
Perihal hitam diatas putih!.
~Elhameed
Elisa tersenyum bahagia menyaksikan putrinya yang sedang bermain bersama putranya.
Ya, tentunya putra dari madunya.
Kini sudah lima tahun pernikahannya, ia tak menyangka bahwa pernikahan yang dilakukan secara sepihak membawa kebahagiaan dalam hidupnya. Ia memiliki suami yang begitu bijaksana dan adil dalam bersikap dan memiliki madu yang sudah seperti kakak kandung sendiri.
"Kau tau? mereka terlihat seperti anak kembar"
Elisa mendongak, erlina tersenyum lalu ikut duduk disamping elisa.
"Kau benar lin, meskipun perbedaan usia mereka sekitar satu tahun mereka tetap terlihat seperti anak kembar"
Elisa tersenyum.
"Aku sangat bahagia memiliki mereka! terima kasih lis!"
"Terima kasih untuk apa?"
Elisa menoleh kearah erlina.
Erlina tersenyum kecil kearah elisa lalu memandang si kecil syeza dengan penuh kasih sayang.
"Terima kasih karena sudah melahirkan seorang putri yang begitu cantik untukku!"
"Aku yang harus berterima kasih kepadamu lin! terima kasih atas semua kebaikanmu selama ini!"
"Aku sahabatmu bukan? aku akan melakukan apapun demi sahabatku!"
Erlina tersenyum elisa pun ikut tersenyum.
"Kau memang wanita yang terlalu baik lin! kau sahabat terbaik! rela melakukan apa saja demi persahabatan hingga kau mau berbagi rasa cinta suamimu!"
Batin elisa.
"Lin?"
"Iyh?"
Erlina menoleh kearah elisa.
Elisa tersenyum lalu menggenggam tangan erlina.
"Lin jika suatu saat diantara kita berdua aku lebih dulu dipanggil, aku titip putriku! aku berharap kau bisa menganggapnya seperti putri kandungmu sendiri dan selalu menyayanginya"
"Kau bicara apa lis? dengar....,"
Erlina lalu balas menggenggam tangan elisa.
"Kita akan tetap hidup hingga menua bersama nanti, kita sama-sama menyaksikan anak-anak kita tumbuh dewasa! aku, kau dan hameed suatu saat akan menggendong cucu kita! kau tau? aku menunggu hari itu, hari dimana kita menyaksikan pernikahan mereka! akh aku penasaran kira-kira suatu saat nanti siapa yang akan menikah lebih dulu? syeza atau kakaknya?"
Erlina terlihat tersenyum bahagia.
"Akh siapa pun nanti diantara mereka yang lebih dulu menikah, aku hanya berharap semoga mereka menemukan pasangan hidup yang benar-benar mencintai mereka!"
"Kau benar lis!"
Erlina dan elisa tersenyum bahagia.
"Ada apa? apa yang sedang kalian bicarakan? sepertinya terlihat bahagia sekali?!"
Elhameed melangkah menghampiri kedua istrinya.
Erlina dan elisa mendongak menatap kearah suami mereka yang baru pulang.
"Kau sudah pulang?"
Erlina beranjak dari duduknya lalu mencium tangan suaminya.
Elhameed lalu membalas mencium kening erlina.
"Tumben meed kau pulang lebih awal? apa ada sesuatu?"
Elisa ikut beranjak dari duduknya lalu mencium tangan suaminya.
Elhameed pun balas mencium kening elisa.
"Tidak apa-apa! aku hanya tiba-tiba merindukan keluarga kecilku, lagi pula hari ini jadwalku sedikit longgar! dan lagi pula hari ini adalah ulang tahun kedua anakku!"
Elhameed tersenyum kearah kedua istrinya lalu berjalan menghampiri kedua anaknya.
Yaa hari ini adalah ulang tahun syeza dan sang kakak, mereka lahir ditanggal dan bulan yang sama hanya berbeda tahun.
"Sayaangg!!"
__ADS_1
"Ayaahhh!"
