
Aku berjanji akan selalu ada untukmu.
~Alghifari
Syeza duduk termenung di rooftop sekolah, menyenderkan kepalanya di bangku dan memijat pelipisnya dengan pelan. Ah ia sendiri tidak tahu bagaimana kelanjutan hubungannya dengan Rayhan. Pria itu terlihat cuek dan tidak ada tanda-tanda ia akan kembali memperjuangkannya. Gadis itu berfikir sejenak mungkinkah ini artinya ia harus benar-benar melupakannya? Tak perlu lagi mengharapkan cinta lelaki itu? Ia memijat pelipisnya dengan pelan, ia juga merasa bingung dengan sifat Geisha yang tiba-tiba berubah, permintaan Zidan yang membuat ia menjadi gadis yang pendiam, lalu pria itu menghilang begitu saja, begitu pun juga dengan Alghifari yang ikut menghilang tanpa kabar.
"Sedang apa?"
"Al?" Syeza terlihat kaget.
Alghifari hanya tersenyum kecil ke arahnya. Gadis itu lalu beranjak mendekatinya.
"Kemana saja kau?! Kenapa menghilang tanpa kabar begini?! Kau tahu? Semua orang panik mencarimu!! Menghilang kemana kau selama ini? Kau baik-baik saja bukan? Kenapa tidak mengabari?! Aahh apa kau melakukannya lagi? Tidak kan? Kau tidak akan melakukannya lagi bukan?!" Syeza memburunya dengan pertanyaan-pertanyaan.
"Aku harus menjawab pertanyaan yang mana?"
"Semuanya!"
Alghifari tertawa kecil.
"Menepi!"
"Menepi?!" Syeza mengkerutkan alis.
"Satu jawaban untuk semua pertanyaanmu"
"Untuk apa kau menepi?"
"Bagaimana hubunganmu dengan Rayhan?"
"Kau menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan?"
"Aku bertanya bagaimana hubunganmu dengan Rayhan?"
"Aku juga bertanya kenapa kau menepi?"
"Jawab pertanyaanku setelah itu aku akan menjawab pertanyaanmu"
"Untuk apa membahas tentang Rayhan? Aku sedang tidak ingin membahasnya"
"Tapi itu penting untukku Za! Sangat penting!"
Syeza terdiam.
"Ah ada apa dengannya? Hubunganku dengan Rayhan? Semenjak hari itu, saat aku menolak untuk kembali kami bahkan tidak pernah berbicara satu kata pun! Ia terlihat seperti orang asing meskipun kami sering berkumpul bersama di basecamp" Batin Syeza.
"Za?"
"Heemm?"
"Aku menunggu jawabanmu!"
Syeza hanya menggeleng dan berusaha menahan air matanya, ia lalu tersenyum kecil ke arah Alghifari.
"Waktu itu aku memang menolak untuk kembali karena aku hanya ingin dia benar-benar kembali memperjuangkanku tapi, nyatanya keinginanku tidak sesuai dengan ekspetasi"
Alghifari tiba-tiba menariknya dalam pelukannya.
"Aku tidak suka melihatmu tersenyum saat sedang terluka! Kenapa harus menahan air matamu?"
Syeza tersenyum lalu mengangkat tangannya membalas pelukan Alghifari.
"Karena aku sudah berjanji pada orang yang sedang memelukku bahwa aku tidak akan pernah lagi menangis karenanya!"
"Apa janji itu menyakitimu? Jika iya maka kau boleh melanggarnya"
Syeza menggeleng.
"Tidak sama sekali! Janji itu tidak menyakitiku! Kau tahu betapa bahagianya sekarang aku memelukmu? Aku sangat takut ketika tak mendengar kabar darimu! Jangan pernah lagi pergi tanpa kabar!"
Alghifari menggangguk dan tanpa ia sadar bibirnya mengukir senyum tipis di sana.
__ADS_1
"Kau berjanji padaku kan? Kau tidak akan menghilang tanpa kabar lagi?"
Alghifari menggangguk kecil.
"Iya aku berjanji padamu!"
"Ingat, kau sudah berjanji jadi tidak boleh melanggarnya!"
Alghifari kembali mengangguk.
"Aku akan selalu mengingatnya"
Syeza tersenyum lalu mengeratkan pelukannya.
"Kau tahu Al? Aku selalu merasa aman berada dalam pelukanmu! Terima kasih karena selalu ada!"
Alghifari terdiam.
"Entah kenapa Za, setelah obrolan panjang aku dan Zidan malam itu dan meskipun aku merasa bingung tapi, aku benar-benar ingin melindungi dan menjagamu sepenuhnya dari bahaya apapun itu!" Batin Alghifari.
"Sekarang jawab pertanyaanku Al! Kenapa kau menepi?" Syeza lalu melepaskan pelukannya.
"Karenamu! Aku menepi karena cintamu membuatku terluka!" Batin Alghifari.
"Al?"
"Zidan!"
"Zidan?" Syeza mengkerutkan alis.
"Ah iyh Al! Apa kau tahu dimana Zidan? Dia juga menghilang tanpa kabar! Aku benar-benar khawatir dengannya, apa dia baik-baik saja?"
"Aku menepi karena menyelidiki Zidan"
"Menyelidiki Zidan?"
"Zidan ada di rumah sakit sekarang"
"Ah kenapa perasaanku jadi tidak enak?" Batinnya.
