
Ayah....., sebuah panggilan yang terdengar indah yang keluar dari mulut malaikat kecilmu yang mulai tumbuh dewasa tapi, bagaimana jika panggilan itu justru membuat mereka merasakan sakit?!.
...~Elhameed...
Aku menarik nafas panjang setelah mendengar cerita ayah tentang masa lalunya.
Akh merumitkan sekali!.
Aku memijat keningku lalu menatap kearah ayah.
"Ayah, aku ingat satu hal! dua belas tahun yang lalu pria kecil yang memelukku dan berusaha untuk menenangkanku saat kecelakaan yang merenggut nyawa mama adalah paman vino?"
Ayah mengangguk.
"Itu artinya....., kau kah orangnya? kau paman vino?"
Aku menoleh kearah paman vino.
Vino hanya tersenyum kecil.
"'Ayah benarkah dia pamanku?!"
Aku kembali menatap kearah ayah.
Ayah tersenyum dan kembali mengangguk.
"Waakhh!! tapi ayah jika dia pamanku kenapa aku dipanggil nona dan ayah dengan panggilan tuan?"
"Kau bisa menanyakannya langsung kepada pamanmu"
Aku lalu memicing kearah paman vino.
"Kau masih berurusan denganku paman!!"
Vino mengangguk dan tersenyum.
"Lalu ayah bagaimana kabar mama lin dan kakek sekarang?"
"Untuk sekarang, ayah tidak tau bagaimana kabar ibumu dan kakekmu! ayah dan pamanmu terakhir mendapatkan kabar tentang mereka satu tahun yang lalu!"
"Satu tahun yang lalu? bagaimana mungkin ayah hilang kabar dengan mama lin dan kakek?"
Ayah terlihat tersenyum.
"Hal ini yang membuat ayah merasa bangga dengan kakakmu! ayah tidak menyangka kakakmu tumbuh menjadi pria yang cerdas namun berhati dingin dan memiliki kekuasaan yang kejam!"
Ayah menarik nafas panjang.
"Kakakmu tau bahwa ayah dan pamanmu diam-diam masih berkomunikasi dengan ibu dan kakekmu sehingga kakakmu memutuskan komunikasi tersebut!"
"Memutuskan komunikasi?"
Ayah mengangguk.
__ADS_1
"Kakakmu mengirim ibu dan kakekmu ketempat terpencil! tempat yang tidak bisa dijamah oleh ayah!"
"Tempat terpencil?"
Ayah mengangguk.
"Kenapa kakak melakukannya ayah?"
"Kakakmu tumbuh dalam pengaruh tantemu! kakakmu tumbuh dengan membenci seluruh keluarganya! ia bahkan sangat membenci ibunya! ia hanya mempercayai tantemu!"
Akh wanita ular itu!!.
"Lalu ayah, bagaimana dengan janjinya dimasa kecil? bukankah ia juga berjanji akan mencariku dan menemukanku?"
Ayah tersenyum getir.
"Kakakmu yang dahulu dan sekarang adalah dua orang pria yang berbeda syeza! dahulu dia memang sangat menyayangimu dan berjanji akan mencarimu tapi sekarang, dia memang mungkin masih mencarimu tapi bukan sebagai seorang kakak yang mencari adiknya! kakakmu mencarimu untuk membunuhmu! dia ingin balas dendam! balas dendam yang tak beralasan!!"
"Aakhh tidak mungkin ayah! aku yakin kakakku adalah pria yang baik!"
Aku mencoba menetralkan perasaanku.
Adakah seorang kakak yang mencari adiknya hanya untuk dibunuh?! akh kakakku bukan pria yang seperti itu bukan?!.
"Itulah alasan kenapa ayah mengirim fikral dan almarhum zidan untuk sekolah bersamamu!"
"Lalu siapa dan dimana kakakku ayah?"
Ayah terdiam.
"Kau tidak perlu tau siapa dia syeza!"
"Kenapa?! kenapa aku tidak perlu tau ayah?! bukankah aku adiknya? bukankah dia juga kakakku? bukankah kami memiliki ayah yang sama? bukankah darahku mengalir dalam darahnya?!"
"Ayah tau syeza tapi, kakakmu sangat berbahaya!!"
"Berbahaya bagaimana ayah?!"
"Ayah sudah mengatakannya! dia mengincar nyawamu!!"
"Apakah kau seorang ayah?! hah!! bagaimana mungkin seorang ayah tidak mengenal putranya?!"
