Bahagia Diujung Senja

Bahagia Diujung Senja
Perdebatan


__ADS_3

Untuk apa kita berdebat kalau bukan mencari jalan keluar? kita hanya akan terjebak dalam kata-kata yang tidak ada akhirnya!.


...~Syeza Anastasya...


~Flashback (New York)


Alghifari sedang duduk termenung dibalkon kamar, wajahnya cukup kusam, entah hal apa yang membuatnya terlihat berantakan! alghifari terlihat menarik nafas panjang dan menyeruput coklatnya yang terlihat mengepul. Ia lalu mendongak menatap bintang-bintang yang bertebaran indah dilangit malam lalu kembali menarik nafas panjang! akh sepertinya ini adalah hari yang berat untuknya.


Alghifari lalu mengambil walkie walkie miliknya dan menghubungkannya dengan asistennya.


"Alex naiklah! temui aku sekarang!"


Setelah meminta asistennya untuk menemuinya, alghifari langsung memutuskan sambungannya sedangkan dilantai 26 disebuah kamar yang sudah remang-remang oleh cahaya, alex yang sudah berbaring diatas kasur sedikit mengkerutkan alis lalu melirik kearah jam.


"Pukul 01:30? ada apa? tidak biasanya tuan muda memanggilku dijam seperti ini! apa ada sesuatu?"


Batin alex.


Ia lalu beranjak bangun dan melangkah menuju kamar tuan mudanya.


"Duduklah!"


Alghifari menoleh saat mendengar langkah kaki asistennya.


Alex hanya tersenyum kecil lalu duduk dihadapan tuan mudanya namun ia terlihat mengkerutkan alis saat mendapati beberapa botol yang bertuliskan Billionaire Vodka dihadapan tuan mudanya.


Billionaire Vodka adalah minuman alkohol termahal didunia dengan nilai 3,7 USD.


"Aakhh bukankah tadi aku menyiapkan secangkir coklat panas? kenapa ada minuman seperti ini? tunggu tuan muda bahkan sudah lama berhenti minum! jika tuan muda minum itu artinya ia sedang dalam masalah! masalah?!"


Batin alex.


Ia lalu terdiam sejenak.


Alghifari terlihat menghela nafas saat menatap kearah asistennya, ia lalu melemparkan jaket kearahnya sehingga membuat alex sedikit kaget dan menoleh kearah tuan mudanya.


"Pakai jaketnya! apa kau lupa? udara malam di new york tidak bagus untuk kesehatan! jika kau sakit aku tidak bisa bekerja!"


Alex hanya tersenyum kecil lalu memakai jaketnya.


"Tuan apa kau sangat mengagumiku?"


"Apa maksudmu?"


"Bagaimana mungkin aku yang sakit tapi tuan yang tidak bisa bekerja?"


"Vitamin! kau adalah vitaminku!"


Alex hanya tertawa kecil lalu matanya kembali fokus menatap kearah botol-botol yang ada diatas meja.


"Aakhh aku mengambilnya digudang minuman tadi!"


Alghifari bersuara seakan menjelaskan maksud dari tatapan asistennya.


Alex lalu menatap kearah tuan mudanya.


"Tuan, kau menghabiskannya sendirian?"


"Apa kau tidak bisa melihat? botol-botol ini masih terisi!"


Alghifari menggoyangkan botol-botol tersebut.


"Aku belum menyicipinya! aku memanggilmu untuk minum bersama! kau mau?"


Alghifari mengangkat botol kearah alex bersiap untuk menuangkannya, alex tersenyum lalu mengangkat gelasnya, alghifari lalu menuangkan vodka tersebut untuk asistennya dan juga untuk dirinya.


Keduanya lalu melakukan cherees lalu meneguk minumnya dalam satu tegukan.


"Aakhh ini untuk pertama kalinya aku minum dalam keadaan seperti ini! ditengah dinginnya malam dan bersama pria tampan!"


Alghifari tersenyum.


Alex mengkerutkan alis.


Aakhh apa tuan mudanya mabuk hanya dalam satu tegukan? aakhh bukankah tuan mudanya adalah peminum yang buruk?!.


Satu, dua, tiga...., botol-botol itu mulai kosong bahkan alex hanya meminumnya satu tegukan dipertama saja! selain itu, semuanya dihabiskan oleh alghifari dan ketika alghifari mengambil botol keempat dan hendak menuangkan lagi, alex dengan spontan menahan tangan tuan mudanya.


Alghifari lalu menoleh kearah alex.


"Kenapa kau menahannya?"


