Bahagia Diujung Senja

Bahagia Diujung Senja
Masa Lalu Ayah 2


__ADS_3

Terkadang sakit yang kau rasa justru menjadi ladang kebahagiaannya orang yang kau cintai!.


...~Elhameed...


~London 18 Tahun Yang Lalu


"Akh aku merasakan tendangannya!"


Seorang pria berumur 20-an tersenyum bahagia sambil mengelus perut wanita yang ia cintai yang semakin hari semakin membesar.


Erlina tersenyum bahagia melihat reaksinya suaminya.


"Aku tidak sabar menunggu kehadirannya!"


Elhameed kembali mengelus perut istrinya.


"Aku berharap kelak putraku terlahir menjadi pria yang hangat dan tidak sekaku ayahnya"


"Jangan seperti itu lin, kelak dia akan mengikuti jejakku!"


Elhameed dan erlina lalu tertawa bahagia.


"Meed?"


"Hem?"


"Kau masih ingat dengan sahabatku yang selalu aku ceritakan kepadamu?"


"Maksudmu elisa? yang dari indonesia itu?"


"Iyh meed, aku benar-benar prihatin dengan keadaannya! dia pasti sangat terpukul saat tau kenyataan bahwa dia hanya dijadikan sebagai selingkuhan dari pria yang ia cintai dan bahkan pria itu sudah beristri! akh padahal mereka sudah bertunangan dan hanya tinggal menunggu hari pernikahan"


Erlina terlihat menarik nafas.


"Meed"


Erlina lalu menggenggam tangan suaminya.


"Aku punya satu permintaan untukmu"


"Permintaan?"


Erlina mengangguk sambil tersenyum.


"Nikahi elisa!"


"Apa?! menikah?! menikahi elisa?!"


"Iyh meed, bisa kau kabulkan permintaanku?"


"Permintaan macam apa ini?! apa tidak ada permintaan yang lain?!"


Elhameed melepaskan genggaman tangan istrinya dan terlihat tidak senang.


"Kenapa? bukankah kau sudah berjanji untuk selalu mengabulkan semua permintaanku?"


"Iyh aku tau! tapi tidak harus menikah lagi bukan? dan tidak mungkin aku menikah lagi saat kau sedang hamil! dan lagi pula aku juga tidak ingin menikah lagi! cukup satu wanita yang menemaniku hingga aku menutup mata untuk selamanya! aku tidak akan menikah lagi lin!"


"Tapi ini permintaanku meed!"


"Tidak lin! aku tidak akan menikah lagi!"


"Aku mohon meed aku mohon padamu, aku tidak tega melihat nasib sahabatku"


"Lalu jika seandainya semua sahabatmu memiliki nasib yang sama seperti itu kau juga akan memintaku untuk menikahi mereka semua?!"

__ADS_1


"Aku hanya memintamu menikahi elisa! tidak semuanya! aku mohon padamu meed!"


"Tidak lin! jangan memaksaku! aku bilang tidak yaa tidak!! apa kau tidak bisa mengerti?!!"


Suara elhameed meninggi.


"Aakhh perutku!"


Erlina memegang perutnya yang tiba-tiba kesakitan.


"Ada apa? kau baik-baik saja?"


Elhameed terlihat panik.


"Akh perutku meed! perutku sakit sekali!"


"Akh bagaimana ini?!"


Elhameed semakin panik.


"Meed aku rasa ini bukan hanya permintaanku tapi permintaan putramu juga"


Elhameed mengkerutkan alis, merasa bingung.


"Kau tau? saat kau menolak dengan suara tinggi, putramu menendang perutku dengan kasar! aku rasa putramu marah karena ayahnya menolak permintaan ibunya!"


"Jangan mengada-ngada lin!"


"Jadi kau fikir sekarang aku sedang berbohong? putramu benar-benar menendang perutku dengan kasar elhameed!"


Erlina terlihat kesal.


Elhameed terlihat memijat keningnya pelan.


"Aakhh akh! sakit meed! ini benar-benar sakit!!"


