
~Pemakaman Umum
"Sha!"
Geisha menoleh dan tersenyum mendapati Alghifari yang berjalan menghampirinya.
"Sudah kuduga kau pasti disini!"
Geisha hanya tersenyum lalu menaburkan bunga diatas makam Zidan.
Alghifari ikut duduk disamping Geisha lalu ikut menaburkan bunga yang ia bawa. Setelah itu, Alghifari lalu mengajak Geisha duduk ditaman dekat pemakaman umum.
"Kau baru datang?"
"Eeemm dari Landon tiga hari yang lalu dan aku langsung ke Jakarta!"
"Kak Syeza?"
"Ada di Malang! mungkin besok akan menyusul bersama paman"
"Paman Vino?"
Alghifari hanya mengangguk.
"Mungkin ayah dan ibuku juga akan ikut!"
"Paman Hameed dan Tante Erlina?"
"Iya! mereka ingin mengunjungi Zidan!"
Geisha mengangguk.
"Kau sendiri kenapa kesini sendirian kak? sudah singgah ke basecamp?"
"Ada urusan yang harus diselesaikan di Jakarta! aku juga belum singgah ke basecamp, entah kenapa aku ingin mengunjungi Zidan sebelum ke basecamp! tidak sia-sia bukan bertemu kau disini?"
Geisha hanya tertawa kecil.
"Kau sering kesini?" Tanya Al
"Iya!" Jawab Geisha.
"Seberapa sering?"
"Setiap akhir pekan aku selalu datang tapi, terkadang jika aku ingin segera bertemu biasanya sepulang sekolah aku akan singgah!"
"Kau akan terus mengunjunginya?"
"Apa tujuan pertanyaanmu kak? Jangan membuatku salah paham, kau menyetujuinya atau melarangku sering datang?"
"Aku tidak melarangmu tapi jika kau sering datang seperti ini, bukankah membuatmu akan semakin merasakan sakit?"
"Kak ketika aku merindukannya, rasa rindu itu hadir bersamaan dengan rasa sakit! Kau tahu kak? Ada pepatah yang mengatakan bahwa rasa sakit itu jangan dihindari tapi dihadapi! Rasakan sakitnya hingga kau kesakitan lalu perlahan kau akan baik-baik saja, terbiasa dengan hal itu dan akan sembuh dengan sendirinya!"
"Sudah cukup Geisha! Sang purnama sudah bertemu dengan Eleanor si Bintang diatas sana! Jangan lagi menjadikan senjamu memerah seperti darah kini, tolong biarkan senjamu merekah dengan anggun dilangit yang akan selalu menerimamu"
"Entahlah! Aku bahkan tidak tahu apakah ini akan bertahan hingga kapan!"
"Jika aku boleh meminta, bolehkah aku melarangmu? Ah tidak! Bukan melarang tapi, jangan sesering sekarang! Kau bisa mengunjunginya mungkin sebulan dua kali? Atau sebulan sekali? Ini untuk kebaikanmu!"
"Kak, aku mengerti kekhawatiranmu tapi aku bahkan tidak bisa jika tidak mengunjunginya! Semua perasaanku dibawa pergi bersamanya, tak tertinggal sedikitpun! Yang tertinggal hanyalah hal-hal yang menyakitkan! Aku terus mengunjunginya karena ingin meminta kembali semua rasa yang ia bawa pergi tanpa pamit!"
"Sha, bukankah ini menyiksa diri?"
"Benarkah?" Geisha hanya tertawa kecil.
__ADS_1
"Kau tahu kak? Terkadang aku datang menemuinya dengan perasaan rindu, kadang dengan perasaan kecewa, kadang dengan perasaan sakit, bahkan terkadang juga aku menemuinya tanpa perasaan apapun! Tak ada rindu, kekecewaan maupun sakit hati! Hanya ada kekosongan! Iya! Terkadang aku menemuinya dengan kehampaan!" Ujar Geisha dengan tawa kecilnya.
"Kau bahkan tidak menangis dalam keadaan seperti ini?"
"Bukan tidak menangis kak tapi, aku berusaha menahannya! aku memutuskan untuk tidak menangis lagi jika membicarakan tentangnya! aku ingin Zidan tahu bahwa membicarakannya adalah kebahagiaan bukan tangisan meskipun yang dibicarakan adalah rasa sakit!"
"Hah! kau tidak ingin memberi peluang pada orang lain?"
"Heeem?"
"Aku yakin ada banyak pria yang ingin mengenalmu! kau tidak ingin membuka hati untuk mereka? aku tahu tidak seharusnya mengatakan seperti ini pada gadis yang patah hati tapi, kau juga tidak bisa jika terus bertahan dalam perasaan bodoh seperti ini!"
"Kak, aku masih teringat dengan cerita darimu tentang kisah senja, purnama dan eleneor si bintang! aku akhirnya tersadar bahwa aku tidak bisa memaksakan apapun dan hanya mampu menerimanya tapi, bukan berarti aku melupakannya bukan? aku memang menerima semuanya dengan baik tapi, Zidan juga pergi dengan membawa semua cintaku kak! lalu bagaimana mungkin aku dengan mudah untuk jatuh cinta lagi?"
"Haaahh ternyata benar!'
"Apanya?"
"Bahwa cinta habis di orang lama itu benar adanya! setiap orang akan mengalami patah hati yang akan mengubah cara pandang tentang cinta seumur hidupnya, entah itu sulit untuk percaya atau mati rasa! dan sialnya aku juga malah kebagian mati rasanya hehe!"
Geisha menoleh menatap ke arah Alghifari yang sedang menatap langit sore.
"Kau belum bisa melupakannya?"
