Bahagia Diujung Senja

Bahagia Diujung Senja
Cinta Paling Sakit


__ADS_3

~Markaz Company Citygroup


"Al, ada undangan dari presiden kota landon" Alex melangkah menghampiri Alghifari yang sedang berdiri termenung.


"Undangan dari presiden kota landon?" Alghifari mengkerutkan alis.


"Iya! Dia mengundang seluruh CEO untuk hadir diacara ulang tahunnya"


"Ah acara yang tidak bermutu! Coret dari daftar kegiatanku Lex, aku tidak ingin menghadirinya!" Ujar Alghifari.


"Yakh lagipula bukankah kau tahu aku tidak akan menghadirinya? Kenapa masih tetap membawakannya?!" Alghifari memicing ke arah Alex.


"Eemmm siapa tahu kau berubah pikiran? Aku rasa diulang tahun kali ini akan ada yang berbeda!"


"Heeem? Apa maksudmu?"


"Aku mendengar isu kalau presiden kota landon sedang mencari menantu dan asisten sialannya itu terus saja menghubungiku untuk memastikan agar kau harus hadir! Aku rasa, presiden kota landon mengincarmu menjadi menantunya!"


"Waakhh meski kau tidak pernah menghadiri acara ulang tahunnya sepertinya kau masih menjadi kandidat terbaik untuk menjadi menantunya!" Alex tersenyum menggoda.


"Yakhh berhenti tersenyum seperti itu Lex!"


"Kenapa hah?!"


"Kau sadar? Jika tersenyum seperti itu kau terlihat tampan!"


"Akh benarkah? Akh aku rasa ini untuk pertama kalinya kau mengatakan aku tampan! Akh tapi bukankah aku memang tampan dari lahir?"


Alghifari memutar bola mata malas membuat Alex tertawa kecil.


"Aku akan menghadiri acaranya dan membuatnya bungkam dengan memberinya kejutan besok!" Alghifari tersenyum misterius.


"Siapkan jetnya Lex! Aku ingin menemui Syeza!" Ujar Alghifari sambil menepuk pundak Alex lalu melangkah pergi.


"Ah apa Al akan mengajak Syeza untuk menghadiri acara besok?" Ujar Alex.


"Ouh ya Lex aku mendengar Syeza kemarin datang kesini?" Alghifari menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Alex.


"Aakh iya!"


"Lalu kenapa aku baru tahu sekarang?"


"Aakhh Syeza datang untuk menemuiku"


"Menemuimu?!"


"Eeemm iya!"


"Ada apa?! Kalian tidak membicarakanku bukan?!" Alghifari sedikit melangkah mendekat ke arah Alex dengan mata memicing membuat Alex ikut melangkah mundur.


"Aakkh tidak! Kenapa Kau GR sekali?! Kami tidak membicarakanmu!"


"Lalu apa yang kalian bicarakan?! Aku tidak boleh tahu?!"


"Kau bisa menanyakannya langsung ke Syeza!" Alex lalu melangkah pergi dengan cepat.


"Yakhh Alex!!" Alghifari berteriak dan melangkah mengejarnya namun Alex tak menggubris dan terus melanjutkan langkahnya.


...****************...


~Perumahan Elit Landon


Syeza duduk termenung didepan balkon kamarnya menyaksikan rintik-rintik hujan yang turun membasahi bumi kota landon. Ia menghapus air matanya yang tiba-tiba mengalir, ah rintik-rintik hujan itu jatuh membuat genangan lalu genangannya mengingatkan pada kenangan yang menyakitkan untuk dikenang! Dia yang menari bersamanya dibawah hujan, memeluknya dengan erat seakan tak ingin dilepas.


"Akh Ray sepertinya aku merindukanmu! Kau apa kabar? Sudah lama tak mendengar tentangmu! Apa kau baik-baik saja? Apa sampai disini perjuanganmu?" Ia menghela nafas panjang.


"Apa yang kau pikirkan hingga membuatmu menghela nafas seperti itu?!"


"Ouh? Al?" Syeza menoleh dan mendapati Alghifari yang melangkah ke arahnya.


"Kau ada disini? Baru datang?"


"Iya maaf aku tidak memberitahumu terlebih dahulu!"


"Eemm iya tidak apa-apa!"

__ADS_1


"Ada apa denganmu? Kau baik-baik saja?" Alghifari lalu berdiri disampingnya.


"Aakhh iya aku baik-baik saja!"


"Kau memikirkan Rayhan?"


"Heeemm?"


"Kau pasti merindukannya bukan?"


Syeza hanya terdiam.


"Jangan terlalu dipikirkan jika memang Rayhan masih menginginkanmu dia pasti menemuimu bagaimanapun caranya!"


"Kau tidak marah?"


"Kenapa aku harus marah? Jika memang bersama Rayhan membuatmu bahagia aku akan ikut senang!"


Syeza tersenyum kecil.


"Ouh ya Za kemarin kau ke markaz?"


"Aakkh iya!" Syeza mengangguk.


"Ada apa sehingga membuatmu datang menemui Alex?"


"Alex tidak memberitahumu?"


