
"Kau menghindar dariku?!" Tanya Al yang melihat Syeza berbalik arah.
Syeza menghentikan langkahnya lalu menoleh.
"Heeemm?"
"Kenapa? Kenapa menghindariku?!"
"Tidak!" Jawab Syeza spontan.
"Lalu kenapa kau berbalik arah saat melihatku di sini?!"
"Aku hendak mandi tapi aku kehilangan handukku! Aku..., aku sedang mencari handukku!"
"Yakh!! Handukmu ada di bahumu!!"
"Aakhh ahaha iya!" Syeza hanya nyengir lalu meraih handuknya.
"Lagi pula bukankah kau sudah mandi?! Lihat!! Rambutmu masih basah!! Apa kau ingin mandi dua kali?!" Ujar Al sambil menyantap sarapannya.
"Ahaha benar juga ehehe" Syeza tertawa kecil.
"Akh kenapa aku jadi linglung begini?!" Batinnya
"Kau akan terus berdiri di situ?! Kau tidak sarapan?!"
"Hah?! Aaahh iya!! Aku akan sarapan nanti!!"
"Kau tidak ingin sarapan denganku?!" Tanya Al lalu menoleh ke arah Syeza.
"Heeem?! Aaah...," Syeza terlihat kikuk.
"Kau bahkan belum menyapaku dari kemarin!! Lalu pagi ini kau menghindariku dan tidak ingin sarapan denganku!! Cih!! Ada apa denganmu?!" Al lalu kembali menyantap makanannya dengan wajah kesal.
"Hah?! Yakh!! Bukankah kau yang terlihat aneh?! Kemarin kau menatapku seakan-akan aku adalah orang yang paling menyakitimu!! Lalu hari ini?! Kau bersikap seakan aku membencimu?!" Sahut Syeza dengan emosi.
"Benarkah?! Aku tidak menyadarinya!!" Jawab Al santai.
"Wakhh!! Kau bersikap seolah-olah semuanya baik-baik saja!!"
"Memangnya apa yang terjadi?!"
"Aaah sudahlah!! Habiskan saja sarapanmu!!"
"Aku sudah selesai!! Waktumu 10 menit!! Aku menunggumu di mobil!!" Al lalu beranjak berdiri
"Yakh!! Apa maksudnya?!"
"Kita akan mengunjungi kakek!! Ingat, 10 menit!! Aku tidak suka membuang waktu!!" Al lalu melangkah pergi.
"Yakh!! 10 menit tidak cukup untuk sarapan dan bersiap-siap!!" Syeza berteriak.
"Itu urusanmu!!" Balas Al
"Hiiss!!" Syeza mendengus kesal
"Ada apa za?! Kenapa pagi-pagi sudah kesal?!" Vino melangkah menghampiri Syeza lalu duduk.
"Kau belum sarapan?!" Vino lalu menyendok makanannya.
"Ayo sarapan bersama paman!!"
"Aargh aku bahkan tidak punya waktu untuk sarapan!! Pria arogan itu pasti akan membunuhku jika aku terlambat sedetik saja!! Aku harus segera bersiap paman!!" Syeza melempar handuknya dengan kesal lalu berlari masuk ke dalam kamar.
"Yakh!! Syeza!!" Vino terlihat kesal saat handuk yang di lempar Syeza mengenai wajahnya.
"Aaiss!! Aargh hah!! Kenapa dia dan al dari kecil tidak berubah?! Selalu membuat ulah!!" Vino menarik nafas kasar.
__ADS_1
...----------------...
Syeza tersenyum lalu duduk di hadapan makam yang nisannya bertuliskan "Haris Alvaro". Syeza menarik nafas dan mengusap nisan itu.
"Ah kakek, kau baik-baik saja? Aku merindukanmu! Pertemuan ini terasa menyakitkan! Bertemu denganmu saat kau sudah tertimbun di bawah tanah! Setelah lima belas tahun, inikah pertemuan yang kakek janjikan?!" Batin Syeza.
Ia mengusap air matanya yang mengalir lalu menaburkan bunga di atas makam kakeknya. Ia lalu melirik ke arah Al yang terlihat membuang muka.
"Ah kakek maaf! Al minta maaf karena tidak mendengarkanmu! Maaf aku mempertemukanmu dengan adikku saat kau sudah tidak menyentuhnya lagi!" Batin Al
"Al?"
"Kakak Syeza!!" Ujar Al
"Hah!!" Syeza mendengus
Ah ia tidak ingin berdebat dengan kakaknya di depan kakeknya.
"Kau menangis?"
"Tidak!!" Jawab Al spontan
"Mataku tadi terkena debu!" Sambungnya sambil mengusap matanya.
"Jika kau ingin menangis, menangislah! Kenapa harus malu kepadaku? Bukankah kau pernah menangis heboh di hadapanku?"
"Yakh!! Apa maksudmu?!" Alghifari membuang muka
Syeza hanya tertawa kecil lalu kembali mengusap nisan kakek.
