Bahagia Diujung Senja

Bahagia Diujung Senja
episod 6


__ADS_3

melihat keberanian Dira yang membentaknya. amarahnya makin memuncak. mata yang merah. tatapan tajam seakan ingin mancabik-cabik tubuh gadis yang ada didepannya. membuat seketika keringat gina menjadi panas dingin.


ya ampunn. ini orang manusia apa kaga sih. tatapannya buat gue kaga bisa nafas..oohhh tidak..tidak jangan berhenti jantung tetaplah berdetak. gue masih belum mau mati sekarang.. tatapanya lebih menakutkan dari kekejaman si raja iblis. gue kaga boleh takut Ama ne orang.. batin Dira.


"berani sekali kamu membentak ku. aku bisa saja menghancurkan kalian sampai abu kalian sendiri pun tidak terlihat" tegasnya menatap gina dengan tatapan membunuh. kedua tangannya mengepal menahan amarahnya.


"emangnya lo siapa ?. presiden ?. konglomerat ?. raja dunia ?. yakin banget bisa hancurin hidup orang hah. gue kaga takut. lo udah bentak- bentak teman gue. dasar cowok sialan" ucap Dira dengan suara yang tidak kalah tingginya. yang memberanikan diri berdebat dengannya.


KAMUUUU...kau berani sekali. amarah yang sedari tadi berusaha dia tahan dengan sekuat-kuatnya. sekarang telah berada diubun-ubun dan meledak.


"prangggggggg..prangghhhh".


tangannya menampar kaca pintu mobil hingga pecah.


"aaaaahhhhh".


teriak kasih dan gina bersamaan. mereka terkejut dengan pertunjukan yang baru saja mereka saksikan. Dira benar-benar ketakutan. dia tak pernah menyangka pria didepannya lebih mengerikan dan kejam dari Bondan.


"aku akan membunuh kalian berdua saat ini juga" . pria itu hendak berjalan mendekati kasih dan dira.


"tuaaann" tuan bastian".

__ADS_1


panggil seseorang dari belakang. kemudian dengan cepat menghampiri dan memegang tangannya.


"leo..kau". Bastian menatap kearah leo. sangat terlihat api yang sedang membakar dimatanya.


leo 26 tahun. salah satu orang kepercayaan Bastian di kantor cabang. setelah melihat Bastian sudah tidak ada dikantor. leo memutuskan untuk menyusul Bastian ke tempat yang sudah diberitahu rekannya. namun dari kejauhan dia melihat mobil tuannya itu terparkir dipinggir jalan. tentu saja ada hal yang terjadi. karna hal yang tidak mungkin bagi Bastian berhenti dipinggil jalan kalau tidak ada sesuatu. leo segera menghentikan mobilnya dan turun dari mobil menghampiri Bastian.


"tuan apa yang anda lakukan" melihat darah yang mengalir ditangannya.


"Leo. aku akan menghabisi mereka" tubuhnya gemetar karena amarahnya. ia benar-benar sudah berada diluar sadar nya.


"tidak tuan bastian. tidak. hentikan" leo bersikeras menghalangi Bastian yang terus berjalan mendekati kasih dan dira. namun laki- laki yang sudah terbakar api amarahnya itu malah memukulnya berkali-kali sampai wajahnya babak belur.


"hentikan tuan hentikan"


ucap Leo berusaha menenangkan tuannya meski menahan sakit karena pukulan.


"leo dengarkan aku baik-baik. aku ingin kedua gadis ini lenyap dari muka bumi ini. kau MENGERTI". tegas Bastian dengan nada tinggi. yang menekan kata mengerti yang menandakan keputusannya adalah perintah. Bastian kemudian masuk ke dalam mobil dan meninggalkan tampat itu.


Leo bangkit dari posisi nya. gina perlahan-lahan mendekati leo.. sementara kasih hanya terdiam mematung. dia masih shock dengan apa yang barusan terjadi .


"pak.. maaf..maaf.. gara kami bapak menjadi seperti ini" ucap kasih menyesal melihat leo sambil menangis.

__ADS_1


"seharusnya kalian berdua ga buat masalah dengan tuan bastian" kalian ga tau siapa dia". lebih baik kalian enyah dari kota ini. kapan perlu dari negara ini. aku ga mau melenyapkan kalian berdua" ucap leo dengan tegas.


Dira terdiam mendengar perkataan leo. dia tidak menyangka akhirnya akan seperti ini. dia terkulai lemah. entah apa yang akan dia katakan pada orang tuannya dikampung. karna selama Dira merantau ke kota Q. ini adalah baru pertama kali dia mendapat masalah besar..


"besok kalian harus pergi kalau kalian tidak mau mati" ucap Leo menatap tajam Dira. Leo berjalan meninggalkan mereka berdua. namun kakinya terhenti saat kasih memanggilnya.


"tuann. bolehkan saya tau siapa orang tadi?, sebelum kami pergi dari kota ini, atau sebelum tuan membunuh kami." ucap kasih.


leo sedikit terkejut mendengar perkataan kasih.. ia kembali berjalan mendekati kedua gadis itu.


"dia adalah Tuan BASTIAN ANGGARA WIJAYA". jawab leo kemudian pergi. meninggalkan mereka berdua.


Dira kembali terkulai tak berdaya mendengar perkataan leo. tubuhnya lemas bagai tak bertulang. wajahnya pucat. airmata mengalir tak bersuara. bagaimana tidak. ternyata dia berurusan dengan orang yang paling berkuasa dikota ini bahkan dinegara ini.


Bastian Anggara Wijaya putra tunggal Harun Wijaya dan Herlin Wijaya. pewaris satu-satunya Agraha Wijaya Gruf. perusahan yang sangat terkenal dan berkembang bahkan ke luar negeri. hampir semua bangunan baik tempat belanja, rumah sakit dll terbesar di Indonesia ini miliknya. bahkan tidak ada perusahaan yang berani berurusan dengannya.. karna selain dikenal sebagai pemimpin yang cerdas, pintar dan disiplin. dia juga dikenal sebagai pemimpin yang kejam. apalagi berkaitan dengan penghianatan dan penentangan.


dengan perasaan hati yang gundah dan kacau. kasih dan gina akhirnya pulang kerumah dengan menaiki taxi. sepanjang perjalanan tidak ada percakapan diantara keduanya. mereka asik dalam pikiran mereka masing-masing.


___________


"hello readers.. author masih dalam tahap belajar. mohon bantuan, kritik dan sarannya baik yang bagus maupun tidak. author akan menerima dengan senang hati"..😁😁😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2