Perkataanku membuat ayah dan paman vino terkaget.
"Meskipun dia mengincar nyawaku tapi, melihat janji kami dimasa kecil, aku percaya dia pria yang baik!!"
"Kau tidak mengenal kakakmu syeza!! dia yang sekarang berbeda dengan dia yang dulu!!"
"Kalau begitu kenapa tidak memperkenalkannya kepadaku?! kenapa ayah harus menyembunyikannya dariku?! aku ingin membuktikan sebahaya apa kakakku ayah!!"
"Tidak syeza!! ayah tidak akan memberitahumu dan kau tidak perlu lagi mencarinya!! lupakan saja tentang kakakmu itu!!"
"Ayah menyuruhku untuk melupakan tentangnya?! kenapa?! kenapa aku tidak boleh mengenal kakakku ayah?!"
__ADS_1
Ayah hanya terdiam.
Aku menghapus airmataku yang sudah mengalir.
"Apa karena aku bukan putri yang diinginkan dikeluarga ini?! apa karena aku bukan adik yang diinginkan? apa karena aku terlahir dari seorang wanita yang dinikahkan secara sepihak?! apa karena aku dan ibuku hadir dalam keluarga kecilmu ayah?!"
"Syeza?!!"
Suara ayah meninggi.
"Aakhh benar!! tak seharusnya ibuku bersahabat baik dengan istrimu ayah!! tak seharusnya ayah menikahi ibuku!! dan tak seharusnya juga aku lahir bukan?!!"
"Syeza jaga bicaramu!!"
"Ayah tau? seberapa sakitnya aku saat ayah mengatakan aku tidak perlu mengenal kakakku? aku merasa seperti putri yang tidak diinginkan!! aku merasa bahwa kakakku tidak menginginkan adik seperti aku!!"
Aku menarik nafas lalu menghapus airmataku.
"Baiklah, jika memang ayah tidak ingin memberitahu tidak apa-apa!! aku tidak akan memaksa! aku akan mencari tau sendiri! sampai keujung dunia pun aku akan mencari tau siapa kakak laki-lakiku?! aku tidak membutuhkan bantuanmu ayah!! aku akan mencari tau mungkin untuk meminta maaf karena kehadiran aku dan ibuku sudah merusak keluarga kecilnya!!"
Aku lalu menarik nafas pelan.
"Ayah? akh entah kenapa saat ini aku bahkan merasakan sakit saat memanggil dengan panggilan itu! aku seorang putri yang tak begitu mengenal sosok ayahnya! ayahku terlalu misterius untuk putri kecilnya! mungkin memang benar! aku putri yang tak diinginkan bukan?"
Ayah menoleh kearahku.
"Maaf! tapi, rasanya aku ingin pergi sejauh mungkin! pergi ketempat yang mungkin ayah tak bisa menemukanku!!"
Aku tersenyum getir lalu beranjak berdiri dan melangkah pergi meninggalkan ayah begitu saja.
"Syeza!! jangan nekat syeza!!"
Ayah berteriak marah, aku tak menggubrisnya! aku terus melangkah tanpa berbalik menoleh kearahnya.
"Vino pastikan keponakanmu tidak keluar dari rumah ini!! suruh para pengawal untuk memperketat penjagaan!! jika dia keluar dari rumah maka, kakaknya akan lebih mudah untuk menemukannya!!"
Elhameed terlihat terengah-engah sambil memegang dadanya.
"tapi kak kau.....,?"
"Aku tidak apa-apa!! jangan pedulikan aku!! aku hanya syok! cepat!! cepat kejar keponakanmu! sepertinya dia membutuhkan pelukanmu!"
Vino terdiam sejenak.
"Cepat vino!!"
"Akh iyh baik kak!"
Vino lalu berlari mengejar keponakannya namun sebelum ia menghilang dibalik tembok ia sempat berbalik menatap kearah taman.
Dari kejauhan terlihat elhameed mengangkat tangannya dan mengusap wajahnya.
Vino menarik nafas panjang lalu kembali melangkah.
__ADS_1
Akh mungkinkah ia menangis? ya!! seorang ayah yang tak ingin menangis dihadapan putrinya! dan seorang kakak yang tak ingin menangis dihadapan adiknya! ia memilih menangis sendirian dibangku kosong dibalik senja yang mulai merekah memamerkan kemegahannya dilangit jingga! senja yang tak pernah peduli entah kau sedang bersedih atau tidak! ia akan tetap memamerkan keindahannya dilangit sore!.