
"kasih kemaren lo gak masuk, kenapa? Lo benaran sakit?. tanya Dira dengan menempelkan satu tangannya dikening kasih untuk merasakan suhu badannya..
"iya dir, kemaren aq ga enak badan"
sih kenapa Lo ga bisa jujur sama gue. kenapa Lo lebih milih nanggung beban Lo sendiri sih. gue teman Lo. batin dira menatap lekat wajah kasih
"Lo ga bohong kan Ama gue sih ?"
"gak dir. aku gak bohong"
"kenapa sih Lo ga bisa jujur ama gue. guekan teman Lo. kenapa Lo milih memendam luka Lo sendiri"
"maksud kamu apa sih dir. aku benaran gak nyembunyiin apa-apa dari kamu"
"sampai kapan sih. sampai kapan Lo mau bohongin guee.. hiks hiks.. tangisan Dira pecah. menangis bukan karena sikap kasih yang tidak bisa jujur. tapi menangis melihat kekuatan kasih yang terus menerus menahan lukanya sendiri tanpa mau berbagi.
"kenapa Lo ga bisa berbagi Ama gue?. kenapa Lo ga jujur kalau Lo bentar lagi bakal nikah? dan kenapa Lo mau nikah Ama orang yang ga Lo cintai?. kenapa hiks..hiks. bentak Dira disela Isak tangisnya
berita tentang pernikahan kasih dan Bondan tentu saja dengan cepat sampai ketelinga Dira. karena kost dira masih satu komplek dengan rumah kasih. Dira mendengar berita pernikahannya dari para tetangga yang hobby ngerumpi.
senyum kasih seketika lenyap bak ditelan bumi. hatinya yang berusaha tegar. luka yang berusaha ia sembunyikan. benteng kekuatan yang berusaha ia bangun dengan sekejap ambruk kembali. membuat tetesan-tetesan air bening yang baru saja kering menetes kembali dari pelukan matanya.
"Lo jahat sih. Lo ga anggap gue temen Lo. kenapa Lo ga bisa cerita ke gue hah. kenapa ? bentak gina dengan kedua tangannya memegang pundak kasih dan menggoyang-goyangnya.
"ma'afin aku dir. aku cuma ga mau membawa perasaan mu masuk kedalam luka ku"
"tapi gue teman Lo sih. Lo ga boleh rahasian masalah sebesar ini sama gue. Lo harus cerita".
"aku harus mulai cerita dari mana dir. apalagi yang perlu aku jelasin. kamu udah tau semua tentang hidup ku. bahkan sebelum aku kasih tau, takdir sendiri yang ngasih tau kamu. apalagi yang belum kamu tau tentang hidup ku dir. bilang sama aku". jawab kasih yang terlihat rapuh. airmatanya semakin deras menetes di pipi nya.
"kasih.. maafin gue..maafin gue. gue udah bikin Lo nangis.hiks..hiks. Dira memeluk kasih dengan erat kemudian mengusap airmata kasih
"kasih". panggil seseorang menghampiri kasih dan dira
"ka Rendi"
kehadiran rendi membuat keduanya salah tingkah dan mengusap air mata dengan cepat.
"kasih kenapa kamu nangis..hahh" ..
memegang pipi kasih dengan kedua tangannya.
"gak ka. Aku gak apa-apa. kak Rendi ada apa kesini?".
"apa seseorang menyakiti mu" menatap kearah Dira. sementara Dira hanya menggelengkan kepalanya. dan berangsur-angsur menjauh.
"aku ga apa-apa ka, tadi hanya terharu dengar cerita Dira". jadi ikutan nangis deh". berusaha tersenyum. Dira yang terkejut dengan cepat membalikan badan sehingga posisinya membelakangi keduanya untuk menyembunyikan airmata yang tak mampu dia tahan.perkataan kasih begitu menyayat hatinya.
"mengapa Lo bisa setegar itu sih. bahkan saat Lo benar-benar rapuh. Lo masih bisa nyembunyiin dibalik senyum lo".
