Bahagia Diujung Senja

Bahagia Diujung Senja
episod 20


__ADS_3

"apa yang harus ku katakan pada mu Tian. dan apa yang akan kamu lakukan jika kamu tau" batin zen yang duduk menyandar disopa. menatap langit-langit kamarnya.


"ada apa brother?" tanya seseorang yang tiba-tiba nongol mengagetkan Zen.


"kamu. kaya jalangkung aja datang tak diundang pulang tak diantar. ga pake ketuk pintu lagi. nyelonong aja". kata Zen menatap kesal Jay.


"hihhhh.. tengok pintu mana yang harus ku ketuk". sahut Jay sambil menunjuk pintu kamar Zen yang terbuka.


"ada apa?


"huh. perempuan itu kembali Jay".


"siapa. gadis buta itu ?".


"dasar ****. apa hubungan dengan kasih".


"what? . kasih. astaga brother kamu tau nama gadis buta itu". menatap curiga pada Zen


"ga usah pasang mata introgasi kaya gitu. Zen melirik jay. "


"terus, maksudnya perempuan yang mana?"


"Lisa...Lisa swidia Tambrin putri dari Joko Tambrin dan Lena Tambrin..kamu ingat sekarang"


"apa.. apa.. si mulut cabai.. dia kembali. dimana dia ?"


"aku dapat kabar dari orang-orang ku di mendarat kemaren sore dikota ini"


"brother aku bakal cari dan bunuh dia. dia udah buat kakak ku menderita dan mengubahnya jadi raja hutan".


Zen menempelkan satu tangannya ke kening Jay.


"kenapa brother?"


"kamu sakit Jay. ayo kita kerumah sakit". Zen menarik tangan jay


"tunggu...engga brother". jawab Jay sambil menempelkan satu tangan dikeningnya dan menatap heran Zen


"gak jay...kamu pasti sakit. ayo". kembali menarik tangan jay


"ga brother.. aku ga sakit. aku bak-baik aja"


"badan mu emang gak. tapi otak mu yang sakit. sejak kapan kamu panggil Tian Kaka?"


"kan kalian bedua memang kakak ku"


"sejak kapan kamu peduli?. orang yang cengengesan kaya kamu mana mungkin perduli sama orang lain?". ketus Zen.


"aku peduli dengan kalian berdua brother. aku peduli dengan ka Tian yang berubah sekarang. aku peduli dengan brother yang juga ikut berubah"


"maksud kamu ?"

__ADS_1


menatap penuh tanya pada Jay. sedangkan Jay berjalan kearah jendela dan berdiri tepat didekat kaca menatap arah luar jendela.


"sekarang ka Tian berubah jadi pemarah dan emosional. sedangkan ka zen menjadi orang yang super sibuk dan ga ada waktu buat aku mamah dan papah'


"saat kedua kakak ku telah berubah menjadi orang asing dikeluarga sendiri. aku hanya berusaha menjadi penghangat nya brother. setidaknya aku tetap menjadi Jay yang dulu untuk papah dan mamah. setidaknya keberadaan ku sedikit berguna dan bisa mengukir tawa di kedua pipi mereka berdua. meski aku juga lelah brother. lelah dengan keadaan keluarga kita sekarang".


"aku rindu dengan keluarga kita yang dulu brother. keluarga yang penuh canda dan tawa. keluarga yang penuh kehangatan". lanjut jay


tanpa sadar Jay menitik airmatanya. Zen yang melihat gerakan tangan yang mengusap airmata dari arah belakang Jay. berjalan mendekati dan menatap jay. Zen tak menyangka adik yang selalu membuat nya jengkel dan asbun mengalami tekanan batin selama ini.


"brother aku rindu dengan kakak ku yang dulu. aku ingin kembali kemasa itu dan tidak ingin masa yang sekarang. tolong kembalikan semua masa itu pada ku. hikss hikss"


Zen yang mendengar. memeluk erat adiknya. kesedihan Jay membuat zen ikut berkaca-kaca.


aku akan berusaha Jay. aku akan berusaha. meski tidak bisa ku kembalikan waktu tapi aku akan berusaha mengembalikan kebahagiaan itu. batin zen.


