Bahagia Diujung Senja

Bahagia Diujung Senja
Americano Latte


__ADS_3

"Hidup seperti secangkir kopi, dimana pahit dan manisnya bertemu dalam kehangatan"


~Syeza Anastasya Elhameed


"Ouh paman? Kau baru sampai?" Syeza tersenyum lalu menghampiri Vino yang sedang membaringkan tubuhnya diatas sofa.


"Eemm baru saja"


"Yakh paman tidak pulang ke rumah tapi malah kesini?"


"Aakhh entahlah!" Vino lalu menegakkan tubuhnya.


"Akh itu, ada bingkisan dari ibumu!"


"Akh ibu memang tidak pernah lupa untuk memberiku hadiah!" Syeza tersenyum lalu mengambil kotak diatas meja dan membukanya.


"Argh kue kesukaanku! Rupanya ibu masih ingat dengan kue kesukaanku!" Syeza tersenyum girang.


Vino hanya tertawa kecil.


"Bagaimana kabar ayah dan ibu?"


"Baik! Mereka baik-baik saja! Akh aku juga bertemu Al disana!"


"Kak Al? Kak Al ke Indonesia?"


"Eemm iya!"


"Ada apa?" Syeza mencopot satu kue dan mengunyahnya, ia lalu memicing ke arah Vino.


"Kenapa menatapku seperti itu?!"


"Kalian tidak membuat masalahkan?"


"Sudah terlanjur! Masalah itu sudah terjadi!"


"Yakh! Apa yang kalian lakukan?!"


"Alghifari meminta kak Hameed melamar Geisha untuknya!"


"Hah? Tiba-tiba?!"


Vino hanya mengangguk kecil.


"Kak Al mencintai Geisha?"


"Tidak! Bukan Al tapi aku yang mencintai Geisha!"


"Heeemm?" Syeza terlihat bingung.


"Yakh apa maksudnya? Paman yang mencintai Geisha tapi kak Al yang akan menikahinya?"


"Masalahnya tidak hanya serumit itu!"


"Lalu?"


"Pasalnya, Al mau menikahi Geisha karena ingin memenuhi permintaan Zidan!"


"Permintaan Zidan?"


"Iya! Zidan meminta Al untuk menjaga Geisha! Dan aku tidak ingin Al merasa terbebani dengan hal itu! Karena itu aku meminta untuk menggantikannya menikahi Geisha karena aku mencintainya tapi masalahnya Geisha salah paham! Ia berfikir aku ingin menikahinya karena permintaan Zidan!"


"Waakhh! Masalahnya memang menjadi rumit! Lagipula kenapa pria bodoh itu ingin memenuhi permintaan Zidan dengan cara menikahi Geisha?!" Syeza menghela nafas.


"Yakh paman, memangnya tidak ada wanita yang disukai kak Al hingga ia ingin menikahi Geisha meksipun tidak mencintainya?!"


"Aku rasa ada wanita yang memang disukai Al tapi sepertinya Al tidak bisa memiliki wanita itu!" Ujar Vino lalu mengambil satu kue dan mengunyahnya.


"Ouh? Paman tahu siapa wanitanya?"


"Tidak! Aku hanya menebaknya!"


"Yakhh!!" Syeza terlihat kesal.


Vino hanya tertawa kecil lalu beranjak berdiri.


"Paman mau kemana?"


"Pulang! Aku sudah merasa lega karena sudah menyuarakan isi hatiku! Aku harus pulang dan menjernihkan pikiranku agar bisa mencari solusi yang terbaik untuk menghadapi Geisha!" Vino lalu melangkah pergi.


"Kau tidak ingin mendengar saran dariku paman?"


"Tidak Syeza!"


"Solusiku bisa membantumu paman!"


Vino hanya melambaikan tangannya sambil melangkah pergi.


Syeza hanya tersenyum kecil lalu menghela nafas.


...***************...


"Ouh Syeza?"

__ADS_1


"Akh hai!" Syeza tersenyum lalu menghampiri Alex.


"Kenapa tidak memberitahu jika ingin datang? Aku bisa mengirim jet untuk menjemputmu!"


"Ahaha tidak apa-apa! Al sudah pulang?"


"Akh iya sudah! Ia sampai tadi malam!"


"Eeemm baiklah!"


"Mau aku panggilkan?"


"Akh tidak perlu! Aku datang untuk menemuimu!"


"Menemuiku?" Alex terlihat bingung.


"Iya! Akh didekat sini ada cafe, mau minum coffe denganku sebentar?"


"Akh iya!" Alex mengangguk setuju.


