
bondan menyeret kasih masuk kedalam rumah dengan paksa. sementara kasih masih meronta-ronta memanggil nama Rendi.
"dasar anak sialan..plakkkkkkk"
lagi-lagi tangan Bondan mendarat dipipi mulus kasih..membuat kasih terjatuh kelantai.
"auwwww"..
teriak kasih yang merasa panas bak terbakar dipipin kanannya.
Jarot yang mendengar teriakan kasih. segera berlari masuk kedalam. ia terkejut melihat kasih yang tersungkur dilantai. pipi kananya yang merah dan keluar darah dari ujung bibirnya.
"******** kau.. bukkkkk..bukk.bukkk.. plakkk..plakk"
beberapa pukulan dan tamparan melayang ke wajah Bondan..membuatnya terkapar dilantai.
Jarot menarik kerah baju bondan sehingga posisinya kembali berdiri. Jarot mendorongnya hingga terbentur didinding. Jarot mencekek kuat lehernya dengan kedua tangannya. membuatnya susah bernafas.
"berani sekali kamu menyentuh calon istri q. kau menyakitiki milik ku. wanita ku".
"bukkk..bukkk".
dua pukulan menghantam kebagian perut Bondan..membuatnya berteriak kesakitan memegang perutnya dan kembali terkapar dilantai.
"ampun juragan... ampun.. maafkan saya.. maafkan saya"
"ampun kata mu. kau sudah sering menyakiti kekasih ku.. tapi sekarang dia adalah milikku. dan aku tidak ingin miliki ku disentuh apalagi disakiti orang lain.. kau MENGERTI". teriak Jarot disertai beberapa tendangan kearah perut bondan.
"mengerti juragan. mengerti. saya tidak akan mengulangi lagi. ampun juragan" jawab bondan memohon sambil meringis kesakitan
__ADS_1
Bondan tidak percaya kalau Jarot akan semarah dan sekuat itu. membuatnya babak belur. dia bahkan tidak percaya kalau yang didepannya ini adalah Jarot teman nya. karna yang dia tau Jarot yang ia kenal 180 Drajat berbeda dengan Jarot yang sedang terbakar api amarah.
Jarot menghentikan aksinya kemudian beralih pada kasih. Jarot mendekati kasih. memegang pipi kasih yang terdapat bekas tangan Bondan disana. menarik tubuh kasih kedalam pelukannya.. baginya kasih adalah hidupnya. walaupun dia tau kasih masih belum bisa menerima nya. bahkan perhatian nya selama 2 tahun belakangan ini masih belum cukup untuk meyakini kasih akan ketulusan cintanya. namun ia tidak akan menyerah untuk mendapatkan cinta kasih.
setelah lamarannya ditolak 2 tahun lalu. Jarot memberikan perhatianya pada kasih. seperti sekedar berkunjung, atau memerhatikan kasih saat disekolah. mengambil rapot kasih saat naik kelas. mengirim makanan dan hadiah pada kasih setiap harinya. awalnya kasih menolak. tapi setiap hari jarot selalu mengirim hadiah untuknya. menurut nya jarot orang baik. dan dia menghormati kebaikan jarot dengan menyimpan semua barang pemberiannya. namun cinta tidak bisa dipaksakan. kasih tidak mencintai Jarot. hal itu yang membuat nya menolak dengan keras cinta Jarot.
"kamu baik-baik saja sayang hahh. cupp" Jarot mencium kening kasih kemudian kembali memeluknya"..
"lepaskan kasih pak. jangan sentuh kasih". kasih mendorong keras Jarot. namun tenaga Jarot jauh lebih kuat darinya..
"tidak. aku mohon. biarkan aku memeluk mu sayang". ucap Jarot penuh cinta..
"tidak lepaskan kasih. lepaskan. lepaskan pak. kasih mohon hiks..hiks." kasih meronta agar terlepas dari pelukan Jarot. namun tak dihiraukan oleh Jarot.. bahkan Jarot semakin erat memeluknya.
Jarot melepaskan pelukannya. kembali memegang pipi kasih yang terdapat tanda merah disana. dan darah segar yang keluar dari ujung bibirnya. hatinya sangat sakit melihat gadisnya disakiti.
"aku akan membawa mu ke rumah sakit sayang". ucap jarot penuh khawatir. kedua tangannya ingin mengangkat kasih.
"sayang". panggil Jarot yang mengikuti kasih dan ingin masuk kekamar namun belum sempat dia menahan pintunya. kasih terlebih dulu menutup dan menguncinya dari dalam.
"sayang.. buka pintunya.. biarkan aku menemani mu.. aku ingin menjaga mu" .
"pulanglah pak. jangan janggu kasih.. kasih mohon". jawab kasih dari dalam kamar
"tapi sayang.. aku ingin menemani mu.. aku mencintaimu". namun tidak ada jawaban dari kasih..
"sayang...sayang aku mohon bukalah. aku ingin berada disamping mu. namun tetap tidak ada jawaban nya.
"baiklah sayang aku akan pulang. besok aku akan menjemput mu". Jarot menyerah dan memutuskan untuk pulang. membiarkan kasih beristirahat itu mungkin lebih baik.
__ADS_1
Bondan yang masih ada disana hanya menunduk. tidak berani menatap Jarot yang menatap penuh kebencian padanya.
"kau dengar Minggu depan aku akan menikahi kasih. setelah itu aku akan membawanya pergi dari rumah terkutuk ini. namun sebelum itu jangan berani kau menyentuhnya bahkan hanya sehelai rambutnya saja.. jika kau berani aku akan membunuh mu. kau MENGERTI".
ancam Jarot yang terdengar tidak main-main
"Baa..baik juragan"..Bondan yang sok jagoan seperti tikus yang dimasukan dalam bak mandi. tidak berdaya.
"aku akan meninggalkan beberapa anak buah ku dirumah mu. untuk menjaga kekasih ku". Jarot beranjak pergi meninggalkan Bondan.
gina yang baru pulang dari tempat kerjanya. terkejut melihat anak buah Jarot ada di rumahnya. dia bertanya pada Bondan. dan Bondan menjelaskan semua Yang terjadi dan rencana pernikahan Jarot dan kasih..
"apaaaaaa. Minggu depan" ucap gina terkejut dengan mata melotot ke arah bondan.
"iya". itu mata ga usah melotot". jawab Bondan yang melototi balik gina.
"bukannya bulan depan mas ?"
"Jarot ingin Minggu depan.. sudahlah jangan banyak bertanya.. tolong obati luka ku" . ucap Jarot memohon pada istrinya itu.
meski Bondan adalah sosok suami yang tidak sesuai dengan harapan gina. namun tetap saja tidak bisa mengubah kenyataan bahwa Bondan adalah suami yang harus dia layani dan hormati.
gina mengambil air hangat dan kapas untuk membersihkan luka Bondan.
dimalam hari. gina sedang bergulat dengan urusan dapur. ia memasak untuk makan malam. setelah selesai dia mengetuk pintu kamar kasih untuk mengajaknya makan bersama. namun tidak ada sahutan dari dalam. gina menjadi khawatir. dia memberitahu Bondan. namun Bondan meminta untuk tidak mengganggu kasih. biarkan dia istirahat.
sementara kasih didalam sana hanya mampu menangis meratapi nasibnya.
________________
__ADS_1
"hello readers.. author masih dalam tahap belajar. mohon bantuan, kritik dan sarannya baik yang bagus maupun tidak. author akan menerima dengan senang hati"..😁😁😁😁😁