
"kasih, lo tau gak hari ini kita bakal kedatangan tamu yang sangat istimewa".
"siapa?.
"Astaga kasih Lo benaran gak tau. kuper amat sih Lo"
"enggak dir. siapa emangnya?".
"presiden direktur Agraha Wijaya Gruff. Tuan Bastian Anggara Wijaya".
"ohhh dia"
"ekspresi Lo gitu doang sih ?"
"terus aku harus loncat gitu ?".
"ya..setidaknya Lo teriak ke. atau ketawa senang gitu".
"emang kita dapat nilai bagus atau naik kelas apa. pake teriak dan loncat segala".
senyum Dira seketika berubah sedih.
"ya ampun sih. apa sesederhana itu doang kebahagiaan yang Lo dapat selama ini. cuman bahagia saat Lo dapat nilai bagus dan naik kelas doang". batin Dira menatap penuh prihatin wajah kasih.
"dir ko kamu diam".
"eh nggak sih. gue cuman lagi mikir az. moga aja tu Presdir ga kenal kita sih. kalau ga ****** kita bedua. karna pernah punya masalah ama dia"
"iya dir. aku juga berharap kaya gitu" . jawab kasih. Dira tidak tau menau soal kedatangan kasih ke Agraha Wijaya Gruf tempo hari.
__ADS_1
"kasih". panggil seseorang
"eh Lo mak lampir. mau apa Lo nyamperin teman gue". ucap Dira spontan berdiri menghadang seseorang yang mendekati kasih.
"gue mau ngomong sama kasih"
"eh sa Lo mau ngomong apa mau nyiksa teman gue lagi". bentak Dira dengan tatapan melotot.
jujur saja dira masih belum terima dengan perlakuan resa tempo hari pada kasih. sebenarnya dia ingin membalas menghajar balik resa namun tidak terlaksana karena kasih mengancam putus pertemanan dengannya.
"guue cuman mau ngomong"
"enggak.. mendingan Lo pergi. sebelum gue cekek Lo". tegas Dira
"dir, tolong tinggalin kami berdua"
"dir.. please. tinggalin kami berdua".
"cihhhh. **** lo sih. gue kecewa ama Lo. karna Lo salah bersikap baik ama orang". bentak Dira pada kasih kemudian pergi meninggalkan kasih dan resa.
"kamu mau ngomong apa sa ?"
resa semakin mendekati kasih dan duduk disampingnya.
"kasih gue mau ngomong penting sama Lo. masalah kemaren".
"masalah apa sa. bilang aja?"
"gue mau ngomong tentang"
__ADS_1
"tentang aku yang harus jauhin ka Rendi kan sa ?". jawab kasih yang memotong perkataan resa. membuat resa terdiam menatap wajah kasih.
"sih gue mau jelasin yang kemaren, kalau"
"kalau aku cuman cewek buta dan murahan yang ga pantas buat ka Rendi kan sa ?" ucap kasih lagi-lagi memotong perkataan resa.
"kamu benar sa. dan aku sadar diri. aku hanya cewe buta yang tidak pantas dicintai ataupun mendapat cinta dari seseorang. cewek buta kaya aku cuman bakal buat orang malu. ya kan sa?
"tapi apa aku semurah itu di pikiran kamu sa ?. apa aku seburuk itu Dimata mu dan keluarga mu ?. apa aku sehina sampah dicomberan atau mungkin lebih hina lagi sa ?. apa aku lebih busuk dari bangkai sa?. sehingga aku tidak pantas untuk dicintai apalagi disayangi meskipun hanya sebatas teman. sebenci itu kah kamu sama aku sa?"
"katakan pada ku sa, apa salah ku pada mu dan keluarga mu?. sehingga kalian begitu membenci ku. apa aku membuat kesalahan?. apa karena aku berteman dengan ka rendi itu sebuah kesalahan sa?. apa itu dosa sa?. jika benar. maafkan aku sa"
"aku udah berusaha menjauh dari ka rendi sa. aku bahkan berusaha membuatnya membenciku. tapi kenyataannya semakin aku berusaha menjauh. ka Rendi malah semakin dekat sa"
"apa aku harus pergi dari kota ini sa?. agar ka rendi bisa jauh dari ku. katakan apa yang harus aku lakukan sa?. tapi ku mohon jangan meminta ku untuk menyakiti hatinya lagi"
"aku sudah lelah berusaha sa. aku lelah. sekarang bawalah dia pergi menjauh dari ku sa. buatlah dia menjauh dari ku dengan cara mu. ku mohon. sementara aku akan memutuskan menikah dengan pak Jarot agar setelah itu aku gak bakal ketemu ka Rendi lagi" lanjut kasih sambil tersenyum pada resa
resa yang hanya mendengar tanpa sempat menjawab satu persatu pertanyaan kasih. memilih pergi meninggalkan kasih dengan deraan airmata. hatinya terasa sakit melihat gadis yang ia benci selama ini masih mampu memberikan senyum padanya meski seribu duri telah ia tancapkan didalam hatinya.
Dira yang berada dibalik pohon yang tidak jauh dari sana. menutup kuat mulut dengan kedua tangannya. agar suara Isak tangisnya tidak terdengar. hatinya sakit mendengar apa yang diucapkan oleh kasih.
Dira memang meninggalkan kasih bersama resa tapi bukan berarti dia tidak memperhatikan kasih. kejadian tempo hari membuatnya khawatir meninggalkan kasih sendiri bersama resa. diam -diam dia sembunyi dibalik pohon dan menguping pembicaraan keduanya.
sih terbuat dari apa hati Lo. kenapa Lo sekuat ini sih. kenapa Lo terlalu baik. batin Dira kemudian pergi meninggalkan kasih.
_____________
"hello readers.. author masih dalam tahap belajar. mohon bantuan, kritik dan sarannya baik yang bagus maupun tidak. author akan menerima dengan senang hati"..😁😁😁😁😁
__ADS_1