Si kecil syeza dan kakaknya lalu berlari kearah sang ayah yang merentangkan kedua tangannya menyambut mereka dalam pelukan.
"Akh anak-anak ayah sudah semakin besar saja!"
Elhameed tersenyum lalu menggendong kedua anaknya dan melangkah masuk diikuti oleh erlina dan elisa.
"Ayo ayah sudah menyiapkan kuenya!"
"Ouh? ayah mengingatnya?"
Sang kakak terlihat tersenyum bahagia.
"Tentu saja! mana mungkin ayah melupakannya!"
"Aakhh aku fikir ayah melupakan bahwa hari ini ulang tahun kami!"
Si kecil syeza terlihat manyun.
"Ayah akan selalu mengingatnya!"
Elhameed tersenyum.
"Ayah juga membawakan sesuatu untuk kalian!"
"Apakah itu hadiah?!"
Si kecil syeza terlihat berbinar.
Elhameed mengangguk.
"Nanti setelah ini, kita akan kerumah kakek!?"
Elhameed lalu menurunkan kedua anaknya duduk diatas sofa.
"Kakek juga menyiapkan kejutan ulang tahun untuk kami?!"
Si kecil syeza memandang sang ayah dengan antusias.
"Hem tentu saja!"
"Hooreee!!"
Si kecil syeza terlihat bahagia.
"Ayah bolehkah aku tidak ikut kerumah kakek?"
"Kenapa? kenapa kau tidak ingin ikut kerumah kakek?"
Erlina menatap kearah putranya.
"Ibu aku tidak ingin bertemu paman!"
"Tidak ingin bertemu paman? kenapa sayang?"
Elisa ikut menatap kearah putranya.
"Itu karena kakak merasa cemburu jika aku bermain bersama paman!"
Si kecil syeza menimpali.
"Yah!! siapa yang mengatakan aku cemburu?! kau memang selalu seperti itu! mengabaikanku jika sudah bermain bersama paman! dan bahkan paman sekarang sudah lincah memanggilmu dengan panggilan "yeza", itu kan nama panggilan dariku!"
Sang kakak berbicara panjang lebar.
"Akh kakak kau bahkan sekarang sedang menunjukkan rasa cemburu itu!"
Si kecil syeza tersenyum.
Sang kakak hanya terdiam dengan memasang wajah tidak senang.
"Aakhh kakak, bagaimana pun juga kau tetaplah kakak terbaik untukku!"
Si kecil syeza lalu memeluk sang kakak.
Sang kakak hanya membuang muka.
Dan hal itu sukses membuat elhameed, erlina dan elisa tertawa bahagia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keluarga kecil elhameed adalah keluarga yang harmonis dan bahagia, banyak orang memuji elhameed yang bijaksana dan adil dalam mengurus keluarganya bahkan kedua istrinya tinggal diatap yang sama.
Namun, dalam perjalanan kehidupan tidak selamanya kebahagiaan yang kau temui, ada saja jalan yang membuatmu harus berjuang mati-matian dan terkadang membuatmu menangis terluka.
Dalam kehidupan selalu ada hitam diatas putih, begitu pun dengan rumah tangga, tak selamanya harmonis! sekuat apapun kau mencoba mempertahankan keharmonisan itu jika yang diatas menetapkan sesuatu maka masalah itu pasti akan datang.
__ADS_1
Disore nan indah keluarga kecil elhameed terlihat sedang bersiap-siap, berencana merayakan ulang tahun diakhir waktu dan memilih menghabiskan liburan akhir tahun dirumah "Haris".
Ya Haris Alvaro! pria berumur 50 tahun itu adalah ayah kandung dari erlina dan termasuk salah satu CEO terkaya diseluruh dunia, haris menduduki posisi yang kelima.
Haris dengan karakter yang tegas dan sedikit kasar namun, ia sangat mencintai keluarganya! ia bahkan dengan senang hati menerima kehadiran elisa dan si kecil syeza dalam kehidupan putrinya.