"Tuhan salah apa teman ku ini. sehingga dia diberi kehidupan seberat ini. tolong buat dia bahagia Tuhan. berikan sedikit warna pelangi di lembar hidupnya meski itu engkau berikan diujung senjang". batin dira
"kasih aku mau bicara"
"ka kasih mohon jangan dekati kasih. pergilah ka". jawab kasih dengan suara yang sedikit meninggi. membuat gina dan Rendi terbelalak melihat nya. karna ini untuk pertama kalinya kasih berkata dengan sedikit kasar".
ka Rendi maafin kasih. kasih ga mau kaka berharap banyak sama kasih. kasih ga mau Kaka sakit hati lagi". batin kasih
kasih beranjak dari duduknya kemudian berjalan menjauh dari Rendi. Rendi yang melihat kasih berusaha menjauhinya dengan sigab memegang tangan kasih dan menariknya kedalam pelukannya.
"aku mohon jangan menjauh dari ku. aku gak bisa hidup tanpa mu sih. aku gak bisa". ucap Rendi memohon sambil memeluk erat kasih seakan takut kehilangan kasih.
"ka lupakan kasih. carilah wanita yang lebih baik dari kasih. kasih mohon ka. carilah kebahagian Kaka. dan jangan berharap sesuatu yang lebih dari kasih. sesuatu yang gak bisa kasih beri ke kakak. kakak pantas bahagia" ucap kasih dengan lembut
"tidak..tidak.. ku mohon jangan katakan itu. aku hanya mencintai mu..dan hanya kamu". jawab Rendi yang semakin erat memeluk kasih. sementara gina yang melihat adegan romantis didepannya memilih undur diri dan meninggalkan mereka berdua.
semoga yang menjadi jodoh Lo nanti Rendi sih. gue berharap Lo dapat yang terbaik dan gue yakin Rendi laki-laki baik yang bisa jagain lo. batin Dira yang melihat keduanya dari kejauhan sebelum dia benar-benar jauh dari dua insan yang lagi bucin.
"kaa lepasin kasih"
"tidak. aku mohon. biarkan aku memeluk mu sih. sebentar saja"
"ka lepasin. kasih mohon. lepasin kasih". kasih sedikit mendorong tubuh rendi
__ADS_1
"kasih, jangan biarkan aq pergi jauh dari mu. dan jangan pernah meninggalkan ku. aku pasti akan tersesat jika tanpa mu. dan mungkin tidak akan kembali lagi. aku akan tersesat dalam luka ku**". Rendi masih memeluk eret kasih. terasa ketulusan dalam hangat pelukannya. sementara kasih airmata nya kembali menetes setelah mendengar apa yang dikatakan Rendi. dia tidak menyangka Rendi mencintai nya sebesar itu.
"ka kasih mohon lepasin kasih. pelukan kakak buat kasih ga bisa nafas".
sontak Rendi melepaskan pelukannya. ia menatap kasih khawatir namun penuh cinta dan tanpa sadar mencium kening nya.
"aku mau bicara. aku mohon"
kasih yang tidak tega. mengangguk tanda setuju. Rendi menggiringnya menuju kursi yang tidak jauh dari sana.
"kasih aku".
"gappppp". tiba-tiba tangan seseorang menjambak rambut kasih dari arah belakang. menarik dengan kuat dan menyeret kasih ke tengah lapangan sekolah.
"auwwww...auwww.. lepasin sakit". ucap kasih
"dasar Lo cewek ga tau diri. cewek kegatelan. Lo udah mau nikah masih aja gangguin abang gue. gara-gara Lo abang gue sampai babak belur"
"plakk..plakk"
dua tamparan melayang kewajah mulus. kasih membuat kasih tersungkur ditanah.
Rendi yang terkejut melihat resa menyeret kasih. dengan cepat mengejar dari belakang. namun tidak sempat menahan tangan resa yang mendarat di wajah kasih. Rendi mendekati kasih dan membantunya berdiri. terlihat tanda merah dikedua pipinya.
"brengsek. berani kamu berbuat serendah ini resa. siapa yang mengajari mu seperti ini hah" bentak rendi membuat resa tersontak kaget. matanya terbelalak melihat Rendi. namun kebenciannya makin menjadi-jadi pada kasih.
"kenapa Abang bentak resa. seharusnya Abang bela resa bukan cewek buta ini. resa cuman ngasih pelajaran sama cewek murahan ini, biar dia tau diri kalau dia ga pantas buat Abang. gara-gara dia muka Abang terluka. Abang ga pantas bersanding Ama cewek ******* ini" jawab resa dengan tekanan suara yang tidak kalah tinggi dari rendi dan sambil menunjuk kearah kasih.
