Bahagia Diujung Senja

Bahagia Diujung Senja
Zidan, Aku Datang!


__ADS_3

~Basecamp


Tiga hari setelah pulang dari New York, Geisha kembali pulang ke Jakarta. Dengan perlahan Geisha melangkah masuk ke dalam basecamp.


"Ray kau sudah bisa menghubungi Syeza?" Fairuz menoleh ke arah Rayhan


"Belum Ruz! Ponselnya belum bisa di hubungi!"


"Akh kemana mereka sebenarnya? Alghifari yang menghilang hingga hari ini belum ada kabar, Syeza pun begitu! Dan sekarang? Geisha! Kemana pula gadis bawel itu?!" Fairuz terlihat panik.


Pasalnya, tak ada kabar dari Alghifari yang sudah hampir satu bulan menghilang, lalu di tambah Syeza dan Geisha yang sudah hampir dua minggu lebih ikut menghilang.


"Akh Za, kau dimana sebenarnya? Jika hanya di rumah kenapa kau susah untuk di hubungi?!" Batin Rayhan


"Geisha?! Itu Geisha Ruz!!" Viera terlihat bahagia lalu beranjak menyambut Geisha yang sedang melangkah masuk. Geisha hanya tersenyum kecil.


"Kemarilah! Duduklah!" Viera menuntun Geisha duduk di salah satu sofa.


"Sha ada apa denganmu?! Kenapa lehermu?! Lenganmu juga?!" Viera terperanjat kaget saat melihat bekas pukulan di tubuh Geisha.


"Ada apa denganmu hah?! Kau menghilang tiba-tiba lalu pulang dalam keadaan seperti ini?! Apa yang terjadi?!" Fairuz menatap Geisha dengan penuh khawatir.


"Maaf...," Geisha menunduk.


"Aku tidak tahu berita ini akan membuat kalian bahagia atau malah sebaliknya...," Geisha terlihat menarik nafas panjang lalu menceritakan kejadian di apartemen Alghifari hingga mereka yang di bawa ke New York.


"Al?! Pria itu ternyata kakak nya Syeza? Itu artinya, musuh yang selama ini mengincar nyawa Syeza adalah kakak nya sendiri? Dan itu adalah Alghifari?! Lalu.., Tuan Satrio adalah Paman Hameed? Ayahnya mereka?! Dan Al adalah..., seorang CEO?! Wakh kepala ku pusing memikirkan hal ini!!" Fairuz memijat keningnya.


"Sha sejak kapan Al dan Syeza tahu bahwa mereka adik kakak?" Rayhan ikut bersuara


"Kak Syeza awalnya memang tahu bahwa dia memiliki seorang kakak tapi, kak Syeza baru mengetahui kakaknya adalah kak Al setelah melihat foto keluarga itu di kamar kak Al! Sedangkan kak Al sendiri awalnya sudah mencurigai kak Syeza dan kak Al baru mengetahui kebenarannya tepat di tiga hari setelah kak Syeza pulang ke Malang!"


"Tunggu, tepat di hari Syeza dan Fikral pulang ke Malang Alghifari juga menghilang bukan?!" Fairuz menimpali


"Iya kak"


"Itu artinya dia tidak menghilang kemana-mana tapi berdiam diri di apartemennya?"


"Mungkin saja, tapi tidak menutup kemungkinan juga Alghifari sebenarnya di New York! Dia ada di apartemennya mungkin ketika Syeza menelponnya meminta ia untuk membawanya keluar dari rumah!" Viera ikut bersuara


"Tapi apa yang membuat Al tidak menerima Syeza? Dengan mengetahui Syeza adalah salah satu sahabatnya itu akan lebih mudah bukan?" Viera terlihat bingung


"Hal itu tidak mudah untuk kak Al" Ujar Geisha


"Akh benar! Al pasti sangat kecewa! Ia pasti menganggap kenapa adiknya adalah sahabatnya"


"Bukan hanya itu tapi, kak Al terlanjur mencintai kak Syeza sebagai pria dewasa! Hal itu yang paling melukai kak Al!" Batin Geisha


"Lalu dimana Syeza sekarang Sha?" Viera menatap ke arah Geisha


"Kak Syeza ada di malang tapi, aku rasa kondisinya tidak stabil! Maksud aku, banyak hal yang terjadi di luar dugaan kak Syeza! Aku yakin dia pasti berdebat hebat dengan Paman Hameed"


"Lalu Al?" Tanya Rayhan


"Kak Al masih di New York! Aku rasa kak Al pun sangat terluka! Paman Hameed pun sedang menunggunya untuk datang menemuinya!"


