
"Paman!" Geisha melangkah menghampiri Vino.
"Ouh? Geisha? Kau ada disini?"
"Akh iya! Sudah beberapa hari yang lalu"
"Aakh maaf, beberapa hari ini aku ada urusan yang perlu perhatian lebih! Maaf aku jadi tidak tahu jika kau ada disini!"
"Aakkh tidak apa-apa paman!" Geisha tersenyum kikuk lalu terdiam.
"Kak Hameed yang memintamu datang?" Vino yang terlihat canggung mencoba mencairkan suasana.
"Eeemm iya!" Jawab Geisha lalu kembali diam, ia ingin mengatakan sesuatu tapi mulutnya seakan terkunci.
"Ada apa Sha? Ada yang ingin kau katakan?"
"Aakkh itu, terkait permintaan paman beberapa waktu yang lalu boleh aku menjawabnya sekarang?"
"Heeemm?"
"Aku minta maaf, sebaiknya paman tak perlu menungguku! Aku tidak ingin mengecewakan paman jika nanti penantian panjang paman malah berujung patah! Aku sudah memutuskan untuk tidak mencintai siapapun lagi!"
"Karena Zidan?! Karena kau masih mencintainya?!"
"Aku tidak tahu tapi, untuk saat ini aku tidak ingin mencintai siapapun dan membuat orang lain menungguku!"
"Aku tidak memintamu untuk sekarang Sha! Kau masih punya banyak waktu! Memangnya selamanya kau ingin tetap terkurung dalam perasaan itu?! Lagipula tidak bisakah kau memanfaatkanku?!" Vino berusaha menahan emosinya.
"Kau bisa memanfaatkanku untuk melepaskan rasa cinta yang masih terbelenggu itu Sha! Aku memintamu untuk memanfaatkanku! Tidak bisakah kau melakukannya?!"
Geisha terdiam dengan air mata yang mengalir.
"Bahkan baru beberapa waktu yang lalu tapi kau sudah memutuskan untuk tidak mempercayaiku? Tolong beri aku satu kepercayaan saja, cukup dengan memanfaatkanku saja, aku janji tidak akan mengecewakanmu!"
"Bagaimana jika nanti setelah aku memanfaatkan paman lalu aku yang malah membuatmu kecewa? Bagaimana jika nanti aku sudah berhasil melepaskannya, lalu aku yang malah pergi meninggalkanmu?! Bagaimana jika nanti aku yang malah memberimu luka?!"
"Aku tidak perduli! Terlepas bagaimana nanti setelah kau berhasil memanfaatkanku, aku akan tetap dengan pernyataan yang sama!"
"Bagaimana..., bagaimana mungkin...,"
"Sha, jangan perdulikan hal lain! Yang harus kau lakukan hanya perlu memanfaatkanku! Itu saja!"
"Aku..., aku tidak bisa melakukannya!"
"Sha, aku tidak memintanya sekarang! Kau bisa lakukan nanti setelah kau siap!"
"Aakh aku bahkan belum melakukannya tapi sudah merasa seperti orang jahat!" Ujar Geisha dengan tawa kecil lalu menghapus air matanya. Vino ikut tersenyum kecil.
"Sha, aku tidak memaksamu dalam hal apapun! Kau hanya perlu memanfaatkanku! Itu saja sudah cukup untukku!"
...****************...
"Al? Kenapa tidak memberitahu ayah jika kau datang?" Elhameed berjalan menghampiri putranya lalu duduk dihadapannya.
"Aakkh aku hanya singgah sebentar" Ujar Al
__ADS_1
"Ada apa? Ada yang ingin kau sampaikan?" Tanya Elhameed
"Ayah..., Bisakah kau melamar Geisha untukku?"
"Heeemm?" Elhameed terlihat bingung.
"Aku ingin menikahinya setelah lulus SMA, dia bisa tinggal bersamaku nanti di New York dan aku juga bisa membiayai kuliahnya"
"Ada apa Al? Kenapa tiba-tiba meminta melamar Geisha sekarang? Kau bisa melamarnya setelah dia lulus bukan? Kenapa terburu-buru?"
"Aku tidak bisa meninggalkan Geisha tanpa ikatan ayah"
"Kau mencintainya?" Tanya Elhameed membuat putranya hanya duduk diam.
"Jika tidak mencintainya untuk apa kau menikahinya?"
"Bukankah ayah juga dulu tidak mencintai Ibu Elisa? Setelah ayah menikahinya barulah ayah mulai mencintainya bukan?"
Elhameed terdiam dengan pernyataan putranya.
"Setelah pernikahan, Al pastikan akan mencintai Geisha!"
"Apa alasanmu yang sebenarnya Al?"
Alghifari terlihat menarik nafas.
"Aku ingin memenuhi permintaan Zidan untuk menjaga Geisha!"
"Dengan cara menikahinya?"