"tok..tok..permisi tuan. nyonya dan tuan besar sudah menunggu untuk makan malam".


"baik bi. katakan pada mamah dan papah. kami akan segera turun".


"baik tuan"..


"Jay sudahlah.. hapus airmata mu. jangan sampai mamah dan papah melihat anak bungsunya cengeng malam ini"


Jay yang sadar akan ejekan Zen. sontak mengusap airmata nya. dan meninggalkan Zen tanpa permisi. Zen yang menyadari ekpresi malu dari Jay. terkekeh sendiri.


"malam mah. pah".


"malam sayang".


"masih di kamarnya mah".


"kak Tian mana mah?".


"bi, Tian sudah dipanggil belum ?".


"sudah nyonya. tuan muda bilang ingin makan dikamar saja"


"OOO..tolong antar kan bi".. jawab Herlin dengan wajah kecewanya. sementara Harun dan Jay hanya saling menatap satu sama lain.


"malam mah. pah".


"malam Zen".


"Tian mana mah?".


"ka Tian makan dikamar brother" sahut jay.


"kenapa kamu lama sekali Zen" . tanya gina


"maaf mah. tadi aku lagi ngurusin anak anjing yang lagi nangis". melirik jay

__ADS_1


"apa..anak anjing. anak anjing siapa Zen?".


"anak anjing tetangga mah nyasar ke sini"


"tappppppp"


"auwww...sakit Jay"


"kenapa Zen". tanya gina menatap heran Zen"


"ka Zen lagi kena gigit induk anjing mah"


"apa". ucap Heru dan Herlin bersamaan menatap Jay penuh tanya".


"iya mah pah. karna ka Zen udah ganggu si anak anjing".


jawab Jay yang menatap sinis Zen. sementara Zen yang duduk disebelahnya. masih mengaduh kesakitan karena kakinya sengaja diinjak Jay dengan kuat. sembari menatap kesal Jay. sedangkan Herlin dan Heru hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kedua putranya. terlebih Jay. karna bagi keluarga itu. 3 tahun belakangan ini Jay lah yang manjadi pewarna dengan tingkah kocaknya.


"kamu belum tidur tian?".


Bastian yang mendengar menoleh kearah suara.


"kamu Zen"


maaf Tian. tadi aku mengetuk. tapi kamu tidak mendengar nya. aku pikir kamu sudah tidur. tapi ternyata kamu sedang sibuk


"ada apa? " tanya Bastian dengan dingin tanpa melihat Zen


"kenapa tidak makan bersama dibawah"


"aku sedang sibuk. banyak dokumen yang harus ku kerjakan".


"baiklah. lakukan pekerjaan mu. setelah itu istirahat lah".


"apa saja agenda ku besok".


"ada meeting dengan beberapa client dan berkunjung ke sekolah xx".


Bastian menatap zen.


"aku dan Jay yang akan menanganinya"


"hendel semuanya"


"baiklah, selamat malam tian".


Zen keluar dari kamar Bastian. sementara Bastian masih bergulat dengan lebtop. tanpa melihat atau menyahut salam dari Zen.


setiap tahun Tian akan berkunjung ke tiap sekolahan yang ia bantu. karna dia satu-satunya perusahaan yang menjadi donatur untuk membantu anak-anak tidak mampu atau prestasi. meskipun Bastian terkenal dengan kekejamannya namun untuk urusan pendidikan dialah yang terbaik. menurutnya pendidikan wajib didapat oleh satiap anak. tanpa terkecuali.


namun permasalahannya ekonomi membuat banyak anak-anak kehilangan dunia pendidikannya. hal itu yang membuat Bastian menyalurkan sedikit uangnya untuk membantu. (sedikit bagi keluarga wijaya ya)

__ADS_1


_________


"Hello readers.. author masih dalam tahap belajar. mohon bantuan, kritik dan sarannya baik yang bagus maupun tidak. author akan menerima dengan senang hati"..😁😁😁😁😁


__ADS_2