"Kita pulang ya, aku akan menjelaskannya nanti di basecamp"
Syeza mengangguk.
"Ambil tasmu di kelas aku menunggumu di parkir"
"Eem baiklah!" Syeza kembali mengangguk lalu melangkah pergi meninggalkan Alghifari namun, langkahnya terhenti saat mendapati bunga mawar yang tergeletak di sana. Gadis itu terlihat mengkerutkan alis lalu membungkuk dan mengambil bunga itu, di rangakaian bunga mawar tersebut terdapat satu kertas yang tertempel di sana.
...'Ketika cintaku membuatmu kembali ragu untuk pulang, aku meminta satu kesempatan untuk memperjuangkanmu kembali'...
...~Rayhan Alfarizi...
"Rayhan?" Syeza kembali melangkahkan kakinya mencari pria itu.
"Ah apa Rayhan melihatku berpelukan dengan Alghifari? Tidak! Aku harus menjelaskan kesalahfahaman ini!" Batinnya.
Langkah kakinya terhenti saat ia mendapati Rayhan yang sedang berdiri termenung di ujung lorong.
"Rayhan?"
Pria itu berbalik, pandangan mata mereka bertemu, bola matanya yang hitam pekat menatap Syeza dengan lekat. Ah pandangan mata yang terlihat kecewa.
"Ray tadi.....,"
"Tidak perlu di jelaskan!" Potong Rayhan.
"Aku mengerti, ini alasan kanapa kau menolak untuk kembali bukan?!"
"Kau salah faham Ray"
"Salah faham?! Kau berpelukan dengannya dan itu salah faham?!"
__ADS_1
Syeza terlihat memejamkan mata sejenak.
"Ah kenapa malah aku yang terlihat seperti memperjuangkannya dan mempertahankan hubungan kami? Bukankah aku sudah memutuskan untuk berhenti berjuang? Dan membiarkan Rayhan yang memperjuangankanku kembali?" Batinnya.
"Aku berpelukan bukan berarti aku mencintainya"
"Kau memang tidak mencintainya tapi, bagaimana jika dia yang mencintaimu? Aku sudah pernah memberitahumu bukan? Jaga sikap Syeza!"
"Aku tidak mengerti denganmu Ray! Kau sebenarnya perduli dengan perasaanku yang mencintaimu atau perasaan mereka yang mencintaiku?!"
Rayhan terdiam.
"Jawab aku Ray!"
"Untuk apa kau bertanya pertanyaan yang sudah pasti kau tau jawabannya?"
"Jika memang kau perduli dengan perasaanku kenapa kau bersikap seperti ini? Apa kau tahu? Sikapmu seakan-akan perduli dengan perasaan mereka!"
"Sampai kapan kita terus berdebat dan saling menyalahkan seperti ini?"
"Aku tidak mengerti Ray! Aku benar-benar tidak mengerti! Kau benar-benar membuatku bingung dengan sikapmu yang seperti ini!"
"Sudahlah, lagi pula kau sudah memutuskan untuk tidak kembali bukan?"
Syeza menarik nafas kasar.
"Tidak ada yang perlu dibahas lagi Za! Mungkin semuanya memang harus seperti ini! Kita di takdirkan hanya untuk bersama bukan untuk bersatu!" Rayhan lalu melangkah pergi meninggalkannya.
"Ah apa kau tidak tahu Ray? Aku selalu menunggumu, menunggu kau kembali memperjuangkanku!" Ujar Syeza dengan suara pelan.
"Kenapa lama sekali?" Alghifari melirik ke arah Syeza yang baru datang.
"Ehehe maaf" Syeza hanya tersenyum kecil ke arahnya.
"Oh ya Za, kau tahu ada apa? Kenapa sekolah ramai sekali?"
"Ah aku lupa memberitahuimu, pihak sekolah sedang mencarimu!"
"Mencariku? Untuk apa?"
"Kau masih ingat kejadian kau memukul pria suruhan Elmira di belakang sekolah?"
"iya kenapa?"
"Itu alasannya! Jadi pemilik sekolah ini ingin mengklarifikasi masalah tersebut!"
"Pemilik sekolah ini?"
Syeza hanya mengangguk.
"Memangnya siapa pemilik sekolah ini?"
"Aku mendengar dia seorang CEO! Eemm jika tidak salah, CEO terkaya pertama di seluruh dunia!"
"CEO terkaya pertama di seluruh dunia? Jadi sekolah ini milik pria arogan itu?" Batin Alghifari.
"Kau tidak ingin kesana Al?"
"Tidak perlu! Untuk apa?! Tidak penting juga! Lagi pula bukankah itu sudah berlalu? Untuk apa ia ingin mengklarifikasinya lagi?"
"Heemm ya sudahlah!"
"Kau sendiri tidak ingin kesana?"
"Untuk apa? Yang membuat masalah saja tidak ingin kesana lalu untuk apa aku kesana?"
"Yaah siapa tahu dia bisa membawamu keliling dunia bukan? Dia seorang CEO terkaya pertama di seluruh dunia !"
"Ah kalau untuk itu, aku menunggunya darimu!"
"Aaah maaf aku tidak sekaya pemilik sekolah ini!" Alghifari lalu naik ke atas motornya dan menyalakan motornya.
__ADS_1
Syeza hanya tertawa kecil lalu ikut naik ke atas motor, Alghifari lalu melajukan motornya meninggalkan parkiran sekolah.