
"kasih Lo pulang sama gue ya"
"boleh dir..tapi aku telfon Tante dulu. biar Tante tahu
"tadi Tante gina udah tlfn gue sih. bilang ga bisa jemput lo. dan Lo pulang bareng gue. Tante juga udah hubungin Lo puluhan kali. tapi ga Lo angkat. Lo kemana aja tadi? diaula juga mata gue Ampe mau keluar nyari keberadaan Lo"
"tadi aku lapar dir. jadi aku kekantin". jawab kasih memberi alasan. karena memang dia tidak berada disana.
"yuu kita pulang. gue udah mesan taxi online. bentar lagi mungkin nyampe. kita tunggu didepan gerbang aja".
"iya dir". kasih dan Dira berjalan kearah pintu gerbang sekolah.
"gimana dengan Presdir nya dir. cakep gak"
"dia gak datang sih. cuman diwakili Ama orang kepercayaan nya"
"sayang". panggil seseorang membuat kasih dan Dira terbelalak melihat kearah suara.
"bapak" kasih salah tingkah
"ayo, aku sengaja menjemput mu"
"tapi pak, dira"
"ga apa-apa sih. Lo pulang duluan aja"
"tapi dir. Kitakan udah sepakat pulang sama-sama"
"besokkan kita bisa pulang sama-sama sih"
"tapikan dir. kita udah sepakat"
"kamu dengar. kekasih ku mau kamu pulang bersama kami. jangan menolak". ucap Jarot menatap tajam Dira. tanda agar tidak menolak.
"ba. baik pak"
"kasih tersenyum manis mendengar jawaban dari Dira".
__ADS_1
"sayang ini pertama kali ku melihat mu tersenyum sedekat ini. teruslah tersenyum seperti itu sayang. aku mohon". batin Jarot yang tersenyum tipis menatap wajah kasih.
Jarot memegang lembut tangan kasih. dan menggiringnya ke mobil miliknya. membuka pintu dan membantu kasih sampai dia benar-benar duduk manis didalam mobil. kemudian Jarot masuk kedalam mobil dan duduk disebelah kasih.
"pak kita ke toko perhiasan dulu" kata Jarot pada supir pribadinya.
"sayang. aku akan membawa mu ketoko perhiasan. kita kan membeli cincin kawin"
kasih hanya mengangguk tanda setuju. sementara Dira. matanya berkaca-kaca. sungguh prihatin dengan nasib kasih.
"cuppp". Jarot lagi-lagi mencium kening kasih.
"aku mencintaimu mu sayang"
kasih yang mendapat perlakuan manis dari Jarot. jadi salah tingkah. malu karena disana ada Dira sahabatnya. Jarot tersenyum melihat tingkah kasih.
Jarot membawa kasih ketoko perhiasan yang cukup terkenal. sepanjang jalan sampai kedalam toko Jarot tidak melepaskan genggaman tangannya dari tangan kasih. dan kasih tidak menolak sedikit pun. Dira dan mengikuti dari belakang merasa jengkel dengan sikap pasrah kasih.
"selamat siang tuan dan nona"
"sudah tuan". pelayan toko mengeluarkan sepasang cincin mahal yang tertulis namanya dan kasih.
Jarot mengambil satu cincin yang bertulis namanya dan memasangkan Kejari manis kasih.
"apa kamu suka sayang
kasih hanya menganggukan kepalanya.
"sih apa yang Lo lakuin. kenapa Lo sepasrah ini. kenapa Lo ga nolak. gue ga sanggup liat Lo sih". batin Dira menatap iba wajah kasih
setelah melakukan pembayaran. Jarot, kasih dan Dira kembali kemobil.
"sayang, kita mau kemana lagi"
"pak kasih capek mau pulang"
"baiklah sayang. kita antar teman mu terlebih dulu"
__ADS_1
dijawab kasih dengan anggukan.
ditempat lain.
"kenapa..kenapa kamu pergi bersama laki-laki brengsek itu sayang. kenapa?. seharusnya aku yang mengantar mu pulang. bukan dia". teriak laki-laki yang juga begitu sangat mencintai kasih.
"prang..prang"...suara bantingan barang
"bi suara apa itu"
"tidak tau non. sepertinya dari kamar den Rendi"
resa yang sedang asik menikmati makanannya dimeja makan. segera beranjak berlari menuju kamar rendi. tanpa mengetuk langsung masuk karena pintu kamar rendi tidak terkunci.
"Abaaaaang..Abang kenapa".
teriak resa kemudian berlari mendekati Rendi yang meringkuk dilantai. air bening metes dimatanya. rambut berantakan. ditambah keadaan kamarnya yang ambur Adul. sungguh memprihatinkan.
"abaaang..kenapa Abang jadi kaya gini" hikss..hiksss..
"kenapa kasih ga bisa mencintai ku sa. mengapa dia memilih laki-laki itu. aku sudah menunggunya sejak dulu. sejak dulu. aku sangat mencintai nya. sangat mencintai nya".
"apa yang kurang dari ku sa. katakan?. bagaimana caranya agar dia bisa mencintai ku". ucap frustasi Rendi menatap resa.
"KATAKAN SA". teriak Rendi mengagetkan resa.
Rendi beranjak kemudian membanting sisa barang yang masih utuh dikamarnya.
resa yang tidak kuat melihat keadaan Rendi. berlari keluar kamar menuju kamarnya disertai Isak tangis. sementara Rendi diurus oleh pak Jaja supir pribadi Rendi.
"huaaaaaaaaaa" maafin resa bang. maafin resa. resa udah buat abang menderita. maafin resa". ucap resa penuh penyesalan.
"resa yang salah bang. resa ga bisa ngeliat cinta Abang yang begitu besar buat kasih. resa egois bang, resa jahat. resa tidak punya hati. maafin resa bang. maafin resa. maaf bang. huaaaaa..haaaaaa
______________
"Hello readers.. author masih dalam tahap belajar. mohon bantuan, kritik dan sarannya baik yang bagus maupun tidak. author akan menerima dengan senang hati"..😁😁😁😁😁
__ADS_1