"Bagaimana aku bisa lupa? bahkan hampir setiap hari, hampir setiap aku membuka mata ia berdiri dihadapanku dengan senyumannya! rasanya jauh lebih sakit saat aku sedang menikmati senyum manisnya lalu tiba-tiba aku tersadar bahwa ia adalah sosok yang selamanya tidak bisa kumiliki!" Alghifari terdengar menarik nafas pelan.
"Aku bahkan menderita setiap hari! berusaha menenangkan perasaanku yang tak karuan! aku rasa selamanya aku akan tetap terkurung dalam perasaan ini!"
"Yakhh kakak!!"
"Yaahh kenapa kau memukulku?" Alghifari memegang bahunya yang dipukul Geisha.
"Kau tidak boleh melajang sampai tua! kau harus membuka hati dan menemukan perempuan yang benar-benar mencintaimu!"
"Kau sendiri bagaimana? kau juga memilih untuk menutup hati bukan?" Timpal Al.
...****************...
~Basecamp
"Ouh paman?" Geisha tersenyum lalu berlari kecil menghampiri Elhameed yang sedang duduk diruang tamu.
Elhameed tersenyum lalu berdiri menyambut Geisha dalam pelukannya.
"Bagaimana kabarmu?"
"Baik! paman sendiri bagaimana?"
"Paman sangat baik!" Elhameed tersenyum lalu melepaskan pelukannya.
"Ini ibunya Al dan Syeza" Ujar Elhameed memperkenalkan Erlina yang sedang berdiri disampingnya.
"Aahh hallo tante"
"Aaah ini Geisha? Elhameed sering menceritakanmu! ternyata kau jauh lebih cantik jika dilihat secara langsung!" Ujar Erlina tersenyum lalu memeluk Geisha dengan hangat.
"Aahh benarkan? terima kasih!" Geisha tersenyum sipu lalu melepas pelukannya.
"Aahh tante jangan terlalu memujinya, aku khawatir jika besok kami akan kehujanan dan kepanasan hanya karena bangunan ini kehilangan atapnya!" Timpal Fairuz.
"Yakhh!! kau tidak bisa melihatku bahagia sebentar saja?!" Ujar Geisha.
"Eeeemm iya!"
Semua orang tertawa kecil dengan gurauan Fairuz.
__ADS_1
"Geisha? kau sudah pulang?" Syeza dan Viera yang baru dari dapur menghampiri dengan membawa minuman dan beberapa makanan.
"Kau datang bersama Al?" Tanya Viera.
"Aaah iya! aku tadi sempat singgah untuk menemui Zidan dan kebetulan bertemu Geisha disana!" Sambung Al.
Mereka semua lalu duduk bersama disofa.
"Aku kira ayah akan datang besok?" Tanya Al
"Lebih cepat lebih baik Al!" Jawab Erlina.
"Dimana paman?"
"Sedang di toilet!"
"Kenapa Al? baru beberapa hari pisah kau sudah merindukanku?" Timpal Vino yang sedang berjalan ke arah mereka lalu duduk disamping Al.
"Kau terlalu percaya diri paman!"
"Ahaha! ah tadi kami sempat singgah ke Apartemenmu tapi, kata Alex kau sedang ada urusan diluar!"
"Eeemm aku berniat untuk datang ke basecamp!"
Vino mengangguk.
"Al istirahatlah! biar aku saja yang menemani ayah ibu dan paman mengunjungi Zidan!" Ujar Syeza.
"Eeemm iya!" Alghifari mengangguk.
"Aku ikut kak!" Ujar Geisha.
"Istirahatlah Sha! kau juga baru saja dari sana bukan?"
"Eeemm iya!" Geisha mengangguk.
"Ah Ruz dimana Rayhan? aku tidak melihatnya!" Tanya Al
"Aahh entah kenapa belakangan ini Rayhan jarang ke basecamp!"
"Aaahh!" Alghifari hanya mengangguk-ngangguk.
...****************...
Setelah memberikan siraman dan menaburkan bunga, Syeza dan Vino sedikit menjauh dan memberikan peluang untuk Elhameed dan istrinya menaburkan bunga mereka.
"Za?"
"Heemm?"
"Ah tidak!"
"Ada ada paman?" Syeza menoleh ke arah pamannya.
"Paman pasti penasaran dengan suatu hal! tanyakan saja aku akan menjawabnya!"
"Geisha sangat dekat dengan Almarhum Zidan?"
"Bukan lagi dekat paman tapi Geisha mencintainya! Aaahh cinta yang berujung tragis! belum sempat dimulai tapi sudah berakhir begitu saja!"
"Maksudnya?"
"Ceritanya panjang paman, awalnya Zidan memang tidak mencintai Geisha tapi pada akhirnya ia sadar bahwa ia memang mencintai Geisha tapi, Zidan memilih tak memulai apapun dengan Geisha karena ia tahu waktunya takkan lama! Zidan pergi dengan meninggalkan sepucuk surat cinta untuk Geisha dan sebuah cincin tunangan! akh aku rasa Zidan hendak melamar Geisha tapi, semesta begitu jahat! ia bahkan mengambil Zidan begitu saja tanpa berpamitan dengan Geisha!" Syeza terdengar menarik nafas.
"Dan hingga hari ini Geisha masih mencintai pria yang sudah membasah ditanah! entah sampai kapan tapi aku rasa akan sangat lama untuk Geisha menerima orang baru!" Syeza hanya tersenyum kecil. Apapun itu, ia hanya berharap gadis itu tumbuh dengan ceria kembali seperti dulu.
__ADS_1
"Ada apa paman? kenapa menanyakan hal ini?"
"Ah bukan apa-apa! paman hanya ingin tahu!" Jawab Vino.