"Tuan aku rasa kau sudah mabuk, kau sudah menghabiskan tiga botol sendirian! lagi pula ini sudah larut lebih baik tuan istirahat"


Alex terlihat khawatir, tuan mudanya bukanlah peminum yang baik bahkan pernah ada insiden bahwa tuan mudanya jatuh sakit setelah menghabiskan tiga botol ! alex hanya tidak ingin hal itu terjadi lagi!.


"Kau memerintahkanku?"


Alghifari memicing kearah alex lalu tersenyum kecil.


"Aku suka! tapi bisakah lepaskan tanganku dulu dan biarkan kuhabiskan segelas ini! hem?"


Alghifari memasang wajah imutnya.


Akh banyak orang yang tidak tau sikap alghifari yang sebenarnya, mereka hanya mengenalnya sebagai CEO yang cerdas dan terkenal kejam dan seorang psikopat yang tak memiliki hati nurani, dibalik itu semua hanya ada alex seorang yang begitu sangat mengenal tuan mudanya.


Alex hanya menghela nafas dan sedikit tersenyum kecil saat melihat tuan mudanya memasang wajah imut, begitulah alghifari! ia akan memasang wajah imut sebagai senjatanya untuk menaklukkan asistennya.


Alex lalu melepaskan tangannya, alghifari kembali tersenyum lalu menghabiskan sisa minumnya dengan sekali tegukan.


"Ayo tuan, aku akan membantumu masuk!"


"Tidak! tidak!"


Alghifari menggeleng.


"Aku akan masuk setelah kau menjawab pertanyaanku!"


Alghifari menatap alex dengan lekat sehingga membuat alex terdiam.


"Tunggu, sebenarnya ia sedang mabuk atau tidak?"


Batin alex.

__ADS_1


"Akh kau kebingungan?"


Alghifari menyadari kebingungan asistennya.


Alex hanya mengangguk dalam diam, alghifari terlihat tertawa kecil.


"Yah! aku tidak mabuk! sebelum minum aku sudah mengontrol kesadaranku!"


Alex hanya terdiam.


"Akh ini sudah cukup lama aku membiarkannya jadi, malam ini aku ingin kau mengatakan yang sebenarnya! aku tau kau menyembunyikan kebenaran! katakan semuanya! aku tidak ingin kau terus menyembunyikannya dariku!"


Alex terlihat menelan ludah dan mengatur posisi duduknya dengan baik.


Akh apa sekarang adalah waktunya untuk memberitahu tuan mudanya yang sebenarnya?.


Alex menarik nafas panjang.


"Iyh tuan, nona syeza elhameed dan nona syeza anastasya elhameed adalah dua orang yang sama! tuan besar elhameed sengaja menambahkan nama Anastasya dinama nona syeza agar ia tidak mudah dikenali! semua ciri-cirinya pun ada pada nona syeza! nona pemilik mata hitam kecoklatan, ia yang kehilangan ibunya disaat berumur enam tahun dan semenjak kejadian itu nona syeza sempat mengalami trauma yang membuatnya kehilangan beberapa memory masa kecilnya dan memiliki fobia terhadap darah dan kalian memiliki tanggal lahir yang sama tuan!"


Alex menjelaskan panjang lebar.


"Jadi ketakutanku itu benar?!"


Alghifari menggenggam gelas ditangannya dengan kuat sehingga membuat gelas tersebut pecah ditangannya.


"Tuan tanganmu!!"


Alex beranjak berdiri saat melihat darah yang keluar dari tangan tuan mudanya.


"Tetap ditempatmu alex!!"


Alex terdiam lalu kembali duduk.


"Berikan aku alasan yang kuat kenapa kau menyembunyikan hal ini agar aku bisa memaafkanmu!!"


"Maaf tuan, aku sengaja mengulurnya agar mencari waktu yang tepat untuk memberitahumu tuan! maafkan aku tuan tapi, aku tau bahwa tuan menyukai nona syeza sehingga aku ingin membuat rasa peduli tuan jauh lebih besar terhadap nona syeza agar tuan tidak terlalu membenci nona syeza saat mengetahui kebenarannya!"


"Kau tau lex? caramu yang ingin membuat rasa peduliku semakin besar kepadanya justru membuat hatiku semakin merasakan sakit!"


Alghifari terlihat menarik nafas panjang dan menahan airmatanya.


"Aku merasa sakit saat mengetahui kebenaran ini lex! apa kau bisa membayangkan bagaimana sakitnya? seorang gadis yang datang menawarkan persahabatan, ia mampu meyakinkanku dan membuatku menerima perempuan dalam kehidupanku! gadis yang kukenal sebagai sahabat hingga membuatku jatuh cinta kepadanya tapi, nyatanya gadis itu adalah adik yang kucari selama ini! adik yang ingin aku bunuh!"


Airmata itu berhasil perlahan menetes dari pemilik mata indah itu.