"Aargh pria bodoh itu!!" Fairuz terlihat khawatir


......................


~Base Camp (Tiga hari setelah Geisha pulang)


Fairuz dan Viera terlihat bersiap-siap, hari ini mereka akan mengikuti tes untuk kuliah di Universitas Negeri Jakarta.


"Ray, kau jadi ke Singapura?" Fairuz menoleh menatap ke arah Rayhan yang sedang duduk bersantai di sofa


"Iya, mungkin aku akan berangkat satu minggu lagi"


"Kau tidak ingin menemui Syeza terlebih dahulu? Banyak hal yang harus kalian bicarakan bukan?"


"Akh tentang itu, aku tidak ingin menganggunya! Syeza pasti butuh waktu sendiri untuk menenangkan dirinya!Aku akan menghubunginya nanti setelah semuanya membaik!"


"Eem baiklah!"


"Ruz?"


"Iya?" Fairuz menoleh ke arah Viera


"Al!"

__ADS_1


"Al?" Fairuz terlihat bingung


"Iya itu ada Al!"


Fairuz mengikuti arah pandang mata Viera.


Alghifari terlihat melangkah masuk.


"Kemana saja hah?!!" Fairuz yang tak lagi menahan amarahnya melayangkan pukulan di wajah Alghifari.


"Kau membuatku harus memukulmu untuk yang kedua kalinya! Apa yang kau lakukan pada Syeza dan Geisha hah?! Apa begini sikap kau sebagai seorang kakak dan sahabat?! Kau sadar bukan siapa yang kau siksa?! Dan kau..., kau menyembunyikan banyak hal dari kami!! Aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan fikirmu Al!!" Fairuz terlihat memijat keningnya


"Maaf...," Ujar Alghifari lirih


"Jangan meminta maaf kepadaku!! Pergi dan temui Syeza dan Geisha lalu minta maaf pada mereka!!"


"Untuk itu aku datang memintamu untuk menemaniku menemui mereka"


"Kau seorang pria atau bukan?! Untuk menemui mereka saja kau minta untuk di temani?! Itu tanggung jawab yang harus kau urus sendiri! Aku sedang sibuk! Minta Rayhan untuk menemanimu!" Fairuz lalu mengambil tasnya


"Kau mau kemana Ruz?" Tanya Al saat melihat Fairuz yang memakai tasnya.


"Sekolah!! Aku tidak sepertimu yang sudah sukses! Aku butuh perjuangan untuk sampai kesitu!!" Jawab Fairuz asal


"Ayo Vi!" Fairuz lalu melangkah pergi.


"Vi dimana Geisha?" Al menahan tangan Viera


Viera menghela nafas lalu menatap Alghifari dengan lekat.


"Aahh aku bertanya karena ingin menemuinya" Jawab Al saat Viera hanya berdiri menatapnya.


"Dengar, pastikan kau meminta maaf dengan baik padanya! Kau mengerti?!"


"Iya" Alghifari mengangguk


"Geisha pergi menemui Zidan!"


"Aaahh...," Alghifari lalu melepaskan tangan Viera


"Kenapa?" Viera bertanya saat melihat perubahan ekspresi Al


"Tidak apa-apa! Aku akan menemuinya lain kali! Aku tidak ingin menganggu waktunya bersama Zidan!"


"Al?"


"Heeem?"


"Kau bisa menemuinya?"


"Heeem? Geisha?"


"Iya! Sudah hampir tiga jam lebih tapi, Geisha belum pulang! Aku tadinya mau menemuinya tapi mendadak ada panggilan dari kampus! Tadinya pun aku meminta Rayhan tapi karena kebetulan kau ingin menemuinya bisa sekalian menggantikanku? Aku hanya khawatir Geisha kenapa-napa"


"Geisha..., tidak baik-baik saja?"


Viera mengangguk.


"Dia pergi dengan memeluk bingkai foto Zidan! Dia tidak ingin di temani jadinya aku membiarkannya pergi sendiri! Aku fikir, dia ingin menghabiskan waktu bersama Zidan!"