"plakkk". tanpa sadar Rendi melayangkan tamparan nya pada wajah resa. ini untuk pertama kalinya Rendi menampar resa. membuat resa tersungkur ditanah.
"auwwww". teriak resa yang menahan sakit dipipi nya. ia spontan menatap Rendi tidak percaya. sambil memegang pipi nya
"abang..kamu"
"aku tidak menyangka adik yang aku banggakan. yang ku sayangi bahkan tidak pernah sekalipun aku menyakiti dan mengajarinya untuk menyakiti orang lain. hari ini dia membuktikan bahwa dia telah berubah jadi orang lain. dia bukan adik ku". teriak Rendi penuh amarahnya metapa tajam resa. membuat satu sekolahan geger.
"aku akan menghajar mu. kau bukan adik ku. aku, ayah dan ibu tidak pernah mengajari mu untuk berkata kotor dan bersikap kurang ajar pada orang lain. siapa yang mengajari mu brengsek. katakan ?. bentak rendi yang sudah berada diluar sadarnya. wajah merah dengan kepalan kuat dari kedua tangannya. membuat resa yang melihat menggigil panas dingin. wajahnya pucat. resa benar-benar takut. ini kali pertama resa melihat Rendi dalam keadaan sangat marah. tubuhnya gemetar.
kasih yang mendengar ancaman dari Rendi. tanpa berpikir panjang berlari kearah Rendi sehingga tubuhnya menambrak tubuh bagian belakang Rendi. tangannya yang sigap memegang baju Rendi sehingga ia tidak terpuntal kebelakang. kasih memeluk erat Rendi. menahan tubuh Rendi sehingga gerakannya terhenti.
"kak hentikan..jangan sakiti resa kak. dia adik kak rendi"
"lepaskan aku kasih aku akan memberinya pelajaran"
"tidak ka. kasih mohon jangan ka. tolong jangan kasih mohon".
"*lepaskan aku"
bentak rendi* sambil melepaskan genggaman tangan kasih yang melingkar diperut nya dengan kasar. kemudian menarik sebelah tangan kasih sehingga tubuh kasih terpelanting kearah dira.
entah apa yang merasuki nya. Rendi benar-benar berada di puncak amarahnya. dia kembali berjalan mendekati resa sementara kasih yang sudah berada disebelah resa masih berusaha meredamkan emosi Rendi
"*kau bukan adik ku"
"plakkkk"
"auuuuuuuuu*"
kasih yang berusaha menenangkan Rendi..saat Rendi melayangkan tangannya kearah wajah resa secara bersamaan kasih menggeser kan tubuhnya tepat didepan resa. sehingga tamparan keras Rendi mengenai kepalangnya.
"kasihhhh".
seketika Rendi sadar dan berteriak panik mendekati kasih. kemudian tanpa aba-aba langsung mengangkat kasih dan membawanya ke UKS yang ada disekolah. sementara resa hanya ternganga mematung menatap kasih yang berada dalam pelukan rendi karena tidak sadarkan diri demi menolong dirinya.
di UKS. kasih dibaringkan diatas kasur. kemudian Rendi mengambil minyak kayu putih. dan mengolesnya sedikit ke hidung kasih.
"kasih sadarlah. maafkan aku..aku mohon maafkan aku".
Rendi panik. ia memeluk kasih. mengguncang-guncang tubuh kasih.
"sadarlah. sadarlah. aku minta maaf" .
Dira yang diberitahu oleh salah satu teman sekelasnya. segera berlari menuju UKS. saat kejadian Dira sedang ada di perpustaka mencari bahan untuk mengerjakan tugasnya.
__ADS_1
"kasih..kasih.. lo kenapa. bangunlah". Dira merebut kasih dari pelukan Rendi. dan membawa tubuh kasih kedalam pelukannya.
"ren. kasih kenapa. kenapa hiks..hikss"
"kasih aku mohon sadarlah. sadarlah. aku minta maaf". ucap Rendi frustasi sambil mengacak kasar rambutnya.
"kasih sadarlah" hikss..hiks. dira mengguncang-guncang tubuh ramping kasih.
"uhhhhhh... aduhhhh"
kasih sadar dan memegang kepalanya yang masih sakit dan pusing.
"kasih Lo sadar" ucap dira sontak membuat rendi menengok dan mendekatinya.
"kasih.. sayang kamu sudah sadar" Rendi merebut kembali kasih dari pelukan Dira dan membawa kepelukannya. tanpa sadar Rendi memanggil kasih dengan sebutan sayang.