Alghifari menghapus airmatanya lalu menatap kearah alex dan tersenyum kecil, aakhh senyum yang penuh luka.


"Lex jika nanti syeza sudah mengetahui kebenaran ini, aku harus berperan sebagai siapa? sahabatnya? atau pria yang mencintainya? ataukah kakak yang ingin menghabisi nyawa adiknya?"


Alex hanya terdiam.


Ia tau tidak mudah berada diposisi tuan mudanya, mencintai seorang gadis yang ternyata adalah adiknya sendiri yang ingin ia bunuh.


~Flashback End


...----------------...


Aku melirik kearah al yang masih berdiri menatapku.


"Kakak....,"


"Jangan memanggilku kakak! aku tidak ingin dipanggil kakak olehmu! aku bukan kakakmu!"


"Kenapa? kenapa aku tidak boleh memanggilmu kakak? bukankah aku adikmu? darahku mengalir dalam darahmu bukan? aku adikmu dan selamanya kau tetap kakakku! tidak ada yang bisa merubahnya! itu sudah tertakdir!"


"Tidak syeza!! aku bukan kakakmu!!"


Alghifari berteriak marah.


"Kenapa al?! kau tidak bisa menolak takdir!"


"Cukup syeza!!"


Alghifari membentakku.


Aakhh ini untuk pertama kalinya al terlihat begitu sangat marah!.


"Dengar baik-baik, aku bukan kakakmu!!"


Alghifari menekan kata yang keluar dari mulutnya.


"Kenapa al? kenapa kau semarah ini kepadaku? kenapa kau terlihat sesakit ini mengetahui kebenaran bahwa aku adalah adikmu?"


Alghifari terdiam.


"Kau tidak tau bagaimana berada diposisiku syeza! rasanya sakit za saat mengetahui gadis yang kucintai ternyata adikku!"


Batin alghifari.


"Apa karena masa lalu itu? sehingga kau semarah ini? satu hal yang perlu kau tau al, masa lalu yang terjadi waktu itu adalah kesalahfahaman!"


"Apa katamu?! kesalahfahaman?! kau dan ibumu ingin membunuhku dan itu kesalahfahaman?!"


"Al cerita sebenarnya tidak seperti itu! kau tumbuh dibawah pengaruh tante kareen! semua yang tante kareen ceritakan itu bohong al!"


"Cukup syeza!! jangan mengada-ngada!! aku tidak suka kau mengatakan tante kareen berbohong!! kau tau?! didunia ini aku hanya mempercayai satu wanita!!"


"Dan itu tante kareen?!"


Aku memicing kearahnya dan tertawa mengejeknya.


"Kau memilih mempercayai tante kareen daripada ibumu sendiri?!"


Alghifari terdiam.


"Aku bersyukur pada akhirnya kakek dan mama lin tidak berada dalam pengaruh tante kareen terlalu lama! untung ada paman vino yang berusaha meyakinkan mereka tapi, sayangnya kakak laki-lakiku malah memilih lebih mendengarkan dan mempercayai wanita ular itu daripada ibunya sendiri!"


"Syeza!!"


Alghifari terlihat marah dan bahkan matanya sudah memerah.


"Kenapa?! kau tidak suka aku menyebut tante kareen sebagai wanita ular?! bukankah dia pantas mendapatkan gelar itu?!"

__ADS_1


"Harusnya ibumu yang pantas disebut sebagai wanita ular!! karena wanita ular itu, ayahku jadi menikah lagi!! karena wanita ular itu, aku memiliki seorang adik yang ingin membunuh kakaknya sendiri!! karena wanita ular itu, ayahku pergi meninggalkanku dan ibuku!! karena wanita ular itu....,"


"Cukup al!!"


Aku memotong ucapannya.


"Berhenti mengatai ibuku!! kau tidak tau kebenarannya seperti apa!!"


Aku membentaknya.


"Kau fikir ini pun tidak sakit untukku?! aku pun tidak meminta untuk dilahirkan!! aku tidak pernah meminta untuk terlahir sebagai adikmu!!"


Nafasku mulai tersenggal naik turun tak beraturan.


"Dan tidak seharusnya ibumu bersahabat baik dengan ibuku!! tidak seharusnya ayahmu memenuhi permintaan ibumu!! tidak seharusnya ayahmu memenuhi permintaanmu saat kau masih dalam perut ibumu!! dan tidak seharusnya ayahmu menikahi ibuku secara sepihak atas permintaan ibumu itu!!"


"Kau menyalahkan ibuku?! kau tau?! karena ibumu yang masuk dan merusak segalanya!! karena kehadiran ibumu lah keluargaku hancur dan berantakan!!"