"Baiklah, aku akan menyusulnya"


"Eeemm, kalau begitu aku harus pergi! Dan jangan terlalu memikirkan sikap Fairuz tadi! Ia hanya khawatir dengan kondisi kalian bertiga"


"Eeemm iya aku mengerti" Alghifari mengangguk


Viera tersenyum lalu melangkah pergi menyusul Fairuz.


Alghifari terlihat menghela nafas, ia lalu mengambil minum dan meneguknya.


"Aku rasa kau tidak merasa bersalah dengan kejadian yang telah terjadi!" Rayhan yang daritadi hanya diam melangkah menghampiri Alghifari.


"Bukan urusanmu!!" Jawab Al cuek


"Bukan urusanku?! Tentu saja itu menjadi urusanku Al!! Kau menyakiti...,"


"Mantan kekasihmu?!" Alghifari memotong ucapan Rayhan lalu memicing ke arahnya.


"Ingat Ray, kita sekarang berada di posisi yang sudah berbeda! Kau mungkin masih menjadi sahabatnya tapi, jangan lupa bahwa, kau sudah menjadi mantan kekasihnya! Dan aku? Aku adalah kakaknya!!"

__ADS_1


"Hah setelah kau menyiksanya seperti itu kau masih menganggap dirimu kakak?!"


"Tentu saja!! Kenapa tidak?!" Alghifari tersenyum sinis


"Aku peringatkan, jangan lagi mencoba mendekati adikku!! Aku tidak akan membiarkan kau kembali menyentuhnya sehelai rambut pun!! Dengar, aku seorang psikopat!! Aku bisa membunuhmu tanpa mengotori tanganku!! Adikku saja aku perlakukan seperti itu apalagi kau yang bukan siapa-siapa!!"


Alghifari lalu melangkah pergi.


Rayhan terlihat mengepalkan tangannya.


"Hah kau merasa sombong karena sekarang kau adalah kakaknya? Kita lihat Al siapa yang akan menang nanti!!" Batin Rayhan


...----------------...


Langkah kaki yang gontai perlahan berjalan memasuki pemakaman umum, tubuhnya bergetar hebat dengan tangannya yang memeluk bingkai foto dan menggenggam erat setangkai mawar merah, ia tak peduli dengan durinya yang menusuk tangan. Terlihat jelas ada tetes darah yang mengalir dari tangan mungilnya, setelah mengumpulkan keberaniannya ia memutuskan untuk mengunjunginya setelah menghantarnya ke peristirahatan terakhir.


Geisha berdiri mematung menatap makam Zidan cukup lama, tatapannya kosong! Kini ia di bungkam oleh rasa rindu yang tak pernah bertemu lagi. Gadis itu mencoba menahan tangisnya, ia tersenyum kecil dan tersungkur di hadapan makam pria yang ia cintai, pria yang kini hanya diam dan membumi.


Dengan hati-hati ia menaruh setangkai mawar merah dengan sisa darahnya yang menempel di bunga itu di atas nisan Zidan, ia lalu memeluk erat bingkai foto Zidan.


"Zidan, Aku datang!" Bisik Geisha lirih


"Kau baik-baik saja? Kau bahagia di sana? Kau pasti tidak kesakitan lagi bukan? Aku..., aku merindukanmu!!" Ia tak mampu lagi menahannya, Geisha menutup matanya dengan sebelah tangannya lalu, menggigit kuat bibirnya agar tangisnya tak terdengar.


"Maaf, aku baru menemuimu sekarang! Maaf karena aku butuh keberanian lebih hanya untuk sekedar datang menyapamu! Banyak hal yang terjadi di luar kendaliku Zid!"


"Aku..., aku mencoba untuk melupakanmu! Aku mencoba untuk menerima kenyataan bahwa kini kau sudah tak lagi bernafas di bumi yang sama denganku! Aku mencoba untuk baik-baik saja tapi nyatanya, tidak! Aku tidak baik-baik saja Zid! Aku tidak bisa menerima kenyataan ini dengan mudah!" Isak tangis gadis itu mulai terdengar


"Zid kau tahu? Beberapa minggu yang lalu saat aku menghantar kepergianmu, aku meyakinkan diriku dengan satu keyakinan penuh bahwa, aku akan bertemu denganmu lagi di keabadianNya tapi, hari itu terlalu panjang untukku! Dan ku kira aku akan tegar setelah kau pamit tanpa sebuah lambaian tangan, ku pikir aku mampu melewati hari tanpa rasa sakit namun nyatanya, aku menipu diriku sendiri, mengingkari segala sunyi yang bersemayam di dalam dada. Maaf karena tanpa sadar, aku mengundang gerimis menjadi musim penghujan pada bagian halaman wajah sampai basah kuyup setiap kali aku mengingatmu!"