~Cafe Frisson Espresso


"Aakkh bau coffe yang bercampur dengan roti memang membuat nyaman!" Syeza tersenyum lega ketika membuka pintu cafe dan semerbak wangi coffe yang bercampur dengan roti menerobos hidungnya. Ia lalu memilih duduk dikursi yang dekat dengan jendela.


Alex hanya tersenyum kecil lalu melangkah ke arah barista dan memesan dua coffe.


"Kau tahu coffe apa yang ingin aku minum?" Tanya Syeza memandang ke arah Alex yang sedang memesan.


Alex berbalik lalu tersenyum kecil dan melangkah duduk dihadapannya.


"Eemm tahu! Americano Latte panas dengan sedikit cream diatasnya, tidak terlalu manis dan tidak pahit juga!"


"Ouh kau tahu coffe kesukaanku?"


"Alghifari yang memberitahuku dan akh, kita punya kesukaan yang sama!"


"Kau juga menyukai Americano Latte?"


"Iya! Jangan lupa tambahkan sedikit cream diatasny,a, tidak terlalu manis dan tidak pahit juga!" Ujar Alex sambil tersenyum kecil.


"Wakhh! Bukankah ini luarbiasa? Aku fikir kau sama seperti Al yang menyukai coklat panas!"


Alex hanya tertawa kecil.


"Pesanannya! Selamat menikmati!" Ujar seorang berista sambil menyodorkan minuman diatas meja.


"Terima kasih!" Syeza tersenyum lalu menutup matanya dan menghirup aroma coffe yang disuguhkan dihadapannya.


"Wakhh wanginya enak sekali!"


"Kau selalu menghirup aromanya sebelum meminumnya?" Tanya Alex.


"Heeemm?" Syeza mengangkat kepalanya lalu menatap ke arah Alex.


"Coffenya!"


"Aakhh! Ehehe iya!" Syeza hanya nyengir.


"Kenapa? Bukankah aroma ketika kau meminumnya sama saja?"


"Eeemm iya! Tapi aromanya akan berubah lebih tajam ketika kau menghirupnya terlebih dahulu! Dan coffenya akan benar-benar terasa lebih nikmat! Kau tahu? Dengan menghirupnya terlebih dahulu adalah cara meminum coffe yang benar!"


Alex hanya tertawa kecil dengan asumsi gadis yang duduk dihadapannya, akh bagaimanapun cara meminumnya toh aroma kenikmatannya akan tetap sama, bertahun-tahun ia sudah terbiasa meminum coffenya tanpa menghirupnya terlebih dahulu dan ia tetap merasakan kenikmatannya.


"Tunggu dulu!" Syeza menahan tangan Alex yang mengangkat gelas dan hendak menyeruput coffenya.


"Ada apa?"


"Aku sudah memberitahumu cara meminum coffe yang benar! Kau harus mempraktekkannya!"


"Akh aku sudah terbiasa dengan meminumnya seperti ini!"


"Akh tidak bisa!" Syeza kembali menahan tangan Alex.


"Kau ingin menyia-nyiakan ilmu yang sudah ku beritahu? Setidaknya kau harus mencobanya dulu, baru setelah itu kau memutuskan untuk tetap meminumnya dengan caramu sendiri atau dengan caraku!"


"Aaahhh"


"Ayo lakukan!" Syeza tersenyum lalu membantu Alex meletakkan kembali gelas yang ada ditangannya.


"Perhatikan aku baik-baik dan lakukan seperti yang aku lakukan!" Syeza lalu kembali menutup matanya dan menghirup aroma coffenya, ia tersenyum lalu membuka matanya dan menyeruput coffenya pelan.


"Kenapa kau diam saja?" Tanya Syeza saat melihat Alex yang hanya duduk diam terpana menatap ke arahnya.


"Aakkh aku akan melakukannya!"


"Aakkh sebentar-sebentar!" Syeza menahan dagu Alex dengan kedua tangannya.


"Heeemm?" Alex dengan dagunya yang masih diatas tangan gadis itu nampak kebingungan menatap ke arah Syeza.


"Dengar baik-baik, ketika menghirupnya kau harus benar-benar merasakan aromanya, tidak hanya sekedar menghirup! Dan jangan lupa tutup matamu agar nikmatnya lebih terasa!"


Alex hanya mengangguk kecil.

__ADS_1


"Baiklah! Lakukan!" Syeza tersenyum kecil lalu melepaskan tangannya dari dagu pria itu dan memperhatikannya yang mulai mempraktekkan apa yang ia ajarkan.


Alex menutup matanya lalu mulai mempraktekkan apa yang diajarkan gadis itu, lama ia menghirup aroma coffe yang masih mengepul dihadapannya. Sejenak ia tersenyum kecil lalu setelah itu perlahan, ia meneguk coffenya dengan pelan.