"Tidak ada cara yang lain ayah!"
"Tidak ada pria yang dicintai Geisha kecuali Zidan ayah!"
"Tapi Al kau fikir Geisha akan setuju denganmu? Kau tahu bagaimana perasaannya nanti jika tahu tujuanmu menikahinya? Kau pun pasti ada wanita yang kau cintai Al! Bagaimana mungkin kalian hidup sebagai pasangan suami istri dengan mencintai orang lain?!"
Alghifari terdiam.
"Masih ada cara lain untuk menjaga Geisha! Ayah dan ibu bisa melakukannya!"
"Biarkan paman yang menggantikanmu untuk menikahi Geisha!" Vino berjalan menghampiri kakak dan keponakannya.
"Paman?"
"Apa maksudmu Vino?" Tanya Elhameed
"Al, lebih baik paman yang menikahi Geisha! Biarkan paman yang menggantikanmu untuk menjaganya! Kau juga masih banyak hal yang ingin kau capai bukan? Jangan merasa terbebani dengan permintaan Zidan! Paman yang akan memenuhi permintaan Zidan!"
Sebuah bayangan yang berdiri dibalik tembok berlari pergi setelah mendengar penuturan Vino.
"Vino? Akh ada apa dengan kalian? Dengar, aku bisa menjaga Geisha dengan baik jadi hentikan pernyataan konyol kalian!" Ujar Elhameed.
"Aku mencintainya kak!" Ujar Vino.
"Heeemm?" Elhameed dan Alghifari terlihat kaget dengan pernyataan Vino.
__ADS_1
"Dan Geisha tahu kalau aku mencintainya! Hanya perlu waktu untuk meyakinkannya!"
"Paman serius?" Tanya Al
Vino hanya mengangguk kecil dan terlihat kikuk, ia lalu duduk disamping Al.
"Waakhh! Paman tahu? Hari ini aku melihat sisi lain dari dirimu!" Ujar Al tersenyum menggoda.
"Berhenti menggodaku Al!"
"Ehehehe!" Alghifari hanya tertawa kecil.
"Bagaimana kak? Pernyataanku bisa membuat kakak melamar Geisha untukku bukan?"
"Aakkh baiklah, aku lebih mempercayaimu!"
"Yakh ayah! Jangan terlalu memperjelasnya! Ada putramu disini yang mendengar!" Canda Al membuat Elhameed dan Vino tertawa kecil.
"Tapi Vino, kau serius dengan pernyataanmu? Kau benar-benar mencintai Geisha bukan?"
"Wakhh kakak! Kau melukai harga diriku! Bukankah baru saja kau mempercayaiku?" Canda Vino membuat Elhameed dan Alghifari tertawa kecil.
"Tentu saja kak! Aku benar-benar mencintai Geisha!"
"Waakhh paman kecilku sudah tumbuh dewasa rupanya!" Ujar Al
"Aiiss kau!! Jangan memanggilku paman kecil!" Vino terlihat kesal, sedangkan Alghifari hanya tertawa kecil.
"Jadi bagaimana Vin? Mau ingin melamarnya sekarang?"
"Akh tidak kak! Mungkin setelah Geisha lulus SMA! Aku ingin memberinya waktu untuk mempercayaiku dan agar aku juga bisa pelan-pelan meyakinkannya!"
"Baiklah! Nanti jika sudah waktunya katakan padaku, kakak akan melamar ya dihari itu untukmu!"
"Baik kak!" Jawab Vino sambil tersenyum.
...****************...
"Geisha?" Vino menghampiri Geisha yang sedang duduk termenung ditaman rumah.
"Kenapa masih diluar? Ayo! Makan malam sudah disiapkan!"
Geisha hanya terdiam lalu mengusap air matanya.
"Ouh? Ada apa Sha? Kau menangis?" Vino lalu duduk disampingnya.
"Berhenti berlagak seakan-akan kau perduli denganku!" Geisha menghempaskan tangan Vino yang hendak membantunya menghapus air mata.
"Apa maksudmu Sha?"
"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu! Apa maksudmu yang sebenarnya? Setelah percakapan kita yang tadi, aku berusaha untuk mempercayaimu tapi, apa yang kau katakan pada paman dan kak Al diruang tamu?"
"Sha kau salah faham! Kau pasti hanya mendengar sebagiannya saja!"
"Aku tidak butuh bantuanmu! Aku juga bisa menjaga diriku sendiri! Besok, aku ingin pulang ke Jakarta dan jangan pernah menghubungiku ataupun menemuiku lagi!" Geisha lalu beranjak berdiri.
__ADS_1
"Sha, dengarkan penjelasanku dulu! Biar aku teruskan percakapan diruang tamu yang tidak kau dengar tadi!" Vino menahan tangannya.
"Aku sedang tidak ingin mendengar apapun!" Geisha melepaskan tangan Vino lalu melangkah pergi.