"Iya! Aakh ia menyuruhku untuk menanyakannya langsung kepadamu!"


"Akh ia pasti menghindar agar tidak diomeli!"


"Memangnya apa yang kalian bicarakan?" Alghifari menatap ke arah Syeza.


"Tentangmu!"


"Aku?"


"Aku mendengar cerita dari paman tentang kau yang ingin menikahi Geisha!"


"Karena aku percaya dengan asumsi paman!"


"Asumsi paman?"


"Kau pasti memiliki wanita yang kau cintai Al! Paman dan aku juga merasa aneh kenapa tiba-tiba kau ingin menikahi Geisha hanya karena ingin memenuhi permintaan Zidan?"


"Aku rasa Alex pasti mengetahui siapa wanita yang berhasil membuatmu jatuh cinta dan membuatmu patah! Karena itu aku menemui Alex untuk mencari tahu siapa wanita itu!"


"Jadi, kau sudah menemukannya?"


Syeza menggeleng.


"Alex malah menyuruhku untuk tidak mempercayai asumsi yang belum pasti!"


"Memangnya untuk apa kau mau menemuinya?"


"Heeemm? Akh tentu saja aku akan memarahinya karena sudah menyakiti kakakku!"


"Kau tidak akan pernah bisa menemuinya Za!"


"Hah? Kenapa? Kenapa aku tidak bisa menemuinya?!"


"Karena wanita itu adalah kau!" Batin Alghifari.


"Za, menurutmu cinta paling sakit itu apa?"


"Eemm cinta dengan orang yang salah"


"Bukan Za, cinta paling sakit itu ketika semesta tidak mengizinkan dua cinta itu untuk bersatu!"


"Akh aku rasa wanita itu akan menjadi wanita yang paling beruntung karena akan terus ada dalam hidupmu!"


"Tapi sepertinya dia mungkin akan membenciku jika tahu bahwa aku mencintainya!"


"Aakh mana mungkin! Ia pasti akan bahagia!"

__ADS_1


"Benarkah kau akan bahagia jika mengetahui aku mencintaimu?" Batin Alghifari.


"Yakhh kau harus yakin dengan cintamu! Kau pasti bisa memilikinya!"


"Itu tidak akan pernah terjadi Za!" Ujar Alghifari dengan suara pelan membuat gadis itu terdiam sejenak.


"Kau butuh pelukan? Bahuku cukup kuat untuk kau bersandar!" Ujar Syeza.


Alghifari hanya tersenyum kecil.


"Istirahatlah besok pagi kau harus menemaniku!" Ujar Alghifari.


"Kemana?"


"Menghadiri acara ulang tahun presiden kota landon!" Alghifari lalu melangkah keluar.


"Ulang tahun presiden kota landon?" Gumam Syeza.


"Aakh Al tunggu!" Syeza mengejar dan menghentikan langkah Alghifari.


"Aku ingat, aku baru saja membaca berita itu diartikel, presiden kota landon ingin mencari kandidat untuk menjadi menantunya bukan?"


"Eeemm iya!"


"Yakh kalau begitu kau tidak boleh membawaku! Kau harus datang sendiri!"


"Akh aku tidak ingin datang sendirian! Kau harus datang bersamaku!"


"Kau ingin aku berpura-pura menjadi kekasihmu?"


Alghifari hanya mengangguk.


"Yakhh Al!! Kau harus datang sendiri agar menjadi kandidat terpilih! Jika kau datang bersamaku bagaimana mungkin kau akan terpilih menjadi menantunya?"


"Yakh kau ingin aku menjadi menantu pria tua itu?!"


"Al dengar baik-baik, kau juga tahu bukan seberapa banyak uang milik pria tua itu? Jika kau menjadi menantunya kita akan memiliki banyak uang!"


"Wakhh!! Dikepalamu hanya ada uang?!"


"Eheheh!"


"Tidurlah! Kita akan berangkat pagi!"


"Aku akan mengikuti permainanmu tapi ada syaratnya!"


"Yakh dengan kakakmu sendiri kau harus perhitungan?!"


"Kau mau atau tidak?!"


"Yaya baiklah! Katakan apa syaratnya?"


"Setelah acara besok kau harus membawaku mengelilingi dunia!"


"Yakh apa tidak ada yang lain?!"


Syeza menggeleng.


"Tidak ada! Pilihannya hanya itu!"


"Aaakhh"


"Kenapa?! Kau tidak bisa melakukannya?!"


"Tentu saja aku bisa!"


"Lalu?"


Alghifari menghela nafas.


"Baiklah tidak masalah jika kau tidak mau, aku akan menawarkan ini pada paman! Lagipula paman juga pasti diundang bukan? Aku rasa paman pasti menyetujui ideku! Aku akan menelepon untuk menanyakannya!" Syeza lalu mengambil ponselnya.


"Yakh yakh Syeza! Tunggu Za! Jangan menelepon paman! Baiklah, aku menyetujui syarat darimu!" Ujar Alghifari menahan Syeza yang hendak menelepon Vino.


"Em baiklah!" Syeza tersenyum lalu menutup kembali ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2