"aduhh.. kepala ku masih pusing ka ". ucap kasih kembali memegang kepala dengan satu tangannya
"maafkan aku. aku mohon maafkan aku. maafkan aku. maafkan aku" ucap tulus Rendi sembil memeluk erat kasih.
"sih Lo udah sadar. gue khawatir Ama Lo. Lo nakutin gue". Dira memeluk kasih. sesekali terdengar Isak tangisnya.
Rendi berdiri kemudian berjalan kearah gudang yang ada disebelah UKS.
"pakkk..pakkk.pakkk".
terdengar suara seperti seseorang sedang memukul sesuatu. kasih dan dira yang mendengar mencari arah sumber suara yang sepertinya dari gudang. Dira berjalan kearah gudang.
"Rendiiiiiiii..apa yang Lo lakuin. lepasin ren. jangan". Dira memegang tangan Rendi
"gak dir lepasin aku. aku bakal kasih dia pelajaran dir..lepasin".
"jangannn ren. jangannnn. Lo emang bener-bener gila".
kasih yang mendengar teriakan Dira. perlahan-lahan berjalan kearah Dira dan Rendi.
"dir. ada apa?"
"sih tolongin gue. Rendi"
"ren hentikan. Lo benar-benar sudah gila". teriak Dira namun Rendi masih saja dengan aksinya
"kaaa... ka Rendi hentikan ka. hentikan"
"gak kasih aku bakal kasih dia pelajaran. dia udah nyakitin kamu kasih".
"pakkk..pakkkk".
"Rendi hentikan brengsek. Lo sudah gila". teriak Dira masih menarik tangan Rendi
KA RENDI KALAU KAKA CINTA SAMA KASIH. TOLONG HENTIKANNN. KASIH MOHON HENTIKAN KA. HIKS..HIKS..
teriak kasih sambil memeluk Rendi dari belakang. Rendi yang mendengar sontak terhenti. dan merasakan hangatnya pelukan kasih. membuatnya terkulai lemah dilantai. terdengar Isak tangisnya. untuk pertama kalinya Rendi menangis. dan itu karena kasih.
"ka ada apa dengan ka Rendi. kenapa kakak jadi begini" hiks..hikss
"maafkan aku kasih. aku menyakiti mu. tangan ini menyakiti mu. aku akan memotongnya". Rendi ingin beranjak namun kasih kembali memeluknya.
"ka jika Kaka menyakiti diri Kaka lagi. kasih ga mau ketemu Kaka . kasih ga akan maafin Kaka".
Rendi yang mendengar perkataan kasih. spontan membalas pelukanya. bahkan sangat erat.
"tidak jangan pernah jauh dari ku ataupun meninggalkan ku. aku mohon. maafkan aku"
dari balik pintu seseorang telah memperhatikan ketiganya. resa menangis melihat keadaan Rendi. dia tidak menyangka Rendi rela menyakiti diri sendiri demi kasih.
"bang maafin resa. sekarang resa bisa lihat seberapa besar cinta Abang ke kasih. maafin resa bang karena ego resa Abang terluka. karena rasa cemburu pada kasih yang sebentar lagi bakal nikah Ama bang Jarot. resa jadi lupa perasaan Abang. maafin resa bang" batin resa kemudian pergi meninggalkan mereka.
resa wanita yang sangat mencintai Jarot. hal ini bermula saat dia bertemu Jarot pertama kali disekolahnya. saat itu Jarot menjadi wali kasih untuk mengambil rapotnya. resa diam-diam memperhatikan Jarot. bahkan berhasil menemukan alamat rumah dan nomor hp Jarot. sering kalian resa kirim pesan pada Jarot namun tak pernah dibalas. telfon hanya diangkat beberapa kali tapi hanya sebentar. hatinya kecewa bahkan benar-benar kecewa saat dia mengutarakan perasaannya pada Jarot. namun Jarot malah menolak dan mengatakan kalau dirinya sudah punya calon istri yaitu kasih. dari saat itu resa sangat membenci kasih. apalagi saat tau kabar Jarot akan menikahi kasih. resa semakin 100x lipat benci pada kasih.
_________________
"Hello readers.. author masih dalam tahap belajar. mohon bantuan, kritik dan sarannya baik yang bagus maupun tidak. author akan menerima dengan senang hati"..😁😁😁😁😁
__ADS_1