"Kau tidak perlu merasa bersalah! Yang terpenting kau sudah membawaku bertemu kakek walaupun pertemuan ini terasa menyakitkan! Aku tidak menyesali pertemuan ini! Dan aku yakin kakek pasti merasa bahagia bertemu dengan cucu tercantiknya!" Syeza tersenyum lalu beranjak berdiri
"Kau terlalu percaya diri!" Ujar Al ikut beranjak berdiri
"Bukankah memang iya?" Syeza menoleh sejenak ke arah makam kakeknya lalu menatap kakaknya.
"Apa kau sudah lupa? Dulu, kakek pernah mengatakan bahwa kau adalah cucu tertampannya di seluruh dunia dan aku adalah cucu tercantiknya di seluruh dunia!"
"Ah aku masih mengingatnya dengan baik!" Batin Al.
Syeza tersenyum lalu merangkul lengan kakaknya, mereka lalu berjalan beriringan.
"Ayo kita pulang!! Aku ingin singgah di Restoran termahal di Kota Landon! Sebagai gantinya kau harus membayar semua makanan yang aku pesan karena sudah membuatku tidak menyentuh makananku tadi pagi!" Ujar Syeza penuh ceria namun, Al hanya diam tak merespon.
"Al?"
"Kakak!!" Jawab Al
"Huuff!! Aku belum terbiasa memanggilmu dengan panggilan kakak!"
"Bukankah saat kau tahu aku adalah kakakmu kau langsung memanggilku kakak?" Tanya Al sambil menghentikan langkahnya.
"Aaah itu..., karena hanya...," Syeza terdiam
"Hah!! Yakh!! Kau hanya beracting agar bisa menaklukkanku?!" Tanya Al dengan kesal lalu melepaskan rangkulannya adiknya.
"Ehehe" Syeza hanya nyengir ke arahnya.
"Yakh kau!! Hiiss!!" Alghifari menjitak kepala adiknya.
"Kau?!" Syeza memegang kepalanya lalu memicing ke arah kakaknya.
"Kenapa hah?! Aku kakakmu bukan?!"
"Wakhh!! Tuhan, kenapa tidak aku saja yang terlahir sebagai kakak?!" Ujar Syeza memelas.
"Kau harus belajar menerima takdir sebagai adik!!" Alghifari lalu melangkah pergi.
__ADS_1
"Hiiss!!" Syeza mendengus kesal lalu melangkah mengikuti Al.
"Tapi..., terima kasih!!" Ujar Syeza lalu berjalan di samping kakaknya.
"Untuk?"
"Karena sudah terlahir sebagai kakakku dan mau menerima aku sebagai adikmu"
Alghifari menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah adiknya.
"Ah aku tidak tahu harus butuh berapa lama agar bisa melupakan rasa ini!" Batin Alghifari
"Ada apa? Kenapa menatapku seperti itu?"
"Bukan apa-apa!" Alghifari kembali melangkah
"Terima kasih juga!"
"Untuk apa?" Tanya Syeza sambil menyamai langkahnya dengan sang kakak.
"Bukan untuk apa-apa! Hanya ungkapan saja!" Ujar Al
"Huuuff!!" Syeza menghentikan langkahnya lalu menarik nafas panjang.
"Sabar Syeza!! Sabar!! Haah sikapnya benar-benar membingungkan!! Tidak apa-apa syeza, demi di akui sebagai adiknya!!" Ia mengusap-ngusap dadanya pelan lalu kembali melangkah mengikuti Al.
"Kita jadi singgah di Restoran bukan?!"
"Untuk?!"
"Yakh!! Aku lapar Al!!"
"Kakak Syeza!! Harus berapa kali aku memberitahumu?!"
"Aku tidak akan memanggilmu kakak jika kau tidak membelikan ku makanan!"
"Waakh kau memanggilku kakak hanya karena ada maunya saja?"
"Hem iya! Kenapa?! Kau tidak suka?!"
"Hah!! Lupakan saja soal makananmu!!" Alghifari mempercepat langkahnya.
"Aaahh Al!!" Syeza tak mengejarnya tapi malah menghentikan langkahnya membuat Alghifari menoleh.
"Kenapa berhenti?!"
"Kakiku sakit!! Aku tidak bisa berjalan lagi!!"
"Lalu?!"
"Gendong!!" Ujar Syeza dengan wajah manyunnya.
"Hah!! Makanan atau di gendong?!"
"Dua-duanya!!" Jawab Syeza sambil tersenyum.
"Aku memilih makanan!!" Al lalu kembali melangkah.
"Alghifari Elhameed!!" Syeza berteriak namun, Al tak menggubrisnya.
"Waktumu hanya lima detik za!! Jika kau tidak bisa menyusulku, kau akan kehilangan makananmu!!"
Balas Al berteriak sambil mempercepat langkahnya.
"Yakhh!! Kau curang!! Kau tidak bisa mempercepat langkahmu seperti itu!!" Syeza lalu berlari mengejarnya.
"Waktumu habis!!" Al kembali berteriak.
__ADS_1
"Yakhh!!" Syeza mempercepat larinya.
Alghifari hanya tertawa kecil melihat adiknya yang berusaha mengejarnya.