"Tunggu sebentar! aku akan memanggil dokter!"


"Untuk apa?!"


"Aku tidak ingin putraku kenapa-napa!"


"Akh kau ayah yang tidak pengertian! putramu belum mau keluar! aku bahkan baru mengandung enam bulan! putramu menginginkan kau menikah lagi elhameed!!"


"Cukup lin!! jangan mengada-ngada hal yang tidak masuk akal!"


"Jadi menurutmu permintaan putramu tidak masuk akal?! aku juga bahkan merasa bingung kenapa putramu membuatku tersiksa begini?! apa kau ingin putramu terlahir sebagai pria yang pemarah? aku mohon meed nikahi elisa!"


"Tidak lin! aku juga mohon padamu jangan meminta permintaan seperti ini!"


"Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi?"


"Apa maksudmu? kenapa bertanya seperti itu? untuk apa aku menikahimu jika aku tidak mencintaimu?"


"Kalau begitu buktikan cinta itu dengan menikahi elisa!"


"Kau menginginkan cintaku dibagi?"


"Kalau aku tidak menginginkannya untuk apa aku memintamu menikahi elisa?"


"Ini bukan hal yang sepele lin"


"Aku mengerti tapi, kau tidak perlu khawatir! aku yang memintanya bukan? dan juga aku ingin kita tinggal diatap yang sama!"


"Apa?! aku mohon lin, pikirkan lagi semuanya dengan baik!"

__ADS_1


"Aku sudah memikirkannya meed! kau tau bukan? ini bukan hanya permintaanku tapi permintaan putramu juga!"


Elhameed terlihat menghela nafas.


"Lin....,"


"Tidak meed! aku tidak ingin kau menolaknya! aku mohon"


"Baiklah jika ini permintaanmu, aku akan menurutinya!"


"Aakhh terima kasih suamiku!!"


Erlina tersenyum bahagia lalu memeluk suaminya.


"Akh aku tidak mengerti denganmu lin, kau wanita yang terlalu baik! apa kau tidak merasakan sakit memintaku menikah lagi? aku bahkan merasakan sakit hati!"


Batin elhameed.


"Akh terima kasih putraku! ibu percaya kau juga menginginkan hal yang sama bukan? terima kasih sudah mendukung ibumu nak! ibu berharap kau menerima dengan baik kehadiran ibu keduamu!"


Batin erlina.


Ia lalu mengelus perutnya dan tersenyum bahagia.


...----------------...


"Apa?!!"


Diruang tamu salah satu rumah elit dikawasan kota london, elisa terlihat kaget dan memandang kearah erlina yang tersenyum bahagia dan elhameed yang terlihat cuek.


"Permintaan macam apa ini?!"


"Akh aku mohon jangan menolaknya lis!"


"Aku menghargai keperdulianmu lin tapi, permintaannya tidak harus seperti ini bukan?"


"Akh lis ini juga permintaan putraku! aku mohon lis"


"Tidak lin, aku tidak bi....,"


"Tidak lis! jangan menolaknya! kau akan membuat putraku marah"


Elisa mengkerutkan alis, merasa bingung.


"Aku mohon lis, apa kau ingin putraku terlahir sebagai anak yang tidak normal karena permintaannya tidak dipenuhi?"


Elisa terlihat memijat keningnya pelan.


"Akh bagaimana ini? kenapa jadi rumit begini?"


Batin elisa.


"Bersiaplah! aku akan mengurus pernikahannya! akadnya akan berlangsung dua hari lagi!"


Elhameed menimpali dengan santai membuat elisa membelalakkan mata.


"Apa maksudmu meed? kau mengiyakan permintaan erlina yang tidak masuk akal ini?!"


"Tidak ada penolakan!"


Elhameed dengan cuek lalu beranjak pergi.


"Akh apa aku sedang diikat secara sepihak?!"


Batin elisa.

__ADS_1


"Kau dengar itu lis? tidak ada penolakan! aku yang akan membantumu memilih gaunnya dan bersiap!"


Erlina terlihat tersenyum bahagia.


__ADS_2