"Hah!! kau fikir ibuku wanita seperti itu?! ibumu lah yang memaksa ibuku masuk!! ibuku tidak pernah merusaknya!!"


Aku dan al lalu sama-sama terdiam.


Akh kenapa kami harus berdebat seperti ini? aakhh ini semua karena ulah tante kareen! wanita ular itu yang merusak segalanya!.


"Akh seharusnya yang disalahkan adalah wanita ular itu!! kareen alvaro!!"


"Syeza!! berhenti mengatakan tante kareen seperti itu!!"


"Hah kau sangat menyayanginya?!"


Hah kenapa dia sensitif sekali jika mengenai tante kareen?! apa sesayang itu sama tante kareen?! akh kau menyayangi orang yang salah!!.


"Jangan berani macam-macam syeza!! kau sekarang berada dalam genggamanku!!"


Alghifari perlahan berjalan kearahku dengan matanya yang memerah dan menahan airmata.


"Kenapa?! kau ingin melukaiku?! lakukan saja!! aku juga penasaran sampai dimana keberanian kakakku untuk melukai adiknya!!"


"Jangan memancing syeza!! aku tidak pernah bermain-main!! aku bisa saja membunuh siapa pun jika dia sudah masuk dalam targetku!!"


Alghifari bahkan sudah menodongkan pisau lipatnya keleherku.


Nafasku mulai tersenggal naik turun tak beraturan.


Akh tenanglah syeza! semuanya akan baik-baik saja! percayalah dia tidak akan melukaimu!.


Aku berusaha menenangkan diriku.


"Tapi entah kenapa al, aku selalu percaya bahwa kakakku adalah pria yang baik!"


"Aku tidak sebaik yang kau kira syeza!!"


Syeeetttt!!.


Alghifari menggores leherku.


Akh leherku!!.


"Kak syeza?!!"


Geisha yang daritadi bersembunyi dibalik tembok seketika berteriak dan berlari masuk.


"Berhenti sha!!"


Aku berteriak kearahnya sehingga membuat geisha seketika menghentikan langkahnya.


"Pergi sha!! pergi dari tempat ini!!"


"Tapi kau bagaimana kak?!"


"Aku akan baik-baik saja!! pergilah!! jangan disini sha!!"


"Akh aku harus pergi dan memberitahu yang lain!!"


Batin geisha.


Geisha lalu berlari pergi.


"Alex!! jangan biarkan gadis itu pergi begitu saja!!"


Alghifari berteriak dan tiba-tiba muncul alex dan dua pengawal yang menahan geisha.


"Sita handphonenya dan kurung dia dikamar alex!!"


"Baik tuan!!"


Alex dan dua pengawal itu lalu membawa geisha pergi.


"Al aku mohon jangan melibatkan geisha dalam hal ini! jika kau ingin menyiksa, siksa aku saja! geisha tidak ada hubungannya dalam hal ini!"


"Aku tidak akan membiarkan orang yang mengetahui kebenaran ini pergi begitu saja!"


"Baiklah, kau boleh mengurungnya tapi aku mohon jangan melukainya!"


Aku menarik nafas.


"Dan aku juga mohon al, tolong jangan hanya mendengarkan satu orang saja! kau mendengarkan kakek dan juga ibumu! dan datang temui ayah dan paman! jika kau tidak ingin mendengarkanku maka, tolong dengarkan mereka!"


Aku kembali menarik nafas dan merasakan leherku yang semakin perih.


Akh aku rasa lukanya jauh lebih besar daripada luka pertama kali aku dapatkan waktu itu dirooftop.


Aku lalu mengangkat tanganku meraba leherku yang penuh darah dan kembali menurunkan tanganku dan tanpa kuduga al dengan spontan menahan tanganku dan menyembunyikannya dalam genggamannya, seakan-akan tidak ingin aku melihat darahnya.


Aku tersenyum kearahnya.


"Aku sudah mengatakannya al! kakakku adalah pria yang baik! dia bahkan tidak ingin adiknya melihat darah!"


Alghifari dengan spontan melepaskan tanganku dan membuang muka.


Aku lalu mengangkat tanganku kedada bidang miliknya dan memegang bajunya dengan erat sehingga membuat baju al dipenuhi dengan darah.


Akh kepalaku benar-benar pusing dengan darah ini!.

__ADS_1


"Al kau masih ingat dengan janji masa kecil kita? kita berjanji untuk saling mencari dan saling menemukan! aku bahagia al kau masih ingat dengan janji itu! meskipun kau mencariku dengan tujuan yang berbeda! tapi terima kasih! terima kasih al karena sudah mencariku!"


Aku tersenyum lalu dengan perlahan keadaan disekitarku mulai gelap dan aku pun jatuh pingsan.


__ADS_2