Ia sangat mencintai cucunya si kecil syeza dan bahkan sudah menganggap elisa seperti putri kandungnya sendiri namun, sebuah kesalahfahaman membuat haris murka dan kesalahfahaman itu menghancurkan keharmonisan keluarga kecil elhameed.
Disore yang indah, si kecil tampan sedang bermain air dibak kamar mandi, satu hal yang perlu diketahui bahwa kakak laki-laki dari si kecil syeza sangat menyukai air.
Ketika sedang asik bermain air, kareen melangkah menghampirinya.
Kareen Alvaro adalah anak kedua dari haris alias adik kandung dari erlina, ia adalah salah satu adik yang tidak merestui pernikahan kakak iparnya dengan elisa! ia bahkan sangat membenci elisa dan putri kecilnya syeza.
"Maafkan tante sayang! tante harus melakukan ini agar wanita pengganggu itu diusir dari keluarga ini!!"
Batin kareen.
Ia lalu dengan cekatan menceburkan si kecil tampan kedalam bak mandi.
"Eeemmm emmm maa...., mamaa maa eeemm mam"
Terdengar suara si kecil tampan yang berusaha untuk teriak.
Kareen dengan hati yang beku dan seperti kesetanan tak menggubris teriakan pilu dari keponakannya dan tetap menceburkan keponakannya sambil menutup matanya, ia tak tega melihat keponakannya yang terlihat ketakutan. Ia sebenarnya sangat mencintai keponakannya tapi hanya karena rasa bencinya kepada elisa membuat ia nekat menceburkan keponakannya sendiri kedalam bak mandi.
"Kakak!! apa yang kau lakukan?!!"
Vino Alvaro anak bungsu dari haris yang baru berumur 8 tahun terlihat panik saat menyaksikan kakaknya kareen yang sedang menceburkan keponakannya kedalam bak mandi.
"Kakak hentikan!! apa yang kau lakukan?! kau bisa membunuhnya kak!!"
Vino kembali berteriak.
Kareen terperanjat kaget hingga melepaskan pegangan tangannya dan si kecil tampan yang sudah pingsan terlihat mengambang dalam bak mandi.
"Ada apa vino? kenapa kau berteriak?"
Elisa menghampiri vino.
Vino hanya terdiam dengan ekspresi kaget dan menatap dengan lekat kearah kakaknya kareen.
Elisa mengkerutkan alis lalu mengikuti arah pandang vino dan seketika elisa terbelalak.
"Putraku!!"
Elisa lalu berlari menghampiri putranya.
"Apa yang kau lakukan kareen?! kenapa putraku bisa seperti ini?!"
Elisa terlihat panik lalu menggendong putranya yang sudah tidak sadarkan diri.
Kareen hanya terdiam dan melangkah pergi begitu saja.
"Kakak?!!"
Terdengar suara si kecil syeza yang menangis dan berlari kearah ibunya namun kareen dengan cepat menahan tangan mungilnya.
Si kecil syeza mendongak menatap sang tante.
Kareen tersenyum lalu duduk membungkuk dihadapan keponakannya.
"Syeza, bawa ini sayang"
Kareen menyodorkan pisau lipat ke ponankannya.
Si kecil syeza terlihat bingung dan ketakutan.
"Kau tidak perlu takut sayang, benda ini akan membantumu menyelamatkan kakakmu"
"tapi tante....,"
Kareen tersenyum tenang lalu mengusap rambut si kecil syeza dengan lembut.
"Kau percaya pada tante bukan? bawa benda ini sayang, jika kau ingin kakakmu selamat"
"Benda ini bisa menyelamatkan kakak?"
Kareen mengangguk.
Si kecil syeza terdiam sejenak lalu perlahan mengambil pisau lipat tersebut dari tangan sang tante.
"Terima kasih tante!"
Kareen tersenyum dan mengangguk kecil.
Si kecil syeza lalu berlari kearah sang ibu dengan membawa pisau lipat tersebut.
__ADS_1
"Sama-sama cantik! kita lihat elisa, hanya menunggu waktu! sebentar lagi kau dan putri kecilmu akan terusir dari keluarga ini!"
Batin kareen.