"Kenapa semesta begitu jahat dengan takdir kita? Kenapa ia merenggutmu begitu saja tanpa memikirkan bagaimana aku menjalani hari-hariku?!"


Beberapa menit berlalu gadis itu masih menangis, tangisnya tak berhenti.


"Sha...," Alghifari melangkah menghampiri Geisha yang masih tersungkur di depan makam Zidan


"Aku ingin sendiri kak!" Balas Geisha tanpa menoleh ke arah Al


"Apa kau mau mendengar kisah senja, sang purnama dan eleanor si bintang?" Tanya Al


Tak ada sahutan dari Geisha, Alghifari tersenyum lalu melanjutkan kalimatnya.


"Jadi, senja sangat mengagumi sang purnama hingga dia rela memudarkan warnanya demi kedatangan sang purnama. Tapi senja tidak mengetahui bahwa ternyata, sang purnama menaruh hati pada eleanor si bintang. Awalnya dia tidak tahu, tapi suatu hari sebelum senja memudar, dia sempat bercanda dengan matahari dan secara tidak sengaja matahari menceritakan kisah romansa sang purnama dan eleanor si bintang, itulah sebabnya warna senja kadang memerah seperti darah"


"Karena dia terluka?" Sahut Geisha


"Benar, tapi senja tidak bisa melakukan apapun karena sudah menjadi hukum alam. Dia sadar bahwa dia hanya akan menjadi perantara kedatangan sang purnama untuk menemui kekasihnya eleanor si bintang!"


"Lalu kau tahu siapa yang tidak pernah meninggalkan senja?"


Geisha yang merasa penasaran menghapus air matanya lalu menoleh menatap ke arah Al menunggu pria itu melanjutkan kalimatnya


"Langit!!" Jawab Al sambil tersenyum


"Kau tahu apa yang di ajarkan langit pada senja? Langit mengajarkan senja cara untuk mengikhlaskan dan menerima! Seperti ia yang menerima senja apa adanya!! Senja datang tanpa permisi dan pergi tanpa pamit meninggalkan seribu kenangan yang melekat di hati! Namun, langit akan tetap menunggu senja datang kembali!!"


"Kau tahu apa yang harus kau lakukan bukan? Aku tidak memintamu untuk melupakan semua hal tentangnya! Tapi, ikhlas dan terimalah! Biarkan sang purnama bersama eleanor si bintang kekasihnya! Dalam kehidupanmu masih ada banyak langit yang akan selalu menerimamu!"


"Apakah aku bisa?" Tanya Geisha dengan suara purau


"Eeem iya! Kau pasti bisa! Aku mempercayainya!"


Geisha hanya tersenyum kecil.


"Kak Al benar Zid! Pada akhirnya kita hanya sebatas kisah yang selesai tanpa memulai! Tapi, bisakah aku melalui semuanya?" Batin Geisha


Perlahan Alghifari lalu duduk di hadapan Geisha.


"Sha, aku minta maaf! Maaf atas segala hal yang terjadi belakangan ini! Maaf aku menyeretmu dalam masalahku"


"Tidak kak! Jangan meminta maaf! Aku mengerti keadaanmu! Kau juga pasti sangat terluka bukan?!"


Geisha tersenyum lalu menggenggam tangan Al.


"Temui kak Syeza dan juga paman! Selesaikan urusanmu dengan mereka baik-baik!"


"Eeemm iya!" Alghifari mengangguk


"Kita pulang ya? Hari sudah mulai sore! Biarkan Zidan beristirahat! Nanti kita akan menemuinya lagi!"

__ADS_1


Geisha tersenyum dan mengangguk, ia lalu beranjak berdiri dan dituntun oleh Al.


"Zid beristirahatlah!! Aku pulang!" Batin Geisha


__ADS_2