
"dasar gadis brengsek. tidak tau diri. hanya merepotkan. tidak tau balas Budi. seharusnya aku mengusir mu dari dulu. atau seharusnya aku membunuh mu saat kau masih kecil"
teriak seorang laki-laki dari dalam rumah yang sederhana. membuat suasana malam yang tenang seketika menjadi menegangkan. para tetangga yang mendengar segera keluar. pandangan mareka terarah ke sumber suara keributan berasal. dari luar rumah terlihat dengan jelas. laki-laki bertubuh tinggi besar, rambut gondrong dan penuh tato pada lengan dan tangannya sedang memaki-maki memarahi seorang gadis. karena pintu masuk rumah itu dalam keadaan terbuka.
"plakkk plakk".
dua tamparan secara bergantian melayang kepipi gadis itu. membuatnya tersungkur dilantai. tamparan yang meninggalkan bekas merah dipipi kiri dan kanannya.
"ampun om..ampun. ampun"
teriaknya yang menangis merintih kesakitan sambil memegang sebelah kaki Bondan.
namun Bondan yang berada dalam lingkaran amarah bukannya iba. malah makin meraja Lela menyiksa gadis yang bukan lain adalah keponakan nya sendiri. dia menjambak dan menarik rambutnya. membuatnya berdiri dan meringis kesakitan.
"aku tidak peduli dengan mu dan perasaan mu itu. aku sudah bicara baik-baik pada mu. tapi kau malah menolaknya. kau harus mau menikah. aku tidak ingin tau apa jawaban mu.
plakkkkkkkk"
satu tamparan keras kembali mendarat dipimpinnya. membuatnya kembali tersungkur dilantai dan kepala bagian kirinya terbentur diujung meja sehingga terluka dan berdarah.
__ADS_1
gadis itu tidak menyerah. ia kembali meraih kaki Bondan meminta pengampunan dan memohon dengan iba agar Bondan tidak menikahkannya.
darah yang mengalir dari kepala, pipi yang merah terasa perih bahkan tidak dihiraukannya. asalkan bondan memaafkannya dan mengubah keputusan nya dia rela bersujud dikaki Bondan berkali-kali. meski dia tau itu semua sia-sia.
Bondan semakin geram. amarahnya sudah berada diubun-ubun mendengar penolakan dari ponakannya untuk kesekian kalinya. dengan sedikit menunduk bondan mendekatinya . satu tangannya menjambak rambut dan satu tangan mencekek lehernya. membuatnya susah bernafas.
"Hentikaaaaaaannn"
teriakan seseorang dari arah pintu masuk. Bondan terkejut dan menoleh kearah suara.
gina yang melihat kekejaman Bondan. berlari kearah kasih. dengan sigap menarik tangan bondan sehingga kasih terlepas dari cengkraman.
dan benar saja. sampai didepan rumah dia. mendengar suara tangisan dan teriakan bondan. gina segera berlari dan masuk kedalam rumah.
"apa yang kamu lakukan mas?. kamu mau membunuh keponakan ku..hahh ?"
kedua mata Bondan terbelalak menatap gina. ini pertama kalinya gina berani membentaknya. ia memegang keras dagu gina.
"berani sekali kau membentak ku. aku adalah suami mu. sejak kapan kau mulai berani membangkang hahh ?. bentak Bondan.
__ADS_1
"kau bukan suami ku mas. kau iblis. tidak iba kah kau padanya. hampir setiap hari kau menyiksanya. membuatnya menangis. apa suami seperti itu pantas ku hormati ?. yang seharusnya melindungi kami tapi kau malah menzolimi kami. kau tidak pantas menjadi suami ku. bahkan kau juga tidak lantas disebut paman".
entah setan apa yang merasuki gina. kali ini dia benar-benar melawan Bondan. setelah sebelum-sebelumnya ia hanya bisa menangis melihat perbuatan kejam Bondan.
"plakkk" satu tamparan keras mendarat dipipi gina.
"tanteee" teriak gadis itu menghampiri gina yang tersungkur dilantai dan memeluknya.
"kau dengar istri tidak tau diri. aku tidak peduli dengan keponakan mu ini. dia harus mau menikah.dan akan dilaksanakan bulan depan. kau paham. jangan sampai aku benar-benar membunuhnya".tegas bondan
setelah selesai dengan aksinya. Bondan beranjak pergi meninggalkan gina dan ponakannya. tetangga terdekat segera menghampiri mereka berdua untuk membantu. mereka sangat kasian melihat gadis malang yang selalu menerima penyiksaan dari Bondan. beberapa dari Meraka bahkan sampai meneteskan air mata. namun apa daya mereka tidak punya keberanian untuk melawan Bondan yang terkenal dengan kekejaman nya. Bondan bisa berbuat nekat bahkan membunuh siapa saja yang berani mencampur urusannya. karna memang Bondan adalah kepala preman di kompleknya.
______________
*******Om Swastyastu*
selamat malam
saya adalah author yang menulis novel yang berjudul "pelangi diujung senja". ini adalah karya pertama ku. mohon dukungan dan masukannya baik yang buruk maupun yang bagus. author akan menerima. karna itu akan sangat membantu author dalam menulis karya selanjutnya.
__ADS_1
jangan lupa mampir di novel ku******..