"Bagaimana?" Tanya Syeza yang menunggunya dengan penuh harap.


"Seperti yang kau ajarkan! Coffenya terasa lebih nikmat!"


"Benar bukan apa yang aku katakan?!" Syeza tersenyum bahagia lalu kembali meneguk coffenya.


Alex hanya tertawa kecil.


"Akh Lex apakah kau tahu? Hidup seperti kopi yang ada dihadapanmu, dimana pahit dan manisnya bertemu dalam kehangatan!"


"Kali ini aku setuju dengan asumsimu!" Ujar Alex sambil tersenyum kecil.


"Itu artinya kau tidak setuju dengan asumsiku tentang cara meminum kopi?" Canda Syeza membuat Alex kembali tertawa kecil.


"Akh Lex, maaf ya pagi-pagi begini aku menganggu waktumu!"


"Aakh tidak apa-apa! Lagipula aku juga sedang tidak ada urusan!" Alex lalu meneguk kembali coffenya.


"Ada apa? Apa yang membuatmu sampai harus menemuiku disini?"


"Ini tentang Al!"


"Alghifari?"


"Iya! Aku rasa kau pasti tahu hal ini!"


"Heeemm?"


"Alghifari kemarin menemui ayah untuk memintanya melamar Geisha! Kau tahu hal ini bukan?"


"Akh iya!"


"Kau juga tahu bukan alasan Al melamarnya?"


Alex kembali mengangguk.


"Menurutmu bukankah ini sendikit aneh? Kenapa Al berfikir menikahi Geisha padahal ia tidak mencintainya?!"


"Bukankah itu hal yang wajar? Al hanya hanya ingin memenuhi permintaan Zidan!"


"Entahlah tapi aku merasa bahwa tebakan paman Vino ada benarnya!"


"Tebakan paman Vino?"


"Pasti ada wanita yang dicintai Al dan wanita itu tidak bisa dimiliki sehingga membuat Al bersikap sembrono seperti ini! Iya bukan?"


"Hah?"


"Kau pasti tahu akh tidak! Kau juga pasti kenal dengan wanita itu bukan?"


"Ahaha apa maksudmu Syeza? Kau tidak mengenal Alghifari? Dia dari dulu hingga sekarang tidak ada wanita yang ia kenal kecuali kalian teman sekolahnya! Alghifari tidak pandai bergaul dengan wanita! Kau bisa melihatnya sendiri dengan orang-orang yang ada dimansion, apakah kau menemukan satupun wanita didalamnya? Tidak ada satupun Syeza, baik dari pengawal maupun asisten-asistennya!" Ujar Alex.


"Eemm benar tapi entah kenapa aku sangat percaya dengan asumsi paman Vino!"


"Itu hanya asumsi! Lagipula tidak semua asumsi itu benar!"


"Aakhh sikapmu sangat aneh Lex!"


"Hah?"


"Kau seakan-akan menyembunyikan kebenarannya!"


"Ahaha bukan begitu!"


"Sungguh? Kau benar-benar tidak tahu jika ada wanita yang dicintai Al?" Syeza mendekatkan dirinya ke arah Alex sambil berbisik pelan ke arahnya.


"Eemm tentu saja!"


"Huuufff!!" Syeza kembali menegakkan tubuhnya.


"Padahal aku sangat ingin tahu siapa wanita yang sudah berhasil menaklukkan hati Al dan membuatnya terluka!"


"Kau! Kau orangnya Syeza!" Ujar Alex dalam hati.


Syeza lalu meneguk coffenya dan beranjak berdiri.


"Kau mau pulang?" Tanya Alex dengan suara pelan.


"Ada apa dengan ekspresimu? Kau merasa sedih karena aku akan pulang ke Landon?" Tanya Syeza dengan tawa kecilnya.


"Aakhh ahaha bukan! Aku kira kau ingin menemui Al terlebih dahulu!"


"Eeemm tidak! Biarkan dia istirahat! Aku harus segera pulang! Lagipula tujuanku datang untuk menemuimu!"


"Biarkan aku mengantarmu!"


"Akh tidak perlu!" Syeza menahan Alex yang hendak berdiri.


"Habiskan saja minummu! Nanti sering-seringlah berkunjung ke Landon, kita bisa menghabiskan beberapa waktu bersama sambil menikmati Americano Latte kesukaan kita!" Syeza tersenyum lalu melangkah pergi.

__ADS_1


Alex hanya terdiam menatap gadis itu melangkah pergi, ia lalu menarik nafas dalam-dalam dan meneguk pelan sisa coffenya.


__ADS_2