
direstoran xx. Bastian sedang meeting dengan salah satu client dari perusahaan yang sudah pulahan tahun bekerja sama dengan perusahaannya.
"selamat siang tuan. terima kasih atas waktu yang sudah anda luangkan. saya merasa sangat terhormat atas kesediaan Anda bertemu dengan saya. saya Jo. pemilik perusahaan abdi jaya"
"to the point saja. hal penting apa yang membuat anda sangat ingin bertemu dengan saya?. saya tidak punya banyak waktu" ucap dingin Bastian
"sebenarnya saya hanya ingin bertemu dan mengenal anda tuan'.
"pranggggg". semua yang ada diatas meja berhamburan dilantai tanpa tersisa. Jo yang melihatnya seketika tubuhnya gemetar. semua diluar dugaannya.
"brengsek" beraninya kau mengganggu ku hanya untuk hal seperti ini". bentak Bastian penuh amarah sontak berdiri.
"tapi tuan 10 tahun kita bekerjasama. namun kita belum pernah mengenal satu sama lain" jawab jo memberanikan diri berbicara dan menatap bastian.
Bastian adalah Presdir Agraha Wijaya Gruf. namun dari sekian banyak perusahaan yang bekerjasama sama dengannya. hanya beberapa orang saja yang pernah bertemu langsung dengannya. itupun hanya perusahaan tertentu dan jika ada hal yang sangat penting yang mengharuskannya bertemu dengan mereka. selebihnya Zen dan jay lah yang menjadi bayangannya. hal tersebut yang membuat banyak orang sangat penasaran dengan sosoknya. termasuk Jo.
"Zennnn". teriak bastian. membuat Zen yang berada sedikit jauh dari mereka bergegas menghampiri. untung saja Zen sudah membooking seluruh tempat itu. sehingga hanya ada mereka berempat dan para pelayan resto disana.
"ada apa tuan ?"
"aku ingin kau putuskan kerja sama dengan perusahaan abdi jaya sekarang juga. dan pastikan mereka hancur bahkan sampai ke akarnya". ucap Bastian dengan tegas kemudian pergi meninggalkan Jo. yang diikuti oleh Jay dari belakang.
__ADS_1
mata Jo terbelalak mendengar perkataan Bastian. ia akan dihancurkan hanya karena ingin bertemu dan mengenalnya saja.
"tunggu tuan. tunggu. maafkan saya tuan. tolong jangan lakukan ini" ampuni saya. Jo bermaksud mengejarnya namun Zen menahannya.
"anda melakukan kesalahan besar tuan Jo. seharusnya anda bertanya dulu kepada saya sebelum anda memutuskan".
"maafkan saya tuan. tolong jelaskan padanya. tidak ada maksud lain. perusahaan kami hanya ingin mengenalnya" Jo bersujud dikaki Zen
"maaf tuan saya tidak punya kuasa. bersiap lah untuk hari esok". Zen meninggalkan jo
Jo hanya meringkuk lemas dilantai. airmatanya mengalir penuh penyesalan. seharusnya dia tidak berpikir bodoh. karena rasa ketidak percayaannya dengan apa yang orang-orang katakan tentang kekejaman tuan Bastian dan ingin membuktikannya sendiri. membuat nya hancur dalam hitungan detik saja. menghancurkan perusahaan yang sudah dirintis oleh ayahnya dari nol sampai sekarang diserahkan padanya. namun akan hangus dibakar sijago merah.
Bastian kembali ke Agraha Wijaya Gruf dengan wajah sangar yang masih terpampang jelas diwajahnya. bagaimana tidak seseorang telah mempermainkannya. Jay yang mengikuti nya dari belakang tidak berani berkomentar.. ia tidak ingin membangunkan kembali si raja hutan dan menjadi korban amukan nya.
abdi jaya sebenarnya perusahaan yang cukup besar dan berkembang. namun tidak menjaminya bisa berdiri sendiri tanpa bantuan perusahaan lain. terlebih lagi Agraha Wijaya Gruf adalah penanam saham terbesar di abdi jaya. sementara perusahaan yang lain lebih memilih kehilangan satu kontrak kerja. dari pada hangus dibakar si jago merah.
"sial..sial..berani sekali. berani sekali mereka mempermainkan ku". lagi-lagi barang yang tersusun rapi didalam ruang itu menjadi korban amarahnya.
Zen yang tau apa yang akan Bastian lakukan diruangannya. segera menemuinya. seperti yang Zen pikirkan. sekarang ruangan itu bukan lagi seperti ruangan Presdir. tapi layaknya kapal pecah yang kena hantaman dahsyatnya stunami.
"tuan..abdi jaya sudah saya hancurkan. sekarang saya pastikan besok perusahaan itu akan menjadi berita terdepan disurat kabar dengan berita kebangkrutan".
__ADS_1
"apa yang kalian lakukan hah" kau membiarkan orang itu mempermainkan ku zen" apa kau tidak melihatnya." bentak Bastian sambil mencekram kerah baju Zen. terlihat sangat jelas amarah Dimatanya.
"maaf kan saya tuan.. ini kelalaian saya. saya pastikan ini tidak akan terjadi lagi".
Zen meyakinkan Bastian. agar Bastian lebih tenang. menurutnya tidak dipungkiri apa yang dilakukan Jo memang salah. demi bertemu dengannya Bastian membatalkan rapat penting dikantornya untuk menghormati rekan kerja yang sudah puluhan tahun menjadi fatner kerjanya. karna seperti yang Jo katakan ada hal penting yang harus dibahas dengan Bastian.
"pastikan orang itu tidak pernah muncul dihadapan ku. kapan perlu kirim dia ke luar kota atau keluar negeri. ucap Bastian dengan penuh penekanan.
"baik tuan" Zen undur diri meninggalkan bastian.
"brother apa si raja hutan mengamuk lagi". ucap Jay yang menghampiri Zen di ruangannya.
"hmmmm".
"tuan Jo emang the best brother. baru dia yang berani berbuat macam ini pada si raja hutan".
"dasar adik gomblok". Zen menatap tajam Jay.. sementara Jay tanpa menunggu lama memilih kabur.. dari pada mendapat jitakan keras dari Zen.
kapan..kapan kau akan berubah dan kembali seperti Tian ku yang dulu hahh. tian yang ramah dan sabar, periang dan penuh canda. permainan dan penghianatan wanita itu benar-benar mengubah hidup mu Tian. aku akan membunuh wanita itu jika menemukanya". batin zen yang menatap kosong keluar jendela.
Zen orang yang sangat mengetahui luka yang dialami Bastian. luka yang sampai sekarang meski sudah 3 tahun lamanya. namun masih terlihat Dimata Bastian. luka yang berubah menjadi kebencian mendalam disana.
__ADS_1
_______________
"Hello readers.. author masih dalam tahap belajar. mohon bantuan, kritik dan sarannya baik yang bagus maupun tidak. author akan menerima dengan senang hati"..😁😁😁😁😁