpejam.
Dan tidak butuh waktu lama Nayna pun tertidur.
Nattan sengaja tidak memejamkan matanya, dia terus saja mengelus dengan lembut kepala Nayna dan sesekali mengelus perut Nayna.
"Maaf kan papa nak, papa yakin kamu baik-baik saja di dalam sini, kamu anak yang baik dan sangat kuat. Jangan nakal sayang, jangan buat mama mu sakit ya. (ujar Nattan yang mengelus perut Nayna, lalu mengecupnya)
Nattan kembali menatap wajah Nayna yang sudah tertidur.
"Kamu sangat cantik sayang, mas sangat beruntung memiliki kamu. Terima kasih sayang sudah menjadi yang terbaik untuk mas. I Love you. (kata Nattan lalu mengecup kening Nayna, dan mengecup bibir nya)
Nattan pun kembali berbaring memiringkan tubuhnya menghadap ke Nayna.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....
...🤗🤗🤗...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....
...Terima kasih 🙏...
...😘😘😘...
__ADS_1